Pandangan Shangguan Feiyun tertuju pada Shangguan Yulin yang sedang berlutut, dengan hati yang bersemangat, siap untuk ujian terakhir.
[Kalau-kalau dia ternyata cuma pengecut sialan lain yang akan mengobral apa saja demi menyelamatkan nyawanya yang tidak seberapa itu.]
"Kau bilang kau keponakanku, benar? Kalau begitu, kau pasti tahu tentang upacara peringatan yang diadakan setiap tahun oleh klan Shangguan."
"Tentu saja!"
Mata Shangguan Yulin berbinar, lalu melaporkan, "Paman, upacara peringatan tahunan klan Shangguan membakar tiga puluh enam dupa, untuk tiga puluh enam kepala klan terdahulu yang mempertahankan tanah timur, klan Shangguan, dan memberikan nyawa mereka untuk itu. Seseorang harus mandi selama dua puluh empat jam penuh sehari sebelum menunjukkan penghormatan kepada para leluhur, dengan memikirkan siklus tiga puluh enam surgawi untuk memohon berkah mereka!"
Shangguan Feiyun bergidik lalu tertawa, "Ha-ha-ha, bagus sekali! Hanya anggota klan Shangguan yang tahu arti penghormatan yang sesungguhnya. Tidak ada orang luar yang tahu bahwa kami mengadakan upacara peringatan untuk tiga puluh enam leluhur."
"Artinya kita sudah menemukan mata-mata kita?"
Baili Jingwei menyeringai, sementara Shangguan Yulin menjadi tegang dan menciut.
Baili Jingwei membantunya berdiri dengan senyum ramah, "Tuan muda Shangguan, santai saja, kami telah bersusah payah mencarimu agar kau bisa memandu kami. Hanya masalah waktu sebelum klan Shangguan berada di bawah kekuasaan Raja Pedang Feiyun. Mendapatkan bantuannya sedini ini adalah keberuntunganmu. Lagipula, kau bilang kau adalah keponakan Raja Pedang Feiyun. Menjadi begitu dekat pasti akan mendatangkan kemegahan di masa depan tuan muda."
"Shangguan Feixiong dan yang lainnya mengucilkan aku, tapi aku tetap bagian dari klan Shangguan. Selama ada anggota yang bersedia datang kepadaku, aku akan merawat mereka, terutama keponakan tercintaku ini. Apakah ibumu mungkin..." Shangguan Feiyun kini menjadi lebih ramah.
Shangguan Yulin membungkuk, menceritakan seluruh hidupnya kepada pria itu. Shangguan Feiyun berseru, "Oh, jadi kau anak saudari Yuheng. Waktu benar-benar sudah lama berlalu. Kita dulu sangat dekat, ha-ha-ha..."
"Ibu sering bercerita tentang betapa ia merindukan paman. Ha-ha-ha..." Shangguan Yulin memanfaatkan momen yang tepat untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.
Shangguan Feiyun mengangguk.
Baili Jingwei tersenyum melihat interaksi itu, "Raja Pedang Feiyun, sungguh momen yang langka bagi seorang paman untuk bersatu kembali dengan keponakannya, tetapi sebelum kita mengenang masa lalu lebih jauh, aku harus bertanya kepada tuan muda Shangguan, apakah kau mengenali anggota klan lain di antara kedua orang ini?"
Melirik ke arah dua orang yang gemetar ketakutan itu, keduanya memasang tatapan memohon. Mereka tahu sekarang ini adalah kesempatan bagi anggota klan Shangguan. Selama mereka bisa diakui sebagai bagian dari klan itu juga, mereka akan bisa melihat matahari terbit besok.
Maka kedua orang itu memohon dengan tatapan iba kepada Shangguan Yulin. Dialah satu-satunya harapan mereka di jurang maut ini...
"Tuan Perdana Menteri, klan Shangguan tidak berisi sampah." Ucap Shangguan Yulin dengan nada dingin.
Kaki kedua orang itu lemas seketika, mereka jatuh bersimpuh dalam keputusasaan.
Baili Jingwei mengangguk dan berkata, "Tuan Raja Pedang, tindakan tadi adalah untuk menemukan tuan muda Yulin. Karena dia satu-satunya, bawa mereka pergi."
"Tidak, itu berarti mereka akan membocorkan kejadian ini. Begitu Shangguan Feixiong tahu, dia akan memburuku!"
"Ha-ha-ha, jangan khawatir, tuan muda Yulin, aku pasti akan menyuruh anak buahku untuk menjagamu. Bawa mereka pergi dan lepaskan!" Baili Jingwei melambaikan tangannya.
Kedua orang itu mengangguk penuh harapan. Shangguan Yulin mengerutkan kening, menggelengkan kepalanya dengan cemas, "Kalian tidak boleh melakukannya. Aku tidak akan bisa tenang selama mereka masih hidup. Hanya orang mati yang bisa menyimpan rahasia."
Shangguan Yulin menyerang sebelum kedua orang itu sempat berbicara lagi, merenggut nyawa mereka.
Kedua kultivator puncak Alam Eter itu sudah ketakutan setengah mati beberapa saat yang lalu, situasi ini memberi kesempatan bagi kultivator Alam Harmoni Jiwa yang masih segar itu untuk menghabisi mereka dengan mudah.
Baili Jingwei menyipitkan matanya.
Shangguan Yulin menatap mereka berdua dengan canggung lalu membungkuk, "Paman, Perdana Menteri, maafkan aku karena telah lancang..."
"Ha-ha-ha, santai saja. Akulah yang terlalu baik. Tuan muda Yulin melakukan pekerjaan dengan baik." Baili Jingwei terkekeh lalu kembali memasang ekspresi serius, "Tuan muda, sekarang setelah kau mendapat dukungan dari Raja Pedang Feiyun, bisakah kau memberi tahu kami apa tujuanmu datang ke sini?"
Shangguan Yulin mengangguk, menuntaskan pengkhianatannya dengan membocorkan seluruh rencana Shangguan Feixiong.
Baili Jingwei tersenyum, "Seperti yang kuduga, mereka bersiap untuk serangan kedua. Itu berarti mereka semua akan bergerak sebagai satu kesatuan, dan tidak terpencar. Kalau begitu, di mana tempat tinggalmu di Kota Awan Terbang..."
"Kediaman Gu di Gerbang Timur." Mata Shangguan Yulin bersinar, suaranya mantap.
Baili Jingwei bergumam, "Kediaman Gu? Nama itu terdengar tidak asing."
"Tentu saja tidak asing, Perdana Menteri, karena itu adalah kediaman dari tamu terhormat yang kau puji hari ini, Gu Yifan!"
"Apa?!"
Baili Jingwei terperanjat, "Grandmaster Gu adalah salah satu dari kalian? Tapi Raja Pedang Feiyun bilang klan kalian tidak begitu mahir dalam alkimia. Bagaimana kalian bisa memiliki orang sepertinya?"
"Dia, salah satu dari kita? Yang benar saja! Humph, dia tidak lebih dari sekadar..." Shangguan Yulin menggertakkan giginya saat menyebut namanya, kembali membongkar semuanya, dan memperingatkan sebagai langkah antisipasi di akhir, "Tuan Perdana Menteri, Gu Yifan juga mata-mata klan Shangguan, meskipun dia bawahanku. Kau harus melenyapkannya sebelum dia sempat melapor balik."
[Bawahan? Kau sendiri yang sebenarnya bawahan jika boleh jujur.]
Baili Jingwei melirik sekilas lalu menggelengkan kepala dengan tatapan muram. Grandmaster Gu, seorang talenta yang benar-benar langka, kini justru menjadi musuh?
[Paling tidak, dia dan klan Shangguan tidak begitu dekat, mereka hanya saling memanfaatkan. Ini memberiku ruang untuk bergerak dan memanfaatkannya.]
Baili Jingwei kembali dari lamunannya dengan sebuah senyuman, "Tuan muda Shangguan, kau telah memberikan jasa besar kepada pamanmu, Raja Pedang Feiyun, dan membongkar kelemahan fatal kepada kami. Aku tadinya berniat membawa Grandmaster Gu ke ibu kota kekaisaran tanpa ada rasa curiga sama sekali padanya. Terimalah penghormatan dariku, tuan muda, karena telah membuka mataku."
Baili Jingwei membungkuk. Shangguan Yulin langsung membantunya berdiri, meskipun wajahnya menyiratkan kebanggaan.
[Lihat, Perdana Menteri Baili yang agung saja membungkuk kepadaku! Bukankah aku luar biasa?]
Shangguan Feiyun mencibir pelan...
"Perdana Menteri, bagaimana cara Anda akan membunuhnya? Haruskah aku yang melakukannya?" Shangguan Yulin tampak terlalu bersemangat untuk melakukan kekerasan, tetapi kemudian ia berpikir sejenak dan berkata, "Hanya saja, Nona di sisinya adalah sepupuku. Izinkan aku yang mengurusnya, Perdana Menteri. Jangan sakiti dia, aku bersumpah dia tidak akan menghalangi jalanmu."
Baili Jingwei bisa menebak isi hatinya dengan mudah, "Tuan muda pasti mengagumi Nona itu."
Shangguan Yulin tersipu malu dan mengangguk lemah.
"Ha-ha-ha, tentu saja, karena dia bersama tuan muda, aku tidak akan menyentuhnya." Janji Baili Jingwei.
Shangguan Feiyun ikut menjanjikan, "Permusuhan antara kakakku dan aku tidak akan merembet pada gadis yang tidak berdaya, terutama seseorang yang adalah keponakanku sendiri."
Shangguan Yulin merasa lega.
"Kalau begitu, kapan kau akan bertindak terhadap keparat Gu itu?"
"Kita masih butuh dia untuk hidup lebih lama lagi." Baili Jingwei menolak.
[Apa?!]
Shangguan Yulin menjadi panik, "Kenapa?"
"Setelah Konvensi Raja Pil, namanya akan dikenal luas. Jika terjadi sesuatu padanya, itu akan menimbulkan kecurigaan." Baili Jingwei menyeringai, "Selain itu, kita masih membutuhkannya untuk melapor kembali ke klan Shangguan."
"Apa yang perlu dia laporkan? Aku juga bisa melakukannya!" Sambil menepuk dadanya, Shangguan Yulin menunjukkan bahwa apa yang bisa dilakukan Zhuo Fan, bisa ia lakukan juga.
Baili Jingwei mengukurnya dari atas ke bawah lalu menggelengkan kepala, "Tuan muda Yulin, untuk yang satu ini kau tidak boleh melakukannya, karena kau sudah dikeluarkan dari kompetisi."
"A-Aku sudah dikeluarkan?"
"Ya, kalau tidak begitu, bagaimana caramu memantau setiapgerak-gerik Shangguan Feixiong?"
Baili Jingwei menampilkan senyum licik, "Aku tadinya mengira klan Shangguan hanya akan mengirim satu mata-mata dan berencana memanfaatkanmu untuk membantu Manikam Awan Terbang. Tapi sekarang, karena ada dua orang dari kalian, situasinya akan jauh lebih baik. Selain memberikan informasi yang kuinginkan kepada klan Shangguan, aku juga akan tahu apa yang sedang mereka rencanakan. Sedikit saja penundaan akan memicu rencana tindakan yang berbeda. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk menyuruh Gu Yifan melapor balik sementara kau mengawasi Shangguan Feixiong dan membaca setiap keraguannya. Ini akan membuat rencana seranganku semakin presisi. Mengerti?"
Chapter 888 · 5m baca
A Turncoat’s Options
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter