The Steward Demonic Emperor - Chapter 868 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 868 · 5m baca

Entrusted/Charged

by Night Owl

“Begitu ya, jadi senjata dewa dari wilayah timur, Pedang Soaring, dibawa ke wilayah timur oleh Shangguan Feiyun,”

Zhuo Fan mengangguk setelah selesai bicara, “Jadi itu alasan Klan Shangguan meninggalkan kediaman mereka. Semuanya demi mendapatkan kembali harta karun wilayah timur itu.”

Melihat kehampaan hitam di sekelilingnya, Shangguan Yulin tidak dapat menemukan bayangan Zhuo Fan, “Tuan, Anda bilang tahu segalanya, tapi kenapa rasanya Anda baru saja mengetahuinya?”

“Banyak bicara.”

Zhuo Fan mendelik, “Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. Coba saja sembunyikan sesuatu dan saat aku mengetahuinya—”

“Aku tahu. Aku tidak akan pernah berbohong padamu.”

Shangguan Yulin mengangguk-angguk sementara dalam hatinya ia mengumpat.

[Orang tua licik ini sangat culas. Dengan sikapnya itu, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk menyembunyikan apa pun.]

[Begitu aku melakukannya, dia akan mengaktifkan api emas yang ditanamkannya di dalam tubuhku dan meledakkanku berkeping-keping.]

Shangguan Yulin menghela napas.

[Ini menandakan awal pengkhianatanku terhadap Klan Shangguan.]

Zhuo Fan sejak awal tahu bahwa sifat pemuda itu busuk di dalam. Itulah mengapa ia percaya bahwa pemuda itu bukanlah seorang fanatik yang setia pada klan, melainkan lebih memilih untuk menyelamatkan diri daripada mencari kejayaan. Hal itu membuat kata-katanya bisa dipercaya, mengubahnya menjadi seorang tuan muda yang bisa dimanfaatkan.

Zhuo Fan menyelidik, “Bagaimana jika aku ingin kau mengambilkan Pedang Soaring untukku? Apakah kau akan menyerahkan nyawamu demi Klan Shangguan atau memberikan pedang itu kepadaku?”

“Tuan, untuk apa Anda bertanya begitu? Nyawaku berada di tangan Anda. Tentu saja aku akan memberikan pedang itu demi keselamatan nyawaku.” Shangguan Yulin mendesah.

Zhuo Fan memasang raut wajah serius, lalu tertawa, “Ha-ha-ha, bagus, kau tahu kapan harus berkompromi, Nak. Aku merasa lega mendengarnya karena aku akan memberimu tugas penting.”

Shangguan Yulin bertanya, “Tugas apa?”

Zhuo Fan menggelengkan kepala, “Aku akan menghubungimu pada waktu yang tepat. Sampai saat itu tiba, kau harus memainkan peranmu di dalam Klan Shangguan dan pastikan tidak ada insiden yang terjadi. Aku akan memberitahumu jika aku sudah siap. Itu akan menjadi pencapaian gemilangmu demi tuanku ini!”

“Baik, Tuan!” Sebenarnya ia enggan, tapi ia tidak punya pilihan lain. Ia membungkuk dan menangkupkan kedua tangannya.

Ketenangan hutan menjadi satu-satunya jawaban.

Melihat sekeliling, Shangguan Yulin mencoba memastikan, “T-Tuan? Apakah Anda masih di sana?”

Angin malam berhembus pelan.

“Sialan, apa dia benar-benar pergi?” Shangguan Yulin menarik napas dalam-dalam, raut putus asa jelas terlihat di wajahnya. Dosa apa hingga ia harus mengalami nasib seperti ini? Kenapa harus dirinya? Bagaimana bisa ia berubah menjadi pengkhianat begitu saja dan menjadi mainan iblis?

Yang bisa ia lakukan hanyalah menunduk dan berjalan dengan langkah lesu hingga bisikan iblis itu terdengar lagi di telinganya. Setelah upacara kejam untuk menjadi murid sang iblis, ia tetap tidak tahu sebenarnya siapa dirinya sekarang. Kali ini ia benar-benar kalah telak.

Ia tadinya hanya datang untuk menyingkirkan saingan cintanya, namun pada akhirnya malah menjadi boneka seorang psikopat.

Shangguan Yulin kembali berlinang air mata.

Dengan penampilan babak belur, Shangguan Yulin menyeret tubuhnya yang lelah sementara angin malam membelai wajahnya yang bengkak.

Saat ia menghilang ditelan malam, Zhuo Fan muncul kembali di tempat yang sama.

Melihat sosok tuan muda yang malang itu, Zhuo Fan menyunggingkan senyum miring, “Aku akhirnya mendapatkan pion yang bisa digunakan. Aku tidak perlu lagi menjadi penonton, melainkan benar-benar membalikkan papan permainan, ha-ha-ha…”

Zhuo Fan pergi dengan diiringi tawa terakhir…

Sementara itu, di ruang tamu kediaman keluarga Gu, wajah Shangguan Feixiong di kursi utama tampak diterangi cahaya lilin. Ia mengerutkan kening, menatap ke arah pintu masuk dengan ekspresi muram.

Shangguan Qingyan berjalan mondar-mandir di dalam ruangan, tampak gugup dan gelisah.

Kontras sekali dengan seorang anak kecil yang duduk di sana sambil memegang mainan di tangannya, bermain dengan gembira.

Bruk~

Pandangan keduanya langsung tertuju ke arah pintu saat seorang pengawal Klan Shangguan bergegas masuk.

“Bagaimana? Apa mereka sudah kembali?” tanya Shangguan Qingyan lebih dulu.

Pengawal itu membungkuk sambil menghela napas, “Nona Muda, Kepala Klan, tuan muda dan Tuan Gu belum juga kembali.”

“Kau boleh pergi.”

Atas gestur dari Shangguan Feixiong, pria itu mundur.

Shangguan Qingyan mengeluh, “Sebenarnya ke mana Sepupu membawa Tuan Gu? Lama sekali! Ayah, katakan padaku mereka baik-baik saja!”

Shangguan Feixiong mengerutkan kening sambil berpikir, lalu menggelengkan kepala.

“Sanzi Kecil, apa kau tidak khawatir karena ayahmu terlambat pulang?”

Shangguan Qingyan menoleh ke arah anak yang riang bermain dengan mainannya itu. Ia tahu ayah dan anak itu sangat dekat, menempel bagaikan perangko. Jadi, kenapa anak itu sama sekali tidak peduli saat ayahnya menghilang? Ini sama sekali tidak masuk akal.

Gu Santong meliriknya sekilas, tanpa menghentikan permainannya demi wanita itu, “Ayahku terlalu hebat untuk mengalami hal buruk. Sekalipun itu terjadi, pihak lain lah yang akan menderita.”

“Apa maksudmu?” Shangguan Qingyan merasa bingung.

Gu Santong membalasnya dengan senyuman tipis di wajahnya. Hal itu justru semakin membuat sang nona muda merasa kebingungan setengah mati.

Langkah kaki terburu-buru terdengar saat seorang pengawal menerobos masuk dengan seruan penuh semangat, “Kepala Klan, Nona Muda, tuan muda sudah kembali!”

“Benarkah?”

Shangguan Feixiong langsung bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu, diikuti oleh Shangguan Qingyan tepat di belakangnya.

Mereka belum sempat melangkah jauh ketika sosok Shangguan Yulin yang tampak menyedihkan dengan wajah bengkak melangkah santai memasuki ruang tamu.

Keduanya tertegun, mengamati sisa-sisa fitur wajah Shangguan Yulin yang nyaris tak dikenali, lalu berseru kaget, “S-siapa kau?”

“Tuh, kan? Sudah kubilang tidak jelas siapa yang sebenarnya mendapat masalah, huh…” Gu Santong masih duduk di kursinya dan melirik sinis sambil terus bermain.

Mulut Shangguan Yulin berkedut, menatap paman dan sepupunya dengan perasaan berat. Melihat mereka begitu gembira, ia merasa tenggorokannya tercekat, “Paman, Sepupu, aku kembali.”

“K-kau Yulin?” Shangguan Feixiong masih berbicara dengan terbata-bata karena tak percaya.

Pengawal itu menjelaskan, “Kepala Klan, dia memang benar tuan muda. Dia baru saja kembali dan membuat kami semua terkejut. Tapi kami mengenalinya dari aura miliknya.”

Shangguan Feixiong akhirnya menyadari aura yang terpancar dari kepala yang bengkak itu, dan barulah ia mengenali wajah asing tersebut. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, “Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa jadi begini?”

“Bagaimana dengan Tuan Gu? Di mana dia? Bukankah dia bersamamu?” tanya Shangguan Qingyan.

Wajah Shangguan Yulin langsung merosot, kemarahannya melonjak tajam.

[Sepupu, kau adalah keluargaku, tapi alih-alih menanyakan keadaanku, kau malah mengkhawatirkan orang lain? Apakah aku sedemikian tidak penting bagimu?]

Shangguan Yulin merasa dizalimi dan memilih untuk tetap bungkam. Hal itu membuat Shangguan Qingyan semakin panik, “Sepupu, di mana Tuan Gu? Bukankah sudah kukatakan padamu untuk menjaganya? Kenapa kau kembali dalam keadaan utuh sementara dia menghilang?”

Shangguan Yulin bergetar, hampir saja memuntahkan darah.

[Utuh?]

[Sepupu, apakah ada bagian dari diriku yang terlihat utuh bagimu? Aku baru saja kembali setelah berurusan dengan patroli. Tapi melihatku babak belur begini, mereka merasa kasihan dan tidak menginterogasiku. Kau menyebut ini utuh? Kenapa kau hanya peduli padanya? Apa sebenarnya hubungan di antara kalian berdua? Apa arti kalian bagi satu sama lain?]

Hati Shangguan Yulin hancur berkeping-keping, ingin rasanya ia melolong ke langit. Hanya keberadaan pamannya saja yang mampu menahannya…

“Apa sepupu sudah kembali?”

Seruan terdengar dari luar dan tak lama kemudian, sosok Zhuo Fan bergegas masuk. Ia tampak basah kuyup dan tegang saat bertanya dengan cepat, “Paman, Sepupu baru saja meninggalkanku!”

Wajah Shangguan Feixiong berkedut, memandang bergantian antara dirinya dan Shangguan Yulin yang tidak bisa dikenali lagi. Mereka menggelengkan kepala.

[Sebenarnya apa yang mereka lakukan tadi…]

Gunakan ← → untuk pindah chapter