Ugh!
Senyum Kunpeng langsung lenyap bersamaan dengan wajahnya yang bergetar. Tatapan matanya yang dingin menatap tajam ke arah gagak itu dengan penuh amarah.
Burung Berkepala Tiga adalah bawahan sekaligus tangan kanan Kunpeng, hal itu terlihat jelas dari Api Kekacauan yang dipinjamkannya.
Namun pada kenyataannya, bahkan orang kepercayaannya ini pun berbalik melawan dirinya, membawa orang luar tanpa persetujuannya. Lebih parahnya lagi, makhluk itu menuruti perintah orang lain. Jika itu bukan pengkhianatan, lalu apa namanya?
Zhuo Fan sengaja melakukan semua itu untuk melemahkan otoritasnya dan merebut bawahannya.
Sebagai raja dari para binatang buas, wajar saja jika ia merasa murka. Sayangnya, Zhuo Fan adalah tamu jauh yang belum bertindak terlalu jauh, belum cukup untuk memicu konflik terbuka. Hal yang sama tentu saja tidak berlaku untuk Burung Berkepala Tiga…
Ia mengarahkan niat membunuh ke arah burung itu, melepaskan gelombang haus darah yang pekat.
Burung Berkepala Tiga bergidik ngeri, matanya berkaca-kaca karena ketakutan saat ketiga kepalanya menampakkan ekspresi terluka.
[Tuan, bukan aku! Dia yang memaksa!]
Tentu saja Kunpeng tidak akan mempercayainya begitu saja. Pikirannya sudah dipenuhi niat untuk menghajar ketiga kepala itu demi melampiaskan emosinya.
“Ehm, Senior Kunpeng, kedatanganku terlalu mendadak dan telah merepotkanmu. Aku memaksa Burung Berkepala Tiga untuk membawaku kemari sebelum sempat melapor kepadamu. Mohon dimaafkan.”
Melihat pergantian antara wajah yang marah dan wajah yang pahit, Zhuo Fan tertawa kecil dalam hati. Ia berbicara pada saat yang paling tepat, entah itu disengaja atau tidak.
Kunpeng merasa sangat kesal dan bahkan tidak berusaha menyembunyikannya saat ia merutuk dalam hati.
[Dia adalah bawahanku dan aku bebas melakukan apa saja padanya. Apa yang kau lakukan malah membelanya?]
Karena ia masih membutuhkan Zhuo Fan, ia terpaksa menahan diri. Ia menarik napas panjang, meredam kemarahannya, lalu berbicara dengan nada tenang.
Namun, Gu Santong mendahuluinya, “Memangnya ada apa? Ayah adalah bagian dari kita. Di mana pun aku berada, di situ juga rumah Ayah. Tidak perlu melapor lagi kalau dia cuma mau pulang. Benar kan, Paman?”
“Eh, ya, ha-ha-ha…”
Kunpeng menoleh ke arah Gu Santong dengan tatapan aneh, lalu tertawa hambar. “Burung Berkepala Tiga, dengar baik-baik, Zhuo Fan adalah bagian dari keluarga kita, jadi dia bebas menemuiku kapan saja. Mengerti?”
Senyum di wajah Kunpeng berubah menjadi seringai geram di akhir kalimatnya, seraya melotot tajam ke arah Burung Berkepala Tiga.
Gu Santong tidak menyadari ketegangan di antara mereka dan mengartikannya mentah-mentah. Kunpeng sepertinya hanya sedang mengajari anak buahnya untuk memperlakukan Zhuo Fan dengan baik.
Namun, Zhuo Fan sangat paham membaca situasi di balik kata-kata itu.
[Kesal karena anak buahnya sendiri justru menuruti perintah orang lain.]
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya pelan.
Burung Berkepala Tiga merasa menjadi korban dalam situasi ini dan hanya bisa mengangguk-angguk lesu dengan ketiga kepalanya.
Gu Santong bertanya, “Paman, hari ini wajahmu terlihat sangat menyeramkan. Ada apa?”
“Bukan apa-apa, bukan apa-apa, hanya sakit gigi saja.” Kunpeng melambaikan tangannya.
Pff!
Zhuo Fan hampir saja tertawa terbahak-bahak.
[Sakit gigi?]
[Kau ini seekor makhluk buas legendaris, kebal terhadap senjata tajam dan elemen alam dunia, tapi bilang kalau kau sakit gigi? Apakah kau sedang menyindir sesuatu, atau jangan-jangan aku sudah membuatmu kesal?]
Gu Santong mengerutkan keningnya. Bahkan baginya pun alasan itu terasa sulit diterima, tapi ia tidak mendesaknya lebih jauh. Ia kembali memeluk leher Zhuo Fan erat-erat, “Paman, suruh saja burung itu pergi. Dia tidak perlu mengantarnya karena Ayah bilang dia akan selalu berada di sisiku. Ayah tidak akan pergi ke mana-mana, he-he-he!”
“Oh, begini—tapi, apa?”
Kunpeng berbalik mendadak ke arah Zhuo Fan dan berseru, “Apa benar apa kata Sanzi kecil? Kau juga akan tinggal di sini? Lalu bagaimana dengan urusanmu? Bagaimana dengan urusanku? Bukankah kau harus menyelesaikannya?”
Menatap wajahnya yang terkejut, Zhuo Fan tersenyum. “Senior Kunpeng, sebelum aku menjawabnya, biarkan aku menceritakan pencapaian terbaruku. Aku sudah menyelesaikan setengah dari tugas yang kau berikan. Belum lama ini, aku telah menemui Leluhur Naga Pemusnah.”
Seketika Kunpeng bergidik kaget, lalu menatap takjub. “A-apa yang dia katakan?”
“Semuanya, termasuk kejadian-kejadian di masa lampau, serta situasiku saat ini.” Zhuo Fan tersenyum tipis, lalu menghela napas.
Kunpeng terkesiap dan mengangguk serius. “Karena kau sudah tahu semuanya, apa yang akan kau lakukan?”
“Apa lagi selain berada di pihakmu, toh aku juga sedang diburu?” Zhuo Fan memasang ekspresi muram. “Kunpeng, berkat bantuanmu, aku yang tadinya bukan siapa-siapa kini memiliki segalanya. Istri, anak, teman, keluarga… tapi karena kau pula aku terpaksa harus membuang semuanya. Aku jadi bingung harus membencimu atau justru berterima kasih…”
Kunpeng menatapnya dengan dingin. “Saat pertama kali kita bertemu, kau tidak punya apa-apa, dan hal yang sama berlaku sampai sekarang. Apa yang berubah? Ha-ha-ha… lagipula, untuk memiliki segalanya, kau harus bisa mempertahankan nyawamu dan menjadi pemenang terakhir. Aku tidak menyuruhmu menyukaiku, atau berterima kasih kepadaku, karena kita berada di perahu yang sama.
“Aku dan para makhluk buas lainnya tidak bisa melarikan diri, dan kami butuh kau untuk melakukan beberapa hal bagi kami. Jadi, ketika kau bilang ingin menemukan sisa kekuatan Penguasa Surgawi dan mendapatkan warisannya, aku tahu kau akan menjadi salah satu dari kami. Ha-ha-ha, benar seperti dugaanku, kau tidak mengecewakanku dan berhasil selamat dari Ngarai Petir. Murid sejati dari Sembilan Kesunyian. Oh ya, apakah naga api tua itu punya solusi untuk keluar dari tempat ini?”
Zhuo Fan menghela napas dan menjelaskan semuanya.
Mata Kunpeng langsung berbinar dan ia mengangguk mantap. “Begitu ya, jadi dunia fana memiliki delapan celah besar yang disebut Terowongan Angin Dunia. Ha-ha-ha, sel penjara naga api tua itu memang sudah dipindahkan ke mana-mana, tapi dia masih sempat menemukan rahasia sebesar itu untuk membantu kita kabur. Jauh lebih baik dariku yang terjebak di Pegunungan Segala Buas ini. Oh, karena ada celah di dunia fana, berarti Mata Dewa Kehampaan milik Penguasa Surgawi tidak sepenuhnya sempurna. Jika kita bersatu, peluang untuk menang tampaknya sudah di depan mata.
“Anak muda, hiduplah dengan baik. Kita mungkin benar-benar akan berhasil pada akhirnya, ha-ha-ha…” Sambil menepuk bahu Zhuo Fan, Kunpeng tertawa seolah-olah dirinyalah pemenangnya.
Namun, Zhuo Fan sama sekali tidak berniat bergabung dalam kegembiraannya. Ini adalah dendam sejak zaman kuno, namun sekarang ia justru terseret ke dalam kekacauan ini.
Ia bahkan harus mengorbankan segalanya…
Hati Zhuo Fan terasa perih. Ia menghela napas panjang dan pergi bersama Gu Santong. “Sanzi kecil, sekarang kau ikut dengan kita. Kita tidak akan pernah berpisah lagi.”
“Tunggu, mau ke mana kalian?” seru Kunpeng.
Zhuo Fan menjawab, “Aku butuh bantuan Sanzi kecil untuk menyelesaikan tugas dari Leluhur Naga. Mengingat dia juga terseret dalam kekacauan ini, aku tidak perlu menjauhkannya.”
“Tugas yang dia berikan padamu akan jauh lebih mudah jika kau mengerjakannya sendiri. Jika kau berada dalam kesulitan, kau selalu bisa mengirimiku pesan untuk meminta bantuan, jadi tidak perlu membawa anak itu bersamamu. Jauh lebih baik baginya tinggal di sini dan belajar dariku. Mungkin Qilin akan dibutuhkan nanti, agar kelima makhluk buas agung bisa bersatu.” Kunpeng menyipitkan matanya.
Zhuo Fan mencibir mendengar kata-kata itu. “Belajar? Aku tahu persis bagaimana Burung Phoenix Petir Pemusnah mati. Aku tidak ingin Sanzi kecil mati bahkan tanpa menyadarinya, hanya demi kau bisa merampas kekuatannya. Tidak mungkin aku meninggalkan anakku dalam bahaya sebesar itu.”
Gu Santong tampak kebingungan.
“Sanzi kecil, ikutlah denganku jika kau mempercayaiku. Nanti akan ku jelaskan semuanya.” ucap Zhuo Fan.
Gu Santong menatap lekat-lekat ke dalam mata Zhuo Fan, lalu mengangguk.
Kelopak mata Kunpeng berkedut kesal, lalu ia mencemooh, “Kau pikir kau bisa pergi begitu saja, Zhuo Fan? Kau pikir tempat ini apa, halaman belakang rumahmu?”
“Mungkin tadinya tidak, tapi sekarang, ha-ha-ha, segalanya sudah berubah.”
Zhuo Fan menunjuk ke depan, dan sesaat kemudian, nyala api keemasan yang besar muncul di udara.
Kunpeng terkesiap, “Pil Napas Naga milik naga tua itu?!”
Burung Berkepala Tiga sontak mundur ketakutan.
“Huh, kau pikir benda itu bisa menghentikanku?” Kunpeng mencibir. “Itu mungkin serangan terkuatnya, tapi aku juga bukan tandingan yang lemah. Kami sudah bertarung sejak zaman dahulu dan tidak pernah ada yang keluar sebagai pemenang. Kau pikir itu bisa menakutiku?”
“Oh ya?”
Zhuo Fan menyunggingkan senyuman sinis. “Ah, benar juga, kalian para makhluk buas tidak pernah punya pemenang di antara kalian sendiri. Leluhur Naga tidak bisa mengalahkanmu, jadi tentu saja Pil Napas Naga tidak akan mempan. Tapi itu dulu. Kunpeng, ingatlah alasan kenapa kau tidak bisa meninggalkan Pegunungan Segala Buas ini!”
Wajah Kunpeng langsung memucat seketika tubuhnya bergidik.
“Ya, kau membutuhkan aura para binatang buas untuk menyembunyikan auramu sendiri. Pil Napas Naga mungkin tidak bisa membunuhmu, tapi benda itu akan meluluhlantakkan seluruh Pegunungan Segala Buas ini. Aku penasaran apakah kau akan berhasil selamat ketika Penguasa Surgawi menemukan keberadaanmu dan datang untuk menghabisimu.”
Mata dari api biru itu bergetar hebat, dan Kunpeng akhirnya menghela napas pasrah. “Bocah licik, bawa saja Sanzi kecil itu. Tapi, apakah kau yakin bisa melindunginya? Dia adalah keturunan makhluk buas, tapi belum sepenuhnya matang. Banyak makhluk di dunia fana ini yang memiliki kekuatan untuk menghabisinya.”
“Sebelumnya mungkin tidak, tapi sekarang aku bisa!”
Ia menarik kembali Pil Napas Naga tersebut, dan mata kiri Zhuo Fan memancarkan kilau api petir berwarna hitam pekat. “Karena aku adalah ayahnya!”
Ia menggandeng tangan Gu Santong dan berjalan pergi.
Kunpeng mematung dengan tatapan penuh keterkejutan.
[Makhluk apa itu tadi?]
Burung Berkepala Tiga buru-buru berlari mendekat. “Tuan, dia benar-benar memaksa saya untuk membawanya kemari.”
Ia melirik sekilas ke arah burung itu, lalu beralih menatap punggung Zhuo Fan yang semakin menjauh. Kunpeng menghela napas panjang, “Begitu ya, rupanya segalanya memang telah berubah…”
Chapter 849 · 6m baca
Things Changed
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter