The Steward Demonic Emperor - Chapter 56 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 56 · 6m baca

Mystifying Phantom Step

by Night Owl

Zhuo Fan menatap Xue Wanlong, berpikir keras mencari cara untuk menghabisi musuhnya itu. Xue Wanlong juga melakukan hal yang sama, namun matanya tampak diliputi kebingungan.

Ia sama sekali tidak melihat keraguan dari diri Zhuo Fan, melainkan sebuah ejekan terang-terangan. Ini bukanlah tatapan yang seharusnya diberikan oleh seorang kultivator tahap Kondensasi Qi kepada seorang ahli Tempa Tulang. Tatapan itu lebih mirip seperti monster buas yang sedang mengunci mangsanya, dan ia sangat tidak menyukai hal itu.

[Ditatap serendah itu oleh seseorang yang lebih lemah dariku rasanya seperti harga diriku telah diinjak-injak.]

Ia memutuskan untuk melancarkan serangan kilat demi membuat anak ini gentar.

Namun, Zhuo Fan bergerak lebih dulu dan menerjang ke arahnya.

"Gerakan kedua!"

Tindakan mendadak Zhuo Fan itu sempat membuatnya terkejut, tapi ia dengan cepat mengingat siapa dirinya. Bahkan jika lawannya hanyalah seorang bocah tengik, ia sama sekali tidak berniat mempermalukan dirinya sendiri.

Terlebih lagi, hanya Bulan Liar (Savage Moon) yang menjadi ancaman baginya. Selama ia mewaspadai benda itu, semuanya akan baik-baik saja. Bertahan selama sepuluh jurus sama sekali bukan masalah.

Jika isi pikirannya ini diketahui oleh orang lain, mereka pasti akan dibuat terperangah.

Dalam pertarungan antara seorang ahli Puncak Tempa Tulang dan bocah Kondensasi Qi, si ahli Tempa Tulang yang awalnya menganggap ini sebagai permainan kucing dan tikus malah sibuk memikirkan cara untuk bertahan selama sepuluh jurus.

Lalu, siapakah yang sebenarnya kuat dan siapa yang lemah? Dan yang lebih penting lagi, siapakah dewa sialan yang menyuruhnya membuat taruhan 10 jurus itu sejak awal?

Namun, ia tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal sepele seperti itu karena Zhuo Fan telah berubah menjadi kilatan perak. Melihat kilatan perak itu mendekatinya, Xue Wanlong mengerahkan seluruh kekuatannya lalu melompat mundur. Bisa dibilang ia memang mewaspadai Bulan Liar, tapi ia jauh lebih takut jika dirinya berakhir dengan pemandangan yang memalukan!

Xue Lin, yang baru saja dicampakkan ke tanah, terbatuk dua kali lalu menatap dengan syok, "Ayah, Ayah kan yang mengajukan taruhan sepuluh jurus itu, bukan sebaliknya!"

Wajah Xue Wanlong langsung membeku, sangat ingin berlari dan menendang pantat putranya itu dengan kencang. [Bisa tidak sih kau tidak sebodoh itu? Mainan anak ini sangat tajam dan kau ingin aku mempertaruhkan nyawa untuk bermain-main?]

Xue Lin tidak menyadari pergulatan batin ayahnya dan terus memberikan dukungan. Namun, wajah Xue Wanlong justru semakin terlihat kelam!

Zhuo Fan bahkan tidak mampu menyentuh pakaian Xue Wanlong dalam lima jurus pertama. Namun, ia berhasil membaca niat Xue Wanlong dan menjadi semakin berani.

Dengan senyum penuh kegilaan, Zhuo Fan mengumumkan, "Jurusan keenam!"

Ia mempercepat lajunya untuk melancarkan serangan lagi sementara Xue Wanlong bersiap untuk menghindar.

Namun kali ini, Zhuo Fan melangkah ringan dan berkelebat menjadi tiga bayangan, mengepung Xue Wanlong. Tiga kilatan perak meluncur ke arah Xue Wanlong dengan ancaman mematikan dari berbagai arah yang berbeda.

Xue Wanlong terkejut. Namun sebagai seorang ahli Puncak Tempa Tulang, ia tidak kehilangan ketenangannya. Ia menghentakkan kakinya ke tanah hingga menimbulkan ledakan kecil. Dorongan itu membantunya menghindar ke belakang, nyaris cukup untuk meloloskan diri dari kepungan tersebut.

Tetapi Zhuo Fan mencibir dan melangkah sekali lagi!

Whoosh!

Bayangan-bayangan itu pun lenyap. Namun, Zhuo Fan tiba-tiba muncul tepat di belakang Xue Wanlong dan menyabetkan senjatanya melewati telinganya!

"Ilmu bela diri tingkat rendah bumi, Langkah Bayangan Membingungkan!"

Keduanya kembali berhenti, dengan Zhuo Fan berdiri sejauh tiga meter dari lawannya sambil tersenyum. Xue Wanlong berdiri mematung sambil menatap sehelai rambut hitam yang melayang di hadapannya.

"A-aku kalah!"

Ia hampir tidak mempercayainya. Apa yang tadinya dimaksudkan sebagai ujian bagi bocah itu, justru berakhir dengan kekalahan telaknya pada jurus keenam.

Ia sama sekali tidak merasakan kehadiran Zhuo Fan di belakangnya, tetapi mengingat Zhuo Fan bisa memotong sehelai rambutnya dengan mudah, pemuda itu bisa saja memenggal kepalanya jika mau.

Dengan kata-kata lain, Zhuo Fan sedang mengasihaninya.

Xue Wanlong menelan ludah dengan susah payah. Padahal ia sudah mengerahkan seluruh kemampuannya sejak jurus kedua. Tapi meskipun begitu...

"Mustahil!"

Si pengemis kecil dan Xue Lin berteriak secara bersamaan. Mereka merasa sangat sulit menerima kenyataan bahwa seorang ahli yang begitu hebat bisa kalah di tangan teman sebayanya.

"Ayah, Ayah pasti sengaja mengalah kan?" Xue Lin berlari mendekati Xue Wanlong dengan penuh harap di matanya. Namun Xue Wanlong hanya terdiam seribu bahasa.

Zhuo Fan memandangi mereka dengan dingin, "Tentu saja Kepala Klan Xue mengalah. Jurus pertamanya tadi hanyalah sebuah ujian, tanpa ada niat membunuh sedikit pun!"

"Kalau Ayah tidak mengalah, kau pasti sudah mati!" Xue Lin mati-matian mencari alur pembenaran sambil mendengus mencemooh.

Namun Zhuo Fan hanya mencibir, "Sayang sekali, ayahmu memang tidak mengerahkan seluruh kekuatannya. Tapi seandainya dia melakukannya, kepalanya sudah menggelinding di tanah sekarang!"

Zhuo Fan sama sekali tidak sedang menggertak.

Meskipun percobaan pertamanya menggunakan Bayi Darah (Blood Infant) mengalami kegagalan, itu hanya berarti ia kehilangan inisiatif sepenuhnya. Dan itu tidak berarti ia kehilangan kesempatan untuk membunuh Xue Wanlong.

Seorang ahli Tempa Tulang sangatlah kurang dalam hal kecepatan jika dibandingkan dengan seorang ahli tingkat Surga Mendalam (Profound Heaven). Dengan bantuan Bulan Liar, kecepatan Zhuo Fan sudah setara dengan ahli Tempa Tulang. Jadi, ia masih memiliki peluang besar berkat kecepatannya itu.

Yang tersisa sekarang hanyalah melancarkan pukulan mematikan pada waktu yang tepat!

Jika Zhuo Fan masih berada di lapisan ke-4 Kondensasi Qi, hal itu tentu mustahil. Namun kini di lapisan ke-5, ia sudah bisa menggunakan ilmu bela diri tingkat spiritual.

Dan jurus pertama yang ia latih adalah Langkah Bayangan Membingungkan.

Ini bukanlah ilmu bela diri biasa, melainkan teknik yang berasal dari Catatan Rahasia Sembilan Kesunyian (Nine Serenities Secret Records), sebuah ilmu langka yang memanfaatkan keunggulan formasi. Bagian bayangannya bukanlah hal yang utama, yang terpenting adalah bagaimana menjebak sang lawan. Jurus mematikan yang sebenarnya berasal dari jalur membingungkan yang ia gunakan untuk menarik lawannya masuk.

Dengan ilmu bela diri ini, Zhuo Fan bisa berpindah tempat ke mana saja dalam jarak dekat.

Selama pertarungan tadi, bayangan-bayangan itu berhasil menyita seluruh perhatian Xue Wanlong dan membuatnya mengabaikan kemunculan tiba-tiba Zhuo Fan di belakangnya.

Seandainya Zhuo Fan merasakan sedikit saja niat membunuh dalam pertarungan mereka, ia pasti sudah menebas kepala Xue Wanlong sejak tadi.

Xue Wanlong sangat menyadari hal ini dan dengan lapang dada menerima kekalahannya.

"Zhuo Fan," Sambil mendesah, Xue Wanlong menatapnya dengan sungguh-sungguh, "Kau adalah pemuda paling bisa diandalkan yang pernah kutemui. Aku akan menitipkan Ning'er padamu. Jangan kecewakan dia!"

Zhuo Fan merasa bingung, [Apa maksud perkataannya itu?]

Namun Xue Wanlong tidak menjelaskan lebih lanjut dan malah memeluk si pengemis kecil.

"Ning'er, pergilah dan jangan kembali. Kejarlah impianmu!"

"Ayah!" Si pengemis kecil menangis histeris. Zhuo Fan memperhatikan pemandangan itu dengan terkejut, [Ayah? Sejak kapan Xue Wanlong punya anak ketiga?]

Namun tak lama kemudian, ia berteriak, "Tunggu dulu, kau adalah Nona Muda Ketiga, Xue Ningxiang?"

Sambil memutar bola matanya, Xue Wanlong menepuk pundak Zhuo Fan, "Nak, tadinya kut pikir kau cerdas, tapi ternyata kau baru menyadarinya sekarang! Lagipula, kau sendiri yang bilang kalau dia adalah milikmu, jadi aku menyerahkannya dalam penjagaanmu. Jika kutemui kau memperlakukan putriku dengan buruk sedikit saja, aku akan mencabut nyawamu dari tubuhmu!"

"T-tidak mungkin! A-apa yang sebenarnya terjadi di sini?"

Zhuo Fan tertegun dengan mulut menganga lebar. Selama ini ia telah bertarung melawan ayah dari si pengemis kecil dan hampir saja memusnahkan seluruh keluarganya. [Sekarang jadi sangat jelas kenapa dia selalu menatapku dengan kebencian sebesar itu.]

Sambil menghela napas, Xue Wanlong memberikan satu tatapan terakhir kepada putrinya yang sedang menangis tersedu-sedu, lalu pergi bersama Xue Lin.

Setelah berjalan agak jauh, Xue Lin berkata, "Ayah, jika kita tidak membawa Ning'er kembali, bagaimana nanti kita menjelaskannya pada Lembah Neraka..."

"Diam, aku punya cara!"

"Xue Ningxiang!"

Zhuo Fan melangkah ke hadapan si pengemis kecil dan melemparkan topi yang biasa dipakainya. Rambut hitam pekat bak sutra pun terurai jatuh.

Si pengemis kecil, yang masih hanyut dalam tangisan sambil menatap kepergian ayahnya, terpekik kaget dan buru-buru menutupi kepalanya. Ia menatap ke arah pemuda itu dengan wajah memerah tanpa berani balas menatap matanya.

"Nona Ning, apa sebenarnya permainanmu? Aku tadi bertarung habis-habisan dengan ayahmu karena mengira ingin membantumu melampiaskan amarah, tapi ternyata semua itu sia-sia belaka!"

Xue Ningxiang mundur dua langkah, bergumam kecil sambil menatap wajah murka pemuda itu, "Kakak Zhuo, jangan marah. Aku hanya ingin pergi meninggalkan kota sementara kau ingin pergi ke Pegunungan Segala Binatang (Allbeast Mountain Range). Kita berdua sama-sama mendapatkan apa yang kita inginkan!"

Zhuo Fan tertegun. [Tapi dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga!]

[Selama aku mendapatkan tujuanku, peduli amat kalau mereka ternyata adalah keluarga musuh bebuyutan?]

[Sama-sama mendapat apa yang diinginkan. Nona muda ini masuk akal juga. Apakah aku, sang Kaisar Iblis, harus marah hanya karena dia membohongiku? Lagipula, ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku!]

Namun sesaat kemudian, Zhuo Fan kembali terkejut.

[Sejak kapan aku jadi begitu emosional begini?]

Sambil mengerutkan kening, Zhuo Fan merenungkan kembali segala hal yang terjadi sejak kebangkitannya kembali. Ia kemudian menyadari bahwa kedekatannya dengan Klan Luo selama beberapa bulan terakhir telah membuatnya mulai memikirkan orang-orang di sekitarnya, bahkan tanpa ia sadari. Ini sama sekali bukan cara bertindak seorang kultivator iblis!

[Sialan, aku sama sekali tidak butuh perasaan tak berguna seperti ini. Aku harus berubah.]

[Aku harus melakukannya!]

Zhuo Fan mengingatkan dirinya sendiri terus-menerus. Wajahnya kemudian berubah menjadi tenang, sama sekali tanpa ekspresi emosi apa pun.

"Xue Ningxiang, ayo kita pergi!" Zhuo Fan menunjuk ke arah gua dan berkata dengan nada dingin, "Begitu urusanku di Pegunungan Segala Binatang selesai, aku akan membawamu keluar. Pada saat itu, urusan di antara kita sudah selesai!"

Xue Ningxiang menatapnya lekat-lekat lalu mengangguk. Perubahan sikap Zhuo Fan terjadi begitu cepat seolah-olah ia adalah orang yang sepenuhnya berbeda.

Sejak awal, Zhuo Fan memang bukan pria yang baik dalam benaknya, tapi sekarang pemuda itu bahkan tidak bisa dibilang baik ataupun jahat, melainkan dingin dan tidak berperasaan...

Gunakan ← → untuk pindah chapter