The Steward Demonic Emperor - Chapter 485 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 485 · 5m baca

Fighting Ethereal Stage Expert

by Night Owl

[Bagaimana mungkin ini terjadi?]

Tetua Lang menatap tumpukan reruntuhan itu dengan keterkejutan yang begitu nyata, "Kenapa aku masih merasakan kekuatan kehidupan darinya? Apakah dia selamat?"

Para tetua lainnya menampakkan ekspresi kaget yang sama.

Boom!

Zhuo Fan membentangkan sayapnya dan melesat ke udara. Ada api biru yang melayang di dahinya.

"Sialan, bagaimana dia bisa selamat dari serangan Tetua Lang?" Zha Lahan menolak mempercayainya.

Seorang ahli Alam Etheal yang menggunakan teknik penghancuran jiwa pada seorang kultivator Alam Mendalam Surga, itu sama saja seperti menginjak seekor serangga, berlebihan. Namun, untuk bisa bertahan dari hantaman separah itu, Zhuo Fan berhasil memancing tatapan aneh dari semua orang.

Bahkan para tetua itu menganggapnya sebagai sesosok monster.

Huff~

Sambil megap-megap, darah mengalir dari mulut Zhuo Fan, sementara api biru di dahinya semakin berkobar hebat.

Mengulurkan tangan untuk merasakan panasnya, Zhuo Fan merasa gembira. Api biru itu adalah penjaga jiwanya.

Tetua Lang menyipitkan mata dan berkata, "Harimau Ganas, ada yang sangat aneh dengannya. Dia menerima telapakkanku tapi yang didapatkannya hanya luka luar. Ini sama sekali tidak masuk akal."

Tetua Hu menduga, "Dia pasti memiliki senjata spiritual jiwa atau harta karun iblis. Hanya itu satu-satunya penjelasan."

Api keserakahan berkobar di mata Tetua Hu dan Tetua She, tatapan mereka penuh dengan rasa tamak.

Harta karun jiwa sangat langka bagaikan gigi ayam, bahkan bagi para ahli Alam Etheal sekalipun.

Niat membunuh Tetua Hu telah lenyap, kini berubah menjadi nafsu akan kekayaan.

Zhuo Fan, yang bisa membaca pikiran mereka seperti membaca buku terbuka, membuat sebuah gestur tangan secara sembunyi-sembunyi.

"Raungan Pembelah Surga!"

Tetua Lang langsung mengambil tindakan tegas, melepaskan bayangan serigala besar di sekelilingnya yang menerkam ke arah Zhuo Fan saat ia melesat maju dengan telapak tangannya.

Ia mengerahkan seluruh kekuatan jiwanya dengan menggunakan seni bela diri jiwa.

Tindakan berlebihan seperti itu belum pernah terdengar sebelumnya, seorang ahli Alam Etheal menggunakan seni bela diri pada seorang kultivator kecil Alam Mendalam Surga. Hal itu menunjukkan bahwa Tetua Lang sama sekali tidak peduli pada hal lain selain membunuh mangsanya di tempat, bahkan mengabaikan statusnya, demi bisa segera mendapatkan harta karun tersebut.

Semua harta karun di dunia ini tidak akan bisa melindungi Zhuo Fan kali ini, mengirimnya dalam perjalanan satu arah menuju akhirat.

Tetua Hu dan Tetua She mendengus.

Suasana di pihak Tuoba Tieshan terasa berat, bahkan Lian'er memperlihatkan ekspresi khawatir.

Gestur tangan Zhuo Fan selesai saat ia berteriak, "Gerakan Ketiga Gaya Hantu, Jeritan Naga Necro yang dimodifikasi, Petir Burung Phoenix Kun!"

Shriek~

Sebuah jeritan melengking menandai kemunculan seekor burung aneh berukuran sangat besar. Diselimuti api biru dan dengan sambaran petir ungu yang melintasi tubuhnya, wujud makhluk itu bahkan membuat ruang di sekitarnya berdistorsi.

Zhuo Fan menggunakan karakteristik dari dua makhluk suci untuk melancarkan jurus baru ini, yang dikhususkan untuk menyerang jiwa.

Api biru adalah permata dalam memurnikan jiwa, sementara petir ungu adalah kebalikannya, liar dan buas dengan daya hancur yang mematikan. Zhuo Fan yakin jurus ini bisa membantunya bertahan menghadapi seorang ahli Alam Etheal.

"Makhluk apa itu?" Tetua Lang bergidik ngeri.

Whoosh!

Burung aneh itu melesat lurus ke arah serigala sebelum makhluk itu sempat bereaksi.

Bam!

Saat terjadi benturan, burung itu berpencar dan Zhuo Fan memuntahkan darah. Ia mengalami sakit kepala yang luar biasa sementara api biru itu membara semakin panas.

Namun, serpihan api biru yang berpencar itu menempel pada serigala, membuat makhluk itu melolong kesakitan.

Petir ungu melesat seperti ular menembus tubuhnya, menciptakan ratusan lubang dan menghancurkan bagian sisanya hingga berkeping-keping.

Tetua Lang gemetar, terpaku menatap kemustahilan yang menjadi kenyataan saat darah merembes keluar dari mulutnya. Tak lama kemudian, rasa sakit yang teramat sangat, rasa panas membakar merambat menembus kepalanya.

"Jackal..." Teman-temannya beralih menatapnya ke arah Zhuo Fan yang melemah, rasa remeh mereka telah lenyap.

Seorang kultivator Alam Mendalam Surga dan seorang ahli Alam Etheal bertarung secara langsung. Hasilnya? Ahli Alam Etheal itu terluka parah. Ini adalah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terlepas dari seni bela diri jiwa apa yang digunakan, tidak ada yang bisa menjembatani jurang pemisah di antara mereka berdua. [Ini sama sekali tidak masuk akal...]

Para tetua tertegun dan pihak Tuoba Tieshan tercengang bisu.

Mereka telah menganggap Zhuo Fan mati pada serangan sebelumnya, tetapi bocah licik itu tidak hanya berhasil memukul mundur Tetua Lang, ia bahkan memberinya pukulan yang tidak akan mudah dilupakannya...

Mata mereka memancarkan ngeri yang tak terkatakan saat menyaksikan monster ini.

[Apakah dia ini benar-benar manusia sialan?]

Zhuo Fan menarik napas dalam-dalam, wajahnya pucat pasi dan tangannya gemetar.

Ia berhasil mengungguli Tetua Lang dengan jurus itu, tetapi tidak bisa dipungkiri, jurang perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar.

Ia menerima seni bela diri penghancur jiwa itu dan selamat, tetapi kondisinya jauh lebih mengenaskan, berada di ambang kehancuran.

Sebuah serangan biasa saja bisa membunuhnya saat ini.

Ia sedang berada dalam bahaya terbesar dalam hidupnya...

Tetua Lang menahan rasa sakit di jiwanya, dan meskipun ia mengalami luka pada jiwanya, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kondisi Zhuo Fan yang berada di ujung tanduk.

Namun, kejadian itu membawa beban yang jauh lebih berat, penghinaan terbesar dalam hidupnya.

"Keparat busuk, akan kubunuh kau!" Tetua Lang berucap melalui gigi yang kertap-kertip, melangkah mendekatinya. Setiap langkahnya mengguncang bumi.

Tetua Hu mengingatkan, "Jackal, dia sudah di ambang kematian. Satu serangan jiwa lagi akan menghabisinya."

"Aku tahu itu, tapi aku tidak akan memberinya kepuasan mati dengan cepat."

Tetua Lang menjentikkan jarinya dan angin biru melesat ke arah Zhuo Fan. Badai yang datang itu melolong bagaikan ribuan buas.

Itu bukan sekadar angin biasa, melainkan berubah menjadi gerombolan serigala sebesar ibu jari, yang menerkam untuk merobek mangsa mereka.

"Seni bela diri tingkat Mendalam, Kawanan Serigala Pemangsa. Aku akan merobek jiwamu satu per satu agar kau merasakan siksaan yang tak terlukiskan!" Teriak Tetua Lang.

Lian'er menutup mulutnya, air matanya berlinang. Yang lainnya meratap.

[Zhuo Fan adalah seorang pejuang tak tertandingi di generasinya. Alih-alih mendapatkan penghormatan, ia justru menemui kematian yang kejam.]

Zhuo Fan bergetar, otaknya berpikir secepat kilat. [Mungkin jurus Berpindah bisa berhasil.] Tapi serangan jiwa itu tidak memberinya ruang sedikit pun untuk bergerak.

Saat itulah sebuah teriakan terdengar.

"Naga Iblis Melambung!"

Roar!

Diiringi suara gemuruh, seekor naga hitam muncul di sekeliling Zhuo Fan, mencambuk badai serigala itu hingga buyar.

Tetua Lang mundur beberapa langkah, menatap pria berwibawa yang melindungi Zhuo Fan dan memancarkan energi hitam pekat.

"Tetua Li, lama sekali!" Zhuo Fan menyeringai.

"Pelayan Zhuo, maafkan keterlambatan ini!" Li Jingtian melihat kondisinya yang melemah dan mengalihkan mata merahnya ke arah Tetua Lang.

"Kau melukai Pelayan Zhuo? Akan kuoyak-oyak kau menjadi berkeping-keping!" Teriak Li Jingtian.

Tetua Lang mengejek, "Kau baru saja menerobos ke Alam Etheal. Jiwamu bahkan belum sepenuhnya stabil hingga berani berbicara seperti itu padaku, si pemual besar. Satu-satunya alasan kau bisa memukul mundurku adalah karena aku terluka. Jadilah anak baik dan enyah sana. Sungguh disayangkan jika serangan nyasar mengakhiri hidupmu. Itu akan membuat pencapaian ke Alam Etheal menjadi sia-sia."

"Ha-ha-ha, Tetua Li, kau dengar itu? Mereka berada di Alam Etheal tapi otak mereka konslet, terutama si jenggot putih dengan jiwa serigalanya itu. Dia juaranya. Kita sedang berperang tapi si bodoh itu malah membocorkan kondisinya sendiri. Dia jauh lebih berguna sebagai musuh daripada sekadar sekutu!"

Zhuo Fan penuh dengan cemoohan.

Tetua Hu dan Tetua She memelototi Tetua Lang. Mereka harus mengakui, [Bocah itu benar sekali.]

Pff!

Lian'er kembali terkikik sementara yang lain tersenyum dan mengangguk. [Dalam saat-saat genting seperti ini, Zhuo Fan tetap tenang seperti seorang panglima perang dan pahlawan sejati.]

Hanya wajah Tetua Lang yang semakin memerah karena geram setiap kali diejek, hampir meledak rasanya...

Gunakan ← → untuk pindah chapter