Pagi hari, seberkas sinar matahari menyusup masuk ke dapur halaman kecil.
Kelopak mata Luo Yunchang bergetar saat ia membuka matanya yang mengantuk. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dapur dan tersenyum pasrah.
Semalam, ia merasa sangat lelah setelah memasak hingga akhirnya ketiduran di dapur.
Bahkan jika ada orang yang mendengarnya, takkan ada yang percaya. Seorang cultivator tingkat Kondensasi Qi dibuat kelelahan hanya karena memasak? Namun kenyataannya, ia memang sangat kelelahan sampai-sampai ia lebih memilih berkultivasi daripada memasak.
Tepat saat ia bangkit, tubuhnya mendadak kaku. Seseorang telah menyelimutinya dengan sehelai kain tipis, dan punggungnya tidak lagi bersandar pada tungku yang keras, melainkan pada sesuatu yang empuk.
Mengatupkan bibirnya, ia menoleh dan mendapati Zhuo Fan sedang tertidur sambil menyandar padanya. Dan yang membuat punggungnya terasa empuk adalah lengan pria itu.
"Ah..."
Luo Yunchang nyaris berteriak, namun ia buru-buru membekap mulutnya sendiri. Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa Zhuo Fan akan menghabiskan malam bersamanya di sini.
Semburat merah merona di pipi Luo Yunchang saat ia mengamati wajah Zhuo Fan dan berniat memanfaatkan kesempatan ini. Bibir merah sang Nona Muda perlahan mendekat ke wajah pria itu.
"Pelayan Zhuo, Nona Muda..."
Sebuah teriakan lantang yang tiba-tiba datang dari Kapten Pang. Kelopak mata Zhuo Fan bergetar dan nyaris terbuka.
Luo Yunchang buru-buru membaringkan kembali kepalanya ke bahu pria itu dan pura-pura tidur tanpa bergerak sedikit pun. Hanya saja, wajahnya yang memerah mengkhianatinya, seolah ia baru saja melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan.
Zhuo Fan membuka matanya, menarik napas dalam-dalam, dan mengerutkan kening saat melihat Kapten Pang masuk. "Pang Tua, ada apa terburu-buru begitu?"
"Ehm, Saudara Zhuo, Nona Muda..." Kapten Pang menunjuk ke arah Luo Yunchang dengan syok.
Zhuo Fan menoleh dan melihat wajah Luo Yunchang yang memerah serta gemetar. Ia menyentuh dahi gadis itu. "Panas sekali. Apa dia masuk angin?"
Sambil menggelengkan kepala, Zhuo Fan menyalahkan dirinya sendiri.
Semalam, ia berniat mengantar Luo Yunchang kembali ke kamarnya, tetapi karena takut membangunkannya, ia memilih untuk menjaganya di dapur. Tak disangkanya rasa kantuk juga berhasil merenggut kesadarannya.
"Pang Tua, katakan apa tujuanmu datang ke sini. Sementara itu, aku akan mengantar Nona Muda ini kembali ke kamarnya."
Zhuo Fan mengangkat tubuh Luo Yunchang, namun Pang Tua justru panik. "Jangan, Saudara Zhuo. Seseorang ingin mengundang Nona Muda untuk berbincang. Seseorang yang tidak bisa kita singgung."
"Siapa yang tidak bisa disinggung? Dia tidak akan pergi bahkan jika Paviliun Naga Berkerudung yang memanggilnya," bentak Zhuo Fan. "Apa kau tidak lihat dia tidak sadarkan diri? Dia pasti sakit. Tunggu sebentar dan aku akan menemui tamu itu."
"Hah, Saudara Zhuo, Pelayan Zhuo, Nona Muda harus menemuinya secara langsung. Dia membawa Cap Emas Kekaisaran," seru Kapten Pang.
Zhuo Fan menghentikan langkahnya.
Hanya pengawal keluarga Kekaisaran yang memiliki cap tersebut. Bahkan para pemimpin dari tujuh keluarga besar harus segera merespons, atau mereka akan melakukan kejahatan besar. Hukuman yang paling ringan adalah mati, sementara yang paling berat adalah menyeret seluruh klannya ke hadapan algojo.
Tentu saja, dengan kekuatan Tujuh Keluarga Bangsawan, keluarga Kekaisaran tidak akan gegabah menggunakan metode semacam itu. Namun, aturan itu tidak berlaku bagi klan yang telah jatuh seperti mereka.
Zhuo Fan menyipitkan mata dan berpikir sejenak. "Pang Tua, katakan padanya kalau Nona Muda sedang tidak enak badan dan memintanya untuk datang kembali besok."
"Apa?"
Jantung Kapten Pang hampir copot karena kaget.
[Orang itu membawa dekrit Kaisar. Jika kau melakukan ini, sama artinya dengan mengatakan kau tidak ingin berbicara dengannya.]
Namun Zhuo Fan telah memikirkan semuanya. Mengingat kejadian semalam, ia menduga orang yang memanggilnya adalah pengawal dari si gemuk itu.
Si gemuk adalah pria yang baik dan tidak akan membiarkan emosi mengaburkan penilaiannya, lalu membantai orang tidak bersalah ke sana ke mari.
"Lakukan seperti yang kukatakan, sekarang!" Zhuo Fan meninggikan suaranya.
"Tunggu!"
Luo Yunchang berseru, melepaskan diri dari dekapan Zhuo Fan dan berbicara dengan wajah tegas, "Kapten Pang, katakan padanya untuk menunggu sebentar agar aku bisa merapikan diri."
"Dimengerti!"
Kapten Pang membungkuk dan diam-diam merasa lega. [Untung saja Nona Muda sadar, kalau tidak, entah seberapa banyak masalah yang akan ditimbulkan oleh tindakan Saudara Zhuo ini.]
[Tapi Pelayan Zhuo ini benar-benar tidak kenal takut. Kalau aku menuruti kata-katanya tadi, aku pasti sudah mati ketakutan.]
Kapten Pang menggelengkan kepala lalu pergi.
Zhuo Fan menatap Luo Yunchang dengan penuh kecurigaan. [Bagaimana bisa dia sadar begitu saja secara tiba-tiba?]
Luo Yunchang memutar bola matanya. "Kenapa kau begitu ceroboh? Apakah keluarga Kekaisaran itu figur yang bisa kau singgung?"
Untuk menghindari kecurigaan, Luo Yunchang bergegas pergi. Zhuo Fan ditinggalkan berjalan sendirian menuju ruang tamu dengan sejuta tanya di dalam hatinya.
Ia menemui pria pembawa cap tersebut, seorang cultivator tingkat Kondensasi Qi puncak. Pria itu adalah salah satu pengusung tandu si gemuk.
"Apakah Anda Pelayan Zhuo? Tuan saya mengundang Anda dan Nona Muda Luo untuk berbicara."
Utusan itu menangkupkan kedua tangan, namun sikap angkuhnya tak pernah luntur. Entah sengaja atau tidak, Cap Emas Kekaisaran di pinggangnya sengaja dipamerkan. Mungkin ia takut mereka keliru mengiranya sebagai pengawal selain dari keluarga Kekaisaran.
Zhuo Fan mendengus. [Kau masih terlalu kekanak-kanakan jika mengira bisa bersikap arogan di depanku. Saat aku memamerkan arogansi, kau bahkan masih berupa sel di dalam perut Ibumu.]
Zhuo Fan bahkan tidak meliriknya saat ia melemparkan diri ke kursi dengan satu kaki disilangkan di atas kaki yang lain.
Mata utusan itu membelalak karena marah.
"Apakah luka si gemuk itu sudah sembuh?" tanya Zhuo Fan sambil lalu.
[Si gemuk?] Pria itu tertegun.
Lalu ia teringat bahwa Zhuo Fan sedang memanggil tuannya dengan sebutan si gemuk. Padahal, jumlah orang di dunia ini yang berani memanggilnya seperti itu tidak sampai sepuluh orang.
[Kalau begitu, dia dan Tuan adalah...]
Jantungnya mulai berdegup kencang dan arogansi di matanya seketika lenyap. "Tuan saya tidak menyebutkan tentang cedera apa pun ketika beliau kembali tadi malam."
"Begitu ya?"
Zhuo Fan mengangkat alisnya, lalu tertawa. "Dia pasti sedang menjaga imagenya. Aku memukulnya tiga puluhan kali kemarin dan menendangnya belasan kali lagi. Tidak mungkin dia baik-baik saja."
"Apa kau tidak berpikir begitu? Si gemuk itu pasti pura-pura kuat agar kalian tidak menertawakannya, ha-ha-ha..." Zhuo Fan melirik pria itu dengan jenaka.
Bibir utusan itu berkedut, tak mampu berkata apa-apa. Namun, ia tetap merasa malu.
"Benar, apakah kambing tua Fang Qiubai itu masih marah setelah dia tiba?" Zhuo Fan menatapnya lekat-lekat kali ini.
Namun utusan itu hanya menggelengkan kepala.
Fang Qiubai kembali bersama tuannya kemarin, dan baru saat itulah mereka mengetahui kedatangan Fang Qiubai. Karena Zhuo Fan sudah mengetahuinya sebelum mereka, hal itu menunjukkan betapa dekatnya hubungan pria itu dengan tuannya.
Pada titik ini, utusan tersebut buru-buru menyembunyikan cap itu di balik pakaiannya. Cara itu memang ampuh untuk menakut-nakuti beberapa orang, namun lebih baik tidak mempermalukan diri sendiri di hadapan Tuan Muda seperti Zhuo Fan.
"Baguslah!"
Melihat utusan itu menggelengkan kepala, Zhuo Fan merasa senang. "Mungkin kau tidak tahu, tapi kambing tua itu ingin menjadikanku muridnya. Kalau bukan karena keteguhan hatiku dan aku yang lebih memilih mati daripada berlutut, kambing tua itu pasti sudah menyeretku pergi sejak tadi. Aku tadinya berpikir dia masih marah dan akan datang menceramahiku lagi. Sekarang setelah aku tahu dia tidak marah, aku bisa bernapas lega. Kambing tua itu paham betul situasiku."
"Apa, Fang Qiubai ingin menjadikanmu murid?"
Pria itu berteriak hingga kedua kakinya melemas dan terduduk di lantai.
[Ya ampun! Siapa sebenarnya Tuan Muda ini? Dia adalah teman yang menghajar Tuan, sekaligus orang yang ingin dijadikan murid oleh Pedang Ilahi Seruling Giok Fang Qiubai, sosok yang sangat dihormati oleh Kaisar?]
Zhuo Fan diam-diam mencibir, "Ada apa? Kenapa sampai terjatuh?"
"Biar kubantu berdiri!" ucap Zhuo Fan, namun ia sama sekali tidak menunjukkan niat untuk bergerak.
Utusan itu cukup tanggap untuk bangkit sendiri sambil melambaikan tangan, "Tidak perlu, Pelayan Zhuo, saya tidak berani meminta bantuan seperti itu. Saya tidak layak."
"Huh, insting seorang budak!" cibir Zhuo Fan. "Kau menyebut membantu orang berdiri sebagai sebuah bantuan?"
"Apakah Anda utusan Kaisar?"
Luo Yunchang, yang berdandan sedemikian rupa untuk memberi kesan, berjalan menghadap ke arahnya dan membungkuk. Utusan itu buru-buru berlutut memberi hormat. "Anda membuat saya berada di posisi yang sulit. Tolong jangan terlalu formal. Jika Tuan mendengar saya tidak sopan kepada teman-temannya, beliau akan menghukum saya."
Luo Yunchang merasa kebingungan dan menoleh ke arah Zhuo Fan, yang hanya mengangkat bahu.
Namun Kapten Pang, yang berdiri di belakangnya, terperangah melihat sikap sopan sang utusan.
[Kemana perginya sikap angkuhmu yang tadi? Yang mengancam kalau Nona Muda tidak datang menemuimu dalam lima belas menit, kau akan mengeksekusi kami semua? Kenapa nadanya berubah drastis begini?]
Perubahan sikap ini benar-benar terlalu berlebihan dan terlampau sopan.
Kapten Pang melirik Zhuo Fan yang hanya memasang senyum penuh teka-teki.
Pang Tua menduga Pelayan Zhuo pasti ada kaitannya dengan hal ini, lalu ia mengacungkan jempol ke arahnya.
[Hanya Pelayan Zhuo yang bisa membuat pengawal keluarga Kekaisaran berlutut kepada Nona Muda kita.]
Zhuo Fan mengabaikan keramahan utusan itu. "Untuk apa si gemuk itu memanggilku?"
"A-aku tidak tahu. Aku hanya diperintahkan untuk mengundang klan Cai, klan Lei, dan klan Luo dari Kota Windgaze," ucap utusan itu dengan sangat sopan.
Zhuo Fan menyipitkan mata.
[Sepertinya Lembah Neraka yang menargetkan ketiga klan itu pasti ada hubungannya dengan keluarga Kekaisaran...]
Chapter 47 · 6m baca
Imperial Family’s Invitation
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter