Suara siulan itu terdengar jelas oleh semua orang, namun tak seorang pun berani menurunkan kewaspadaan mereka. Sebaliknya, setiap orang merasa jantung mereka seolah copot.
Seorang pakar Panggung Radiant mampu membunuh hanya dengan niat suci belaka. Ini adalah musuh yang tidak akan bisa dikalahkan oleh Zhuo Fan, bahkan dengan menggunakan Bayi Darah dan Bulan Buas.
Sebuah hawa dingin yang menusuk merayap di sepanjang tulang punggungnya saat Zhuo Fan menjadi semakin serius dan waspada.
Whoosh!
Siulan itu tiba-tiba berhenti dan suara langkah kaki bergema. Zhuo Fan dan dua orang lainnya bahkan lupa cara bernapas. Mata mereka terpaku ke arah sumber suara tersebut.
Namun, ketika sosok itu muncul di tempat terbuka, si gemuk sempat terpana sejenak sebelum berteriak, "Guru, kenapa Anda bisa ada di sini?"
Long Kui menangis bahagia, "Senior Fang, angin apa yang membawa Anda ke mari?"
Zhuo Fan melihat keduanya mengenali pendatang baru itu dan mulai mengamamatinya.
Pria itu memiliki janggut di bawah dagu dan tampak berusia sekitar enam puluhan. Ia mengenakan jubah biru dengan sebuah pedang terselangkung di punggungnya. Selama ini ia tersenyum sementara seruling giok hijau berputar-putar di tangannya.
Seruling giok itu mengejutkan Zhuo Fan. Ia teringat sesuatu dan bertanya, "Apakah Anda salah satu dari lima Naga Ilahi, para penjaga keluarga kekaisaran, Pedang Ilahi Seruling Giok, Fang Qiubai?"
Zhuo Fan pernah mendengar Long Jiu menyebutkan bahwa meskipun keluarga kekaisaran tidak lagi mampu mengendalikan ketujuh keluarga bangsawan, mereka tetap bisa bertahan, semua itu berkat kelima Naga Ilahi. Masing-masing dari mereka adalah pakar puncak Panggung Radiant yang tak satupun dari ketujuh keluarga bangsawan berani ajak bertikai.
Di antara mereka, ada seseorang yang dikenal sebagai Pedang Ilahi Pertama, dan dialah Fang Qiubai, Pedang Ilahi Seruling Giok.
Ia membanggakan dirinya sebagai orang yang telah menyatukan pedang dan seruling menjadi satu, bahwa pedangnyalah yang mengikuti suara dan mengubahnya menjadi niat pedang. Suatu alkisah, ia seorang diri mengalahkan lima pakar Panggung Radiant hanya dengan satu tebasan pedang, memaksa ketujuh keluarga bangsawan mengurungkan niat untuk mengujinya sekaligus menyebarkan namanya ke penjuru dunia.
Pria itu mengangkat alisnya dan memperhatikan Zhuo Fan dengan tatapan penuh makna sebelum mengangguk.
Sambil tertawa, Long Jiu muncul di hadapan semua orang, "Bukankah sudah kubilang? Anak ini punya mata yang tajam. Aku baru menyebutkan namamu sekali dan dia langsung mengenalimu."
"Paman Jiu!"
Long Kui sangat gembira saat ia berlari menghampirinya, "Kapan Paman dan Senior Fang tiba? Kenapa kalian tidak keluar lebih awal?"
"Ha-ha-ha, kami sudah ada di sini sejak pertunjukan duel antara Kakak Zhuo dan Pangeran Ketiga."
Long Jiu beralih menatap Zhuo Fan, "Kakak Zhuo, kamu benar-benar luar biasa bisa tetap tenang menghadapi belasan ahli Penyulingan Tulang. Seusianya dulu, aku pasti tidak memiliki keberanian seperti yang kamu tunjukkan hari ini. Aku benar-benar mengagumimu!"
Long Kui mengerucutkan bibirnya sambil melirik ke arah Zhuo Fan.
Melihat Zhuo Fan beraksi telah meyakinkannya, tetapi mengakuinya adalah urusan lain.
"Guru, dengan kalian berdua para senior di sini, kenapa kalian tidak bertindak? Kalian hampir membuat muridmu ini mati khawatir." Si gemuk menepuk dadanya yang tambun, "Tidak masalah apa yang terjadi padaku, tapi bagaimana jika Kakak Kui terluka?"
"Ha-ha-ha, dan melewatkan pertunjukan bagus?"
Fang Qiubai tertawa, menatap Zhuo Fan yang tetap tenang dan terkendali, "Selain itu, aku belum pernah melihat penampilan luar biasa dari seorang jenius seperti ini sebelumnya."
"Senior, Anda terlalu memuji!"
Zhuo Fan menangkupkan kedua tangannya, namun wajahnya dingin seperti batu, "Saya hanya penasaran, kenapa Senior membunuh orang terakhir tadi? Apakah itu..."
Fang Qiubai menyipitkan mata dan senyumannya berubah menjadi seringai palsu saat ia berkata dengan nada dingin, "Anak muda, ketajamanmu luar biasa, tapi kekuatanmu justru bisa mengubah keunggulan ini menjadi sebuah kelemahan."
Mengangkat alis, Zhuo Fan tertawa dan menangkupkan tangannya, "Junior berterima kasih atas pelajaran Senior. Junior sudah melupakan kejadian ini."
Zhuo Fan menangkap peringatan Fang Qiubai. Ia belum memiliki kekuatan yang cukup untuk ikut campur dalam konflik mereka. Pria itu telah membungkam sang pembunuh demi melindunginya.
Fang Qiubai menatapnya lekat-lekat sekali lagi dan rasa kagumnya semakin mendalam, "Kamu bukan hanya cerdas, tetapi juga tahu kapan harus mundur; sungguh langka. Sungguh sebuah kejutan, menemukan seseorang sepertimu di dunia fana namun berada di luar ketujuh keluarga bangsawan. Jika saja kamu bukan seorang kultivator jalur iblis, sesuatu yang tidak sejalan denganku, aku pasti ingin mendidikmu selama dua tahun dan membuat masa depanmu tanpa batas."
Long Kui dan si gemuk terkejut bukan main.
Orang luar mungkin tidak tahu siapa Fang Qiubai sebenarnya, namun ketujuh keluarga bangsawan sangat paham betul karakternya. Siapa di antara para kepala dari ketujuh keluarga bangsawan yang tidak ingin anak mereka berada di bawah didikannya?
Namun orang tua ini keras kepala bagaikan keledai, tidak mempedulikan mereka sama sekali.
Bahkan jika kaisar sendiri yang memintanya atas nama putra-putranya, ia tidak akan bersikap berbeda. Ia telah mengajari si gemuk selama tiga tahun karena Fang Qiubai menghargai tekad kuatnya, namun si gemuk itu hampir tidak mempelajari beberapa jurus pun. Itu pun belum cukup untuk menjadikannya sebagai murid resmi.
Namun di pertemuan pertama kalinya dengan Zhuo Fan, Fang Qiubai justru berinisiatif untuk mengajaknya. Jika saja keduanya menempuh jalur kultivasi yang sama, Zhuo Fan pasti sudah menjadi murid pertama sang Pedang Ilahi.
Ke mana pun ia pergi, jika ada murid dari ketujuh keluarga bangsawan yang melihatnya, mereka pasti harus membungkuk hormat kepadanya.
Long Jiu melihat keterkejutan kedua anak itu dan menebak isi pikiran mereka sambil menggelengkan kepala. [Anak-anak ini belum mencapai level kita. Jadi mereka tidak tahu arti dari sebuah penemuan langka.]
Dengan bakat Zhuo Fan, pakar mana pun yang melihatnya pasti ingin mengambilnya sebagai murid. Sekalipun seseorang tak tertandingi di dunia ini, untuk mewariskan ilmunya ia tetap harus mencari murid terbaik yang cocok dengan warisannya.
Semakin tinggi kekuatan seorang pakar, semakin tinggi pula ekspektasinya!
Namun Zhuo Fan justru menggelengkan kepala mendengar tawaran itu dan bahkan mencibir.
Lupakan fakta bahwa Fang Qiubai tidak mau menerimanya karena perbedaan jalur kultivasi, bahkan jika ia bisa diterima, ia tetap akan menolaknya. Sebagai seorang Kaisar Iblis, satu-satunya sosok yang layak ia panggil Guru hanyalah seorang pakar Panggung Kaisar.
Fang Qiubai sebenarnya enggan membiarkan Zhuo Fan pergi begitu saja, namun pada akhirnya, ia membawa si gemuk dan beranjak pergi, "Long Jiu, Pangeran Ketiga masih memiliki tugas yang harus diselesaikan, jadi aku membawanya bersamaku."
Fang Qiubai dan si gemuk langsung menghilang begitu ia selesai berbicara.
"Tunggu..." Si gemuk masih ingin mengatakan sesuatu kepada Long Kui dan Zhuo Fan, namun sudah terlambat. Sedetik yang lalu wajahnya yang cemas masih terlihat, dan sedetik kemudian ia sudah lenyap.
"Begitu cepat!"
Zhuo Fan terkejut, lalu tekadnya semakin membaja. Ia harus mencapai Panggung Radiant secepat mungkin untuk menjamin keselamatannya dalam perjalanannya melintasi benua ini.
"Kakak Zhuo."
Long Jiu berjalan menghampiri Zhuo Fan dengan wajah serius, "Ikutlah denganku ke Paviliun Naga Terselubung, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu."
Sambil tersenyum masam, Zhuo Fan mengangguk. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi.
Lima belas menit kemudian, Zhuo Fan dan Long Jiu sudah berada di ruang rapat Paviliun Naga Terselubung dan Long Jiu mendorong Long Kui yang tampak enggan untuk berjaga di luar pintu. Long Jiu mengeluarkan selembar kulit domba yang dicap dengan empat tanda naga.
Kata-kata pertama yang dikenali oleh Zhuo Fan adalah perjanjian aliansi.
Setelah membaca sekilas isinya, senyuman puas terukir di wajahnya.
Inilah yang ia tuju sejak awal, sebuah aliansi antara Paviliun Naga Terselubung dan Klan Luo. Paviliun Naga Terselubung tidak hanya akan menjadi pendukung bagi Klan Luo tetapi juga akan menyediakan sumber daya tanpa syarat apapun.
Jika perjanjian ini mulai berlaku, ia akan bebas dari rasa khawatir terhadap serangan dari luar dan memiliki waktu untuk mengembangkan Klan Luo menjadi kekuatan yang besar.
Long Jiu sedikit tertegun, "Kenapa aku merasa kamu sudah tahu hal ini akan terjadi?"
Zhuo Fan tersenyum.
Ini sama sekali bukan soal meramal, melainkan merencanakan.
Begitu ia memutuskan untuk menjadikan Paviliun Naga Terselubung sebagai sekutu, ia menggunakan diagram susunan kuno untuk memikat Long Jiu, lalu memanfaatkan Paviliun Naga Terselubung agar mau mempertaruhkan leher mereka demi dirinya.
Namun itu bukanlah aliansi, itu hanyalah Klan Luo yang mencari perlindungan. Saat dihadapkan pada bahaya besar, Paviliun Naga Terselubung pasti akan menendang mereka keluar.
Untuk menghindari hasil terburuk itu, ia dan Paviliun Naga Terselubung bertempur berdampingan dan bahkan membunuh dua tetua Panggung Surga Mendalam. Ia mengambil risiko memusuhi Lembah Neraka demi menunjukkan potensi yang dimiliki Klan Luo.
Tujuannya adalah perjanjian aliansi yang setara.
Jika ia sendirian, ia pasti akan menghindari pamer kekuatan dengan melawan dua ahli Panggung Surga Mendalam dan memilih mengumpulkan kekayaan saja.
Jika Pemimpin Paviliun Naga Terselubung adalah seorang pria yang memiliki visi, ia pasti akan memilih aliansi. Karena ia akan tahu bahwa aliansi yang ditawarkan sekarang bagaikan api di musim dingin bagi Klan Luo. Tapi jika ditawarkan di masa depan, itu akan lebih mirip seperti pajangan belaka, satu dari sekian banyak ornamen.
Karena itulah, Zhuo Fan melakukan pertaruhan yang berani. Ia bertaruh apakah sang Pemimpin Paviliun adalah seorang pria yang penuh ambisi yang tidak ambil pusing dengan hal-hal sepele, dan bersedia menjadikan klan yang sedang runtuh sebagai sekutu.
Untungnya, ia menang.
Tentu saja, jika ia kalah, maka Zhuo Fan akan mencoret Paviliun Naga Terselubung dari daftar calon sekutunya di masa depan. Itu berarti pemimpin mereka tidak memiliki keberanian dan ambisi yang layak.
Zhuo Fan tersenyum sambil menggulung kulit domba tersebut, "Aku akan membawanya ke hadapan Nona Muda untuk ditandatangani."
"Tunggu!" Long Jiu mencengkeram bahunya, "Tanda tangani di sini dan sekarang juga!"
Zhuo Fan tersenyum, "Aku bukan Kepala Klan. Menandatanganinya sebagai seorang Kepala Pelayan akan membuat perjanjian ini tidak sah."
Dengan senyum licik, Long Jiu menatap tajam mata Zhuo Fan, "Pemimpin Paviliun bilang perjanjian ini bukan dibuat dengan Klan Luo, melainkan dengan Zhuo Fan."
Sambil mengerutkan kening, Zhuo Fan menatap lekat-lekat pada Long Jiu.
"Di mana pun Zhuo Fan berada, di situlah tempat yang menjadi sekutu Paviliun Naga Terselubung!" ucap Long Jiu, "Ini adalah kehendak Pemimpin Paviliun!"
Zhuo Fan mengerutkan kening, lalu tersenyum sambil mengangguk.
"Pemimpin Paviliun benar-benar sangat ambisius, ha-ha-ha..."
Di tengah malam yang sunyi, Zhuo Fan kembali ke halaman kecil dan mencari Kapten Pang, "Pang Tua, di mana Nona Muda? Aku sedang mencarinya."
Sambil menghela napas, Pang Tua bergumam, "Akan kutunjukkan tempatnya."
Zhuo Fan terkejut namun tetap mengikuti langkahnya.
Keduanya memasuki dapur dan Zhuo Fan menatap Kapten Pang dengan bingung ketika pria paruh baya itu menunjuk ke arah Luo Yunchang.
Zhuo Fan melihat kekacauan di dalam dapur dan mendapati Luo Yunchang tertidur lelah di samping kompor. Wajahnya bahkan belepotan dengan bekas arang jelaga.
"Haisy, Nona Muda terus meminta bimbingan dari juru masak sejak pagi hingga larut malam." Kapten Pang menghela napas, menyalahkan Zhuo Fan dalam hati.
"Steward Zhuo, aku tahu kemampuanmu, dan bahwa Nona Muda serta Tuan Muda tidak ada apa-apanya di matamu. Tapi kamu harus tahu, Nona Muda bekerja keras siang dan malam selama sebulan penuh hanya untuk memasak demi dirimu agar kamu bisa menyantapnya begitu keluar dari pengasingan. Namun usahanya sama sekali tidak dihargai, ia malah menerima kritikan pedas darimu. Gadis mana pun pasti akan hancur hatinya setelah mendapat tanggapan seperti itu..."
Mengabaikan omelan Kapten Pang, Zhuo Fan berjalan ke dekat kompor tempat beberapa hidangan buatan Luo Yunchang diletakkan. Dibandingkan dengan hidangan siang hari tadi, masakan kali ini hampir gosong seluruhnya.
Zhuo Fan mengambil sesuap dan menggelengkan kepala, "Dia sama sekali tidak punya bakat memasak."
"Haisy, meski begitu, setidaknya hargailah sedikit usahanya." Kapten Pang menegur saat ia berjalan ke dekat piring-piring makanan itu dan mencoba sepotong, "Berapa susahnya sih makanan ini untuk ditelan?"
Ia juga mengambil sesuap dan mengunyahnya tepat sekali sebelum memuntahkannya kembali seketika.
"Kamu benar, Steward Zhuo, Nona Muda memang tidak cakap dalam hal memasak. Maafkan aku karena sudah menyalahkanmu." Kapten Pang menyeka mulutnya dan berjalan keluar dengan wajah memerah.
Namun ketika ia menoleh ke belakang, ia melihat Zhuo Fan memasukkan suapan demi suapan makanan itu ke dalam mulutnya, bahkan menikmatinya.
"Eh, Steward Zhuo, jangan memaksakan diri. Abaikan ucapanku tadi. Sekarang setelah aku juga mencicipi masakan Nona Muda, makanan ini memang benar-benar..." Mulut Kapten Pang langsung terkunci rapat dan wajahnya berkerut menahan rasa.
"Aku hanya sedang agak lapar."
Zhuo Fan tersenyum sambil menghabiskan semuanya...
Chapter 46 · 8m baca
Alliance
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter