Maklumat perang berkibar ke sana ke mari, ditempel di setiap jalanan Tianyu dan menebarkan kengerian di lubuk hati rakyatnya.
Estate Bupati, atas hak kekaisarannya, mendeklarasikan diri sebagai raja. Mereka bersumpah akan terlebih dahulu menumpas si pengkhianat Zhuo Fan dan Klan Luo dari muka bumi, membersihkan negeri ini dari keturunan mereka demi mendatangkan kedamaian.
Sebaliknya, Zhuo Fan menuduh Estate Bupati melakukan tindakan bejat—menipu, berkomplot, dan merancang intrik demi menguasai ketujuh rumah bangsawan untuk diri mereka sendiri. Kejahatan mereka sudah tak terhitung jumlahnya. Dengan wewenang yang dianugerahkan kepada Klan Luo sebagai rumah bangsawan kedelapan, mereka memikul tugas sebagai pelayan setia penguasa untuk menyingkirkan para bajingan keji ini dan mengusir kegelapan.
Rakyat jelata tampak semakin kebingungan dari sebelumnya.
Tianyu berada di bawah pemerintahan Klan Yuwen. Siapa pun yang maju atas nama keluarga kekaisaran, dialah yang berada di pihak kebenaran.
Kaisar telah membuat Zhuo Fan menjadi buronan dan Estate Bupati ditugaskan untuk menyingkirkannya. Semua orang tahu itu. Namun, dari deklarasi Zhuo Fan, tampaknya Estate Bupati telah menjerumuskan kaisar pada kesimpulan yang salah melalui pemaksaan dan fitnah.
Berpegang pada fakta bahwa pejabat setia biasanya difitnah oleh pejabat korup, Zhuo Fan mengaku sebagai benteng kesetiaan. Status buronannya tidak lain adalah ulah intrik Estate Bupati yang mempermainkan kaisar bagaikan orang bodoh.
Ia ingin menumpas para koruptor dan menyadarkan kaisar agar berpikir jernih. Itulah alasan di balik pemberontakannya melawan Estate Bupati.
Zhuo Fan tampaknya memiliki cukup banyak alasan untuk melakukan hal itu. Namun, yang membuat seluruh rakyat tertegun adalah: siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar?
Seharusnya keluarga kaisar lah yang memperjelas masalah ini, tetapi sang penguasa justru diam membisu dengan sangat ganjil.
Kaisar sendiri yang telah mengeluarkan dekrit untuk membunuh Zhuo Fan, tetapi sekarang beliau pura-pura tuli.
Sang kaisar agur pura-pura pikun.
Demi argumen semata, seandainya kaisar bersuara sekarang, apakah beliau nantinya punya alasan untuk menyerang mereka berdua sekaligus?
Lebih baik membiarkan mereka saling bantai, lalu menghabisi yang tersisa pada waktu yang tepat. Mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah, semuanya akan bermuara pada keputusan kaisar, bukan?
Rencana kaisar sangat brilian, memperdaya seluruh negeri. Namun, satu hal yang pasti mereka ketahui adalah Klan Luo dan Estate Bupati sama-sama berniat saling memusnahkan.
Rumah-rumah bangsawan yang memiliki warisan leluhur panjang telah tumbang dalam waktu singkat, hanya menyisakan dua faksi ini.
Klan-klan kecil ini tidak berani macam-macam dengan para petinggi tersebut. Pilihan yang lebih aman adalah menunggu hingga pemenangnya muncul, baru kemudian merapat kepada mereka.
Meskipun tindakan ini sedikit bernada pengecut, itu jauh lebih baik daripada salah mengambil pilihan dan berakhir menjadi mayat di dalam lumpur.
Kaisar memang lihai, tetapi klan-klan lain juga tidak cukup bodoh untuk terseret ke dalam pusaran maut itu. [Siapa peduli siapa yang keji dan siapa yang berpura-pura baik. Pemenang selalu dan akan selalu benar…]
"Orang tua bangka itu pura-pura tuli. Kau menyuruhku menghadapi Zhuo Fan dan sekarang kau bahkan tidak mau mendukungku? Sialan busuk!" cerca Huangpu Tianyuan.
Leng Wuchang tersenyum, "Tuan Estate, kita sudah menduga hal ini akan terjadi. Keluarga kekaisaran ingin menjadi pihak ketiga, mana mungkin mereka memberi kita alasan yang sah? Itu hanya akan memperkuat pasukan kita. Belum lagi dia hampir tidak punya alasan untuk menghadapi kita. Dia pasti berpikir telah memegang kita dan Zhuo Fan tepat di telapak tangannya."
"Huh, dia cuma berkhayal. Sebelum dia sempat bertindak, aku akan pastikan halaman belakang istananya terbakar!" Huangpu Tianyuan memukul meja.
Leng Wuchang tersenyum dengan raut penuh kebijaksanaan.
Zhuo Fan bersikap santai, menunggu perang datang menghampiri. Ia sudah menebak reaksi keluarga kekaisaran sejak lama dan sengaja merumuskan deklarasi yang konyol nan mencolok itu karena alasan tersebut. Ia menggambarkan dirinya sebagai lambang kesetiaan, toh tidak ada orang di sana yang bisa membantahnya.
Jika tidak, Estate Bupati akan merampas nama sebagai pejabat setia untuk mendongkrak pasukan mereka dan ia tidak akan mendapatkan apa-apa.
[Cara ini jauh lebih baik.]
[He-he-he, aku sama berdosanya dengan kalian yang menjunjung kebenaran! Membuat perang ini adil dan jujur.]
Bagaimana dengan keluarga kekaisaran yang mulai memasang perangkap? [Huh, halaman belakang istananya tidak akan tenang dalam waktu lama.]
Dengan senyum menyeringai, Zhuo Fan melirik ke arah ibu kota kekaisaran, sangat yakin dengan rencana cadangannya...
Sementara itu, di Istana Kekaisaran, kaisar yang duduk di singgasananya memancarkan tatapan licik dari matanya dari waktu ke waktu.
"Marsekal Dugu, sudah waktunya!
"Perintahkan hamba, Yang Mulia!" Dugu Zhantian membungkuk.
Kaisar berkata, "Marshal Dugu, dengan alasan menumpas para pengkhianat, kumpulkan satu juta prajurit. Aku yakin kau tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya."
"Hamba... mengerti." Sambil mendesah dalam hati, Dugu Zhantian menggelengkan kepala pasrah.
Kaisar ingin ia membasmi semua pengkhianat. Mengenai siapa para pengkhianat itu, kaisar tidak menyebutkannya. Itu sama saja dengan menyuruhnya membunuh mereka semua. Dan kaisar pasti sudah menyiapkan daftar kejahatan mereka untuk dipublikasikan kapan saja.
Namun, pergi berperang melawan anak baptisnya sendiri adalah hal yang sangat membebani pikiran sang marsekal tua ini. Kendati demikian, kaisar telah memberikan perintah dan ia harus mematuhinya.
"Yang Mulia, kepergian hamba akan menimbulkan kekacauan besar di ibu kota kekaisaran. Hamba khawatir..."
"Tidak apa-apa."
Dugu Zhantian dirundung kekhawatiran, namun kaisar memotong ucapannya, "Aku sudah membuat rencana untuk kemungkinan ini. Marsekal bisa pergi dengan tenang. Rencana ini akan menyelesaikan situasi krisis Tianyu. Tidak boleh ada kesalahan!"
"Dimengerti!"
Dugu Zhantian membungkuk dan meninggalkan istana. Sang kaisar diliputi rasa duka melihat kepergiannya, "Marsekal, demi kebaikan bangsa, aku terpaksa harus bersikap kejam..."
Beberapa hari kemudian, berita tentang pergerakan pasukan Dugu Zhantian menyebar ke telinga semua orang. Zhuo Fan dan Huangpu Tianyuan terkekeh geli.
Hanya sang Perdana Menteri yang mengerutkan kening.
Hum~
Serigala Misterius melintas di hadapannya sekali lagi dengan penuh semangat, "Perdana Menteri Zhuge, bahkan Dugu Zhantian telah meninggalkan sisi kaisar. Ini adalah kesempatan terbaik kita sejauh ini!"
"Kita tunggu."
Alis Zhuge Changfeng bertaut dalam kerutan yang erat.
Hu Lianchai menjadi gelisah, "Tuan Perdana Menteri, semua orang setia kaisar telah pergi. Dia tidak punya pertahanan. Jika kita menunggu dia menyelesaikan semua konflik, di dalam maupun di luar istana, semuanya akan terlambat. Pasukan garnizun juga telah menekan kita untuk segera bergerak sejak beberapa hari lalu. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi!"
Sambil mendesah, pikiran Zhuge Changfeng sangat kacau.
Akhirnya ia berujar, "Kita tunggu!"
"Untuk apa? Tuan Perdana Menteri, apa yang menahanmu?" Hu Lianchai kini murka. Pasukan terbaik Quanrong tidak datang ke sini untuk tamasya. Berkeliling tempat tanpa melakukan apa-apa sepanjang waktu pada akhirnya hanya akan menjadi aib bagi pasukan mereka di kampung halaman.
Namun, semua ini berada di tangan Perdana Menteri.
Sambil mengibaskan lengan jubahnya, Hu Lianchai pergi, meninggalkan Zhuge Changfeng sendirian dengan pikirannya yang kusut.
Whoosh!
Kedua tetuanya muncul di sisi-sisinya, membungkuk, "Tuan Perdana Menteri, apa yang mengganggu pikiran Anda?"
"Dari kelima Naga Ilahi, kita baru melihat tiga orang. Menurut kalian, siapa dua orang lainnya?" kata Zhuge Changfeng.
Tetua yin yang memahami kegelisahannya dan berkata, "Tuan Perdana Menteri, Anda menahan diri selama ini karena kedua Naga Ilahi itu?"
"Kenali dirimu dan musuhmu, maka kau akan selalu menang. Bahkan dalam menghadapi Naga Ilahi! Jika aku tidak tahu siapa mereka, tindakan gegabah kita akan menjadi kuburan bagi kita sendiri!"
Tetua Hitam berkata, "Tuan Perdana Menteri, hamba punya sebuah dugaan tapi merasa kurang pantas. Seorang pria berkuasa seperti Anda telah pergi jauh dan tahu banyak. Apa pun yang terjadi di Tianyu, bagaimana pun orang menyembunyikan diri, tidak ada yang luput dari pengetahuan Anda. Namun kita tidak punya informasi tentang kedua Naga Ilahi ini. Bisa jadi mereka bahkan tidak ada, hanya bualan yang dibuat-buat oleh keluarga kekaisaran."
Sss~
Zhuge Changfeng terkesiap, "Maksudmu orang tua itu menggunakan taktik kota kosong? Ini taruhan yang sangat berbahaya. Dia lebih memilih mengirim semua orang untuk menghadapi Estate Bupati dan Zhuo Fan, dan baru setelah itu membereskan istana?
"Itu berarti tidak bertindak sekarang akan menjadi sebuah kesia-siaan. Tapi bagaimana jika ini semua jebakan dan semua kerja keras kita hancur lebur? Skema orang tua itu sungguh cemerlang. Aku benar-benar berada dalam dilema."
Zhuge Changfeng mendesah, namun tatapannya mengeras, "Kirimkan perintah untuk bersiap..."
Pangeran kedua berjalan mondar-mandir di kediaman barunya, dilanda kegembiraan sekaligus kekhawatiran.
Whoosh~
Sedetik kemudian ia mendapati dirinya berhadapan dengan sosok ber jubah abu-abu dan berkata, "Tuan You Ming, Anda akhirnya kembali. Situasinya..."
"Aku tahu."
You Ming tersenyum licik, "Yang Mulia, ini adalah saat yang tepat bagi Anda!"
"Benarkah?"
Pangeran kedua berseri-seri, terlalu gembira untuk bisa berkata-kata...
Chapter 438 · 5m baca
Chance
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter