Para wanita itu terperanjat, mengira musuh telah menyusul mereka.
Namun, setelah diamati lebih dekat, ternyata mereka adalah pasangan kuat dari Klan Luo, sehingga mereka bisa bernapas lega.
Sambil membungkuk, Sang Nenek berkata, "Para Tetua, sungguh melegakan bisa melihat kalian di saat-saat genting seperti ini."
"Bagaimanapun juga, rumah kita adalah sekutu. Sudah sewajarnya kami membantu," jawab Qiu Yanhai ramah, sebelum ekspresinya berubah serius. "Nenek, ada sesuatu yang tidak aku mengerti. Kami jelas-jelas telah memberikan peringatan yang cukup mengenai penyerangan Estate Bupati, lalu mengapa kalian bersikap begitu pasif?"
Nenek dan para pengawas merona, menundukkan kepala karena malu.
[Para tetua ini secara tersirat menyindir ketidakpercayaan kami pada Klan Luo. Mengatakan bahwa kami terlalu lama mengulur-ulur keputusan.]
Itu sama saja dengan menyebut mereka picik dan penuh kecurigaan. Tapi setidaknya, mereka memang datang menyelamatkan.
Sambil terbatuk, Nenek menepis rasa canggung itu, "Sejujurnya, aku sudah terlalu lama berada dalam pengasingan dan informasi itu diserahkan kepada yang lain. Pemikiran mereka terlalu dangkal dan tidak menganggap serius ancaman serangan dari Estate Bupati. Saat aku keluar, aku mendapati musuh sudah mengepung gerbang dan semuanya sudah terlambat. Aku benar-benar malu, a-he-he-hem~"
Nenek terbatuk dengan wajah memerah.
Ini adalah pertama kalinya ia berbohong secara terang-terangan di hadapan semua orang dan melemparkan kesalahan kepada para bawahannya. Hal itu membuatnya semakin merasa malu.
Lantas, pilihan apa lagi yang ia punya? Ia tidak mungkin mengaku begitu saja bahwa itu adalah kecerobohannya sendiri. Hal itu hanya akan merusak kepercayaan antar-sekutu.
Dengan kondisi mereka yang kini telah menjadi gelandangan, mereka tidak mampu untuk menolak uluran tangan Klan Luo.
"Oh... begitu ya."
Qiu Yanhai dan Xue Qingjian berkata, sementara dalam hati mereka bersorak girang. Zhuo Fan sudah menebak hal ini sejak pertama kali ia menerima panggilan darurat dari Gedung Bunga Berhanyut. Dan kedua orang ini tentu saja sudah diberi tahu tentang rencana itu.
Hanya saja, demi menyukseskan rencana besar Zhuo Fan untuk memasukkan Gedung Bunga Berhanyut ke dalam Klan Luo, pasangan suami istri ini harus menahan diri agar tidak menggagalkan skema sang pelayan iblis.
Jadi, mereka hanya bisa tertawa dalam hati sambil mengangguk pada alasan payah sang nenek.
Namun, mereka tetap tidak bisa menyembunyikan senyum geli di wajah mereka.
Nenek langsung menyadari bahwa keduanya tahu persis kesulitannya, membuat wanita tua itu mengalihkan pandangan dari tatapan mengejek tersebut.
[Huh, kalian sendiri tidak tahu bagaimana menerima niat baik apa adanya hingga sempat mencurigai informasi kami? He-he-he, lihat saja siapa yang sekarang jatuh miskin.]
Nenek merasa getir di dalam hatinya.
Pengawas Peony murka, "Karena kalian sudah lama tahu tentang penyerangan terhadap kami, kenapa kalian tidak datang membantu lebih cepat? Apakah kalian menunggu kami hancur lebur dulu sebelum bertindak? Sekutu macam apa kalian ini?"
"Gadis kecil, jika bukan karena itu, kami bahkan tidak akan berada di sini sejak awal."
Qiu Yanhai adalah seorang ahli Alam Radiant. Ia bersikap cukup sopan kepada para wanita itu demi menghargai Zhuo Fan, tetapi apakah ia akan membiarkan seorang pengawas tingkat Surga Mendalam membentaknya begitu saja?
Nenek segera menengahi, "Tetua Qiu, harap tenang. Peony memang gadis yang gegabah. Mohon jangan dimasukkan ke dalam hati."
Nenek lalu menegur, "Peony, Tetua Qiu telah datang dari jauh untuk membantu kita, setidaknya tunjukkan sedikit rasa hormat. Minta maaflah!"
"Huh, ogah minta maaf! Kalau penyelamatan mereka benar-benar tulus, kenapa jumlah mereka sedikit sekali dan bahkan tanpa Zhuo Fan? Jelas sekali mereka tidak punya niat untuk menolong kita!" teriak Pengawas Peony.
Qiu Yanhai mendengus geram, "Gadis bodoh, apa yang diketahui oleh sekelompok wanita berpikiran sempit sepertimu tentang rumitnya perencanaan Pelayan Zhuo?
"Saat ia menerima permohonan bantuan kalian, Pelayan Zhuo tahu kalian tidak akan pernah memandangnya dengan cara yang sama setelah mengambil Akar Bodhi milik kalian, atau bahkan mempercayai pesannya. Pelayan Zhuo bahkan memperingatkan kami agar tidak mengatakan ini karena bisa merusak hubungan antar-keluarga. Tapi kalian benar-benar tidak memberiku pilihan!"
"Huh, apakah itu memberi mereka hak untuk mencuri harta berharga kita?" Pengawas Peony tidak mau mengalah bahkan di hadapan seorang ahli Alam Radiant. Nenek terus menarik-narik bajunya tetapi tidak ada gunanya.
[Kedua orang ini sekarang berada di pihak Klan Luo, tapi mereka tetap dikenal sebagai monster di Tianyu. Bagaimana bisa kamu berani memancing kemarahan mereka?]
Konfrontasi dengan mereka di situasi seperti ini adalah hal paling bodoh yang bisa dilakukan seseorang.
Qiu Yanhai mengepalkan tinjunya, "Dengar baik-baik, gadis kecil, jika bukan karena Pelayan Zhuo, aku sudah mematahkan lehermu karena kurang ajar ini!"
Aura buas Qiu Yanhai meledak, mengirimkan hawa dingin ke tulang punggung setiap orang.
Wajah Nenek memucat, segera menarik Pengawas Peony ke belakang punggungnya sambil memelototinya agar gadis itu menutup mulut.
Mereka baru saja berhasil lolos dari satu kepungan dan kini hampir menjemput ajal di tangan sekutu mereka sendiri hanya karena pertengkaran sepele.
[Mereka jauh lebih kuat daripada siapa pun di sini, tapi kamu masih saja membangkang?]
Nenek mendesah, ingin sekali menendang pantat Pengawas Peony saat itu juga. [Sudah selama ini tapi perangai kasarmu tidak pernah berubah. Kita benar-benar bisa mati karena ulahmu!]
Mereka semua menelan ludah ketakutan, memperhatikan Qiu Yanhai yang berada di ambang batas kesabaran.
Xue Qingjian mencairkan suasana yang tegang dengan senyuman, menarik lengan Qiu Yanhai, "Ha-ha-ha, kita semua berada di pihak yang sama. Untuk apa kita harus bertengkar? Benar kan, Nenek?"
"Ya, Tetua Xue benar sekali!"
Nenek dengan sigap memanfaatkan kesempatan itu, membungkuk kepada Qiu Yanhai, "Tetua Qiu, mohon ampuni dia. Aku gagal mendidiknya dengan benar. Ini semua salahku dan aku mohon Tetua Qiu sudi menahan amarahnya."
Bungkukan Nenek sangat rendah, aura Wanita Besi miliknya telah lenyap, menyisakan dirinya tanpa sisa wibawa.
Pemandangan ini menyadarkan setiap pengawas bahwa mereka kini telah kehilangan tempat tinggal dan seluruh harga diri mereka.
Qiu Yanhai mendengus.
Xue Qingjian tersenyum, "Pria bertubuh besar, mereka sudah meminta maaf. Tunjukkan sedikit pengertian."
"Huh!"
Qiu Yanhai mendengus sebal, dagunya masih terangkat tinggi.
Xue Qingjian memasang ekspresi serius lalu menendang pantat pria itu, melancarkan omelan, "Sekarang kamu mengabaikanku, begitu? Bukankah sudah kubilang untuk menunjukkan sedikit pengertian!"
Sikap arogan Qiu Yanhai seketika lenyap, menatap Xue Qingjian seperti pria yang teraniaya. Ia lalu mengibaskan tangannya sambil terbatuk ke arah Nenek, "Sudahlah. Aku tidak sekecil itu, a-he-hem..."
Mungkin situasinya terlalu canggung, ia terbatuk lagi lalu menegakkan kepalanya.
Para wanita dari Gedung Bunga Berhanyut terpana, bahkan Nenek. Namun, wanita tua itu segera tersadar dan mengucapkan terima kasih sementara para wanita lainnya tertawa dalam hati.
[Ah, pantas saja. Tetua Qiu yang buas itu ternyata takut pada istrinya...]
Xue Qingjian menghampiri Nenek dan Pengawas Peony sambil tersenyum, "Jangan ambil hati, emosinya memang selalu meledak-ledak. Datangnya cepat, perginya juga cepat. Mengenai Akar Bodhi, Pelayan Zhuo melarang kami untuk membahasnya. Kalian harus bertanya langsung padanya saat bertemu nanti."
"Aku tidak berani!"
Nenek menggelengkan kepala, merasa lega. Xue Qingjian memahami situasi mereka, menjamin bahwa Qiu Yanhai tidak akan mengganggu mereka nantinya.
Tekanan dari seorang ahli Alam Radiant lapis ke-8 bisa membuat siapa pun mengalami mimpi buruk.
"Lagi pula," ujar Xue Qingjian, "Setelah mendengar permohonan bantuan kalian, Pelayan Zhuo membagi pasukannya. Sementra kami datang ke sini sebagai bala bantuan, ia memimpin serangan ke Aula Raja Pil."
"Aula Raja Pil? Untuk apa?" Pengawas Peony kembali memasang wajah masam. Namun, sebuah jelingan tajam dari Nenek berhasil membuatnya menutup mulut.
Qiu Yanhai mencemooh, "Makanya kubilang kalian ini bodoh. Dengan kebijaksanaannya yang luar biasa, Pelayan Zhuo tahu tentang pengepungan kalian dan memikirkan cara untuk membantu. Ia sudah memperkirakan bahwa Kediaman Pendekar Pedang dan Paviliun Naga Terselubung akan datang membantu tapi dipukul mundur dengan kerugian besar. Kalian pikir Pelayan Zhuo akan memimpin pasukannya sendiri masuk ke dalam perangkap?"
"Asal kalian tahu, Pelayan Zhuo menyerang Aula Raja Pil agar mereka menarik mundur pasukannya. Laporan tentang serangan ke Aula Raja Pil seharusnya akan tiba sekarang juga, memaksa Estate Bupati dan yang lainnya datang untuk memberikan bantuan. Bukankah itu akan membebaskan kota kalian dari pengepungan? Kami kemudian akan datang dengan ribuan pasukan kami dan berkoordinasi dengan kalian untuk memusnahkan mereka. Sayangnya kalian bahkan tidak mampu bertahan selama itu."
Orang-orang dari Gedung Bunga Berhanyut merasa ingin menangis.
[Sialan! Kita terlalu cepat keluar!]
[Seharusnya kita bertahan beberapa hari lagi dan bala bantuan itu pasti datang, menyelamatkan Gedung Bunga Berhanyut.]
Nenek merasa mual di perutnya. Itu adalah kesalahan besar dalam mengambil keputusan.
Hanya pasangan suami istri itu yang terkikik dalam hati melihat ekspresi berduka mereka.
[Duh, Gedung Bunga Berhanyut hampir saja hancur total karena dipermainkan di antara Pelayan Zhuo dan Estate Bupati. Tapi cara ini pasti akan menjamin perubahan hati mereka...]
Chapter 434 · 5m baca
Rescue and Attack
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter