Di sebuah gunung yang suram dan terpencil, terdapat sebuah halaman tersembunyi. Leng Wuchang duduk di bawah sebuah paviliun yang anggun di halaman belakang, dengan santai menyeruput anggurnya.
Syuuut!
Sesosok bayangan hitam muncul begitu saja dari ketiadaan.
Menghadapi musuh lamanya itu, Zhuo Fan menangkupkan kedua tangannya, "Ha-ha-ha, maaf, aku dikejar-kejar oleh Gu Santong, baru sekarang aku berhasil melepaskan diri darinya."
"Ha-ha-ha, Gu Santong memang hanya mengandalkan kekuatan fisik, tapi tidak mudah melarikan diri darinya. Kurasa Pelayan Zhuo adalah satu-satunya orang di Tianyu yang bisa melakukannya. Aku terkesan," Leng Wuchang membalas salam itu.
Zhuo Fan memandang pemandangan seperti surga di sekelilingnya dan mendesah, "Begitulah Kediaman Bupati. Kau bahkan menyembunyikan tempat seanggun ini di gunung terpencil yang jaraknya hanya sepuluh mil dari ibu kota kekaisaran dan tidak diketahui siapa pun. Benar-benar suatu kelangkaan."
"Tentu saja, dengan ibu kota kekaisaran yang dipenuhi konflik dan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, intelijen tetaplah yang paling utama. Kediaman Bupati menginginkan dunia, dan untuk melakukannya, mereka telah membangun jaringan rahasia. Dan Pelayan Zhuo bisa tenang. Bahkan mata-mata kaisar pun tidak bisa menjangkau kita di sini. Kita bisa berbicara sepuasnya."
Zhuo Fan mengangguk, langsung pada intinya, "Tuan Leng, terima kasih atas bantuanmu. Kuduga klan ku ada dalam kurunganmu. Boleh kutahu, di mana mereka sekarang?"
Zhuo Fan pura-pura penasaran dengan melihat sekeliling, "Kenapa aku tidak melihat mereka?"
Mata Leng Wuchang berbinar, "Pelayan Zhuo, kau datang kepadaku untuk meminta bantuan agar klan Luo jatuh ke tangan Kediaman Bupati dengan cara apa pun, dan aku telah melakukannya. Itu tidak akan membuatku menjadi musuhmu, bukan?"
"Tentu saja tidak."
Zhuo Fan berkata, "Sudah kubilang. Bantulah aku dalam hal ini dan kau akan berada di pihakku."
"Tapi bukankah ada hal lain setelahnya?"
Leng Wuchang tersenyum, "Aku membantumu dalam hal ini, tetapi aku tetaplah pelayan Kediaman Bupati, yang bekerja demi kepentingan terbaik Kediaman Bupati. Jadi, bahkan jika kau tidak menganggapku sebagai musuh, Pelayan Zhuo, aku tetap harus melakukannya terhadapmu!"
Mengangkat alis, Zhuo Fan mengangguk, "Cukup adil. Kalau begitu, Tuan Leng, apakah kau akan bertindak seperti keluarga kekaisaran, dan menggunakan klan Luo sebagai sandera untuk menghadapiku?"
"Mana mungkin? Aku sangat tahu gaya Pelayan Zhuo. Pelajaran di Perdebatan Esoteris sudah lebih dari cukup bagiku, terima kasih. Dengan kekuatan kita, bersitegang dengan seseorang sekelas Pelayan Zhuo adalah tindakan yang tidak bijaksana. Itu hanya akan membuat keluarga kekaisaran senang melihat kita berdua saling menderita, sementara mereka tinggal menerima hasilnya. Bagaimana bisa aku melakukan kebodohan separah itu?"
"Lalu..." kata Zhuo Fan.
"Tawar-menawar!"
Leng Wuchang berkata terus terang, "Pelayan Zhuo ingin aku membuat klan Luo berpikir bahwa jauh lebih mudah menyelamatkan mereka dari Kediaman Bupati daripada dari keluarga kekaisaran. Kenyataannya memang begitu. Kami tidak akan pernah menyentuh barang panas seperti itu seumur hidup kami, terlebih lagi menjaga mereka tetap aman sempurna untuk diserahkan kepada Pelayan Zhuo. Namun, menyerahkan mereka begitu saja bukanlah bisnis yang bagus. Aku meminta Pelayan Zhuo memberi kami sesuatu sebagai gantinya."
Zhuo Fan meraba-raba tubuhnya dengan bingung, lalu berbalik, "Pilihlah sesukamu? Entah itu integritas, nurani, atau bahkan keperawanan, kau boleh mengambil apa saja."
"Memangnya kau punya semua itu sejak awal?" Sambil memutar bola matanya, Leng Wuchang terkekeh.
Alis Zhuo Fan terangkat sebagai bantahan, "Siapa bilang aku tidak punya? Aku bisa menjamin keperawanan ku yang telah kujaga dengan aman selama puluhan tahun."
Leng Wuchang memasang ekspresi serius, "Pelayan Zhuo, kumohon jangan bercanda. Kau hanya perlu memberi kami apa yang kami inginkan dan klan Luo akan dikembalikan dengan selamat. Jika tidak, kurasa kita berada di jalan buntu. Orang-orangmu juga bisa berada di mana saja sekarang. Dan kita terpaksa harus saling bertarung, menunggu keluarga kekaisaran datang menyergap, yang berakhir dengan kematian kita berdua."
"Apakah aku bahkan membawa sesuatu yang begitu penting pada diriku?" Zhuo Fan mengerutkan kening.
Ia mendapati dari Leng Wuchang bahwa benda ini sangat krusial bagi mereka, sampai-sampai rela mendapatkannya meskipun harus masuk ke dalam perangkap. Pilihannya adalah mendapatkannya atau mati dalam usaha.
Tapi apa yang dimilikinya yang memiliki nilai sebesar itu?
Leng Wuchang menatap lekat-lekat sambil menekankan setiap kata, "Akar Bodhi!"
"Apa?" seru Zhuo Fan.
Leng Wuchang berkata, "Apa kau sudah lupa? Bahan tingkat 8 yang kau curi dari Gedung Bunga Hanyut delapan tahun lalu. Tolong berikan itu padaku dan aku akan membebaskan mereka."
"Sayangnya, aku tidak mempunyainya. Apakah kau mau menerima bahan tingkat 8 yang lain sebagai gantinya?" Zhuo Fan mengerjap dan menyelidik.
Sambil menggelengkan kepala, Leng Wuchang menegaskan, "Kami membutuhkan Akar Bodhi. Kami tidak peduli dengan bahan tingkat 9 atau bahkan tingkat 10."
Zhuo Fan melihat pendiriannya tidak bergeming dan merasa itu aneh, "Apa istimewanya Akar Bodhi ini sehingga begitu unik hingga tidak bisa digantikan dengan bahan tingkat 8 lainnya?"
"Tentu saja tidak bisa!"
Leng Wuchang menghela napas, "Tidak ada gunanya menyembunyikan hal ini darimu sekarang setelah semua keluarga berada dalam pertarungan penghabisan. Mengapa kami begitu terpaku pada Gedung Bunga Hanyut? Karena itu adalah sekumpulan wanita, salah satunya, dan terutama karena pusaka mereka adalah Akar Bodhi. Jika tidak, kami pasti sudah memulai ekspansi kami dengan keluarga lain terlebih dahulu daripada bersikeras berurusan dengan para wanita itu dan mendapat nama buruk karena menindas perempuan yang tidak berdaya."
Zhuo Fan mendapatinya jujur dan mengangguk, "Tuan Leng, aku juga akan berbicara terus terang. Aku bisa memberimu apa saja kecuali Akar Bodhi. Benda itu tidak ada padaku. Saat aku mengambil barang berharga itu, itu hanya untuk mengalihkan perhatian Kediaman Bupati dari Gedung Bunga Hanyut, padahal kenyataannya benda itu langsung dikembalikan sesudahnya. Kalau tidak begitu, bagaimana kita bisa menjadi sekutu? Apakah kau akan menjadi sekutu dengan seseorang yang mencuri darimu?"
Leng Wuchang mengangguk, "Begitu ya. Aku sudah memikirkan kemungkinan ini juga. Jawaban Pelayan Zhuo hari ini telah mengonfirmasi tebakanku. Kendati demikian, aku tetap membutuhkannya darimu, Pelayan Zhuo."
"Untuk apa kau meminta padaku? Ambil saja dari Gedung Bunga Hanyut!" Zhuo Fan membelalakkan matanya.
Leng Wuchang mengejek, "Kami telah mengawasi mereka selama bertahun-tahun, tetapi mereka lebih menghargai Akar Bodhi daripada nyawa mereka sendiri. Bahkan jika kami menelan Gedung Bunga Hanyut, kami tetap tidak akan menemukannya. Tapi Pelayan Zhuo, kau, sebagai sekutu mereka, bisa..."
"Kau ingin aku menipu mereka?" Zhuo Fan mendengus, "Kau sendiri baru saja menyebut mereka sekutuku. Melakukan hal seperti itu akan menghancurkan nama klan Luo, dikucilkan oleh sekutu kita sendiri, berdiri sendiri dan dikelilingi oleh kalian tanpa berdaya. Tuan Leng, kau tidak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah."
"Ha-ha-ha, itu sama sekali bukan niatku. Yang kuinginkan hanyalah Akar Bodhi," Leng Wuchang berbicara dengan riang, "Ini adalah persyaratanku, yang tersisa sekarang adalah melihat apakah kau akan memenuhinya. Orang-orangmu berada di tangan kami, jadi kau bisa datang kapan saja untuk melakukan pertukaran. Seharusnya itu lebih mudah daripada menyelamatkan mereka dari tangan keluarga kekaisaran."
"Luangkan waktu untuk memikirkannya baik-baik. Aku akan pergi sekarang. Temui aku kalau kau sudah mendapatkannya," Leng Wuchang melambaikan lengan bajunya dan pergi.
Zhuo Fan mengepalkan tinjunya dan pergi juga.
Keheningan kembali menyelimuti gunung yang sunyi itu...
Syuuut~
Zhuo Fan muncul kembali satu mil jauhnya di antara pepohonan. Gu Santong merasa sangat bosan menunggu di atas dahan dan langsung bersemangat saat kedatangannya, "Ayah, kau sudah kembali. Bukankah kau bilang akan membawa orang-orang itu juga? Kenapa kau sendirian?"
"Sialan! Rubah tua itu punya banyak syarat!"
Sambil mengumpat, Zhuo Fan berkata, "Sanzi kecil, kau sudah menemui Nona Muda dan yang lainnya. Tidak bisakah hidungmu menunjukkan jalannya?"
Gu Santong menggerak-gerakkan hidung peseknya dan menghirup udara. Ia memejamkan mata untuk fokus.
Pada akhirnya ia menggelengkan kepala, "Ayah, tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka dalam radius seribu mil."
"Rubah tua itu benar-benar sangat berhati-hati. Dia pikir aku akan mencuri para sandera jadi dia memindahkan mereka. Dia sama sekali tidak berniat memperlihatkan mereka kepadaku."
Zhuo Fan meludah, otaknya berputar kencang.
Setelah menarik napas dalam-dalam, ia mengambil keputusan, "Aku terpaksa harus pergi ke Gedung Bunga Hanyut dan mengambil benda itu. Tapi aku tidak akan melupakan ini begitu saja."
Sambil mendengus, Zhuo Fan terbang pergi. Gu Santong memancarkan cahaya merah di ekornya.
Dua monster meluncur menuju Gedung Bunga Hanyut dengan kecepatan penuh, untuk merampas pusaka mereka, Akar Bodhi.
Gedung Bunga Hanyut, sekte para wanita, tampaknya akan menghadapi masa-masa sulit.
Chapter 408 · 5m baca
Terms
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter