The Steward Demonic Emperor - Chapter 372 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 372 · 6m baca

Leveling the Prince’s Home

by Night Owl

Clang!

Suara yang tajam dan samar berderak saat pedang spiritual kelas 5 kebanggaan Pangeran Kedua patah menjadi dua di dalam cengkeraman cakar naga itu, membuat semua orang bergidik ngeri.

Zhuo Fan berdiri dengan angkuh dan tegap di hadapan Yun Shuang, menyapu para pengawal dengan tatapan dinginnya sebelum berhenti pada Pangeran Kedua sambil mencibir, "He-he-he, hanya karena sebuah undangan yang ditolak, kau memutuskan untuk menculikku? Aku harus akui, keberanianmu patut diacungi jempol!"

"Z-Z-Z-Zhuo Fan!" Pangeran Kedua tergagap, mundur terhuyung-huyung karena ketakutan. Yun Shuang bersorak gembira melihat sosok yang begitu perkasa dan mendominasi itu, "Pelayan Zhuo, kau tidak apa-apa?"

"Ha-ha-ha, tidak pernah sebaik ini. Seperti yang kubilang, ikuti aku dan kau akan pergi jauh! Hanya aku yang boleh mempermainkan orang lain. Yang lain tidak akan pernah mendapat kesempatan itu. Ikuti aku dan tidak ada seorang pun yang akan berani menyentuhmu!"

Zhuo Fan mengacungkan jempol sambil menyeringai, kembali memamerkan gayanya yang arogan. Yun Shuang terkikik dan merona merah. 'Lelucon' pria itu bekerja dengan sangat baik dalam meredakan kekhawatirannya.

Leluhur Huang Mei berteriak tak percaya, "Bagaimana bisa?! Hanya aku yang bisa membangunkanmu dari Mimpi Seribu Tahun milikku!"

"Jika ada satu hal yang tidak aku pedulikan, itu adalah racun. Baik itu narkotik, atau nekrotik, semuanya tidak ada apa-apanya bagiku. Aku berada di posisiku sekarang karena baik Regent Estate maupun faksi-faksi seperti Tujuh Klan Agung, termasuk Balai Raja Pil, tidak mampu berbuat apa-apa padaku. Jadi, apa yang bisa dilakukan oleh pemula sepertimu? Aku hanya pura-pura tidur, penasaran siapa yang memiliki keberanian untuk melakukan trik murahan seperti ini."

Menyipitkan mata, Zhuo Fan terus mengejek, tangannya diliputi energi hitam saat ia berbalik ke arah Pangeran Kedua, "Dan lihatlah, ternyata pelakunya adalah si bodoh ini! Tapi ada satu hal yang masih menggangguku, bagaimana in the name of god Yang Mulia yang bijaksana dan lihai bisa berakhir dengan anak buah berandalan tolol seperti ini? Bahkan bacaan Nona Shuang'er membuktikan bahwa kau adalah orang yang paling jauh dari kata penguasa. Apakah itu berarti kau... sebenarnya bukan seorang pangeran?!"

Pff!

Yun Shuang terkikik dan meninju dada Zhuo Fan dengan kepalan tangan kecilnya, lalu memutar bola matanya. Keterkejutan Pangeran Kedua kini telah berubah menjadi kemarahan yang membara, pernapasannya tersengat saat ia memelototi Zhuo Fan.

Zhuo Fan baru saja meludah tepat di wajah bajingan itu. Dan sebagai seorang pangeran yang merasa paling penting, hanya ada satu reaksi logis yang bisa ia ambil untuk menghadapi penghinaan terang-terangan ini.

"Leluhur Huang Mei, apa yang masih kau lamunkan di situ? Tangkap keparat itu!" Pangeran Kedua meraung sambil menunjuk ke arah Zhuo Fan.

Leluhur Huang Mei sudah muak dan menyemburkan asap kuning ke arah Zhuo Fan, "Bocah keparat, apa kau pikir kau berada di atas segalanya? Rasakan kekuatan dari Mimpi Seribu Tahun milikku!"

Yun Shuang merunduk di belakang Zhuo Fan, yang hanya mendengus meremehkan saat energi hitam menutupi mereka berdua.

Hu~

Asap kuning itu menyelimuti keduanya dalam hitungan detik. Leluhur Huang Mei menjulurkan kepalanya dengan bangga ke arah Pangeran Kedua.

Namun sebuah ledakan memotong kesempatannya untuk menyombongkan diri. Asap kuning itu berputar, dan seiring putarannya, asap itu semakin menipis untuk menampakkan massa hitam di bagian tengahnya.

[Seni Transformasi Iblis!]

Zhuo Fan menarik kembali kegelapan itu ke dalam tubuhnya, tatapan matanya semakin dingin di setiap detiknya.

"A-apa yang terjadi dengan Mimpi Seribu Tahun milikku?" Leluhur Huang Mei terbata-bata.

Zhuo Fan menatapnya dengan tatapan dingin, suaranya dipenuhi dengan niat membunuh yang pekat, "Sudah ku-makan."

Leluhur Huang Mei bercucuran keringat dingin. Zhuo Fan ternyata jauh lebih mengerikan dari rumor yang beredar tentang dirinya. Ia mengabaikan racun penidur itu seolah-olah itu bukan apa-apa.

Leluhur itu tahu Zhuo Fan adalah seorang kultivator tubuh, di mana senjata terbesarnya adalah kedua tinjunya sendiri. Sekarang setelah racunnya tidak mempan, seorang pengguna racun sepertinya ibarat mangsa empuk yang tinggal menunggu takdir untuk mati di tangan Zhuo Fan yang menggila.

Jika sudah begitukan keadaannya, pilihan terbaik dan satu-satunya adalah kabur sejauh-jauhnya. Leluhur Huang Mei membungkuk memberi hormat kepada Pangeran Kedua dan berkata tanpa keraguan sedikit pun, "Yang Mulia, semoga takdir mengizinkan kita untuk bertemu lagi, selamat tinggal. Oh, dan jangan lupa, Yang Mulia masih berhutang 12 pil padaku~."

Leluhur Huang Mei mengibaskan lengan jubahnya dan berlari kencang bagaikan angin kuning.

Pangeran Kedua menghentakkan kakinya karena marah. [Orang tua keparat ini tidak bisa melakukan satu hal pun yang berguna tapi masih berharap aku membayarnya?]

[Aku paling benci tipe orang seperti dia!]

Namun ia tidak sempat mengumpat lebih lama karena angin kuning tadi tiba-tiba menghantam kembali ke halaman dengan keras.

Leluhur Huang Mei terkapar di tanah, darah mengucur dari mulutnya. Di sampingnya berdiri sosok Zhuo Fan dengan wajah dingin, tangan kanannya yang memancarkan cahaya merah mencengkeram leher lelaki tua itu.

"Huh, kau berani mengusikku dan sekarang mau kabur? Kau pikir kau bisa lolos begitu saja?" Mata Zhuo Fan memancarkan kebuasan.

Leluhur Huang Mei menjerit, "Pelayan Zhuo, ampuni aku! Pangeran Kedua yang menyuruhku..."

Pa!

Tamparan keras yang menggema di wajah lelaki tua itu menghentikan rengekan nya. Zhuo Fan mencibir, "Kita berdua tahu aku bukan orang bodoh, jadi berhenti menyatakan hal yang sudah jelas. Meskipun dia pelakunya, kau adalah budaknya. Dalam kasus ini, tidak ada seorang pun yang akan keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup!"

Sss~

Leluhur Huang Mei tersedak, diliputi oleh kengerian melihat kekejaman Zhuo Fan yang sanggup membunuh siapa saja yang berani merusaknya.

Jika saja ia tahu sebelumnya, ia tidak akan pernah menerima pekerjaan ini bahkan untuk imbalan 20 pil sekalipun!

Saat energi hitam merembes keluar dari tubuh Zhuo Fan dan ia menyadari niat membunuh yang telanjang di mata pemuda itu, wajah Leluhur Huang Mei berubah pucat pasi, termasuk alisnya, saat ia memohon, "Tunggu, Pelayan Zhuo, jangan bunuh aku! Biarkan aku pergi dan aku akan melakukan apa saja. Bukankah Klan Luo milikmu baru saja naik pangkat? Kau pasti kekurangan orang. Aku adalah ahli ranah Radiant Stage tingkat 8, aku bisa berdiri di pihakmu dan mendedikasikan hidupku untukmu!"

Energi hitam itu melayang sejenak sementara Zhuo Fan menimbang tawaran tersebut. Mata Leluhur Huang Mei berbinar penuh harapan dan berusaha menggapai sekecil apa pun peluang yang ada.

Namun terlambat, Zhuo Fan menggelengkan kepalanya dan energi hitam itu melesat maju, "Maaf, kami sudah punya ahli racun, tetua dari Balai Alkimia, Vicious Pill King. Kami tidak butuh kau."

"Dia? Dia kan cuma seorang kultivator ranah Profound Heaven, sementara aku berada di ranah Radiant Stage!" teriak Leluhur Huang Mei.

Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, "Ha-ha-ha, aku sendiri yang memilih setiap tetua di Klan Luo. Tak satu pun dari mereka yang akan gentar menghadapi kematian. Di sinilah letak kekuranganmu."

Zhuo Fan menutup ucapannya dengan membiarkan energi hitam itu menelan Leluhur Huang Mei sepenuhnya. Lucunya, ia melakukan hal yang persis sama seperti yang pernah Leluhur Huang Mei lakukan padanya.

Perbedaannya yang mencolok adalah energi hitam itu jauh lebih mematikan.

Semua orang mendapat tontonan langsung bagaimana Leluhur Huang Mei mengalami 'diet ajaib'. Tubuhnya menyusut di depan mata mereka sendiri. Ditelan oleh massa hitam, wajahnya berkedut kesakitan di setiap detiknya. Diet itu baru berakhir ketika eksistensinya benar-benar musnah tak bersisa.

Pangeran Kedua ambruk ke tanah karena ketakutan. Para pengawalnya yang berada di ranah Radiant Stage juga gemetar ketakutan. Memapah tuan mereka sambil merangkak mundur perlahan-lahan.

Zhuo Fan baru berada di ranah Profound Heaven tingkat ketiga namun di mata semua orang yang hadir, ia tidak ada bedanya dengan ahli nomor satu di Tianyu, sesosok monster mengerikan. Mengingat bahkan Leluhur Huang Mei saja bisa menjadi debu yang tertiup angin, bagaimana mungkin mereka bisa bernasib lebih baik?

Yun Shuang mengerucutkan bibirnya, memperhatikan si pembunuh berdarah dingin itu dengan rasa takut.

Ini adalah pertama kalinya bagi seorang gadis sepertinya untuk melihat seseorang mati dengan cara seperti itu.

Kakek pernah memberitahunya bahwa pria itu adalah orang paling keji yang pernah berjalan di muka bumi ini, dan ia datang ke sini untuk meluruskannya. Tapi mereka baru saja mengobrol dan tertawa bersama beberapa saat yang lalu. Pemuda itu bahkan melompat melindunginya di saat ia sangat membutuhkan pertolongan. Pria itu sama sekali tidak terlihat seperti keturunan iblis.

Baru sekarang ia dihadapkan langsung pada sifat kejam dan licik dari Zhuo Fan.

Clap~

Zhuo Fan menunjukkan senyum jahat saat melihat ruang kosong di hadapannya, lalu berbalik menatap si pemuda tampan dan kelompoknya.

Gemetar bagaikan sehelai daun, Pangeran Kedua kehilangan wibawanya, bertingkah seperti anak nakal yang tertangkap basah dan meringkuk di samping para pengawalnya sambil menunggu hukuman.

"P-P-Pelayan Zhuo, aku tahu kesalahanku. Aku tidak akan mengulanginya lagi, sungguh. Tolong biarkan aku pergi, kali ini saja?" Suara Pangeran Kedua bergetar hebat.

Zhuo Fan berdiri di hadapannya dan mencibir, "Lain kali? Jika sampai ada lain kali, kematian orang tua bangkotan tadi akan terlihat seperti jalan-jalan santai dibandingkan dengan apa yang akan kurasakan padamu! Paham?"

"Y-y-yah." Gigi Pangeran Kedua bergemeretak sambil mengangguk-angguk patuh. Para pengawalnya memilih bungkam, mengabaikan penghinaan telanjang yang sedang dialami oleh tuan mereka.

Apa lagi yang bisa mereka lakukan? Mereka bisa saja melawan monster itu sampai titik darah penghabisan, tapi apakah itu akan ada gunanya?

[Siapa yang akan cukup bodoh untuk mencari masalah dengan orang liar yang bahkan Tujuh Klan Agung pun tidak berani sentuh?]

[Oh, benar, Pangeran Kedua adalah salah satunya...]

Mereka semua meratap dalam hati, meskipun tidak ada satupun yang berani mengkritik tuan mereka secara terang-terangan.

Zhuo Fan melihat Pangeran Kedua terpaku di tempatnya lalu menepuk pipinya sebagai peringatan, "Demi wajah tampanmu itu, aku akan melepaskannya sampai di sini..."

Pangeran Kedua menghela napas lega.

Namun Zhuo Fan melanjutkan perkataannya, "Meskipun aku tidak akan memperlakukannya terlalu keras padamu. Meninggalkan sedikit PR untukmu sepertinya bagus untuk melatih karaktermu."

Tangan kanan Zhuo Fan memancarkan kilatan merah lalu ia menghantamkannya ke tanah.

Tinju si buas itu meratakan kediaman pangeran...

Gunakan ← → untuk pindah chapter