Whoosh!
Pemandangan langit biru yang sempurna hancur seketika saat kepulan asap kuning bergerak liar ke sana ke mari. Asap itu mendarat di sebuah halaman luas, menampakkan sosok di dalamnya.
Dia adalah Leluhur Huang Mei dan para anak buahnya. Masing-masing menyeret seorang sandera yang tidak sadarkan diri, yaitu Zhuo Fan dan Perawan Suci Yun Shuang.
Melempar beban itu ke tanah, trio tersebut tertawa cekikikan.
Plok~
Diiringi tepukan tangan yang lambat, seorang pemuda tampan berjalan mendekat dengan selusin pengikut di belakangnya. Dialah Yuwen Yong.
Pangeran kedua mengangguk sekilas ke arah tumpukan itu, “Saat angin kuning bertiup, tak ada yang bisa lolos darinya. Leluhur Huang Mei benar-benar membuktikan reputasinya. Bahkan berhasil mengikat Zhuo Fan, si duri dalam daging bagi semua klon, aku benar-benar kagum, ha-ha-ha…”
“Hi-hi-hi, terima kasih, Yang Mulia. Aku tidak seperti orang-orang bodoh itu yang hanya besar nama. Aku bahkan berhasil menangkapnya sebelum sempat menunjukkan kemampuan atasku! Aku kadang merasa malu, merasa tidak layak menerima pujian pangeran kedua.”
“Ha-ha-ha, Leluhur terlalu rendah hati. Aku yakin bukan Zhuo Fan yang lemah, melainkan ilmu Leluhur yang memang luar biasa hingga bisa menangkapnya secepat kilat. Leluhur, sepuluh pil tingkat 8 itu sudah pasti menjadi milikmu, tenang saja.”
Pangeran kedua bertepuk tangan dan tertawa sementara Leluhur Huang Mei mengeluarkan tawa khasnya yang menyeramkan.
Setelah basa-basi itu selesai, sang pangeran kedua beralih pada sosok yang tergeletak. Ia membalikkan tubuh Zhuo Fan dan menyeringai melihat ekspresi tenang di wajah pemuda itu, “Hanya sebeginikah kemampuan Pelayan Terbaik di Bawah Kolong Langit? Inilah akibatnya jika kau mengabaikan undanganku!”
Kemudian ia menatap Yun Shuang dengan bingung, “Leluhur, siapa wanita ini?”
“He-he-he, tidak tahu. Karena dia bersama Zhuo Fan, dia pasti orang penting baginya. Kupikir gadis ini akan berguna bagi Yang Mulia, jadi kubawa sekalian.” Leluhur Huang Mei mengangkat bahunya acuh tak acuh.
Pangeran kedua berdecak kagum, “Kau memang sangat peka, Leluhur, ha-ha-ha…”
Ia juga membalikkan tubuh Yun Shuang, memamerkan paras cantiknya yang menawan. Ia tertegun takjub, “Perawan Suci Yun Shuang? Leluhur, bagaimana bisa kau menculik seseorang dari Parish?”
“Maksudmu aku tidak boleh?” Leluhur Huang Mei balik bertanya dengan bingung.
Menyincingkan matanya, pangeran kedua menarik napas dalam-dalam dan menyunggingkan senyuman licik, “Tidak, tindakanmu sudah sempurna, Leluhur. Malahan, akan kutambahkan dua pil lagi sebagai ucapan terima kasih!”
[Apa?!]
Leluhur Huang Mei tertegun sejenak sebelum akhirnya tertawa lebar, “Terima kasih, Yang Mulia!”
Ia tadinya mengira hanya membawa seorang gadis biasa, namun ternyata gadis itu bernilai tinggi dan memberinya bonus tambahan.
Mengamati Yun Shuang lekat-lekat, pangeran kedua berkata, “Leluhur, bisakah kau membangunkannya? Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.”
“Gampang.”
Leluhur Huang Mei mengangguk lalu mengeluarkan sebuah botol kecil dari cincin ruangannya. Ia mengibas-ngibaskan botol itu di bawah hidung Yun Shuang dan berkata, “Ini adalah obat bius kesayanganku, Mimpi Seribu Tahun. Bahkan seorang ahli Alam Radiant pun tidak akan bisa melawannya. Satu-satunya cara mereka bisa bangun adalah jika aku sendiri yang menawarnya, he-he-he…”
“Keahlian Leluhur sungguh luar biasa. Aku sangat kagum.”
Pangeran kedua menangkupkan tangan, lalu menunggu Yun Shuang sadar.
Lima belas menit kemudian, diiringi suara desahan halus, Yun Shuang mulai bergerak. Hal pertama yang ia lihat adalah senyuman penuh kelicikan dari sang pangeran kedua. Ia berseru kaget, “Ah, pangeran kedua…”
“Nona, tidak perlu takut. Kau adalah tamu terhormat di kediamanku. Kau aman di sini.” Sambil menyeringai, pangeran kedua memberi gestur agar ia tetap tenang.
Yun Shuang menatapnya dengan panik. Ia merayap mundur ketakutan saat menyadari kehadiran para pengikut pangeran yang tampak menakutkan.
Kekuatannya yang berada di Alam Mendalam Surga lapisan kelima sama sekali tidak ada apa-apanya di hadapan para ahli Alam Mendalam Surga lapisan kesembilan di sekitarnya, apalagi kelima ahli Alam Radiant.
Kekejutan terbesar tentu saja adalah sang Leluhur Beralis Kuning yang berada di Alam Radiant lapisan kedelapan.
Melihat begitu banyak tokoh besar di sekelilingnya, yang terpikir di benaknya hanyalah kematian. Ia kemudian melirik Zhuo Fan yang tampak tidur lelap tanpa beban lalu mengguncang-guncang tubuh pria itu, “Pelayan Zhuo! Bangun! Bangun!”
Percuma saja. Zhuo Fan tidur pulas seperti bayi.
“Ha-ha-ha, Nona, simpan saja tenagamu. Hanya penawar buatanku yang bisa membangunkannya!” Leluhur Huang Mei tertawa terbahak-bahak.
Yun Shuang menggigit bibirnya, diliputi kepanikan dan rasa takut yang mencekam terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia tahu Zhuo Fan tidak bisa berbuat apa-apa dalam kondisi seperti itu, namun ia tetap mendekat ke arah pria itu. Semakin dekat ia dengan Zhuo Fan, semakin aman rasanya.
Dalam hati menyeringai licik, pangeran kedua memasang senyuman ramah, “Nona Shuang’er, aku sering mendengar tentang dirimu sebagai seorang Perawan Suci. Namun karena berbagai aturan ketat Parish dan hambatan lainnya, aku tidak pernah punya kesempatan untuk berkunjung. Sungguh sebuah kejutan yang menyenangkan ketika kau malah datang sendiri kepadaku. Kehadiranmu sungguh suatu kehormatan bagiku.”
“Huh, tamu terhormat apa namanya kalau kami diculik!” cibir Yun Shuang.
Pangeran kedua tertawa. “Memang benar, tapi tidak apa-apa. Yang penting kau sudah berada di kediamanku, dan itu sudah cukup membuatmu menjadi tamu. Biar kuberitahu, aku sangat tahu cara memperlakukan tamu dengan baik. Hanya saja, ada satu hal kecil yang telah menggangguku sejak lama, dan kuharap kau bisa menjelaskannya kepadaku.”
“Apa?” tanya Yun Shuang.
Pangeran kedua membungkuk dalam-dalam. “Aku dengar Nona memiliki kemampuan yang sama dengan Sang Pendeta Agung, dengan mata yang mampu membaca langit dan menembus takdir seseorang. Apakah mungkin bagimu untuk meramal takdirku? Apakah aku…”
Pangeran kedua semakin bersemangat hingga berseru, “Layak untuk memimpin?”
“Dalam mimpimu!”
Yun Shuang menolak mentah-mentah tanpa ragu, “Berdasarkan ajaran leluhur Klan Yun, kami selalu bersikap netral. Kami melindungi rakyat, bukan para penguasa. Mengintip takdir kekaisaran adalah sebuah pantangan dan bertentangan dengan prinsip Klan Yun. Aku tidak bisa membantumu!”
Wajah pangeran kedua langsung merosot dan ia mendengus dingin, “Begitu ya, ajaran leluhur, huh? Lantas, mengapa aku mendengar bahwa dua puluh tahun yang lalu, Pendeta Agung pernah membaca takdir Huangpu Qingtian?”
“Bagaimana bisa disamakan?”
Yun Shuang menjelaskan, “Huangpu Qingtian saat itu masih anak-anak. Takdirnya penuh dengan liku-liku dan dia belum matang untuk menjadi seorang penguasa. Sebaliknya, kau sudah dewasa dan memiliki lebih sedikit titik balik dalam hidupmu. Jika kau memang memiliki takdir seorang naga, hal itu akan terwujud cepat atau lambat. Dan meramalkannya sama saja dengan membongkar rencana langit, mengundang murka dewa, dan membawa malapetaka bagi rakyat!”
Seharusnya ia tidak mengucapkan kata-kata itu. Jantung pangeran kedua kini berdegup kencang karena diliputi antusiasme yang membuncah.
Saat Huangpu Qingtian tewas, takdirnya sebagai seorang kaisar belum sepenuhnya pasti, dan meskipun ia memiliki sifat seorang raja, ia tetap tidak mampu mengatasi rintangan bernama Zhuo Fan. Namun pangeran kedua berbeda; takdirnya sudah tertulis dengan jelas. Begitu ramalan itu diungkapkan, maka itu akan menjadi kenyataan.
Singkatnya, yang harus dilakukan oleh Perawan Suci itu hanyalah mengatakan bahwa ia memiliki potensi untuk menjadi seorang kaisar, dan tidak akan ada lagi yang bisa menghentikannya. Jalan menuju singgasana akan terbentang mulus baginya!
Khayalan kekuasaan pangeran kedua begitu meluas hingga matanya memerah karena ambisi, “Tunggu apa lagi kalau begitu? Tataplah diriku yang agung ini. Katakan padaku apakah aku memiliki apa yang diperlukan untuk mencapai puncak!”
“Sudah kubilang tadi. Aku tidak boleh—”
Di tengah kegilaannya, pangeran kedua menghunus pedang spiritual tingkat 5 dan mengarahkannya ke tenggorokan Zhuo Fan, “Kudengar kalian berdua sangat dekat. Ramalkan sekarang, atau dia mati!”
“Tenanglah, Yang Mulia. Bagaimanapun juga, dia adalah orang yang dianugerahi gelar Pelayan Terbaik di Bawah Kolong Langit oleh Yang Mulia Kaisar. Kita harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya.” Seseorang berbisik memperingatkan pangeran kedua.
Pangeran kedua memelototi orang itu dan membentak, “Omong kosong! Begitu aku naik tahta, gelar Pelayan Terbaik di Bawah Kolong Langit tidak ada artinya lagi!”
Ia kembali menatap Yun Shuang dan mengancam, “Ramalkan, atau aku akan membunuhnya! Bukankah Klan Yun selalu menolong orang? Apa kau akan membiarkan pria ini menderita karenamu?”
Yun Shuang merasa serba salah. Ia tidak sanggup melihat Zhuo Fan mati, namun ia juga tidak ingin melanggar ajaran leluhurnya. Ia terjebak dalam dilema.
Ia melirik wajah Zhuo Fan yang sedang tertidur lelap dan teringat akan peringatan kakeknya.
Zhuo Fan adalah sebuah anomali yang mampu mengubah takdir, dan tugasnyalah untuk membimbing pria itu ke jalan yang benar. Mengingat tindakan tanpa pamrih Zhuo Fan yang melompat melindunginya dari racun, ia akhirnya mengambil keputusan.
Zhuo Fan harus tetap hidup!
“Baiklah, aku akan melakukannya!” Yun Shuang mengangguk.
Pangeran kedua bersorak gembira. Ia menarik kembali pedangnya dan merapikan jubahnya, “Kalau begitu, Perawan Suci, silakan.”
Yun Shuang memejamkan mata, dan saat ia membukanya kembali, bola matanya telah berubah menjadi jurang kegelapan yang pekat. Hanya saja, di dalam kegelapan tak bertepi itu, binar-binar cahaya samar berkilauan bagaikan bintang-bintang.
Beberapa saat kemudian, pandangannya kembali normal dan ia menghela napas.
“Bagaimana, Perawan Suci, apakah aku…” Pangeran kedua tak mampu menyembunyikan kegembiraannya.
Yun Shuang mengangguk dengan senyuman lega, “Sungguh beruntung, kau ternyata tidak layak untuk memimpin. Aku tidak melanggar sumpah leluhurku. Sungguh sebuah berkah!”
Bum!
Pikiran pangeran kedua seakan meledak. Wajahnya berkedut hebat saat ia tergagap, “P-Perawan Suci, kau tidak salah lihat, kan? Coba lihat lagi!”
“Kakek telah mengajariku sejak aku masih kecil. Tidak mungkin ada kesalahan,” tegas Yun Shuang. “Kau tidak layak menduduki singgasana itu. Jangan membuang napasmu percuma. Tapi, sebagai bentuk belas kasihku padamu, akan kuberitahu satu hal. Jalan yang kau tempuh penuh dengan bahaya dan mengarah langsung pada kehancuran abadi. Berbaliklah sekarang dan kau mungkin bisa menjalani sisa hidupmu dengan damai. Jika tidak—”
“Kau wanita pembohong sialan! Beraninya kau mempermainkan aku? Akan kubunuh kau!”
Dengan raungan penuh amarah, pangeran kedua menolak takdir sialan itu dengan segenap jiwa raganya hingga ia kehilangan akal sehat. Sambil mengacungkan pedangnya kembali, ia menebas ke arah Yun Shuang.
Yun Shuang menjerit ketakutan dan meringkuk.
Namun, tebasan pedang itu bahkan tidak mampu memotong sehelai pun rambut di kepalanya karena pedang tersebut mendadak tertahan dalam cengkeraman cakar naga.
Yang terdengar berikutnya adalah tawa melengking bagaikan iblis, “Ha-ha-ha, bodoh sekali kau. Sekalipun kau memang layak memimpin, detik saat kau menculikku, takdirmu sudah dipastikan hancur lebur…”
Chapter 371 · 6m baca
The Savage Rouses
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter