Sekelompok orang sedang beristirahat di tengah hutan lebat, sementara Long Xingyun, Xie Tianshang, Chu Qingcheng, dan Zhuo Fan sedang memeriksa sebuah peta.
Long Xingyun yang pertama kali membuka suara, "Saudara Zhuo, apakah kau melihat ada yang salah dengan peta ini sehingga kau menyebutnya palsu?"
"Sama sekali tidak. Baik para tawanan maupun petanya, keduanya tidak memiliki cela." Zhuo Fan menggelengkan kepalanya dan tatapannya menajam, "Tetapi, mustahil aku akan menerimanya begitu saja ketika hal bagus seperti ini tiba-tiba jatuh ke pangkuanku. Terlebih lagi untuk sesuatu yang paling kita butuhkan."
Keheningan melingkupi sejenak, lalu Chu Qingcheng memberanikan diri untuk berkata, "Mungkin... kita tidak membutuhkan peta ini. Kita bisa pergi ke arah sebaliknya—"
"Siapa bilang kita tidak membutuhkannya?"
Zhuo Fan menyela sambil tersenyum, "Jika peta ini asli, itu berarti ini adalah sebuah jebakan. Hal inilah yang membuatnya layak untuk dimanfaatkan. Karena mereka telah bersusah payah merancang rencana untuk melawan kita, kita akan mendahului langkah mereka!"
Yang lain tidak mengerti ke arah mana pembicaraan ini bermuara, jadi Zhuo Fan mengeluarkan tiga buah giok pengirim pesan. Ia meninggalkan pesan di atasnya lalu memberikan satu kepada masing-masing dari mereka dengan senyuman licik, "Tunggu selama lima hari, lalu bacalah."
Zhuo Fan melompat berdiri dan memerintahkan, "Dengar baik-baik. Kita bergerak sekarang. Bentuk tiga divisi di sekitar tiga kediaman dan berpencarlah menuju tiga pintu keluar!"
"Berpencar?"
Kenapa membuat kekuatan mereka menjadi semakin lemah dari sebelumnya? Zhuo Fan menyerahkan kunci-kunci pintu keluar dan berkata, "Ya, berpencar! Dengan jumlah kita yang sekarang, sangat mudah bagi musuh untuk melihat kita. Tim-tim yang lebih kecil akan memungkinkan kita bergerak tanpa terdeteksi. Jika terjadi kontak dengan musuh, akan lebih mudah pula untuk melarikan diri dan bersembunyi di antara pepohonan lebat."
Sementara yang lain mengangguk, Chu Qingcheng menarik Zhuo Fan ke samping, "Bagaimana jika peta itu palsu dan pintu keluar tersebut tidak berisi apa pun selain jebakan?"
"Kita tidak akan tahu kecuali kita mencobanya. Kita akhirnya mendapatkan rute pelarian juga. Bahkan jika kita harus bertempur beberapa kali lagi di Gunung Raja Binatang, akan mudah untuk melarikan diri sembari mengurangi jumlah ahli Penyulingan Tulang mereka. Semuanya akan berakhir dengan musnahnya mereka. Inilah taruhan terbaik kita."
Zhuo Fan tersenyum dan beralih ke yang lain, "Setiap tim akan mengirimkan tiga ahli Alam Mendalam Surga untuk melakukan pengintaian tiga puluh mil di depan, dan melaporkan kembali setiap satu jam."
"Dimengerti!" Jawab mereka serempak, dan Zhuo Fan berkata kepada Chu Qingcheng, "Bahkan jika mereka menemui jebakan, mereka bisa mendapatkan peringatan dini."
Sambil memelototinya, Chu Qingcheng menggelengkan kepalanya, [Kau ini penuh dengan trik licik.]
Saat mereka bersiap untuk berangkat, tim Luo Yunhai mengikuti di belakang Kediaman Bunga Melayang tepat saat Long Xingyun membawa kedua tahanan, "Apa yang harus kita lakukan dengan mereka?"
"Lepaskan mereka," ucap Zhuo Fan dingin.
Yang lain menoleh dengan terkejut. Long Xingyun adalah orang yang paling terpengaruh, "Mereka akan membocorkan rencana kita jika mereka tertangkap."
"Itu akan tetap terjadi bagaimanapun caranya. Ingat apa yang terjadi di Rawa Darah Pembunuh? Kita memiliki seorang mata-mata di antara kita. Situasi kedua orang ini sudah dilaporkan kembali. Melepaskan mereka atau tidak sama sekali tidak ada bedanya," desah Zhuo Fan.
Sungguh sebuah kejutan yang telak!
[Bagaimana bisa kita lupa? Kita masih punya seorang mata-mata yang belum ketahuan.] Semua orang saling memandang dengan penuh kecurigaan.
Zhuo Fan berkata, "Ini bukan waktunya untuk memancingnya keluar. Kita akan melakukannya setelah kita kembali ke keselamatan Kota Awan Naga."
"Tapi, adanya mata-mata berarti bahaya besar," wajah Xie Tianshang mengeras.
Zhuo Fan mencibir, "Bahaya apa? Dia hanya akan membocorkan pergerakan kita. Selama kita cukup cepat, informasi apa pun tidak akan ada gunanya dan mereka tidak akan bisa bertindak berdasarkan informasi itu. Sebaliknya, jika kita terus saling curiga sepanjang waktu, itu akan menjadi bencana yang hanya akan menguntungkan mereka. Jadi, bergeraklah. Capai tiga pintu keluar dengan cepat!"
Orang-orang tertegun sejenak, lalu pandangan mereka terhadap pemuda itu semakin meningkat. Mereka tidak pernah tahu bahwa seseorang bisa menghadapi masalah mata-mata dengan cara seperti itu.
Mengabaikannya namun bergerak lebih cepat daripada yang bisa ia laporkan akan sama saja dengan membuatnya tidak berguna.
Cara Zhuo Fan yang berani dalam bertindak bahkan membuat Luo Yunhai, yang berpengalaman di bidang militer, tertegun.
Bahkan Dugu Zhantian tidak memimpin pasukannya dengan keberanian semacam itu.
[Kakak Zhuo adalah seorang pria sejati dengan ambisi besar hingga begitu banyak tokoh hebat mengarahkan pandangan mereka kepadanya.]
"Berangkat! Sampai jumpa di Kota Awan Naga dalam lima hari!" seru Zhuo Fan, dan yang lainnya menjawab dengan penuh semangat pula.
Hanya Chu Qingcheng dan kedua rekannya yang mengetahui maksud sebenarnya.
Pintu keluar terdekat berjarak satu minggu perjalanan, sementara yang terjauh sepuluh hari. Ia berbicara demi kepentingan mereka sendiri, yaitu agar mereka memeriksa giok pengirim pesan lima hari kemudian.
Ketiga orang itu menyadari anggukan kecil dan senyuman di wajah Zhuo Fan.
Kelompok itu pun terbagi menjadi tiga divisi sesuai dengan perintah Zhuo Fan. Mereka bergerak dengan cepat, penasaran untuk melihat apakah mereka atau kebocoran dari sang mata-mata yang akan tiba lebih cepat.
Cara tegas Zhuo Fan dalam menangani mata-mata membuat orang-orang bersemangat dan haus akan pertempuran. Meskipun itu hanyalah sebuah perlombaan untuk mengecoh mata-mata, bagi mereka rasanya seperti bertempur melawan musuh terbesar, dan keluar sebagai pemenang pula.
Mereka mulai merasakan sensasi seolah-olah menguasai segalanya di bawah kaki mereka, memiliki semangat yang tak tergoyahkan, persis seperti Zhuo Fan biasanya. Semua orang bersatu dalam tujuan dan hati!
Cai Xiaoting membawa Sun Yufei yang berwajah pucat pergi. Saat mereka melewati Zhuo Fan, pemuda itu bertanya, "K-kenapa membiarkan kami pergi?"
"Tidak ada alasan. Mungkin aku menunjukkan kebaikan karena kalian pernah merawat Klan Luo di masa-masa awal. Atau mungkin aku ingin melihat penderitaan kalian demi selera humorku yang sakit. Tapi aku akui satu hal, ketika berurusan dengan sampah, membunuh atau membuangnya tidak ada bedanya."
Zhuo Fan juga beranjak pergi, sama sekali tidak mempedulikan mereka.
Cai Xiaoting mendesah dan bergumam, "Terima kasih."
Kemudian ia berjalan pelan-pelan bersama Sun Yufei.
Kebencian yang selama ini merekapegang erat-erat telah sirna, kini tergantikan oleh rasa kesepian.
Mengingat kembali tatapan meremehkan mereka saat Zhuo Fan pertama kali memasuki Klan Cai, semuanya kini tampak seperti lelucon murahan. Pria itu adalah sosok yang benar-benar ambisius dan telah mengabaikan mereka sejak awal. Merekalah yang justru terus mematok tujuan yang semakin tinggi dan tinggi.
Pria itu memiliki visi yang jelas tentang apa yang diinginkannya, tidak pernah berubah, sementara visi mereka terus berubah-ubah.
Ia akhirnya menyadari bahwa delapan tahun lalu ketika Zhuo Fan meninggalkan Gunung Angin Hitam, ia dan ayahnya memang mengagumi bakat pria itu, tetapi tidak pernah benar-benar menaruh rasa hormat. Barulah ia sadar bahwa bahkan ayahnya pun meremehkan Zhuo Fan.
Zhuo Fan memiliki bakat luar biasa yang bahkan tidak bisa disandingkan dengan anggota klan rendahan seperti mereka.
Sambil menghela napas, mereka perlahan menghilang di balik pepohonan...
"Kakak Zhuo, kau tidak ikut dengan kami?" Xue Ningxiang berlari menghampirinya.
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, "Ada sesuatu yang harus kulakukan. Kau dan Klan Xue sebaiknya pergi bersama Kediaman Markas Pedang. Xie Tianyang mungkin tidak bisa diandalkan, tapi kakaknya ada di sana untuk menutupi kekurangannya. Hanya sedikit yang bisa menandinginya, kecuali Huangpu Qingtian. Kau akan aman."
"Oi, apa maksudmu? Siapa yang kau sebut tidak bisa diandalkan? Apa yang pernah kulakukan padamu hingga kau menjelek-jelekkanku di depan Ning'er?" Xie Tianyang merasa kesal dan mencengkeram bahu Ning'er, "Ning'er, jangan khawatir. Tidak ada seorang pun yang akan menyakitimu selama aku ada di sini."
Namun Xue Ningxiang bahkan tidak memedulikan keberadaannya. Matanya terpaku pada Zhuo Fan, suaranya lembut, "Kapan kita akan bertemu lagi?"
"Dalam lima hari!" Zhuo Fan tersenyum.
"Itu sebuah janji. Kau harus datang menemuiku dalam lima hari." Xue Ningxiang mengulurkan Cincin Petir miliknya, "Kau tidak boleh berbohong padaku seperti yang kau lakukan di Pegunungan Segala Binatang."
Sambil tersenyum, Zhuo Fan mengeluarkan Cincin Petirnya sendiri dan menyentuhkannya hingga percikan api beterbangan, "Tidak akan."
Xue Ningxiang tersenyum cerah, menimbulkan rasa benci dan cemburu di hati Xie Tianyang.
Xue Ningxiang kemudian menyeret Xie Tianyang yang tampak kaku kembali ke barisan Kediaman Markas Pedang. Zhuo Fan menggelengkan kepalanya dan pergi ke arah lain saat ia mendengar ratapan Xie Tianyang yang tiada henti.
"Ning'er, biarkan cincin kita bersentuhan juga."
"Tidak!"
"Kenapa? Aku mohon..."
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, lalu menoleh kepada lelaki paruh baya yang mengikuti Klan Luo, "Grandmaster Liu, ikutlah dengan ku. Aku butuh bantuanmu."
Liu Yizhen tersentak, namun langsung bergegas menghampirinya.
Keduanya melesat melewati pepohonan dan tak lama kemudian menghilang. Setengah hari kemudian, mereka berdiri di atas puncak sebuah gunung.
Menikmati pemandangan yang menakjubkan, Zhuo Fan mengambil napas dalam-dalam dan merasa begitu bebas, rileks, dan tenang, "Beban-beban mati itu akhirnya pergi. Aku sudah lama sekali tidak merasa begitu tenang."
Liu Yizhen terselip senyum di dalam hatinya seraya membungkuk, "Dalam Perdebatan Esoteris abad ini, aliansi tiga kediaman hampir tidak melakukan apa pun. Mereka bisa bertahan hanya berkat dukungan Grandmaster Zhuo, sementara mereka justru menahan langkah Anda."
"Kau benar sekali!" Zhuo Fan memiringkan kepalanya sambil tersenyum.
Liu Yizhen menyelidik, "Lalu, Grandmaster Zhuo, apa perintah Anda?"
"Ah, tidak ada perintah. Aku hanya ingin tahu di mana Huangpu Qingtian berada sekarang. Bukankah dia masih punya satu Pil Suci Meluap lagi? Sebaiknya aku mengunjunginya dan mengambil pil itu." Mata Zhuo Fan memancarkan kilau dingin.
Liu Yizhen merasakan hawa dingin merayapi tulang belakangnya...
Chapter 301 · 6m baca
Mole
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter