Whoosh~
Satu sosok putih dan satu sosok hitam mendarat di sebuah lembah, mereka adalah Naga Ganda yang Terhormat.
Menatap rumah kayu di kejauhan, Yang Terhormat Hei Ran tampak muram, "Laporan mengatakan bahwa nona muda Aliansi Luo melakukan kontak dengan Baili Jingwei di sini."
"Sumber informasinya valid, jadi ini pasti benar."
Yang Terhormat Bai Mei mengangguk, "Kita telah bertindak tegas, namun sangat disayangkan Aliansi Luo menempuh jalan seperti ini. Demi Luo Yunhai, mereka bahkan berpihak pada Baili Jingwei dan mengkhianati tanah barat!"
"Bagaimana pun juga, pengkhianatan tidak bisa ditoleransi. Mari kita lihat apa alasan mereka saat tertangkap basah!"
Yang Terhormat Hei Ran menatap tajam ke depan.
Pintu rumah itu terbuka, dengan Luo Yunchang menjulurkan kepalanya dan melihat sekeliling. Ia memberikan isyarat untuk membuat celah agar bisa menyelinap keluar, diikuti oleh Zhuge Changfeng dan yang lainnya. Mereka memastikan untuk menyegel kembali penghalang itu setelahnya.
Ucapan Yang Terhormat Hei Ran dipenuhi dengan kebencian, "Mereka pasti menyembunyikan sesuatu sampai-sampai harus memasang penghalang. Huh, rumah ini sangat mencurigakan. Mata-mata dari wilayah pusat pasti ada di dalam!"
"Aku setuju. Ayo kita tangkap dia!" Yang Terhormat Bai Mei melesat maju disusul oleh Yang Terhormat Hei Ran di belakangnya.
Whoosh~
Keduanya menghadang kelompok Luo Yunchang saat mereka hendak pergi, membuat mereka terkejut.
Hal ini semakin memperkuat kecurigaan mereka.
Luo Yunchang tersenyum cerah, "Yang Terhormat, Anda membuat kami terkejut karena muncul begitu saja, ha-ha-ha..."
"Tentu saja kalian tidak pernah menyangka kami akan datang, karena kalian tidak ingin rencana jahat kalian terbongkar." Yang Terhormat Hei Ran mencemooh.
Mata Luo Yunchang berputar kebingungan, "Apa maksud Tuan Yang Terhormat? Aku tidak mengerti."
"Kalau begitu, biarkan aku perjelas!"
Yang Terhormat Bai Mei berbicara dengan tegas, "Kakakmu berada di tangan musuh, jadi kalian ingin membuat kesepakatan dengan mereka dan menjual tanah barat demi keselamatan Luo Yunhai. Benar begitu? Rumah ini pasti menyembunyikan mata-mata wilayah pusat!"
Mulut Luo Yunchang bergetar, namun kemudian ia membentak, mengamuk bagaikan sesosok banaspati dari neraka, "Ya, aku ingin Yunhai kembali hidup-hidup berapa pun harganya, bahkan jika itu harus mengorbankan tanah barat kalian yang berharga. Bisakah kalian menyalahkanku? Kakakku telah bekerja keras demi tanah barat, setia dan terhormat. Sekarang setelah sebuah kejahatan dituduhkan padanya, kalian tidak melakukan apa pun, membiarkan musuh membawanya. Dan sekarang kalian muncul menuduhku menjual tanah barat? Kalianlah yang menjual kakakku terlebih dahulu!"
"Luo Yunchang, kau berpikiran sempit! Wilayah pusatlah yang menjebak Luo Yunhai, bukan kami. Demi kebaikan tanah barat, dia telah memberikan hidupnya dengan terhormat. Dan apa yang kau lakukan? Kau mencoreng pengorbanannya yang mulia. Apakah dia akan bahagia diselamatkan dengan cara seperti ini?"
"Kalian tidak punya saudara, jadi bagaimana kalian bisa tahu dia tidak akan senang bisa kembali? Lagi pula, kehormatan dan kesopanannya bukan berarti dia harus membunuh dirinya sendiri demi orang-orang bodoh seperti kalian. Berhenti mencoba mengikatnya dengan kehormatan dan kebenaran. Karakter mulia dan benar dari Klan Luo berada di dalam hati kami, bukan sebagai medali di dada kami. Ketika kehormatan menjadi belenggu bagi klan kami, sebuah tuduhan tidak adil bagi kami, pada hari itulah kami akan mengubah taktik, membumihanguskan segalanya. Aku tidak peduli sedikit pun dengan orang-orang di tanah barat. Apa pun kulakukan demi mendapatkan kakakku kembali! Kalian bisa bertahan hidup, tapi kami tidak!"
Luo Yunchang mencurahkan segala kepedihan dan kesedihan di dalam hatinya.
Yang Terhormat Bai Mei mengangkat tangannya dengan geram, "Aku tidak di sini untuk membuang-buang waktu meladeni wanita picik. Aku datang untuk menangkap mata-mata wilayah pusat dan kalian semua juga harus ikut ke Kediaman Naga Ganda untuk menunjukkan kebenaran kepada seluruh tanah barat!"
Yang Terhormat Bai Mei berjalan ke arah pintu dan berteriak, "Dengarkan baik-baik, siapa pun kau, keluarlah sekarang atau akan kupaksa kau keluar, dengan penuh rasa sakit!"
"Hoh, para Yang Terhormat tanah barat ini begitu bersemangat. Siapa pun bisa menduduki takhta tanpa pesaing nyata, rupanya. Kalian berdua harus bekerja sama untuk melawan seorang Raja Pedang, namun tidak ada apa-apanya di wilayah pusat. Sementara di tanah barat, kalian berlenggak-lenggok bagaikan raja. Tanah barat benar-benar sudah habis, ha-ha-ha..."
Ding~
Suara petikan kecapi terdengar seiring terucapnya kata-kata pedas tersebut.
Hati sang Yang Terhormat mencelos, menjadi suram, "S-siapa kau?"
Petikan kecapi itu semakin mengeras dan rumah kayu tersebut meledak, disertai energi pedang yang melesat ke arah keduanya.
Keduanya bekerja sama menghadapi serangan tersebut, mengerahkan seluruh kekuatan mereka di depan untuk menahan. Namun, lebih banyak pedang bermunculan, menebas ke depan dan langsung menembus langit, membuatnya bergemuruh.
"Tujuh Nada Pedang Samar!"
Keduanya berseru, "Raja Pedang Kecapi, Liu Mubai?"
Alunan musik itu berubah menjadi lembut sementara Liu Mubai tersenyum, memainkan kecapinya. Namun senyumannya menyiratkan rasa jijik.
"Kalian terlalu memujiku. Ada apa dengan tuntutan kalian tadi? Bukankah kalian menyuruhku keluar atau aku akan merasakan sakit? Ha-ha-ha, nah, aku sudah di sini. Aku ingin tahu, bagaimana cara kalian membuatku menderita?"
Keduanya bergidik dalam keheningan.
Mata-mata yang mereka cari ternyata adalah seorang Raja Pedang! Bertarung bersama pun hanya akan berakhir dengan hasil imbang, tidak mampu menjatuhkannya.
"Luo Yunchang, kau benar-benar berani membawa seorang Raja Pedang ke tanah barat. Apakah kau tidak menyadari risikonya?" Yang Terhormat Bai Mei mendelik tajam, "Apa yang telah kau perbuat?"
Luo Yunchang mengangkat sebelah alisnya sambil mencibir.
Raja Pedang Kecapi tersenyum, "Sebagai seorang Raja Pedang, setiap tindakan memiliki implikasi yang berat. Aku datang ke sini bukan untuk berbantah-bantahan, melainkan untuk kalian berdua. Terimalah takdir dengan tenang dan matilah, ha-ha-ha..."
"Hanya kau?" Keduanya mencemooh saat mereka mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki.
Raja Pedang Kecapi berkata, "Oh, bukan hanya aku, tentu saja dengan bantuan Klan Luo juga. Sejak aku masuk, yang lain menyusul, ha-ha-ha. Terus terang, aku membawa satu juta prajurit berpengalaman jauh ke dalam markas kalian untuk menyerbu Kediaman Naga Ganda. Begitu tempat itu jatuh, tanah barat akan kehilangan pemimpinnya, menjadi mangsa empuk bagi sepuluh juta pasukan di luar saat kita berkoordinasi untuk meruntuhkan tanah barat. Ini adalah rencana Perdana Menteri Baili untuk melumpuhkan kepala. Menurut kalian berapa lama waktu yang dibutuhkan? Seminggu? Atau mungkin kurang?"
"Apa?!"
Naga Ganda yang Terhormat berseru kaget, sempat-sempatnya mengutuk Luo Yunchang, "Kau wanita bodoh! Kau telah membawa malapetaka bagi kita semua!"
Para Yang Terhormat berlari menuju Kediaman Naga Ganda, berharap dapat mempertahankan kekuatan Kediaman Naga Ganda sebelum rencana itu berhasil dan mengumpulkan kekuatan tanah barat untuk melakukan pertahanan.
Raja Pedang Kecapi menyaksikan kepergian mereka, tepat saat kobaran api keemasan yang dahsyat menghalangi jalur mereka.
[Raja Pedang yang lain?]
Hati keduanya mencelos, mendapati sosok yang akrab di hadapan mereka, "Kau?"
"Ye Lin dari Sekte Kejelasan Mutlak, siap melayani!"
Matanya bersinar dengan kilatan keemasan saat Ye Lin memancarkan kekuatan mengerikan yang setara dengan tingkat Raja Pedang, "Yang Terhormat, sudah lama kita tidak bertemu. Jika kalian penasaran, akulah yang membocorkan informasi bahwa Klan Luo mengadakan pembicaraan rahasia di sini."
Yang Terhormat melirik ke arah Raja Pedang Kecapi di belakang dan Ye Lin di depan, menyadari bahwa mereka telah dijebak dan rasa takut pun merayap.
"Kalian memancing kami keluar ke sini untuk menahan kami agar Baili Jingwei berhasil!"
"Itu adalah rencana Perdana Menteri Baili!" Raja Pedang Kecapi terkekeh.
Para Yang Terhormat berada dalam keputusasaan, beralih menatap Ye Lin dengan bingung, "Kau sudah menghilang selama seratus tahun. Bagaimana bisa kau berakhir membantu Kekaisaran Bintang Pedang lagi?"
"Yang Terhormat, aku tidak pernah melakukan hal itu."
"Lalu kenapa menghentikan kami..."
"Ini adalah kehendak Penguasa Istana Iblis!"
Ye Lin menyeringai, "Akan kukatakan terus terang. Aku adalah salah satu dari tiga utusan Istana Iblis, Utusan Iblis Matahari. Dan ini adalah tindakan Istana Iblis, terlepas dari Baili Jingwei!"
Para Yang Terhormat bergidik, mata mereka terpaku dalam keraguan.
[Sialan, Baili Jingwei saja sudah merepotkan, sekarang Istana Iblis ikut campur. Kekuatan bawah tanah terbesar dan kekuatan terbesar yang diketahui bertindak secara bersamaan, dan sebenarnya untuk apa?]
Chapter 1152 · 5m baca
Devil Palace’s Actions
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter