Hu~
Angin berembus seram melintasi dunia, menanamkan rasa takut di lubuk hati setiap makhluk hidup. Murong Xue bahkan sempat tersentak mundur saking kuatnya aura itu.
Adapun anak-anak, wajah mereka langsung pucat pasi, sekujur tubuh mereka gemetar ketakutan. Paman buta yang kelihatannya berada di Alam Surga Mendalam itu ternyata berada di level yang sama dengan Danqing Shen.
[Apakah dia satu lagi ahli setingkat Raja Pedang?]
Namun, sekeras apa pun mereka memutar otak, tidak ada sosok ahli buta seperti itu yang terlintas di pikiran mereka. Tambahan terbaru yang mereka tahu hanyalah Raja Pedang Lengan Tunggal.
Luo Sifan terkesiap melihat sosok Zhuo Fan yang kejam.
[Paman buta benar-benar penuh dengan kejutan...]
Danqing Shen tahu bahwa Zhuo Fan berada di level yang sama dengannya dan tidak bisa dianggap remeh. Ia merasa tegang menghadapi lawan yang setara ini.
Meskipun itu masih jauh dari kata membuatnya takut.
"Kau melakukan dalam waktu seratus tahun apa yang butuh waktu seribu tahun bagiku. Zhuo Fan, kau adalah jenius yang tiada duanya. Kau mungkin berada di levelku, tetapi pertarungan kita hanya akan berakhir imbang. Aku tahu sebagian besar kekuatanmu berada di mata-mata itu. Aku mungkin tidak mengerti alasannya, tapi jelas kau tidak bisa menggunakannya sekarang. Kau tidak punya peluang untuk menghentikanku dengan kondisi sepertimu saat ini."
Danqing Shen melompat dan mengarahkan dua jarinya ke langit. Menyusul suara gemuruh yang dalam, langit runtuh dan raungan menggema, dengan para naga berkumpul di ujung jarinya.
Kekuatan yang tiada bandingannya jatuh dari langit, daya hancur yang menyelimuti seluruh area.
Murong Xue berkucuran keringat. Anak-anak itu dilanda kepanikan.
[Apakah ini kekuatan seorang Raja Pedang? Kami belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, bahkan dari puluhan ahli Genesis yang bergabung.]
[Semua Raja Pedang berada di luar nalar manusia. Tapi, bisakah paman buta menghentikannya...]
Ketiga anak itu menoleh ke arah Zhuo Fan dengan penuh harapan, hanya untuk mendapati pria itu tetap tenang seperti biasa.
Mereka memikirkan kemungkinan terburuk.
[Bahkan dia pun ketakutan setengah mati di hadapan kekuatan Danqing Shen?]
Whoosh~
Zhuo Fan lenyap di saat berikutnya, tahu-tahu sudah muncul sejauh satu meter dari Danqing Shen.
[Kenapa dia begitu cepat?]
Danqing Shen yang tadinya tenang berubah panik. Serangan yang tengah ia kumpulkan di jemarinya langsung ditebaskan ke arah Zhuo Fan dengan sentakan pergelangan tangannya.
Zhuo Fan tidak bisa menghindar pada jarak sedekat ini, dan harus menerima hantaman telak dari serangan itu. Raja Pedang mana pun tidak akan pernah mau menerima serangan semacam itu secara langsung, karena itu akan melumpuhkan mereka.
Namun...
Whoosh!
Tangan kanan Zhuo Fan memancarkan cahaya merah darah lalu mencengkeram.
Bam!
Disertai raungan ribuan naga, serangan itu membawa kekuatan langit dan naga saat menerjang Zhuo Fan. Tetapi Zhuo Fan sekadar menangkapnya dengan tangan Qilin miliknya.
Gemuruh itu semakin intens, benturan tersebut memancarkan cahaya menyilaukan ke segala penjuru, disertai gelombang kejut yang dahsyat. Guncangan itu meremukkan bumi, menggetarkan langit, dan meruntuhkan gunung-gunung. Para penonton benar-benar kewalahan.
[Apakah ini benturan antar Raja Pedang? Ini gila! Ada apa dengan guncangan hebat ini? Apakah dunia ini akan kiamat?]
Danqing Shen sama terkejutnya, "Bagaimana bisa kau menahan pedangku dengan... satu tangan..."
Api keemasan meledak dari lengan itu, memotong kata-katanya. Nyala api tersebut menyelimuti gelombang pedang, memunculkan lolongan para naga, sementara lengan Qilin itu meremas. Gelombang pedang yang begitu kuat dilahap habis dalam sekejap oleh ledakan api keemasan.
Sementara sisa-sisa kekuatan naga di dunia sekitar mereka perlahan memudar.
"Seni Pedang Pemusnah?" seru Danqing Shen.
Kemudian kilatan merah menyambar di udara dan kekuatan dahsyat menghantam ke arahnya. Zhuo Fan hanya menebaskannya sekilas, tetapi gelombang merah itu terasa seperti kematian bagi Danqing Shen.
Boom!
Serangan itu melesat ke langit, melenyapkan segala sesuatu sejauh seribu mil di jalurnya. Pemandangan pegunungan di sekitar Air Terjun Pedang berubah menjadi gurun dalam sekejap.
Anak-anak itu menonton dengan mulut menganga saat debu mengepul di udara. Lanskap di sekitar mereka berubah total, guncangan itu hampir membuat jantung mereka berhenti berdetak.
Murong Xue tidak mampu mempercayai keberadaan kekuatan sebesar itu dan menelan ludah.
Iblis licik dari seratus tahun lalu kini telah menjelma menjadi seorang Penguasa Iblis. Siapa yang mampu melawannya?
Rambut putih Danqing Shen berkibar ditiup angin. Zhuo Fan menarik kembali tangannya dari sisi wajahnya dan berkata, "Dan Tua, aku mungkin tidak memiliki mataku, namun keahlianku tetap ada. Sekarang, bisakah kau berbalik?"
"Seni Pedang Membumbung?"
Danqing Shen balas menatap dengan tatapan kosong. Senyumnya berubah pahit, "Ya, aku bisa. Aku tidak punya cara untuk membunuh Luo Yunhai. Tidak ada peluang bagiku saat aku dihentikan oleh seseorang yang menguasai tiga seni pedang dewa dengan sempurna. Tidak ada... sama sekali..."
Danqing Shen tampak begitu terpukul dan nelangsa, lalu pergi dengan bahu yang merosot.
"Zhuo Fan, kau memang pantas mendapatkan Pedang Menjulang."
Dan dia pun pergi, kembali ke area pusat.
Zhuo Fan terlalu kuat untuk dikalahkannya. Serangan pertama menghentikannya, tetapi serangan berikutnya akan menghabisinya.
[Bocah itu telah menjadi Pedang Tak Terkalahkan kedua, ha-ha-ha...]
Zhuo Fan mendarat sambil memperhatikan kepergian Danqing Shen. Murong Xue tidak lagi tampak tenang, tubuhnya gemetar bagai sehelai daun.
"Empat pedang dewa yang hilang itu akhirnya jatuh ke tanganmu seratus tahun yang lalu?"
"Ya, dan tidak juga. Kau akan tahu pada waktunya."
Zhuo Fan berjalan kembali ke pondok. Anak-anak itu terdiam karena ketakutan, bahkan masih menggigil.
Zhuo Fan menepuk kepala gadis kecil itu, "Sekarang sudah tidak apa-apa. Kembalilah pada ayahmu. Danqing Shen sudah dipukul mundur, jadi suruh dia tenang saja."
"Uh, baiklah..." Luo Sifan mengangguk.
Zhuo Fan tersenyum dan menepuk kepalanya sekali lagi sebelum berjalan ke sisi Li Jingtian. Ia memeriksa luka-luka mereka lalu mengangguk, "Nona Murong tidak pelit dengan obatnya, menggunakan pil tingkat 10. Dalam seminggu, mereka seharusnya sudah sadar dan pulih dalam sebulan."
"Aku tidak pernah pelit terhadap pasienku. Tapi ini juga karena Danqing Shen tidak berniat menghabisi mereka dan menghancurkan semangat mereka, kalau tidak, situasinya tidak akan semudah ini."
"Dan Tua adalah orang yang lurus, tetapi di dunia kita, terkadang kau terpaksa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsipmu, ha-ha-ha..." Zhuo Fan tertawa, "Mungkin dia memang menginginkan kekalahan ini."
"Benarkah? Aku tidak melihatnya sengaja mengalah."
"Kau tidak bisa membohongi keinginan hatimu yang sebenarnya. Inilah cara Dan Tua." Zhuo Fan tersenyum.
Murong Xue merenungkan perkataan itu.
Luo Sifan memberanikan diri untuk bertanya, "Paman buta, apakah kau dan Aliansi Luo memiliki masa lalu?"
"Ha-ha, mungkin saja ada."
Zhuo Fan tersenyum tipis, lalu secarik batu giok melesat ke tangannya. Setelah membacanya dengan teliti, ekspresinya mengeras, "Gadis kecil, jangan bicarakan hal ini kepada siapapun tentang hari ini. Bersikaplah seolah-olah kau tidak pernah melihatku. Ketika para tetua itu sadar, bawa mereka dan pergi, mengerti?"
Semua orang tertegun.
[Ada apa ini? Kenapa situasinya tiba-tiba berubah...]
Chapter 1135 · 4m baca
Still Have the Skill
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter