Leon menatap golem reruntuhan yang telah bermutasi itu dengan ekspresi tenang, hampir tanpa emosi, pedangnya sudah teracung dan siap ditebas.
Efek dari [Vision Enhancement] masih aktif, membuat dunia di sekelilingnya terlihat begitu tajam—tapi tidak untuk waktu lama. Paling lama, dia hanya punya waktu lima belas detik tersisa.
Tanpa kemampuan itu, menghindar akan menjadi jauh lebih sulit.
Terutama menghadapi monster seperti ini.
’Sebagian besar kekuatan tempurnya mungkin berasal dari kekuatan fisik dan ketahanan tubuh murni,’ pikir Leon. ’Kelincahannya pasti masih rendah.’
Strong Fireball!
Leon mengentakkan tangannya ke depan dan meluncurkan bola api yang menyala-nyala tepat ke arah golem mutasi itu.
Makhluk besar itu bereaksi seketika. Ia mengangkat kedua lengan batunya yang diperkuat dan menyilangkannya di depan tubuhnya.
DUARR!
Bola api itu meledak di hadapan pertahanannya, kobaran api menyebar ke mana-mana, namun saat asapnya memudar, sang golem masih tetap berdiri kokoh.
“...Sialan.”
Wusss!
Golem mutasi itu menekuk lututnya dan melompat ke depan dengan kekuatan yang mengerikan, menempuh jarak di antara mereka dalam sekali loncatan. Lengan besarnya mengayun ke bawah, tujuannya bukan untuk memukul—tetapi untuk mencengkeram.
“Masih mencoba melemparku ke dalam cairan itu, ya?” Mata Leon menyipit tajam. “Nggak bakal semudah itu.”
Berkat [Vision Enhancement], Leon bisa melihat dengan jelas lintasan serangan tersebut. Monster itu memang kuat, namun gerakannya lamban dan mudah ditebak.
Leon melompat ke samping, lalu langsung bergerak memutar ke belakangnya.
Sabetan!
Pedangnya menghantam kepala golem itu dengan kekuatan penuh.
KRAK!
Retakan dalam menyebar di permukaan batu tempat Leon mendarat. Gema benturan itu bergemuruh di dalam ruangan.
Itu memang belum cukup untuk membunuhnya, tapi sudah cukup untuk membuktikan satu hal penting.
’Aku bisa melukainya.’
Itu saja sudah lebih dari cukup.
Bruk!
Golem itu berputar dan menghantamkan tinjunya ke arah Leon, berusaha menghancurkannya berkeping-keping.
Leon melangkah mundur dengan santai, menghindari serangan itu persis seperti sebelumnya.
Selama beberapa detik, jual beli serangan itu terus berlanjut.
Golem mutasi tersebut menyerang tanpa henti, mengayunkan lengannya, menghentakkan tanah, serta menerjang lagi dan lagi, mati-matian berusaha menangkap manusia di hadapannya.
Namun tak satupun serangannya yang mengenai sasaran.
Leon bergerak dengan mulus, menghindari setiap hantaman dengan selisih jarak yang tipis, gerakannya begitu presisi dan terkendali. Dengan [Vision Enhancement] yang aktif, setiap gerakan sang golem terasa begitu lambat.
Melihat celah, Leon kembali maju sekali lagi.
Sabetan!
Ia menghantam area retakan yang sama di kepala golem tersebut, memperdalam retakan yang sudah ada.
Golem itu langsung bereaksi, mengangkat kedua lengannya untuk melindungi kepalanya.
Itulah yang sudah ditunggu-tunggu oleh Leon.
Tepat pada detik terakhir, ia mengubah posisinya.
Strong Fireball!
DUARR!
Sihir itu meledak tepat di sisi tubuh golem yang tak terlindungi.
Sepertiga bagian tubuhnya hancur berkeping-keping, serpihan batu berhamburan ke seluruh ruangan.
Golem mutasi itu terhuyung-huyung.
Leon sama sekali tidak ragu.
Sabetan!
Pedangnya melesat, memotong bersih struktur tubuh yang sudah melemah itu.
Golem tersebut ambruk, tubuh masifnya runtuh menjadi tumpukan reruntuhan tak bernyawa.
Tring!
[Kamu telah mengalahkan x3 “Ruins Golem” dan mendapatkan 900 poin pengalaman.]
[Kamu telah mengalahkan “Ruins Golem (Mutated)” dan mendapatkan 700 poin pengalaman.]
[100% Drop Rate telah aktif, item telah otomatis dimasukkan ke dalam ruang penyimpananmu.]
“Bagus.”
Leon mengembuskan napas pelan.
Pertarungan tadi saja sudah memberinya pengalaman dalam jumlah besar. Dia sekarang hanya butuh beberapa monster lagi untuk naik level.
Lebih penting lagi, ruang penyimpanannya kini dipenuhi oleh item-item baru.
[Ruins Golem Essence x3: Mengonsumsi akan meningkatkan Kekuatan (Strength) sebesar 5.]
[Mutated Ruins Golem Essence: +7 Kekuatan (Strength) dan +5 Konstitusi (Constitution).]
[Ruins Golem Armor x4 (Rare): +100 Konstitusi (Constitution), +80 Kekuatan (Strength), -25 Kelincahan (Agility).]
“Oh?”
Leon tidak membuang waktu.
Ia langsung menelan semua esensi tersebut.
Sensasi hangat menyebar ke seluruh tubuhnya seiring otot dan tulangnya yang terasa semakin padat serta kuat.
Kemudian pandangannya beralih ke bagian armor.
Sekilas saja sudah jelas kalau armor ini jauh lebih unggul dari yang ia kenakan saat ini—bahkan pada level 1 sekalipun.
Penalti kelincahannya bukanlah sebuah kekurangan. Armor berat selalu datang dengan harga yang setimpal.
Leon sama sekali tidak ragu.
Wusss!
[Kamu telah mengonsumsi dua peralatan yang identik... peningkatan berhasil!]
Ia meningkatkan armor tersebut dua kali, menciptakan dua buah item unggulan yang identik.
Lalu, tanpa berhenti, ia mendorongnya lebih jauh.
Wusss!
[Peningkatan berhasil!]
“Yes!”
Jika peningkatan tadi gagal, kedua armor itu pasti sudah hancur berkeping-keping.
Tapi keberuntungan sedang berpihak pada Leon.
[Ruins Golem Armor +3 (Rare): +250 Konstitusi (Constitution), +150 Kekuatan (Strength), -10 Kelincahan (Agility).]
Peningkatan stat-nya sangat masif. Bukan cuma status dasarnya yang meroket, bahkan penalti kelincahannya pun berkurang.
Itulah kekuatan sesungguhnya dari perlengkapan yang telah ditingkatkan.
Leon segera melepas [Poison Mushroom Armor +2] milikny dan mengenakan armor yang baru.
Begitu ia memakainya, ia bisa langsung merasakan perbedaannya.
Tubuhnya terasa lebih berat, namun juga jauh lebih kokoh.
Konstitusinya sekarang begitu tinggi sehingga ia mungkin bisa menahan serangan telak dari sebagian besar monster di dungeon ini.
Ia melirik kekuatan tempurnya.
[Kekuatan Tempur: 1.204 (+1370)]
Kekuatan tempurnya secara resmi telah melampaui angka 2.500.
“Aku mendapatkan tambahan lebih dari 500 kekuatan tempur dalam sekejap,” gumam Leon sambil menyeringai. “Dungeon tingkat kesulitan tinggi memang yang terbaik.”
Setelah membereskan para golem, Leon melanjutkan perjalanannya ke depan.
Di hadapannya berdiri sebuah gerbang besar.
Ada jalur-jalur lain yang bercabang ke sisi-sisi ruangan, masing-masing mengarah lebih dalam ke dalam reruntuhan, namun Leon tidak repot-repot memilih dengan teliti.
Ia tidak datang untuk terburu-buru mencari jalan keluar.
Ia berada di sini untuk menjadi lebih kuat.
Leon melewati gerbang tersebut dan memasuki sebuah koridor panjang.
Lorong itu diterangi secara samar oleh obor-obor yang berkedip-kedip di dinding batu. Bayangan menari-nari di sepanjang lantai saat Leon melangkah maju dengan tenang.
Lalu—
Wusss!
Sebuah bola api melesat keluar dari kegelapan di depan.
Leon langsung melangkah ke samping, sihir itu melintas tepat di sisinya dan meledak menghantam dinding.
Ia bereaksi tanpa keraguan.
Strong Fireball!
DUARR!
Bola apinya melesat maju dan meledak jauh di dalam lorong.
Tring!
[Kamu telah mengalahkan “Skeleton Magician (Level 10)” dan mendapatkan 250 poin pengalaman.]
[100% Drop Rate telah aktif...]
“...Bahkan aku tidak sempat melihat wujudnya.”
Leon melangkah maju dan memeriksa item yang dijatuhkan.
[Skeleton Magician Essence: Mengonsumsi akan meningkatkan Spirit sebesar 5.]
[Skeleton Staff (Uncommon): +100 Spirit. Syarat: Minimal menguasai satu sihir.]
[Skill Stone]
“Wah, mantap.”
Musuh tunggal ini menjatuhkan jauh lebih banyak dari perkiraannya.
Leon justru berharap bisa menemui lebih banyak lagi dari mereka.
Dan seolah dungeon itu mendengar isi hatinya—
Wusss!
Obor-obor di ujung lorong menyala terang seketika.
Tujuh sosok melangkah keluar dari kegelapan.
Tujuh penyihir kerangka (skeleton magician).
Masing-masing memegang tongkat, semuanya mengarah lurus ke arah Leon.
“...Sial.”
[Skeleton Magician]
[Level: 10]
[Kekuatan Tempur: 1.600]
[Detail: Kerangka yang telah mempelajari sihir tingkat rendah karena merasa bosan setelah terjebak di reruntuhan ini untuk waktu yang sangat lama.]
Fireball! Lightning Strike!
Ketujuh penyihir kerangka itu menembakkan sihir mereka secara bersamaan, membanjiri lorong dengan api yang berkobar dan sambaran petir yang menyambar-nyambar.
Ekspresi Leon sama sekali tidak berubah.
Ia berlari kencang ke depan, memanfaatkan dinding lorong yang sempit untuk keuntungannya, melompat dan berguling menghindari sihir yang datang dengan gerakan presisi.
Para kerangka itu sempat tertegun, jelas-jelas terkejut.
Sebelum waktu cooldown mereka selesai—
Strong Fireball!
Leon mengangkat tongkat kerangka yang baru saja ia dapatkan di tangan kiri dan mengarahkannya ke depan.
Bola api yang ia luncurkan kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
DUARR!
Ledakan itu melahap kelompok tersebut.
Ledakan itu begitu dahsyat hingga hampir seluruh penyihir kerangka hancur seketika.
Saat asapnya menipis, hanya tersisa dua ekor saja.
Mereka bahkan nyaris tidak sempat bereaksi.
Leon sudah berada tepat di hadapan mereka.
Sabetan!
Pedangnya kilat menyambar dua kali.
Kedua kerangka itu ambruk, tengkorak mereka terpenggal bersih.
Tring!
[Kamu telah mengalahkan x7 “Skeleton Magician” dan mendapatkan 1.750 poin pengalaman.]
[100% Drop Rate telah aktif...]
Tring!
[Selamat, kamu telah naik ke Level 8!]
[Kamu mendapatkan 5 poin untuk semua atribut dan 5 poin bebas untuk dibagikan.]
Leon mengembuskan napas perlahan.
Selain poin pengalaman, para kerangka itu menjatuhkan [Skeleton Staff x7], [Skill Stones x7], dan [Skeleton Magician Essence x7].
Setiap satu dari mereka menjatuhkan item yang persis sama.
Leon sedikit terkejut karena tidak ada satupun gulungan sihir (scroll) yang muncul, tapi bakat miliknya tidak bisa memaksakan drop yang memang tidak ada.
Ia mengonsumsi semua esensi tersebut, meningkatkan spirit miliknya sebesar 40 poin.
Kemudian ia mulai menggabungkan tongkat-tongkat itu.
Tiga dari empat kali proses penggabungan berhasil, memberikannya sebuah [Skeleton Staff +2].
Ia tidak berhenti sampai di situ.
Wusss! Tring!
[Peningkatan berhasil!]
“Bagus.”
[Skeleton Staff +3 (Uncommon): +300 Spirit.]
Itu adalah senjata yang sangat dasar.
Tanpa efek khusus. Tanpa skill. Hanya tambahan spirit murni.
Tapi Leon tidak keberatan.
Peningkatan 300 spirit itu sangat luar biasa, secara langsung mendongkrak ratusan poin kekuatan tempur.
Leon menggenggam tongkat itu di tangan kirinya dan [Flame Tail Sword] di tangan kanannya.
“Aku tidak terbiasa bertarung menggunakan pedang sekaligus tongkat,” gumamnya. “Tapi aku akan bisa mengatasinya.”
Dengan itu, Leon melangkah maju sekali lagi.
Masuk lebih dalam ke dalam [Wild Ruins]. Tak sabar untuk melihat kejutan apalagi yang disiapkan oleh tingkat kesulitan [Hard] untuknya.
Chapter 21 · 6m baca
Mutated Ruins Golem, Acquiring The First Staff
by Champion_Dreamer
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter