Online Game: I Have A 100% Drop Rate - Chapter 22 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 22 · 5m baca

Level 9, Reaching the End of the Wild Ruins

by Champion_Dreamer

Sekarang kekuatan tempur Leon telah melampaui 3.000, dia tidak lagi terlalu takut pada monster di dalam [Wild Ruins], bahkan pada tingkat kesulitan [Hard].

Saat dia menyusuri lorong batu panjang lainnya, dia dengan santai melirik item-item di ruang penyimpanan miliknya, perhatiannya tertuju pada [Skill Stones x8].

“Mari kita lihat…”

Meningkatkan [Vision Enhancement] atau [Appraisal] masing-masing membutuhkan 3 batu skill.

[Strong Fireball] membutuhkan 5. Dan [Lightning Strike] membutuhkan 7 batu yang lumayan banyak.

Leon tidak ragu-ragu terlalu lama.

Jika dia menginginkan efisiensi, dia harus memilih opsi yang memberikannya nilai keseluruhan paling tinggi.

Ding!

[Selamat, kamu telah meningkatkan “Strong Fireball (Level 4)” menjadi “Strong Fireball (Level 5)”]

Ding!

[Selamat, kamu telah meningkatkan “Vision Enhancement (Level 3)” menjadi “Vision Enhancement (Level 4)”]

Leon segera memeriksa deskripsi yang telah diperbarui.

[Vision Enhancement (Level 4): Mengonsumsi sejumlah Spirit tertentu untuk meningkatkan penglihatan dinamis selama 60 detik, waktu cooldown 2 menit.]

[Strong Fireball (Level 5): Fokuskan Spirit milikmu dan padatkan menjadi bola api yang sangat kuat untuk menghantam target dan berpotensi memberikan efek “Burn.”]

“Bagus.”

Leon mengangguk puas.

Level skill ini sudah sangat tidak masuk akal bagi seseorang yang masih berada di fase [Novice Village].

Sebagian besar pemain bahkan tidak akan bermimpi memiliki skill ofensif level 5 pada tahap ini. Namun, Leon masih belum puas.

Dia tahu ini bahkan belum mendekati batas kemampuannya.

Bagaimanapun, bahkan monster level 10 tidak lagi mampu bertahan dari satu serangan langsung bola apinya. Itu saja sudah menjadi bukti betapa luar biasa kekuatannya sekarang.

Dengan tongkat kerangka yang telah ditingkatkan di tangan kirinya dan [Flame Tail Sword] di tangan kanannya, Leon mencapai ujung lorong tempat dia sebelumnya melawan para penyihir kerangka.

Memegang dua senjata sekaligus masih terasa aneh baginya.

Dia sudah terbiasa memegang pedang yang memperkuat sihirnya, bukan membagi fokus antara bilah pedang dan tongkat.

Meski begitu, dia tahu pengaturan ini bersifat sementara.

Begitu dia mendapatkan item-item yang benar-benar diinginkannya, gaya bertarung yang canggung ini akan hilang.

Leon melangkah maju, lalu tertegun.

“Huh?”

Apa yang muncul di hadapannya sangat berbeda dari apa yang dia duga.

Pada tingkat kesulitan [Easy] dan [Normal], [Wild Ruins] tetap berada di dalam ruangan dari awal sampai akhir: aula batu, kamar, jembatan, dan struktur bawah tanah.

Tapi sekarang? Leon berada di luar ruangan.

Di hadapannya terbentang sebuah hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon menjulang tinggi dan akar-akar yang saling melilit.

Sinar matahari menembus dedaunan di atas, melemparkan bayangan berpola di atas tanah. Udara terasa hidup, dipenuhi oleh energi spiritual yang samar.

“Ini tidak normal…” gumam Leon.

Dia menggaruk dagunya dengan ringan.

“Jangan-jangan… bahkan bosnya pun berbeda?”

Tata letak dungeon telah jauh menyimpang dari apa yang diingikannya. Monster-monster di sini lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih agresif.

Pada tingkat [Easy] dan [Normal], bos terakhir selalu berupa [Ruins Guardian], dengan kekuatannya yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dipilih.

Namun di kehidupan masa lalu Leon, banyak pemain berspekulasi bahwa [Ruins Guardian] bukanlah penguasa sejati dari [Wild Forest].

Mereka percaya ada sesuatu yang lebih kuat yang eksis, tetapi tidak dapat dijangkau.

Sebagian besar berasumsi bahwa makhluk itu disembunyikan di balik tingkat kesulitan [Hard]. Mata Leon memancarkan kilau tajam.

“Sepertinya mereka benar.”

Dia bergerak maju tanpa ragu, melangkah masuk ke dalam hutan di luar reruntuhan.

Saat dia menerobos barisan pohon, monster-monster dengan cepat mulai bermunculan.

[Nature Foxes] berlari cepat di antara akar dan semak-semak, bulu mereka yang berwarna kehijauan berpadu sempurna dengan lingkungan sekitar.

Seekor [Flower Fiend] muncul dari dalam tanah, tubuhnya terdiri dari lilitan tanaman merambat dan kelopak yang dipenuhi duri.

Tak satupun dari mereka memiliki kesempatan. Leon mengangkat tongkatnya.

Strong Fireball!

DUARR!

Satu monster langsung lenyap seketika.

Lightning Strike!

JEDARR!

Satu lagi tumbang bahkan sebelum sempat bereaksi.

Jika ada yang selamat atau berhasil menghindar, Leon menghabisi mereka dengan satu tebasan pedangnya saja.

Kekuatan mentahnya sendiri sudah cukup untuk menghancurkan monster level 10 dengan mudah.

Sebagian besar musuh ini memiliki kekuatan penyerang mendekati 2.000, jauh lebih kuat daripada monster di dalam reruntuhan.

Namun di hadapan Leon, itu tidak ada artinya.

Bakatnya aktif terus-menerus, memastikan setiap pembunuhan menjatuhkan seluruh item yang mungkin didapatkan.

Meski begitu, Leon tidak berhenti untuk memeriksa setiap item. Saat ini, momentum jauh lebih penting daripada jarahan.

Dan akhirnya—

Ding!

[Selamat, kamu telah naik ke Level 9!]

[Kamu mendapatkan 5 poin untuk semua atribut dan 5 poin gratis untuk didistribusikan.]

“Huh.”

Leon mengembuskan napas perlahan. Hanya kurang satu level lagi.

Begitu mencapai level 10, dia akan terpaksa meninggalkan fase [Novice Village] dan memasuki [Novice Divine Temple].

Di sanalah [Eternal Ascension] yang sebenarnya dimulai.

Dibandingkan dengan apa yang akan datang setelahnya, fase pemula ini benar-benar hanyalah tempat bermain.

Leon tidak takut. Tidak seperti kehidupan masa lalunya, dia tahu apa yang menantinya. Dan karena alasan itu… dia merasa tenang.

Dia membuka [Storage Space] miliknya dan meninjau semua yang telah dia peroleh sejauh ini.

[Eternal Coins x285]

[Nature Fox Essence x9: +5 Spirit, +3 Agility.]

[Flower Fiend Essence x7: +4 Strength, +4 Constitution.]

[Nature Boots x5: +100 Agility, +50 Constitution. Syarat: Level 9.]

[Flower Petals x6: Aksesoris kosmetik. Dapat dijual.]

[Skill Stones x8]

[Enhancement Stones x6]

“Ini lumayan banyak.”

Leon segera mulai menggunakan item-item tersebut. Dia mengonsumsi setiap esensi tanpa ragu. Energi hangat membanjiri tubuhnya.

[+28 Strength, +28 Constitution, +45 Spirit, +27 Agility.]

Statistiknya melonjak semakin tinggi.

Selanjutnya, dia berfokus pada [Nature Boots]. Dia mencoba untuk menyatukannya.

Sayangnya, hanya satu dari percobaan peningkatan yang berhasil. Dua lainnya hancur menjadi berkeping-keping.

Meski begitu, Leon tidak kecewa.

[Nature Boots +2 (Rare): +150 Agility, +75 Constitution.]

“Cukup bagus.”

Dia langsung mengenakannya.

Mengenai [Flower Petals], Leon mengangkat bahu dan membiarkannya di dalam penyimpanan. Item kosmetik terkadang mendapatkan nilai lebih tinggi di kemudian hari.

Dengan statistik yang telah disesuaikan dan peralatan yang ditingkatkan, Leon terus melangkah maju.

Dia baru saja hendak mengalokasikan batu penngkat yang tersisa ketika dia berhenti. Di depan terdapat sebuah area terbuka kecil. Tiga sosok berdiri di dalamnya.

“Huh.”

Leon memindai lingkungan sekitar terlebih dahulu.

Pohon-pohon membentuk lingkaran penuh mengelilingi area terbuka tersebut, lebat dan tidak dapat ditembus.

Tidak ada apa pun di luar tempat ini. Yang berarti hanya ada satu hal.

“Ini dia.”

Area bos.

Leon mengalihkan perhatiannya ke arah para monster. Dua di antaranya berdiri di bagian depan.

Yang pertama berukuran masif, bunga karnivora dengan tinggi lebih dari lima meter.

Kelopak bunganya yang berwarna merah darah tampak seperti lidah yang berpilin, terus-menerus bergerak dan melepaskan wewangian yang berat dan menyesakkan ke udara.

Gigi tajam bergerigi melapisi tepi kelopaknya, berkilat dingin.

Sosok kedua tampak familier: [Ruins Guardian]. Bos yang sama yang dilawan para pemain pada tingkat kesulitan [Easy] dan [Normal].

[Ruins Guardian (Boss)]

[Level: 10]

[Kekuatan Tempur: 2.500]

[Status: Dikendalikan.]

[Detail: Bos biasa dari Wild Ruins. Tampaknya ia dikendalikan oleh sesuatu.]

Dan di sampingnya—

[Flower Demon King (Boss)]

[Level: 10]

[Kekuatan Tempur: 3.000]

[Detail: Seekor bunga yang menyebarkan wewangiannya untuk mengendalikan makhluk lain dan memanfaatkan mereka untuk bertarung.]

“Jadi begitu rupanya,” gumam Leon.

[Ruins Guardian] sedang dikendalikan oleh [Flower Demon King].

Itu saja sudah membuktikan betapa berbahaya bunga tersebut sebenarnya.

Namun… ekspresi Leon sama sekali tidak berubah.

[Flower Demon King] tampak kuat. Kekuatan tempur, kemampuan, dan kehadirannya semuanya mencerminkan “bos terakhir.”

Tetapi Leon tahu lebih baik.

“Itu bukan yang asli.”

Bagaimanapun, makhluk itu tidak memiliki gelar [Zone Boss]. Leon mengalihkan pandangannya melewati kedua bos tersebut.

Dan di sana, duduk dengan tenang di atas singgasana yang dianyam sepenuhnya dari tanaman merambat yang hidup, adalah penguasa sejati [Wild Forest]. Sosok itu perlahan condong ke depan.

“Seorang manusia telah mencapai tempat ini,” ucapnya tenang. “Baguslah.”

Mata Leon menyipit saat membaca panel yang muncul.

[Wild Forest King (Zone Boss)]

[Level: 10]

[Bakat: Constitution Enhancement (F-Level), Strength Enhancement (F-Level)]

[Kekuatan Tempur: 4.000]

[Detail: Monster terkuat di Wild Forest, penguasa atas semua makhluk lainnya.]

“Seperti yang kuduga,” Leon mengangguk. “Bos ini hanya muncul pada tingkat kesulitan [Hard].”

Alih-alih rasa takut, senyuman justru mengembang di wajahnya.

Meskipun [Wild Forest King] adalah monster terkuat di zona ini… kekuatan tempur Leon sudah melampaui angka itu.

Tiga bos. Tiga jarahan besar. Leon mempererat genggamannya pada pedang dan tongkatnya.

“Aku akan merampas semuanya.”

Gunakan ← → untuk pindah chapter