Leon melesat dengan kecepatan penuh melintasi ruangan besar itu, matanya terpaku lekat pada sosok yang terikat di ujung kuil.
Seluruh fokusnya terarah pada [Will of Nature].
Tujuannya adalah untuk membunuhnya, tetapi jika itu tidak berhasil... dia tahu bahwa [Celestial’s Might] akan membantu.
'Dia terikat, hanya tangannya yang bebas,' pikir Leon dengan tenang sementara tubuhnya bergerak bagaikan bayangan kabur di atas lantai batu. 'Ini adalah jenis musuh paling mudah untuk dikalahkan... selama aku tidak melakukan kesalahan.'
Meski begitu, Leon cukup berpengalaman untuk tidak meremehkan makhluk itu.
Hanya karena [Will of Nature] terikat sebagian, bukan berarti makhluk itu tidak berdaya.
Saat Leon mulai memperpendek jarak, ratusan tanaman merambat meletus dari tanah di sekelilingnya, masing-masing berpilin dengan ganas di udara saat mereka berusaha menghalangi jalannya.
JLEP!
Leon mengayunkan pedangnya dalam lengkungan yang kuat, membelah langsung tanaman merambat pertama yang menerjang ke arahnya.
Bilah pedangnya terus bergerak tanpa berhenti.
Tanaman merambat lain mencoba menyerangnya dari samping.
JLEP!
Tanaman itu terpotong berkeping-keping seketika.
Tanaman merambat itu sangat tajam dan sangat berbahaya, tetapi kekuatan Leon telah mencapai tingkat di mana serangan seperti ini pun tidak dapat memperlambat langkahnya.
Setiap ayunan pedangnya membawa kekuatan yang luar biasa. Tidak ada satu pun tanaman merambat yang mampu menahannya.
Sementara itu, Celeste memiliki masalahnya sendiri untuk diselesaikan.
Beberapa tanaman merambat juga mengalihkan perhatian mereka kepadanya, bangkit dari lantai dan mencambuk udara dengan kecepatan yang mengerikan.
"Pyra," ucap Celeste cepat sambil memegang tombak nya erat-erat, "ayo kita bereskan mereka cepat!"
"Kyu!"
Pyra langsung merespons, mengepakkan sayap kecilnya saat api berkobar di sekitar tubuh mungilnya.
Celeste memutar tombaknya dalam gerakan bertahan, memukul beberapa tanaman merambat yang datang dan nyaris berhasil menangkisnya menjauh.
Apinya membantu membakar ujung tanaman merambat tersebut, melemahkannya cukup bagi tombaknya untuk mendorong mereka kesamping.
Namun serangan itu terus berdatangan.
Celeste langsung mulai melancarkan kemampuannya satu demi satu.
Ember Ball!
Sebuah bola api yang menyala-nyala melesat maju dan meledak menghantam tanaman merambat yang hendak menyerang bahunya.
Flame Clone!
Sebuah bayangan duplikat yang terbuat dari api muncul di sampingnya, meniru gerakan-gerakannya saat ia mengayunkan tombak berapi ke arah tanaman merambat yang mendekat.
Celeste menggunakan setiap kemampuan yang dimilikinya.
Namun bahkan dengan semua itu... Itu masih belum cukup.
JLEP!
Salah satu tanaman merambat tiba-tiba mengarah ke sampingnya dengan kecepatan luar biasa.
Celeste nyaris tidak sempat bereaksi tepat waktu.
Ia mencondongkan tubuhnya ke belakang dan menghindari serangan itu dengan selisih rambut sebelum melompat menjauh untuk menciptakan jarak.
'Sial... cara ini tidak akan berhasil,' pikir Celeste sambil mengatur napasnya.
Ia tahu apinya cukup kuat untuk melukai tanaman merambat itu, namun ada satu masalah.
Jika tanaman merambat itu terus menyerang seperti ini, energinya akan segera habis.
'Aku butuh cara yang lebih baik untuk membela diri...'
Tepat saat ia memikirkan hal itu—
"KYU!"
Pyra tiba-tiba mengepakkan sayapnya dengan cepat dan melesat naik ke udara.
Burung phoenix kecil itu mengeluarkan pekikan nyaring saat api berkumpul di sekitar tubuhnya.
Kemudian, makhluk kecil itu memadatkan api tersebut menjadi bola yang terang sebelum melemparkannya ke bawah ke arah Celeste.
"Hah?" Celeste mengerjap bingung.
Ia belum pernah melihat Pyra melakukan hal seperti itu sebelumnya.
Phoenix kecil itu hanya memiliki dua kemampuan yang diketahui: [Torrent of Flames] dan [Flame Sense].
Namun apa yang Pyra lakukan sekarang terlihat sangat berbeda.
Api yang terkonsentrasi itu menghantam tanah di sekitar Celeste dan langsung menyebar ke luar.
Fwoosh!
Sebuah lingkaran api meletus di sekelilingnya.
Kemudian api tersebut membumbung ke atas, membentuk penghalang pelindung.
Flame Dome!
Sebuah kubah api yang menyala-nyala mengelilingi Celeste sepenuhnya.
Saat tanaman merambat itu mencoba menyerangnya lagi—
Fwoosh!
Mereka langsung hangus terbakar oleh api begitu menyentuh penghalang tersebut. Tidak satupun dari mereka yang mampu menembusnya.
Mata Celeste melebar saat ia melihat sekeliling pada kubah berapi yang melindunginya itu.
"Pyra..." ucapnya penuh semangat, "kamu mempelajari skill baru!"
"Kyu!"
Pyra berkicau riang sambil terbang di atasnya.
Tidak seperti pemain atau penduduk asli, hewan peliharaan tidak mempelajari skill melalui buku atau gulungan.
Sebaliknya, mereka mengembangkan kemampuan baru melalui pengalaman, latihan, atau situasi tertentu. Hal ini membuat mereka sangat serbaguna.
Dan Pyra jauh dari kata hewan peliharaan biasa. Ia adalah makhluk berperingkat ascendant.
Yang lebih mengesankan lagi, Pyra saat ini masih berada dalam tahap bayi.
Yang berarti ia akan menjadi jauh lebih kuat seiring pertumbuhannya.
Hewan peliharaan berevolusi setiap sepuluh level. Pyra saat ini berada di level tiga.
Itu berarti ia hanya membutuhkan tujuh level lagi sebelum mencapai evolusi pertamanya.
Begitu itu terjadi, kekuatannya akan meningkat secara drastis.
Meski begitu, hal yang paling penting saat ini adalah Celeste berada dalam keadaan aman.
Sekarang kubah api melindunginya dari tanaman merambat, ia akhirnya bisa meluangkan waktu untuk melihat ke arah Leon.
'Andai saja aku bisa membantunya...' pikir Celeste dalam hati.
Namun ia sudah tahu kenyataannya, 'Aku mungkin hanya akan menghalanginya.'
Menggunakan apinya secara langsung pada [Will of Nature] hanya akan semakin membakar tanaman merambat yang mengikatnya, yang bisa secara tidak sengaja membebaskannya lebih jauh lagi.
Ia sudah membuat kesalahan itu sekali. Ia tidak berniat mengulanginya.
Jadi sebagai gantinya, Celeste hanya mengamati.
Di sisi lain ruangan itu—
Slas! Slas!
Leon terus maju menerobos badai tanaman merambat itu.
Setiap langkah membawanya semakin dekat ke arah bos yang terikat itu.
Tanaman merambat menyerangnya dari segala arah sekarang, menghantam lantai, dinding, dan pilar saat mereka berusaha menghentikannya.
Leon bergerak dengan presisi tingkat tinggi.
Ia tahu bahwa bahkan satu saja hantaman langsung dari tanaman merambat itu dapat dengan mudah membunuhnya lagi.
Ia telah merasakan betapa kuatnya mereka.
Dan meskipun secara teknis ia masih memiliki satu [Resurrection Stone], Leon sama sekali tidak berniat menyia-nyiakannya di sini.
Vision Enhancement!
Leon mengaktifkan skill-nya. Seketika, penglihatannya menjadi tajam.
Setiap gerakan di sekitarnya menjadi lebih jelas.
Dan kemudian—
Abyssal Slash!
Tubuh Leon tiba-tiba larut ke dalam kegelapan. Ia menghilang sepenuhnya.
Bayangannya menyatu dengan lantai saat ia bergerak maju bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
"Ke mana kau pergi, pengecut?" teriak [Will of Nature] saat tanaman merambatnya menghantam lantai dengan ganas.
Dari sudut pandang makhluk itu, Leon telah lenyap begitu saja. Namun bos itu tidak bodoh.
"Baiklah..." gerutu [Will of Nature]. "Jika kau tidak mau keluar... Aku sendiri yang akan menyeretmu ke luar."
Fwoosh! BUK!
Beberapa tanaman merambat menancap jauh ke dalam tanah sebelum berpendar samar.
Mereka mulai memindai sekeliling.
Lalu tiba-tiba—
"KETEMU!" [Will of Nature] tertawa lantang.
Sebuah tanaman merambat yang besar menghantam titik tempat bayangan Leon bergerak.
Namun Leon sama sekali tidak cemas. Ia hanya muncul dari kegelapan.
JLEP!
Tanaman merambat yang menyerang itu terpotong menjadi dua dengan rapi. Leon bahkan tidak memperlambat lajunya.
'Hanya beberapa detik lagi...' pikirnya sambil terus berlari maju. 'Hanya beberapa detik lagi...'
Slas! Slas! Slas!
Tanaman merambat itu menjadi semakin beringas saat ia mendekati sang bos.
Mereka mengayun lebih cepat. Lebih keras. Lebih agresif. Namun tidak satupun dari itu yang berarti.
Leon memotong setiap tanaman merambat itu tanpa sisa.
"Kau beruntung aku berada dalam kondisi seperti ini..." gerutu [Will of Nature] sementara mata tanaman merambatnya yang berpendar memancarkan cahaya hijau. "Karena jika tidak... aku pasti sudah menghancurkanmu."
"Tentu saja," ekspresi Leon sama sekali tidak berubah.
Untuk sesaat, ia bahkan melirik ke belakang untuk memeriksa keadaan Celeste.
Ia langsung menyadari kubah api yang mengelilinginya.
'Sepertinya dia menemukan cara untuk membela diri,' pikir Leon sambil tersenyum tipis, 'Bagus.'
Kemudian ia kembali memalingkan wajahnya. Dengan satu letupan kecepatan terakhir, Leon menerjang maju.
Dan pada detik berikutnya, ia tiba tepat di hadapan [Will of Nature].
Leon mengangkat pedangnya.
"BODOH!" [Will of Nature] meraung.
Kali ini, sang bos tidak menyerang. Sebaliknya, setiap tanaman merambat di sekelilingnya melesat masuk ke dalam.
Mereka terpilin menjadi satu, membentuk penghalang masif yang melingkupi seluruh tubuhnya.
Dinding tanaman merambat itu terlihat sangat tebal dan kokoh.
Leon bisa langsung menebak bahwa pertahanan itu amat sangat kuat.
Namun sayang bagi [Will of Nature]... Leon memiliki sesuatu yang baru, sebuah skill yang baru saja ia pelajari.
Ia perlahan mengangkat pedangnya, dan energi merah pekat mulai bergolak di sekeliling bilahnya.
Aura itu tumbuh semakin kuat. Kemudian Leon melepaskan skill-nya.
CRIMSON DANCE!
Chapter 172 · 5m baca
Leon Rushes Forward, Pyra’s New Skill
by Champion_Dreamer
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter