Beyond the Timescape - Chapter 943 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 943 · 7m baca

A Sword Versus an Altar

by Er Gen

Penampakan altar itu sangat mengejutkan hingga ke tingkat yang ekstrem. Di luar Planet Kaisar Kuno, para pejabat menyaksikan dengan napas tertahan dan ekspresi cemas. Semuanya merasa seolah-olah diri mereka sedang dicabik-cabik dari dalam.

Ada seorang pejabat yang tampak begitu terpukul dan tertegun, lalu berseru lepas, "Itu adalah peti mati para kaisar masa lalu! I-ini... ini benar-benar upacara kenaikan dewa!!"

Semua orang merasa pikiran mereka benar-benar hancur berkeping-keping. Bagaimanapun, bagi berbagai spesies yang mendiami Revered Ancient, para dewa adalah musuh paling mematikan yang pernah ada! Revered Ancient mengalami kesedihan dan penderitaan tanpa akhir berkat para dewa, terlebuh lagi, kehidupan mereka perlahan-lahan tercekik oleh keberadaan para dewa tersebut.

Dalam tahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya yang telah berlalu, ada cukup banyak spesies yang setuju untuk berlutut dan bahkan menjadi budak, demi mengharapkan beberapa keuntungan dan akhirnya menjadi spesies papan atas. Kekaisaran Firemoon Darkheavens adalah contoh sempurna untuk hal itu.

Namun budak tetaplah budak!

Manusia... telah menaklukkan Revered Ancient lebih dari satu kesempatan dan merupakan spesies yang bangga. Dari awal hingga akhir, mereka tidak pernah berlutut! Seluruh generasi kaisar telah menghadapi berbagai situasi, namun tak satupun dari mereka yang membuang hati nurani sejati umat manusia. Dari generasi ke generasi, para kaisar mengikuti ajaran Dark Serenity, mematuhi arahan tanah suci, dan berpegang teguh pada tradisi para Summer Immortal.

Tentu saja, mustahil menghentikan orang untuk meneliti para dewa. Itulah yang memicu hal-hal seperti Aliran Penggabung-Dewa. Namun jauh di lubuk hati mereka, manusia merasa bahwa mereka tidak dapat berdampingan dengan para dewa.

Dan itu karena hal tersebut menyangkut dao yang berbeda! Bagi manusia, kenaikan dewa adalah solusi yang tidak dapat diterima. Tak pernah ada seorang kaisar yang memilih hal seperti itu. Ini tentang tekad, prinsip, dan batasan moral. Dari generasi ke generasi, setiap manusia yang tumbuh di Wilayah Kekaisaran merasakan hal yang sama.

Tapi sekarang, aura api dewa tidak dapat disangkal lagi. Terutama jika mengingat kuil-kuil dan fakta bahwa kelima peti mati itu memiliki nama yang terukir di atasnya. Bukan hal yang berlebihan untuk menyimpulkan bahwa empat dari kelima peti mati itu benar-benar berisi jenazah para kaisar masa lalu.

Kaisar Dark War jelas berencana menggunakan kekuatan jenazah para kaisar masa lalu sebagai bahan bakar untuk mencapai kenaikan dewanya sendiri! Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima oleh para pejabat istana. Pada akhirnya, ini adalah bentuk pengkhianatan yang jauh lebih durhaka daripada apa pun yang dilakukan oleh Pangeran Kesebelas!

Meskipun para kaisar masa lalu memiliki kekurangan, mereka juga telah mencapai hal-hal besar. Tidak pantas mengganggu mereka setelah kematian mereka. Namun di sini, jenazah mereka jelas-jelas dipersiapkan untuk digunakan sebagai kayu bakar demi mengkhianati umat manusia. Itu adalah perilaku paling memalukan yang bisa dibayangkan.

Maka, tangisan kepedihan mulai melayang keluar dari luar Planet Kaisar Kuno.

"Yang Mulia, Anda tidak boleh melakukan ini!"

"Kita adalah keturunan para kultivator! Kita menempuh jalur kultivasi, bukan jalur para dewa!"

"Jika kaisar memilih kenaikan dewa, apakah kita manusia... masih pantas disebut manusia lagi?"

"Jika Kaisar Manusia menjadi dewa, maka umat manusia akan musnah! Ketika tanah suci di surga mengetahuinya, mereka akan sangat kecewa...."

"Yang Mulia, mohon pertimbangkan kembali!!"

"Para dewa telah menjadi musuh kita turun-temurun! Jika Kaisar Manusia berbalik dan menjadi dewa... lalu apa gunanya bertahun-tahun berpegang pada idealisme kita? Dan apa pula gunanya semua bantuan rahasia yang telah diberikan oleh tanah suci kepada kita selama ini?"

Bukan hanya para pejabat yang menyuarakan kepedihan tersebut. Bahkan orang-orang yang telah diizinkan naik ke Planet Kaisar Kuno pun merasa terenyuh secara emosional.

Ketika Pangeran Kesebelas mengangkat altar itu, ia memicu gelombang drama yang tiada akhir!

Satu-satunya pengecualian adalah Xu Qing. Ia sama sekali tidak peduli apakah kaisar mencoba naik tahta menjadi dewa atau tidak. Itu karena, begitu altar itu bangkit, perhatiannya sepenuhnya tertuju pada lampu tersebut! Sekali pandang, ia langsung tahu... bahwa itulah lampu yang memang ia datangi untuk diambil.

Itu adalah lampu esensi kehidupan Plumdark! Lampu Plumdark Evergreen!

Lampu itu kini dipenuhi retakan, dan saat Xu Qing merasakan hal itu, ia mendapat firasat yang sangat buruk. Sambil berjuang mengendalikan pernapasannya, ia mencoba memahami apa arti semua ini.

Upacara itu... sudah dimulai! Lampu itu... sedang membakar esensinya! Begitu esensinya habis, upacara itu akan berhasil. Lampu itu akan hancur. Dan jika itu terjadi...

Mata Xu Qing bersinar dengan cahaya yang mampu menembus jiwa.

Sementara itu, Pangeran Kesebelas mulai berbicara lagi.

"Kaisar Dark War adalah seorang maniac gila! Alih-alih mengikuti ajaran para Kaisar Kuno, alih-alih mematuhi instruksi dari tanah suci, ia menyihir jenazah para kaisar masa lalu untuk digunakan sebagai kayu bakar dalam upacara kenaikan dewa!

"Ini adalah penyimpangan total dari dao para immortal! Ini adalah pengkhianatan terhadap umat manusia dan tindakan yang sangat kejam! Dark War tidak menghormati para leluhur dan mengganggu rakyat jelata! Surga yang agung dapat melihatnya. Aura takdir dapat merasakannya. Kaisar ini... tidak layak menjadi seorang kaisar!!"

Suara Pangeran Kesebelas mengguncang langit dan bumi. Setiap kata menghujam jauh ke lubuk hati para pejabat. Dan kemudian, Pangeran Kesebelas tiba-tiba berbalik untuk menatap Xu Qing.

"Raja Skycrusher, aku tahu kau butuh lampu itu! Seperti yang kau lihat, lampu itu akan segera pecah berkeping-keping. Kenapa tidak menerobos masuk ke sana, mengacaukan upacara itu, dan mengambil lampunya?"

Tanpa berkata-kata, Xu Qing melangkah maju.

KASIM istana yang sedang bertarung melawan Raja Firecrusher tiba-tiba mencoba menerjang pergi dan menghalangi jalan Xu Qing. Raja Firecrusher tidak membiarkannya.

"Raja Skycrusher!" teriak kasim itu dengan suara melengking. "Ada makna mendalam di balik tindakan kaisar! Jangan biarkan pengkhianat ini memengaruhimu! Mundur!"

Satu-satunya balasan yang ia dapatkan adalah tatapan dingin dari Xu Qing, yang melangkah maju sekali lagi. Langkah itu membuat langit dan bumi bergemuruh hebat. Aura Xu Qing melonjak saat puluhan juta benang jiwa meletus darinya untuk membentuk dunia utamanya. Gema suara pedang berderak dari dalam dirinya, membuat langit bergejolak saat proyeksi pedang besar muncul di kubah surga di atas Planet Kaisar Kuno.

Melihat hal itu, Pangeran Kesebelas tersenyum. Namun, bahkan saat senyum itu terukir di wajahnya, Xu Qing berbalik menatapnya. Tatapan matanya yang dingin membuat jantung Pangeran Kesebelas berdegup kencang. Xu Qing tidak mengatakan apa-apa dan mengalihkan pandangannya sedetik kemudian.

Saat ini, ia tidak punya waktu untuk mencari tahu bagaimana Pangeran Kesebelas bisa mengetahui detail tentang lampu tersebut. Di satu sisi, tampaknya ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Lampu Plumdark Evergreen dengan mudah dan cepat. Namun, sudah jelas pula ada hal lain yang sedang terjadi. Kendati demikian, pertimbangan semacam itu tidak penting saat ini.

Kaki Xu Qing menyentuh tanah, melesat menuju altar. Ia sama sekali tidak tertarik membantu Pangeran Kesebelas. Ia juga tidak ingin ikut campur dalam urusan sang kaisar.

Sederhananya, ia membutuhkan lampu itu, bahkan jika lampu tersebut merupakan bagian dari upacara kenaikan dewa sang kaisar.

Sedetik kemudian, ia muncul di tepi altar dan kobaran api yang mengitarinya. Di atas, Pedang Kaisar perlahan miring mengikuti kanopi surga. Kemudian pedang itu menebas ke arah altar!

Kasim istana itu tampak terkejut, jelas ingin ikut campur. Tapi ia tidak bisa. Semua orang di Planet Kaisar Kuno menyaksikan dengan ekspresi ragu-ragu. Jika ini adalah upacara selain kenaikan dewa, mereka semua pasti akan mencoba menghentikan Xu Qing.

Tapi sekarang.... Semua orang berdiri di sana dalam keheningan.

Mereka melihat sikap mengesankan Xu Qing berpadu dengan bayangan Pedang Kaisar. Kekuatan yang membelah langit dan meremukkan bumi dilepaskan, menghancurkan segala sesuatu di jalurnya.

Pangeran Kesebelas tertawa terbahak-bahak dan menatap sang kaisar, yang tetap bungkam sejak altar itu muncul.

"Kau telah kehilangan arah, Ayah!"

Sang kaisar tetap tidak mengatakan apa-apa. Saat rantai-rantai terus berderak dan hancur, ia hanya memandang ke arah Xu Qing. Bukan hanya dia. Semua orang juga melakukan hal yang sama. Di bawah tatapan semua yang hadir, Pedang Kaisar menebas menembus api yang mengelilingi altar. Api tersebut menyatu, berkonvergensi membentuk wujud wajah yang besar.

Tanpa diduga, wajah itu adalah wajah Dark War! Begitu wajah itu muncul, Pedang Kaisar menghantamnya!

Suara gemuruh yang dalam bergema di langit dan bumi. Proyeksi pedang itu memudar. Wajah itu lenyap. Api berkedip-kedip liar, seolah-olah embusan angin kencang menerpa permukaannya.

Tanpa ragu sedikit pun, Xu Qing memanfaatkan momen itu untuk mempercepat gerakannya, berubah menjadi bayangan buram yang melesat menuju altar.

Namun, sebelum ia benar-benar bisa mencapai altar, sejumlah besar sosok tak terhitung jumlahnya muncul di tengah kobaran api. Mereka meliputi manusia, non-manusia, binatang buas, bahkan para dewa. Mereka terbentuk dari esensi yang dibakar oleh Lampu Plumdark Evergreen, yang berasal dari sisa energi dalam jenazah para kaisar masa lalu.

Saat sosok-sosok itu terbentuk, mereka tampak mendapatkan kekuatan tambahan saat melesat ke arah Xu Qing.

Tapi kemudian, Lampu Plumdark Evergreen di tengah altar bergetar hebat. Rasanya hampir seolah-olah lampu itu bereaksi terhadap kehadiran Xu Qing. Sosok-sosok yang menyerang Xu Qing itu terpengaruh olehnya, dan seketika melambat.

Cahaya aneh berkilar di mata Xu Qing saat ia kembali mempercepat gerakannya. Dunia utamanya yang terdiri dari 40.000.000 benang jiwa memberinya sumber kekuatan yang tak ada habisnya, ditambah lagi ia memiliki tanah kehampaan dan secercah otoritas dewa. Asap hitam mengepul di sekitar Xu Qing, diiringi oleh raungan Hellfei. Bulan ungu muncul di atas kepalanya, menerangi dunia dengan cahaya lembayung. Kutukan menyebar ke segala arah. Bahkan bentuk-bentuk tanpa jiwa di dalam api pun tidak dapat menghindari efek kutukan yang menyebar tersebut. Armor Grand Darkheaven muncul, begitu pula sembilan lentera. Saat lentera-lentera itu mengitarinya, wajah-wajah naga menonjol keluar darinya, melolong tanpa suara.

Pada saat yang sama... tangan Xu Qing berubah menjadi setengah transparan. Ia membenamkannya ke dalam dadanya, ke dalam lautan kesadarannya, ke dalam tanah kehampaannya, di mana ia membuka gerbang harta karun yang mengarah ke Pedang Kaisar. Di sana, ia menyatu dengan jiwa sang kaisar dan... merengkuh Pedang Kaisar! Pedang itu bergemuruh kencang namun tidak melawan.

Setelah Xu Qing membungkuk kepada sang Kaisar Agung, kata-kata yang diucapkan oleh Kaisar Agung menunjukkan bahwa beliau menyetujui Xu Qing, dan telah memberinya hak untuk memegang pedang tersebut. Tidak ada lagi pengekangan yang berlaku. Secara teori, selama Xu Qing cukup kuat, ia dapat menggunakan Pedang Kaisar kapan pun ia mau.

Sayangnya, ia belum cukup kuat saat ini. Kendati demikian... meskipun ia tidak bisa mengeluarkan Pedang Kaisar dalam wujud aslinya yang penuh, ia mampu mengeluarkan seberkas energi pedang.

Saat energi pedang itu muncul, ia mengambil bentuk proyeksi pedang. Bentuknya persis sama dengan pedang yang muncul di langit sebelumnya, hanya saja lebih berwujud. Dan jauh lebih tajam.

Saat Xu Qing mencengkeramnya, matanya berkilat dengan niat membunuh. Ia menerjang ke arah sosok-sosok di dalam kobaran api. Dari kejauhan, Xu Qing tampak seperti naga yang tak terbendung! Suara gemuruh yang hebat bergema.

Di mana pun pedang itu lewat, sosok-sosok itu bertumbangan. Otoritas dewa menyebar, menciptakan tekanan besar ke segala arah. Pada saat yang sama, sebuah tanaman merambat melilit tubuh Xu Qing.

Tanaman itu tidak memengaruhi sosok-sosok proyeksi tersebut. Sebaliknya, tanaman itu melahap api! Saat melakukannya, tanaman itu memancarkan fluktuasi emosional kegembiraan. Little Shadow tidak ingin ketinggalan, dan ia terbang masuk ke dalam api, seceria ikan yang berenang di dalam air.

Setiap orang yang bisa melihat apa yang sedang terjadi dikejutkan hingga ke lubuk hati mereka.

Ini adalah pertama kalinya Xu Qing menjadi pusat perhatian mutlak di tanah manusia! Dan ini adalah pertama kalinya ia mengerahkan seluruh kekuatan tempurnya!

Gunakan ← → untuk pindah chapter