Xu Qing menatap dengan dingin. Ini adalah pertama kalinya ia melihat seorang kultivator Firemoon Darkheaven, dan ia tahu apa yang dimaksud oleh sang Kapten. Orang ini bukan anggota dari ras bawahan, melainkan perwakilan sejati dari Firemoon Darkheaven. Mengingat apa yang dikatakan Kapten sebelumnya tentang tanda segel itu, rasanya logis untuk menyimpulkan bahwa dialah orang yang telah menciptakannya.
Meskipun Xu Qing belum pernah melihat kultivator Firemoon Darkheaven secara langsung, ia telah belajar banyak tentang mereka dari catatan kuno di Xeno-Immortal School. Oleh karena itu, ia tahu bahwa karena kelangkaan Firemoon Darkheaven dibandingkan dengan ras bawahan yang mereka kuasai, setiap individu dianggap sangat dihormati di wilayah mereka. Hal itu sudah sangat jelas terlihat selama perjalanan mereka bersama Sang Pangeran Agung, yang hanya separuh Firemoon.
Firemoon Darkheaven tetap dihormati bahkan di luar wilayah mereka sendiri. Tidak ada yang berani menyinggung seorang Firemoon Darkheaven, dan karena alasan itulah, para kultivator mereka selalu sangat percaya diri dan mendominasi, ke mana pun mereka pergi. Sumber kepercayaan diri mereka adalah kekuatan ras mereka. Dan saat ini, hal itu bahkan lebih terasa lagi di dalam wilayah Firemoon.
Suara gemuruh memenuhi langit dan bumi saat sebuah wajah muncul di langit di atas Xu Qing dan sang Kapten. Kemudian meteor yang mengikutinya menghantam tanah. Wilayah terlarang itu bergetar hebat, dan tekanan luar biasa menimpa mereka.
"Manusia?"
Kata-kata itu membuat warna-warna liar berkilat di langit dan bumi. Seolah-olah kata-kata itu mengandung kekuatan yang mengaktifkan hukum alam, yang menimpa Xu Qing dan sang Kapten untuk mengerahkan kendali atas mereka. Faktanya, mereka berdua bisa merasakan sesuatu bersiap mencabik-cabik mereka hingga berkeping-keping.
Mata sang Kapten bersinar dengan cahaya biru, sementara di dalam hatinya, ia merasa sangat bersemangat. Ekspresi Xu Qing setenang orang yang sedang melihat mayat. Little Shadow, yang tengah melahap wilayah terlarang itu, hanya berhenti sejenak, lalu melanjutkan aktivitas melahapnya.
Ketika kultivator Firemoon Darkheaven itu menyadari bahwa kedua manusia tersebut hampir tidak bereaksi sama sekali atas kedatangannya, matanya berkedip karena tidak sabar. Ia sebenarnya baru saja tiba di lokasi ini, khusus karena gunung terlarang tersebut. Ia sedang berpartisipasi dalam Perburuan Besar, dan karena itu membutuhkan gunung-gunung terlarang. Semakin banyak semakin baik. Menggingat betapa sengitnya persaingan, ia telah memerintahkan beberapa pelayan dari ras bawahannya untuk pergi ke wilayah terlarang terdekat dan menandainya dengan tanda segel miliknya. Tanda segel itu menunjukkan bahwa area ini adalah miliknya, dan siapa pun yang mencoba merebutnya darinya akan menghadapi kematian dan kehancuran di tangannya.
Dalam perjalanannya ke berbagai wilayah terlarang itu, ia telah mengalami keberhasilan sekaligus kegagalan. Akibatnya, suasana hatinya sedang buruk. Dan sekarang, di sinilah ia di wilayah terlarang khusus ini, hanya untuk mendapati dua manusia penyusup. Masih dengan ekspresi kesal, ia mengepalkan tangan kanannya dan melancarkan pukulan ke arah Xu Qing dan sang Kapten.
Pukulan itu tampak biasa saja, namun kultivator Firemoon Darkheaven melepaskannya dengan kemarahan yang luar biasa. Segala sesuatu bergetar saat sebuah tinju emas raksasa muncul di udara, dengan ukuran sekitar 30.000 meter.
Energi dan aura yang mencengangkan memicu badai hebat yang mengguncang seluruh wilayah terlarang. Saat tinju itu jatuh, sang Kapten tertawa terbahak-bahak dan menerjang ke depan dengan tubuhnya yang membuncah.
"Waktu yang pas! Sekarang aku bisa menguji cara kerja berkat tubuh fisik ini!"
Sang Kapten, bagaikan gunung daging yang besar, menjerit menembus udara hingga ia menabrak tinju emas tersebut. Ledakan yang memekakkan telinga bergema ke segala arah. Sang Kapten jatuh ke tanah dan memantul beberapa kali. Pada saat yang sama, tinju itu hancur berkeping-keping.
"Cuma itu?" kata sang Kapten sambil mendongak dengan bangga.
Xu Qing memandangnya dan dapat merasakan bahwa bukan hanya tubuh fisik sang Kapten yang menjadi lebih kuat. Sulit untuk mengatakan kapan itu terjadi, tetapi ia kini memancarkan kekuatan Void Returning.
Dia membuka lebih banyak segel? Lagipula, sepertinya Kakak Sulung sengaja mencoba menyulut kemarahan kultivator Firemoon ini.
Sementara itu, sang Kapten berteriak ke langit, "Ayo serang lagi!"
Kultivator Firemoon Darkheaven itu tampak terkejut saat memandangi sang Kapten. Kemudian, seolah menanggapi situasi dengan lebih serius daripada sebelumnya, ia mengangkat tangan kanannya dan menarik napas dalam-dalam. Napas itu memicu angin liar. Seluruh mutagen dan energi roh, serta hukum alam dan magis di sekitar, bergegas masuk ke dalam mulutnya. Suara gemuruh bergema saat ia menjadi pusat dari pusaran yang mengejutkan.
Setelah menarik napas dalam-dalam, Firemoon Darkheaven itu tumbuh menjadi dua kali lipat ukuran sebelumnya, lalu ia melancarkan serangan tinju lainnya. Suara gemuruh bergema saat udara hancur. Kemudian sebuah gunung emas yang jauh lebih besar daripada tinju sebelumnya muncul dan jatuh ke arah sang Kapten.
Sang Kapten mendongak dengan rasa jijik saat ia sekali lagi melesat maju untuk menyambut serangan itu.
Sebuah ledakan terdengar saat sang Kapten terhempas ke bawah. Namun, gunung itu juga runtuh.
Kali ini kultivator Firemoon Darkheaven tersebut memasang ekspresi yang sangat serius di matanya saat ia memelototi sang Kapten. Ia hendak berbicara, namun sebelum ia sempat melakukannya, sang Kapten memotong.
"Jauh, jauh terlalu lemah!" Sang Kapten tertawa terbahak-bahak.
Tawa itu membuat niat membunuh melonjak di mata kultivator Firemoon Darkheaven tersebut. Sambil membuka mulutnya, ia menarik napas lagi, kali ini mencakup area yang bahkan lebih luas. Segala sesuatu dalam radius 500 kilometer ke segala arah, termasuk mutagen dan energi roh, berputar ke arahnya dalam sebuah pusaran besar. Ia menarik napas.
Sementara itu, sang Kapten menghantam tanah dan memantul kembali ke atas. Diberkati pula dengan kecepatan, ia berakselerasi secara drastis, dan dalam sekejap mata, sudah berada tepat di depan pusaran mutagen dan energi roh tersebut.
Dengan ekspresi hampir berterima kasih, sang Kapten membuka mulutnya dan dengan kejam menghirup udara ke arah Firemoon Darkheaven. Seketika, pusaran seluas 500 kilometer itu berubah seperti balon raksasa yang mengempis saat sang Kapten melahap lebih dari separuhnya. Seiring kejadian itu, tubuhnya mengembang dengan cepat. Rambutnya berubah menjadi keemasan begitu pula matanya, membuatnya terlihat persis seperti seorang Firemoon Darkheaven.
Ekspresi kultivator Firemoon Darkheaven itu berkedip, dan ia mundur dengan cepat.
"Kau bukan manusia!"
"Kau yang bukan manusia!" kata sang Kapten dengan sengit. "Seluruh keluargamu bukan manusia. Yang bisa kaulakukan hanya memukul orang dan mengutuk mereka, ya? Ini kan cuma jurus khas Firemoon Darkheaven yang bernama Sembilan Napas Penundukan, kan? Saat kau menggunakannya, setiap napas yang kauambil membuat tubuhmu mengembang. Apa, hanya karena aku bisa melahap beberapa hal berarti aku bukan manusia?
"Yah, bukan aku yang mengatakannya. Ngomong-ngomong, kenapa kau cuma bisa menarik napas tiga kali? Itu jelas tidak cukup. Coba lagi!"
Ekspresi Xu Qing tetap sama seperti biasa. Ia telah merasakan sejak awal bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dari perilaku sang Kapten. Sekarang ia menyadari bahwa hal itu pasti karena sang Kapten dapat menggunakan beberapa teknik Firemoon. Begitu Xu Qing mengetahui hal itu, semuanya menjadi masuk akal.
Setelah sekian banyak waktu yang mereka habiskan bersama selama bertahun-tahun, Xu Qing sudah sangat terbiasa dengan cara sang Kapten bertindak. Bahkan, jika suatu hari sang Kapten memberitahunya bahwa ia sebenarnya adalah dewa seutuhnya, Xu Qing tidak akan terlalu terkejut.
Oleh karena itu, Xu Qing berhenti memperhatikan pertarungan itu dan kembali melanjutkan memindahkan gunung.
Sementara itu, kultivator Firemoon Darkheaven menatap sang Kapten dengan muram dan berkata, "Kau mungkin adalah manusia paling menarik yang pernah kutemui. Baiklah. Karena kau jelas telah menguasai teknik Sembilan Napas Penundukan, maka mungkin kau familiar dengan kemampuan bawaan kami. Bisakah kau melakukan itu juga?"
Dengan itu, kultivator tersebut mengangkat tangannya ke dahi dan menekannya ke bawah. Seketika, energi dan darahnya bergegas naik, menciptakan kabut darah yang menyapu kanopi langit. Langit bergetar saat sebuah pusaran terbentuk, lengkap dengan sambaran petir berwarna darah. Di dalam pusaran itu muncul sesuatu yang akan mengejutkan siapa pun yang melihatnya. Itu adalah lokasi yang tidak diketahui di kehampaan yang agung. Dan di dalamnya terdapat seekor burung kunpeng yang luar biasa besar!
Sebuah aura Dao surgawi memancar darinya, dan bukan sembarangan Dao surgawi. Itu adalah… salah satu Dao surgawi kuno dari Revered Ancient! Makhluk itu diikat dengan rantai yang tak terhitung jumlahnya, yang setiap rantainya menancap ke dalam tubuhnya. Ada juga sebuah rantai yang berfungsi sebagai cambuk besar yang melayang di belakangnya dan mencambukinya terus-menerus.
Tubuhnya dipenuhi oleh luka yang tak terhitung jumlahnya, membuatnya tampak sangat mengerikan. Setiap cambukan terdengar bagaikan sambaran petir surgawi, dan itu memicu rintihan kesakitan dari Dao surgawi kuno tersebut. Pemandangan itu mengandung rasa sakit yang tak terbayangkan, serta kerinduan akan kematian yang begitu kuat hingga sulit diungkapkan dengan kata-kata. Suara itu melampaui seluruh hukum alam dan magis saat menyapu Xu Qing dan sang Kapten. Apa pun yang disentuhnya memicu resonansi simpatik, yang membawa serta rasa sakit dan keinginan untuk mati.
Inilah kemampuan bawaan dari kaum Firemoon Darkheaven. Di masa lalu, mereka tidak memiliki kemampuan bawaan sebagai satu ras, melainkan hanya tubuh fisik yang sangat kuat. Namun seiring berjalannya generasi, hal itu berubah. Saat mereka tumbuh semakin kuat, mereka menghasilkan kemampuan bawaan yang benar-benar baru.
Mereka dapat menangkap dan memperbudak Dao surgawi kuno, dan dengan mencambuk mereka, dapat memicu ratapan kesakitan. Pada gilirannya, penderitaan itu menjadi aura takdir yang memperkuat ras mereka. Mengenai berapa banyak Dao surgawi yang telah mereka rantai seperti ini, hanya para pemimpin dan dewa mereka yang tahu.
Jeritan kesakitan dari Dao surgawi itu mengabaikan tingkat kultivasi atau hambatan lainnya. Jeritan itu menghantam Xu Qing dan sang Kapten secara langsung, memenuhi diri mereka dengan sensasi rasa sakit dan keinginan untuk mati.
Namun… ekspresi Xu Qing tetap netral, dan sang Kapten justru tertawa sinis.
"Anak durhaka!"
Firemoon Darkheaven itu jelas salah paham, karena rasa dingin di matanya semakin intens. Tapi kemudian, sebuah pekikan tajam bergema dari kekosongan di luar pusaran. Suara itu mengandung kepribadian yang mencengangkan, dan suara itu langsung menetralkan penderitaan kunpeng serta menyebabkan pusaran di kanopi langit runtuh.
Tubuh kultivator Firemoon Darkheaven itu kehilangan kendali, dan ia memuntahkan seteguk darah segar dalam jumlah besar. Dengan mata yang dipenuhi keheranan, ia berseru, "Apa itu tadi? Benda apa itu?!"
Sambil terengah-engah, ia mulai mundur dengan kecepatan penuh. Ia tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan pertarungan ini. Manusia tampan itu tidak tampak terlalu mengesankan, tetapi manusia yang sangat gemuk dan tambun itu benar-benar menakutkan. Tanpa ragu-ragu sedikit pun, ia memilih untuk melarikan diri.
Sementara itu, sang Kapten berteriak, "Jangan pergi! Ayo bertarung lagi!"
Sambil mengerutkan kening, Xu Qing berkata, "Berhentilah bermain-main, Kakak Sulung."
Xu Qing mengulurkan tangan kanannya dan membuat gestur meraup. Sebuah api hitam muncul dari udara tipis, yang dengan cepat berubah menjadi lautan api. Kemudian sebuah tangisan terdengar dari tato gagak emas di tubuh Xu Qing saat burung itu melesat keluar dalam wujud tombak hitam. Suara gemuruh yang kuat bergema saat tombak itu melesat ke depan bagaikan naga hitam yang mampu menghancurkan dunia.
Dalam sekejap mata, tombak itu sudah terbang menembus udara. Wujudnya menyerupai tombak sekaligus seekor gagak emas. Menyeret api di belakangnya, tombak itu melesat menuju Firemoon Darkheaven yang sedang melarikan diri.
Chapter 819 · 7m baca
Nine Breaths Submission
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter