Beyond the Timescape - Chapter 716 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 716 · 8m baca

I’ll Accompany You Back to Sea-Sealing County

by Er Gen

Begitu melangkah masuk ke dalam toko obat, Kapten melemparkan pemilik penginapan itu ke lantai dan berjalan menghampiri Xu Qing. Merangkul bahunya, ia tersenyum puas.

"Kecil Ah Qing, kau ingin tahu apa yang terjadi saat aku bertemu dengan mantan istriku?"

Xu Qing mengabaikan Kapten dan menatap pemilik penginapan itu. Ling'er sudah melepaskan seruan kaget dan bergegas menghampirinya. Mengangkatnya berdiri, ia menatapnya dengan ekspresi antara terkejut dan khawatir. Ia juga menyuapkan beberapa pil obat ke dalam mulut pria itu.

"Ayah!"

Pil-pil obat itu memiliki kualitas yang luar biasa, dan bahkan mencakup beberapa lozenge penawar rasa sakit. Hanya butuh sesaat bagi aura pemilik penginapan itu untuk menstabilkan diri.

Xu Qing bisa melihat bahwa pria itu hanya menderita luka fisik belaka. Tampaknya ia tidak diserang dan dipukuli, melainkan lebih kepada terbentur ke sana ke mari. Mengenai alasan mengapa ia sempat tidak sadarkan diri, situasinya tampak seperti seseorang yang menyerah pada serbuan kutukan bulan merah. Belakangan, kutukan itu pergi, tetapi hal itu justru meninggalkan ruang bagi lebih banyak mutagen untuk masuk ke dalam tubuhnya. Yang paling penting adalah bahwa ia memiliki konstitusi tubuh yang khusus.

Konstitusinya menarik mutagen.

Xu Qing dapat mengetahui hal itu sekarang karena tingkat basis kultivasinya. Mengenang kembali, ia teringat saat-saat di Seven Blood Eyes ketika ia pernah bentrok dengan pemilik penginapan tersebut. Wajah lelaki tua itu terbelah, memperlihatkan bahwa ia sebenarnya adalah sesosok grue nonmanusia. Terlebih lagi, penginapan lelaki tua itu sebenarnya adalah seekor grue. Belakangan, Xu Qing mengetahui bahwa pemilik penginapan itu memiliki kemampuan yang dapat membuat para grue tertidur dan menyegel mereka. Ia telah memindahkan penginapan itu ke Seven Blood Eyes untuk dijual kepada Puncak Pertama. Selain itu, pemilik penginapan tersebut telah membantu memperkuat segel Kapten di masa-masa awal.

Kendati demikian, pemilik penginapan itu tampak baik-baik saja, jadi Xu Qing tidak terlalu khawatir. Memandang ke arah Kapten, ia melihat ekspresi antisipasi yang kuat. Jelas sekali, Kapten ingin Xu Qing memperlakukannya layaknya seorang Kakak Sulung. Maka Xu Qing bertanya, "Apakah dia meminta untuk balikan denganmu?"

Mata Kapten berbinar, lalu ia mendongak dan tertawa terbahak-bahak. Ia telah menunggu Xu Qing menjawab pertanyaannya, dengan begitu ia tidak perlu berbicara sendiri. "Kau benar-benar anak yang cerdas, Adik Junior kecil. Kau sepenuhnya benar. Dia mungkin seorang dewa, dan dia mungkin telah membuat janji yang akan memastikan aku tidak perlu bertarung lagi selama sepuluh ribu tahun ke depan. TAPI. Pada akhirnya, aku menolaknya. Urusan masa laluku sudah berlalu begitu saja. Dan di kehidupan ini, aku sama sekali tidak peduli pada kekayaan atau kekuasaan. Aku hanya peduli pada Nona Persik kesayanganku!"

Kapten jelas-jelas mencoba memasang ekspresi sedih, tetapi ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum cerah.

Xu Qing sangat sadar bahwa Kapten sering kali mengatakan kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi. Namun, kebenaran tidaklah penting dalam situasi ini. Selama Kakak Sulungnya bahagia, itulah yang terpenting. Oleh karena itu, Xu Qing memasang ekspresi terkejut di wajahnya. Hal itu membuat Kapten semakin gembira dan hendak melanjutkan aksi menyombongkannya.

Namun tiba-tiba pemilik penginapan itu membatukkan energi vital yang tidak murni dan membuka matanya.

"Ayah!" ucap Ling'er gembira. Tentu saja, ia juga tampak sedikit gugup. Bagaimanapun, saat berpisah dengan pemilik penginapan itu, ia telah menyelinap pergi tanpa pamit.

Xu Qing dan yang lainnya menoleh ke arah pemilik penginapan tersebut.

Awalnya, lelaki tua itu tampak kebingungan dan tidak tahu di mana ia berada. Namun kemudian ia melihat Ling'er, dan emosi meluap di dalam dadanya.

"Ling'er! Aku akhirnya menemukanmu!" Ia menarik putrinya ke dalam pelukan dan memeriksa untuk memastikan putrinya baik-baik saja. Setelah itu ia menghela napas lega dan mengedarkan pandangan ke sekeliling toko. Ia melihat Kapten. Ia melihat Ningyan. Ia melihat Wu Jianwu. Dan ia melihat Nethersprite.

Tiga orang pertama tidak terlalu mengejutkan, tetapi ia benar-benar tidak menyangka akan melihat Nethersprite. Kemudian ia melihat Xu Qing, dan matanya membelalak lebar. Ia hendak mulai berbicara, tetapi kemudian kebetulan melihat Sang Pewaris Takhta sedang menyeruput teh di sudut ruangan. Mata pemilik penginapan itu semakin membelalak, lalu pupil matanya mengerut. Seketika itu juga ia menarik kembali seluruh energinya, dan tanpa berpikir panjang, ia menoleh kepada putrinya.

"Ling'er, di mana kita?"

Melihat apa yang sedang ditatap ayahnya, Ling'er buru-buru menjelaskan, "Kita berada di Pegunungan Bitter Life, Ayah. Ini Kakek Pewaris Takhta!"

Pemilik penginapan itu tidak baru saja tiba di Wilayah Moonrite. Selama proses mencari Ling'er, ia tentu saja telah mengetahui tentang pertempuran para dewa. Meskipun nama Xu Qing dan Kapten tidak dimasukkan dalam kisah tersebut, ia jelas pernah mendengar tentang Jemaah Pembangkang Bulan (Moonrebel Congregation). Dan Sang Pewaris Takhta beserta saudara-saudaranya juga merupakan bagian dari kisah itu. Ia juga mengetahui tentang Pegunungan Bitter Life, dan sangat menyadari bahwa tempat itu kini menjadi inti dari seluruh wilayah tersebut. Ucapan Ling'er membuatnya langsung mengerjap-ngerjapkan mata dengan liar.

Kemudian Ling'er, dengan harapan bisa menutupi fakta bahwa ia telah kabur bersama Xu Qing, memulai penjelasan panjang lebar.

"Ayah, tempat ini tadinya sangat ramai. Kita punya Nenek Ketiga dan Nenek Kelima. Ada juga Kakek Kedelapan. Mereka semua memperlakukanku dengan sangat baik. Oh ya, kita punya banyak sekali ayam di halaman belakang. Aku hidup hebat di sini, Ayah. Aku dan Kak Besar Xu Qing membuka toko obat ini bersama-sama!"

Pemilik penginapan itu merasa seolah-olah pikirannya baru saja disambar petir. Bagaimanapun, kisah-kisah yang didengarnya tentang Pegunungan Bitter Life juga menyebutkan bahwa ada sebuah toko obat di sana yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai tanah suci. Sekarang setelah ia mendapati kisah sesungguhnya di balik toko obat itu, ia mulai gemetar dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Ngomong-ngomong, Ayah, tempat ini sangat aman. Aku baik-baik saja sedari tadi. Dan tebak apa? Kak Besar Xu Qing baru saja memberiku hadiah!"

Ling'er melambaikan tangannya untuk memperlihatkan sebagian energi kekaisaran yang baru saja diserapnya.

"Masih ada lagi," ucap Ling'er dengan bangga. "Kak Besar Xu Qing sangat ganas. Beberapa waktu lalu, Ibu Crimson dan orang-orangnya datang dan mengepung seluruh area ini. Tapi Kak Besar Xu Qing mengusir mereka pergi. Setelah itu, Kak Besar Xu Qing dan semua kakek serta nenek pergi ke bulan dan benar-benar memusnahkan Ibu Crimson!"

Kata-katanya ibarat sambaran petir beruntun yang menghantam pemilik penginapan secara langsung di lubuk hatinya. Pada akhirnya, ia merasa seperti dihantam oleh satu juta sambaran petir yang meremukkan jiwanya. Begitu Ling'er menyebut tentang 'kakek dan nenek', ia terkesiap. Sambil berjuang untuk bangkit berdiri, ia membungkuk kepada Sang Pewaris Takhta.

"Senang berjumpa dengan Anda, Senior!"

Sang Pewaris Takhta mengangguk. Sambil mengamati pemilik penginapan dari atas ke bawah, ia berkata, "Kau adalah salah satu dari para Penyegel Mantra Kuno? Spesiesmu selalu berdampingan dengan para kaisar. Setiap Kaisar Kuno memiliki Penyegel Mantra resmi yang siap sedia, yang dapat menggunakan energi kekaisaran untuk menyegel berbagai surga. Mereka adalah orang-orang yang sangat penting. Namun, garis keturunanmu tampaknya tidak murni."

Pemilik penginapan itu menundukkan kepalanya. Dengan nada suara yang terdengar sangat getir, ia berkata, "Ketika para dewa datang, spesies kami berubah. Alih-alih menjadi Penyegel Mantra, kami menyebut diri kami sebagai Penyegel Nether (Nether-Sealer). Terlebih lagi, karena sudah tidak ada lagi Kaisar Kuno, spesies kami kehilangan tempat untuk menggunakan keahlian kami."

"Apakah karena itulah kau memilih Ling'er?" tanya Sang Pewaris Takhta, melirik ke arah Ling'er.

Entah mengapa, kelopak mata Ling'er terpejam, seolah-olah ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan. Kemudian ia menguap.

Melihat pemilik penginapan yang tampak terkejut, Xu Qing bergegas menghampiri, mengangkat tubuh Ling'er, dan memeriksa untuk memastikan gadis kecil itu baik-baik saja. Ternyata, energi kekaisaran di dalam tubuhnya sedang dalam proses penyerapan.

Sang Pewaris Takhta tersenyum dan kembali menyeruput tehnya, tetapi tidak berkata apa-apa lagi.

Melihat hal itu, pemilik penginapan menghela napas lega dalam hati. Berada di hadapan Sang Pewaris Takhta saja sudah memberinya tekanan yang sangat besar. Berpaling kepada Xu Qing, ia menahan perasaan jengkelnya dan menghela napas.

"Xu Qing, aku datang ke sini bukan sekadar mencari Ling'er. Marquis Yao juga ingin aku menyampaikan sebuah pesan kepadamu. Dia bilang... jauhilah Kabupaten Sea-Sealing untuk sementara waktu."

Mendengar hal itu, mata Xu Qing tiba-tiba berbinar tajam. Di samping, Kapten mengerutkan kening dan tiba-tiba memancarkan tekanan samar.

"Marquis Yao?" seru Xu Qing. "Apa yang terjadi di Kabupaten Sea-Sealing?"

Pemilik penginapan itu kembali menghela napas. Kemudian ia memaparkan penjelasan rinci mengenai segala hal yang telah terjadi di Kabupaten Sea-Sealing dan Wilayah Holytide selama Xu Qing pergi.

Setelah Xu Qing, Kapten, dan yang lainnya pergi, situasi politik di Wilayah Holytide sempat stabil untuk beberapa waktu. Karena Grand Duke Holytide tidak lagi mendapat dukungan dari Nightshades, ia sepenuhnya tunduk kepada kaisar manusia dan tidak berani bertindak macam-macam.

Namun pasukan Pangeran Ketiga (Seventh Prince) masih menduduki sekitar separuh wilayah tersebut. Sementara itu, Putri Anhai ditugaskan sebagai penanggung jawab, sebagai cara untuk mengendalikan Pangeran Ketiga. Berkat keadaan luar biasa yang terjadi di Kabupaten Sea-Sealing, tempat itu menjadi unik. Tempat itu bersifat otonom. Namun karena perdamaian dan stabilitas umum, Pangeran Ketiga dan Putri Anhai diterima oleh kabupaten tersebut.

Akan tetapi, semua itu berubah drastis akibat arus bawah politik yang memengaruhi ibu kota kekaisaran. Semuanya bermula dari Putri Anhai yang tiba-tiba dipanggil kembali ke Wilayah Kekaisaran. Ia melepaskan kepemimpinan atas Wilayah Holytide dan menyerahkan seluruh kekuasaan kepada Pangeran Ketiga. Tidak butuh waktu lama bagi berita untuk menyebar di Kabupaten Sea-Sealing mengenai alasan di balik kejadian tersebut. Ibu Pangeran Ketiga berasal dari klan yang sangat penting di Wilayah Kekaisaran, dan mereka entah bagaimana berhasil merundingkan kesepakatan dengan kaisar perihal sang pangeran kekaisaran. Hal itu berujung pada pemanggilan pulang Putri Anhai oleh kaisar, yang menjadi bentuk persetujuan diam-diam, yang membolehkan Pangeran Ketiga memiliki posisi dan wewenang untuk mengendalikan Wilayah Holytide.

Pada saat yang sama, seseorang yang lain datang dari Wilayah Kekaisaran untuk mengambil alih militer di Wilayah Holytide. Ia adalah salah satu tokoh penting dari klan tempat ibu Pangeran Ketiga berasal. Ia adalah paman kandung dari pihak ibu Pangeran Ketiga, dan merupakan salah satu dari tiga puluh tiga raja surgawi ras manusia.

Ia adalah Raja Heaventide (Heaventide King), seorang Dewa Membara (Smoldering God) dengan kedudukan yang sangat tinggi di antara umat manusia. Setelah membawa pasukannya ke Wilayah Holytide, ia mengambil alih seluruh kekuatan di sana, lalu melancarkan perang melawan Nightshades. Itulah yang telah ia sepakati dengan kaisar untuk dilakukan, dan itu juga merupakan perjanjian yang telah dirundingkan antara klannya dan sang kaisar. Ia harus merintis jalan ke tanah Nightshade dari Wilayah Holytide, semuanya atas nama kaisar. Ketika kaum Nightshade berada dalam kondisi paling lemah, ia akan menghancurkan mereka dan membantu kaisar memperluas wilayah manusia.

Ketika berhadapan langsung dengan Raja Heaventide yang agung, bahkan Grand Duke Holytide pun harus mengalah dan dengan patuh menuruti perintah.

Mengenai Kabupaten Sea-Sealing... meskipun secara teknis bersifat otonom, hal itu tidak terlalu dipedulikan oleh Raja Heaventide. Ketika ia muncul, sebuah perintah sederhana sudah cukup untuk mengguncang kabupaten tersebut begitu hebat hingga bagaikan sehelai daun di tengah laut yang mengamuk. Semua orang ketakutan, dan hampir dalam semalam, banyak sekali spesies, sekte, dan organisasi yang memilih untuk menyatakan kesetiaan kepada sang raja surgawi.

Termasuk di dalamnya adalah ketua Koalisi Delapan Sekte. Tanpa ragu-ragu sedikit pun, ia melepaskan posisinya di Koalisi Delapan Sekte dan membawa para pengikut setianya untuk membelot dan berpihak kepada Raja Heaventide.

Setelah itu, Raja Heaventide mengeluarkan seruan perekrutan bagi para kultivator dari semua spesies di wilayah tersebut untuk pergi ke medan pertempuran dan membantai Nightshades. Karena Kabupaten Sea-Sealing adalah bagian dari wilayah tersebut, tidak ada alasan untuk menolak seruan itu.

"Sekitar waktu aku pergi, Kabupaten Sea-Sealing telah mengirimkan tiga gelombang bala bantuan. Semuanya tewas dalam pertempuran. Ini pada dasarnya adalah perang atrisi di mana Raja Heaventide mengorbankan pasukan manusia untuk melawan Nightshades guna melemahkan mereka."

Saat kata-kata pemilik penginapan itu bergema di dalam toko, ekspresi wajah Xu Qing berubah menjadi dingin. Kapten menyipitkan matanya. Semua orang yang lain tetap terdiam. Hal itu terutama berlaku pada Ningyan, yang sempat membuka mulutnya seolah hendak berbicara, tetapi kemudian menutupnya kembali.

"Itulah sebabnya Marquis Yao menyuruhku untuk memperingatkanmu agar tidak kembali. Jika kau kembali... Pangeran Ketiga pasti akan mencoba untuk mewajibkanmu wajib militer. Dan jika itu terjadi..." Pemilik penginapan itu tadinya hendak menghela napas lagi, tetapi kemudian ia melihat Sang Pewaris Takhta yang sedang menyeruput teh, dan tiba-tiba menyadari bahwa, berdasarkan apa yang telah ia dengar dan apa yang dikatakan Ling'er, mungkin ia tidak perlu menghela napas. "Eh... jadi, begitulah keadaannya."

Xu Qing menatap ke arah Kabupaten Sea-Sealing sejenak. Kemudian ia menoleh kepada Sang Pewaris Takhta dan menangkupkan tangan.

Sambil tersenyum, Sang Pewaris Takhta meletakkan tehnya dan membuka mulut untuk berbicara. Namun sebelum ia sempat berkata apa-apa, sebuah suara dingin menyapu Pegunungan Bitter Life.

"Aku akan ikut denganmu ke Kabupaten Sea-Sealing."

Suara itu terdengar bagaikan bilah pedang, penuh dengan niat membunuh, sanggup mengguncang langit dan bumi. Ketika Sang Pewaris Takhta mendengar suara tersebut, ia menghela napas dan kembali mengangkat cangkir tehnya. Suara itu berasal dari Saudari Kesembilan!

Gunakan ← → untuk pindah chapter