Beyond the Timescape - Chapter 614 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 614 · 8m baca

The Secret of Imperial-Class Techniques!

by Er Gen

Xu Qing menarik napas dalam-dalam. Matanya berbinar, ia bersila dan membenamkan pikirannya ke dalam burung gagak emas. Kali ini, ia tidak fokus mengubah wujud burung gagak emas itu. Ia juga tidak ambil pusing dengan sejarah burung gagak emas ataupun ingatan tentang matahari. Ia menepis segala pikiran semacam itu. Segala hal lainnya memudar dari indranya, hingga satu-satunya yang ia rasakan hanyalah sang burung gagak emas yang berpijar terang. Tubuh hitam dan kobaran api yang menyilaukan menjadi satu-satunya hal yang ia pedulikan.

Jika aku ingin benar-benar tuntas, maka aku sebaiknya mengabaikan apinya saja. Api itu pada dasarnya ilusi dan tidak ada artinya!

Begitu pikiran itu menguasai benak Xu Qing, ia bisa merasakan kobaran api di luar yang mengelilingi burung gagak emas itu meredup hingga akhirnya lenyap. Saat api itu padam, Xu Qing bergidik. Ia belum pernah melakukan hal seperti ini pada burung gagak emas sebelumnya. Saat rasa sakit meremukkan tubuhnya, kerusakan yang ditimpakan pada burung gagak emas itu turut memengaruhi jiwa nasuwan yang terikat dengannya.

Di masa lalu, Xu Qing tidak akan pernah melanjutkan proses ini melewati titik tersebut. Ia bisa merasakan bahwa dirinya berada dalam bahaya ekstrem. Namun, berkat saran dari sang Putra Mahkota, ia menekan perasaan tidak nyaman itu dan fokus pada burung gagak emas berwarna hitam, yang kini benar-benar tampak seperti burung gagak biasa.

Burung itu menatap Xu Qing dengan gemetar.

Xu Qing balas menatapnya sambil mengerutkan kening. Baginya, wujud burung gagak emas yang seperti ini terasa agak berlebihan. Ia mengirimkan sebuah pikiran, dan burung gagak emas itu pun bergidik saat bulu-bulunya mulai menghilang, menyisakan tubuh tanpa bulu.

Gejolak balik dari tindakan itu terasa semakin nyata. Xu Qing kesulitan bernapas, tetapi ia mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia sedang berada di jalur yang benar. Sambil mengatupkan gigi, ia menumpas segala pikiran asing di dalam hatinya.

Berikutnya, sebuah dentuman bergema saat burung gagak emas itu meledak. Serpihan daging dan darah yang tak terhitung jumlahnya berhamburan ke segala arah. Darah muncrat dari mulut Xu Qing, namun kesadarannya tetap kokoh tak tergoyahkan saat genangan darah itu menyelimutinya.

Terlebih lagi, ia kini mampu merasakan benang warna-warni yang tak terhitung jumlahnya di dalam daging dan darah tersebut, bagaikan gulungan kusut yang saling terjalin dengan segalanya. Setiap benang itu mengandung fluktuasi roh kecerdasan. Di dalam dirinya sendiri, Xu Qing dapat merasakan jiwa-jiwa nasuwannya, kobaran api dari Laut Api Surga, serta jiwa dari ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan ribu makhluk hidup. Itulah akumulasi dari segala hal yang pernah ditelan oleh burung gagak emas.

"Itu adalah perpaduan antara daun teh dan air!" gumamnya. "Sekarang aku hanya perlu menyaring semua hal dari dalam!"

Ia mengirimkan pikirannya keluar lagi, dan daging serta darah itu menyusut dengan cepat. Benang-benang yang tak terhitung jumlahnya terpisah dan menumpuk di sisi. Seiring proses itu berlangsung, burung gagak emas melolong kesakitan.

Xu Qing terus batuk darah, namun matanya memancarkan tekad bulat. Ia mengatupkan giginya dan melanjutkan.

Seiring berjalannya waktu, Xu Qing bagaikan orang kesurupan. Ia melupakan segala sesuatu di sekelilingnya, dan hanya fokus melucuti burung gagak emas tersebut. Hari-hari berlalu. Akhirnya, lebih dari sembilan puluh persen benang kacau yang membentuk burung gagak emas itu telah lenyap.

Sebenarnya hanya tersisa tiga buah. Satu berwarna hitam. Satu berwarna merah. Satu berwarna ungu!

Daun teh dan air hampir tersaring sepenuhnya!

Xu Qing bisa merasakan bahwa warna ungu mewakili jiwa nasuwannya sendiri, warna merah mewakili api, dan warna hitam adalah esensi kehidupan burung gagak emas. Hal-hal itulah yang membentuk substruktur dari teknik tingkat kekaisaran.

Putra Mahkota memberitahuku bahwa, meskipun sehelai daun teh menempuh jalannya sendiri, esensinya tetap sama. Daun itu tetaplah bagian dari keseluruhan. Oleh karena itu, meskipun telah dipisahkan, daun itu tetap bisa dikembalikan seperti semula.

Meskipun itu adalah saran dari Putra Mahkota, melalui tindakan memisahkan bagian-bagian burung gagak emas itulah Xu Qing dapat mengalaminya sendiri. Benang-benang yang telah ia pisahkan tidaklah menghilang; mereka masih ada di sana. Benang-benang itu terhubung dengannya dalam berbagai cara, dan oleh karena itu, yang dibutuhkannya hanyalah sebuah pikiran agar benang-benang itu terbang kembali ke tempat asalnya. Hal ini sekali lagi membuktikan betapa realistisnya saran Putra Mahkota.

Kurasa aku harus mulai dengan memisahkan api!

Xu Qing mengatupkan giginya, memusatkan indra ilahinya, lalu perlahan mulai mengupas benang merah tersebut. Rasa sakitnya luar biasa tak terperi, membuatnya gemetar dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun ia tidak menyerah.

Hari-hari berlalu. Mengingat betapa fokusnya ia pada kultivasinya, ia sama sekali tidak menyadari bahwa selama tujuh atau delapan hari terakhir, ia telah melepaskan fluktuasi yang cukup besar. Ruangan belakang itu perlahan-lahan dipenuhi oleh fluktuasi kekuatan roh berwarna ungu, yang bermanifestasi sebagai benang-benang tak terhitung yang mencambuk ke sana ke mari dan melepaskan suara retakan menggelegar.

Ia saat ini berlumuran darah! Pakaiannya telah hangus terbakar, dan tato totem burung gagak emas yang menutupi tubuhnya melolong dalam duka. Setiap goresan kuas yang membentuk tato itu mengeluarkan darah.

Namun, bukan itu yang paling mencolok. Selama beberapa hari terakhir, auranya telah berubah menjadi sangat luar biasa. Terkadang, aura itu memancarkan fluktuasi yang mengerikan, dan terkadang, kekuatan hidup di dalamnya lenyap sama sekali. Dan masih samar-samar terasa kekuatan pamungkas yang sangat mengerikan sedang bangkit. Itu adalah kekuatan yang tampaknya tidak direstui oleh Dao surgawi, dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi oleh Sang Purba.

Selama seminggu terakhir atau lebih, langit di atas Apotek Roh Hijau di Pegunungan Kehidupan Pahit terus berubah secara konstan. Angin dan awan berputar-putar, dan suara guntur yang menggelegar bergema. Makhluk hidup di Pegunungan Kehidupan Pahit tercengang, tidak tahu apa yang sedang terjadi. Suara guntur itu hampir terdengar seperti kata-kata tidak masuk akal yang sedang diucapkan.

Sedikit orang yang bisa memahami kata-kata itu. Namun, Putra Mahkota dapat memahaminya. Dan karena ia bisa memahaminya, ia semakin dibuat takjub oleh Xu Qing.

Ling'er sangat gugup. Sang Kapten merasa takut sekaligus terkejut. Ning Yan terkejut dan ketakutan. Wu Jianwu begitu terpana hingga ia tidak tahu harus berbuat apa.

Putra Mahkota… kini berada di ruangan belakang, bersila di depan Xu Qing, mengawasinya lekat-lekat. Ada emosi campur aduk di wajahnya. Pada beberapa kesempatan, ia sempat mengangkat tangan kanannya saat mempertimbangkan untuk menghentikan pencerahan Xu Qing. Namun pada akhirnya, ia mempaksa dirinya untuk tidak melakukannya.

Anak ini sedang memahami tabu Sang Purba yang luar biasa dan tak terkatakan! Aku… aku kan tidak ngapa-ngapain! Putra Mahkota ragu-ragu saat mengingat kembali segala hal yang telah ia katakan. Sesaat kemudian, ia menghela napas lega. Ini adalah pertama kalinya ia menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat aneh pada anak ini.

Guntur yang menggelegar di luar mencapai telinga Putra Mahkota, seolah-olah Dao surgawi Sang Purba sedang memberinya peringatan yang sangat keras.

Setiap teknik tingkat kekaisaran mengandung tanda penyegelan yang ditempatkan oleh salah satu Dao surgawi Sang Purba…. Kecuali, aku tadi jelas-jelas hanya memberikan beberapa saran mengenai koeksistensi dan pelepasan….

Putra Mahkota menghela napas, lalu melambaikan tangannya untuk menyegel aura Xu Qing dan bertindak sebagai pelindung darma baginya.

Xu Qing masih terbenam dalam indranya sendiri, bekerja keras. Pada suatu titik, ia akhirnya berhasil mengupas benang merah tersebut. Saat ini, wujud burung gagak emas sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Hanya tersisa dua benang, satu hitam dan satu ungu.

Berikutnya adalah benang ungu milikku.

Tanpa ragu sedikit pun, ia mulai mengekstrak benang ungunya sendiri. Proses itu begitu menyakitkan hingga pembuluh darah menonjol di seluruh tubuhnya, dan ia gemetar hingga ke jiwanya. Namun, intuisinya mengatakan bahwa kunci dari semua ini adalah mengekstrak benang ungu tersebut.

Keluar kau!

Pikiran Xu Qing berputar kencang saat ia bekerja keras untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Akhirnya, benang ungu itu terkelupas. Ketika itu terjadi, satu-satunya hal yang tersisa dari burung gagak emas hanyalah benang hitam!

Benang itu bergetar, memancarkan fluktuasi ketakutan yang ekstrem.

Ini….

Dengan jiwa yang bergetar, Xu Qing memfokuskan indranya dan kemudian mulai memperbesar benang hitam itu. Lalu memperbesarnya lagi. Lalu membuatnya semakin besar! Pada akhirnya, benang hitam itu menjadi jauh lebih besar, hampir seperti seluruh dunia di dalam indra Xu Qing. Ketika ukurannya sudah cukup besar, ia melihat wujud aslinya! Itu bukan sekadar sehelai benang hitam tunggal. Benda itu sebenarnya terbuat dari potongan-potongan hitam tak terhitung jumlahnya yang menyatu. Dan di antara setiap potongan terdapat sesuatu yang menyerupai sambaran petir.

Sambaran petir itu bagaikan tali, menembus tak terhingga potongan hitam tersebut. Itulah sebabnya, setelah semuanya menggumpal, benda itu tampak seperti benang hitam. Potongan-potongan itu bentuknya tidak beraturan, namun jika disatukan… bentuknya menyerupai tombak hitam yang mengejutkan!

Saat Xu Qing merasakannya, pemahaman baru memenuhi benaknya.

Senjata tabu!

Itu adalah senjata yang dapat meremukkan langit, menghancurkan bumi, membinasakan dao, dan membantai para dewa! Pemandangan itu membuat pikiran Xu Qing kacau balau. Hal itu mengguncang jiwanya. Tidak peduli ide apa pun yang bisa ia pikirkan, ia tidak akan pernah bisa menebak bahwa di dalam esensi burung gagak emas terdapat… sekumpulan pecahan senjata yang mengerikan!

Apakah semua teknik tingkat kekaisaran memiliki substruktur serupa? Apakah ini esensi burung gagak emas? Apakah itu berarti setiap teknik tingkat kekaisaran pada kenyataannya terbentuk dari pecahan-pecahan senjata mengerikan yang disegel? Siapa yang menyegelnya? Dao surgawi? Dan untuk apa? Lagi pula… siapa pemilik senjata tabu ini?

Jika memang begitu, mengapa orang-orang berkultivasi teknik tingkat kekaisaran? Jangan bilang… bahwa teknik tingkat kekaisaran pada dasarnya adalah metode untuk memperbaiki senjata tabu? Dan tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan senjata semacam itu?? Berapa banyak rahasia yang tersembunyi di Daratan Sang Purba?

Xu Qing bergidik saat pikirannya berputar-putar. Lambat laun, ia menarik kembali indranya, diikuti oleh benang ungu, lalu benang merah, dan kemudian semua benang lainnya.

Dalam sekejap mata, semuanya kembali menggumpal. Daging dan darah burung gagak emas perlahan-lahan terbentuk kembali menjadi garis besar sang burung gagak. Kemudian bulu-bulunya muncul, dan burung itu tersulut dalam kobaran api.

Saat hawa panas berdenyut keluar, Xu Qing perlahan mendongak. Matanya terbuka, dan ia memuntahkan seteguk darah. Sambil megap-megap mengambil napas, ia menyadari bahwa pada suatu waktu yang tidak diketahui, Putra Mahkota telah masuk dan sedang duduk di depannya.

Sebelum Xu Qing sempat mengatakan apa pun, Putra Mahkota berkata, "Jangan katakan apa pun. Dan jangan tanyakan apa pun."

Sementara rasa takut masih bersarang di hati Xu Qing, matanya berkilat-kilat. Ia meluangkan waktu sejenak untuk mengendalikan pernapasannya, lalu melihat sekeliling. Ia bisa merasakan fluktuasi yang masih ada, dan juga bisa merasakan hal-hal dramatis yang terjadi di luar. Akhirnya, ia menatap Putra Mahkota dan mengangguk. Kemudian ia mengeluarkan mutiara yang berisi Guru Mata Hitam di dalamnya.

"Senior, aku tidak membutuhkan benda ini lagi. Aku tidak bisa mengalahkan Mata Hitam, dan aku tidak ingin dia melahap burung gagak emas milikku. Yang paling penting, aku telah menemukan dao burung gagak emas milikku sendiri!"

"Kau benar-benar tidak membutuhkannya…" ucap Putra Mahkota sambil menerima mutiara tersebut. Ia menatap Xu Qing dengan ekspresi rumit. Ia bisa merasakan burung gagak emas di dalam diri Xu Qing, dan tahu bahwa makhluk itu kini memiliki ketajaman yang belum pernah ada sebelumnya. Dan samar-samar, ia bisa melihat bahwa wujudnya kini menyerupai tombak. Inilah kartu truf untuk jiwa nasuwan burung gagak emas milik Xu Qing!

"Ribuan terima kasih atas nasihat Anda, Senior. Itu membantuku menyempurnakan pencerahanku!" Xu Qing menarik napas dalam-dalam, berjuang bangkit berdiri, lalu membungkuk kepada Putra Mahkota. Ia merasa benar-benar bersyukur. Tanpa kata-kata Putra Mahkota sebelumnya, ia tidak akan pernah mendapatkan pencerahan sedalam ini.

Putra Mahkota tiba-tiba berkata, "Apakah Gurumu pernah memberimu nasihat dengan cara seperti ini?"

"Ya," jawab Xu Qing sambil mengangguk, merasa terkejut dan bertanya-tanya mengapa Putra Mahkota menanyakan hal semacam itu.

Putra Mahkota terdiam sejenak. Lalu ia menghela napas. "Pasti tidak mudah menjadi guru dari anak didik sepertimu."

Jika Anda menemukan kesalahan (konten tidak standar, pengalihan iklan, tautan rusak, dll..), Beritahu kami agar kami dapat segera memperbaikinya.

Laporkan

Di Perpustakaan

Didukung oleh Terjemahan

Gunakan ← → untuk pindah chapter