Xu Qing menunduk, wajahnya benar-benar tanpa ekspresi. "Jangan main-main, Kakak Sulung."
"Aku tidak sedang main-main," kata separuh kepala Kapten dengan nada mendesak. "Kau harus lari! Ini bukan lelucon. Master Darkfate sedang dalam perjalanan. Dia merencanakan semua ini untuk mengincarku!"
Xu Qing menatap Nethersprite dan menghela napas. "Seharusnya kau mencukur kakimu. Itu kesalahan yang sama yang kau buat dengan putri Seazombie itu. Itu... sebuah celah besar dalam ceritamu."
Nethersprite berhenti berjalan dan menatap kaki berbetuk indah di balik jubahnya. Benar saja, kaki itu sangat berbulu seolah ia sedang mengenakan celana berbulu. Bahkan dengan pakaian yang menutupi bagian atasnya, hal itu sangat jelas terlihat.
Nethersprite berdehem, lalu menatap Xu Qing dengan tatapan penuh kebencian. Tatapan itu cukup membuat Xu Qing mundur beberapa langkah. Sementara itu, Ling’er menjulurkan kepalanya dari balik lengan baju Xu Qing dan memandang Nethersprite dengan takjub.
"Hahaha! Aku tadi hanya bercanda!" Suara Kapten-lah yang keluar dari mulut Nethersprite. Sementara itu, separuh kepala di kaki Xu Qing meleleh, berubah menjadi segenggam kumbang biru yang melompat kembali ke dalam air dan kembali kepada Kapten.
"Bagaimana dengan Nethersprite?" kata Xu Qing dengan tenang.
"Dia?" kata Kapten, langsung duduk selonjoran dan mulai mencukur kakinya. "Oh, dia baik-baik saja. Setelah aku menjelaskan seluruh situasi kepadanya, perasaannya menjadi sangat campur aduk. Dan kemudian kami terlibat dalam diskusi serta negosiasi yang sangat ramah."
Pemandangan Kapten yang dengan santainya mencukur kaki sambil berbicara begitu santai sangatlah kontras dan janggal.
"Singkatnya, aku telah menyelesaikan segala potensi kesalahpahaman. Dia sangat bersyukur mengetahui kebenaran dan setuju untuk bekerja sama. Faktanya, dia berinisiatif untuk menyegel dirinya sendiri. Lihat? Kubilang juga apa, aku ini orang yang sangat masuk akal."
Kapten menyelesaikan satu kaki dan beralih ke kaki berikutnya, membiarkan bulu yang dicukurnya berhamburan terbawa angin.
Xu Qing tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya memutar bola matanya dan duduk bersila.
Menanggapi sikap Xu Qing yang mengabaikannya, Kapten terkekeh, mengeluarkan sebuah apel, lalu menggigitnya. Kemudian dia mengeluarkan apel kedua dan meleparkannya kepada Xu Qing. Xu Qing menangkapnya, mengamati apel itu lekat-lekat, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kapten.
Kapten tersenyum.
Xu Qing memejamkan mata dan berkonsentrasi menjaga agar ilmu gaib penyembunyian tetap aktif.
Hari-hari berlalu, dan tidak ada hal yang luar biasa terjadi. Ketika para pelayan wanita sadar kembali, mereka merasa bingung dan curiga. Namun, melihat Nethersprite baik-baik saja, mereka tidak berani mengajukan pertanyaan apa pun.
Penyamaran Kapten sangat sempurna. Tampaknya dia benar-benar berhasil mendapatkan banyak detail dari Nethersprite, karena setiap kali dia berbicara, tidak ada sedikit pun petunjuk bahwa dia adalah seorang penipu.
Akhirnya, bahkan Xu Qing pun tidak yakin bagaimana cara mengetahui apakah ia benar-benar sedang berhadapan dengan Kapten.
Begitulah, sebulan berlalu. Segera, tiba waktunya bagi Nethersprite untuk menyelesaikan sesi pembaptisannya. Kain warna-warni cerah dan cahaya yang menyilaukan muncul di langit saat rombongan pengantin tiba untuk menjemputnya. Sekali lagi, tandu itu terbuat dari tengkorak yang sangat besar. Tiga puluh dua kultivator Suku Singa berjubah merah memikul tandu tersebut, dan ada pelayan yang tak terhitung jumlahnya dalam rombongan itu, memainkan musik yang bersemangat. Kelompok yang terdiri dari ratusan orang itu berhenti di luar Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers. Mereka berada di sana untuk menjemput Nethersprite dan mengawalnya ke Sekte Darkfate. Hari pernikahan telah tiba!
Nyonya Rosyclouds sudah lama tidak menampakkan diri, tetapi dia menunggu di luar mata air spiritual dengan senyuman ketika Nethersprite muncul.
Setelah pembaptisan selama sebulan penuh, kulit Nethersprite tampak lebih sehat dari sebelumnya. Dia juga mengenakan pakaian baru yang membuatnya terlihat jauh lebih memikat dari biasanya. Dia mengenakan gaun panjang merah dan rambutnya diikat dengan mahkota phoenix, yang entah bagaimana membuatnya tampak luar biasa menggoda. Faktanya, dia menarik perhatian tak terhitung pasang mata di Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers.
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Nyonya Rosyclouds, dia membiarkan para pelayan dan pengawal mengerumuninya saat dia meninggalkan Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers dan melangkah ke dalam tandu tengkorak. Para pengusung tandu yang kekar mengeluarkan geraman keras saat mereka mengangkat tandu itu dan melangkah naik ke udara. Musik mengiringi rombongan tersebut, dan kelopak bunga berjatuhan seperti hujan. Saat mereka menghilang di balik cakrawala, para kultivator yang tak terhitung jumlahnya di Pegunungan Unfinished mendongak dengan terkejut.
Semua sekte besar di Pegunungan Unfinished telah diberi undangan untuk datang ke Sekte Darkfate guna menyaksikan upacara tersebut.
Baik rombongan pengantin yang berangkat maupun para murid di Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers tidak menyadari bahwa sebuah tawa kecil yang penuh makna bergema dari puncak kembar di gunung tersebut.
Lebih tepatnya, tawa itu berasal dari sebuah kuil gua dekat puncak kembar.
Kuil itu cukup besar sehingga praktis memenuhi seluruh bagian dalam gunung. Di dalamnya terdapat seorang lelaki tua dengan rambut acak-acakan dan jubah lima warna, melayang dalam posisi bersila di dekat pintu masuk. Dia begitu kurus hingga hampir tampak seperti kerangka. Namun, dia tidak memancarkan aura kematian apa pun, melainkan kekuatan hidup yang mendalam. Dia juga dikelilingi oleh fluktuasi Void Returning, meskipun tidak mungkin untuk mengetahui detail kultivasinya lebih dari itu.
Tepat di bawahnya terdapat sesuatu yang sangat mengejutkan sekaligus mengerikan. Itu adalah peta tiga dimensi. Kebanyakan orang tidak akan tahu apa yang digambarkan oleh peta itu, tetapi penduduk lokal mana pun yang melihatnya akan langsung mengetahuinya. Peta itu menggambarkan Pegunungan Unfinished. Selain perbedaan ukurannya, peta itu persis sama dengan pegunungan aslinya. Setiap tanaman, pohon, punggung bukit, dan batu sangatlah realistis. Ada burung-burung yang terbang di langit, kota-kota di kaki gunung, dan sekte-sekte di sana-sini. Bahkan makhluk hidup yang menghuni Pegunungan Unfinished pun ada di dalam proyeksi itu.
Peta itu berisi semua makhluk hidup di area tersebut! Itu mencakup manusia fana maupun kultivator. Semuanya bergerak, membuat proyeksi ini tampak seperti penggambaran real-time dari Pegunungan Unfinished.
Xu Qing dan yang lainnya ada di sana, dan rombongan pengantin yang meninggalkan Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers terlihat jelas.
Yang lebih spektakuler lagi adalah setiap makhluk hidup dalam proyeksi itu memiliki sesuatu seperti benang yang terikat pada mereka. Benang-benang itu bagaikan benang takdir atau nasib yang berputar-putar di dalam gua pertapaan. Benang yang tak terhitung jumlahnya itu sudah cukup mengerikan. Namun, yang lebih mengerikan lagi adalah lelaki tua berjubah lima warna, yang merentangkan kedua tangannya dan bergestur dengan liar. Gerakannya menyebabkan benang-benang dari makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya itu bergoyang ke sana kemari dan sesekali saling bersentuhan.
Oleh karena itu, situasi di mana afinitas yang ditakdirkan seharusnya tidak ada… mendadak tercipta. Emosi yang seharusnya tidak ditampilkan… ditampilkan begitu saja. Hubungan tersembunyi yang seharusnya tidak terjalin… secara tidak wajar terbentuk. Takdir makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya, dan jalan hidup mereka, sedang diubah. Dan semuanya terjadi sesuai dengan pikiran lelaki tua itu. Seolah-olah segala sesuatu yang terjadi di Pegunungan Unfinished adalah bagian dari sebuah pertunjukan besar.
Dan lelaki tua inilah yang memegang kendali atas pertunjukan itu. Segala sesuatu yang terjadi dalam pertunjukan itu terjadi karena dirinya. Meskipun mereka tetap mempertahankan ingatan dan kepribadian mereka, apa pun yang mereka lakukan sesuai dengan naskah lelaki tua itu.
Pancaran kehidupan tercipta dengan cara itu, bagaikan cahaya kembang api, dan berubah menjadi kupu-kupu menari yang terbang ke sana kemari. Beberapa terbang di dalam gua pertapaan di gunung itu, yang lain terbang keluar gunung menuju dunia luar. Kupu-kupu yang menari itu memancarkan kekuatan aneh ke mana pun mereka pergi, dan serbuk sari yang berjatuhan dari sayap mereka saat terbang menyebar hingga memenuhi pegunungan.
Sesekali, orang luar akan muncul. Namun, begitu mereka melangkah masuk ke Pegunungan Unfinished, mereka akan muncul dalam proyeksi, dan benang-benang akan terbentuk, menghubungkan mereka ke pertunjukan sang lelaki tua. Takdir mereka kemudian akan diubah, dan mereka akan diberi misi baru.
Terkadang lelaki tua itu berdiri dan bergerak dengan aneh. Saat dia melambaikan lengan dan anggota tubuhnya, benang-benang yang terhubung dengan orang-orang di dalam proyeksi akan bergetar. Saat ekspresi wajahnya berubah-ubah di antara berbagai emosi, orang-orang di dalam proyeksi akan terlibat dalam berbagai kisah cinta, kebencian, gairah, dan pembalasan dendam. Dia telah menciptakan pertunjukan ini, namun dia juga bagian darinya, karena dia telah memasukkan dirinya ke dalamnya, dan menggunakan kekuatan hidupnya sendiri untuk melakukan tarian performatif. Di satu sisi, hal itu sangat mengerikan, namun di sisi lain, memancarkan rasa kesucian yang religius.
Itu karena ini adalah tarian pengorbanan dari Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers! Tarian pengorbanan itu bukan untuk kepentingan para anggota sekte. Itu adalah tarian persembahan kepada dewa, dan ditujukan demi kepentingan seorang dewa. Banyak wilayah yang memiliki dewa di dalamnya memiliki pengaturan serupa. Salah satu alasannya adalah karena banyak dewa memiliki kebiasaan tidur. Crimson Mother tidak terkecuali. Kendati demikian, sementara dia biasanya dapat bangun kapan saja, saat ini, dia berada dalam kondisi di mana kebangkitan tidak dapat dicapai dengan cepat.
Bagaimanapun juga, ketika para dewa tidur, hal itu mengakibatkan kekuatan mimpi merembes keluar. Mimpi para dewa adalah alasan sebenarnya mengapa tarian pengorbanan menjadi hal yang umum. Para penari dapat menggunakan mimpi dewa tersebut untuk memengaruhi seluruh wilayah.
Segala sesuatu di dalam wilayah tersebut akan terpengaruh. Takdir. Kehidupan. Pikiran orang-orang dapat dikosongkan dan kemudian pikiran mereka ditenun kembali melalui tarian pengorbanan. Dan kemudian hal itu akan berubah menjadi kenyataan mimpi lima warna yang menyilaukan. Dewa yang bersangkutan tidak akan mampu merasakan mimpi itu saat tidur, melainkan hanya saat terbangun. Jika dewa tersebut senang, ia akan memberikan berkah.
Itulah salah satu alasan mengapa ada begitu banyak cabang anak perusahaan dari Sekte Yin-Yang Betwixt Flowers. Setiap cabang tunggal memiliki penari pengorbanannya sendiri. Berkah yang bisa mereka bawa bervariasi berdasarkan basis kultivasi mereka, begitu pula jangkauan kekuatan mereka. Mengenai mimpi yang sedang berlangsung di Pegunungan Unfinished, sang pencipta, lelaki tua itu, yakin bahwa dewa tersebut pasti akan menyukai tarian pengorbanan khusus ini.
Kemudian lelaki tua itu berbicara, sambil terus melayang di udara dengan bersila, matanya bersinar tajam.
"Orang-orang luar itu membuat mimpi ini... menjadi jauh lebih menarik!"
Anehnya, kata-kata persis yang sama keluar dari mulut Kapten di dalam tandu. Dia juga memiliki tatapan yang sangat tajam di matanya. Sambil meregangkan badan, dia melihat sekeliling hingga pandangannya tertuju pada satu pengawal tertentu. Pengawal itu tidak lain adalah Xu Qing yang sedang menyamar.
Pikiran Xu Qing berada dalam kekacauan yang cukup parah, karena dia masih yakin bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi. Semuanya berjalan terlalu mulus.
Sebagai contoh, dia baru saja mendongak ke langit dan melihat seekor burung. Burung itu tadinya sedang terbang, tetapi kemudian berhenti di tempat selama beberapa detik. Burung itu hanya diam di tempat, tidak bergerak. Xu Qing tiba-tiba dilanda sensasi vertigo, dan penglihatannya berkunang-kunang. Ketika semuanya kembali normal, burung itu terbang seolah-olah tidak pernah berhenti.
Xu Qing menyipitkan mata, mengulurkan tangan, dan membuat gestur mencengkeram. Tujuannya adalah untuk melihat apakah burung itu nyata atau tidak. Burung itu bergidik, lalu mulai jatuh berputar-putar di udara ke arahnya.
Begitu burung itu mendarat di telapak tangannya, penglihatannya berputar semakin dramatis, dan dia merasa sangat pusing. Kali ini, sensasinya bahkan lebih intens dan mengejutkan daripada sebelumnya. Semua orang di dalam rombongan pengantin berhenti di tempat, dan kemudian semuanya menoleh untuk menatap Xu Qing tanpa bersuara.
Xu Qing bergidik. Mengingat bagaimana dia mencengkeram burung itu, rasanya benda itu nyata. Dia bahkan bisa merasakan detak jantung dan kehangatan tubuhnya. Saat semua orang menoleh untuk menatapnya, kulit kepalanya terasa mati rasa. Dia berdiri diam selama dua detik, lalu membuka tangannya dan membiarkan burung itu terbang ke udara. Burung itu terbang kembali ke tempat asalnya terbang, dan mulai bergerak mengikuti jalur yang sama. Rasanya hampir seolah-olah takdirnya memang sudah ditentukan sejak awal.
Semua orang dalam rombongan pengantin mengalihkan pandangan. Seolah-olah tidak ada hal baru saja terjadi. Dengan ekspresi yang sama seperti sebelumnya, mereka melanjutkan perjalanan dengan gembira. Musik terus mengalun. Kelopak-kelopak bunga melayang di udara.
Ketakutan masih tertinggal di hati Xu Qing saat dia menoleh untuk melihat Kapten. Kapten membalas tatapannya dengan kilatan mata yang penuh makna.
Tatapan itu membuat Xu Qing teringat akan apa yang telah dikatakan Kapten kepadanya berulang kali.
"Percayalah padaku, Ah Qing kecil."
Chapter 576 · 8m baca
A Big Show (part 2)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter