Kong Xianglong telah ditugaskan ke Kantor Operasi Lapangan, di mana ia bertugas memburu para kriminal. Hari ini, ia datang bersama seorang kriminal yang berhasil ditangkapnya. Ketika Xu Qing melihatnya, ia sedang mengobrol dengan salah satu penjaga penjara yang dikenalnya di Lantai 9.
Tergeletak di lantai di sebelah Kong Xianglong adalah sesosok ras Dualface yang terengah-engah. Dualface itu memiliki basis kultivasi yang luar biasa. Meskipun terluka dan sedang berbaring, ia masih memancarkan fluktuasi dari tujuh istana surgawi. Jelas sekali ia adalah representasi yang mengesankan dari spesiesnya. Kendati demikian, kondisinya sangat mengenaskan. Ia babak belur hingga kehilangan satu kaki, dan dari lukanya, kaki itu tampak telah robek terlepas.
Kong Xianglong juga terluka, tetapi ia tidak tampak khawatir dengan cedera tersebut. Melihat Xu Qing, matanya langsung berbinar.
"Xu Qing!"
"Kakak Besar Kong," jawab Xu Qing sambil memberi hormat balas.
Para penjaga penjara yang lain turut berseru menyapa. Cukup banyak dari mereka yang mendengar kabar bahwa Xu Qing tidak pernah meminta mutasi setelah ditugaskan ke D-132. Terlebih lagi, ia selalu langsung pulang setelah jam kerja, dan belum juga tewas secara misterius. Hal itu berhasil memenangkan kekaguman dari para penjaga penjara.
Xu Qing tersenyum kepada Kong Xianglong dan mengamati cederanya lekat-lekat.
"Bukan apa-apa, kok. Cuma luka luar. Xu Qing, kau benar-benar jadi penjaga penjara sekarang? Hahaha! Seharusnya aku sudah menduganya." Kong Xianglong jelas telah menyadari seragam Xu Qing dengan tanda api gelapnya, serta cara para penjaga penjara lain memperlakukannya. Ia sama sekali tidak terkejut melihat Xu Qing kini menjadi penjaga penjara. "Sebenarnya, dulu waktu aku dengar kau ditugaskan sebagai sekretaris jenderal penguasa istana, aku sudah tahu pasti kalau—"
"Apa sebenarnya yang 'sudah kau tahu pasti'?" sebuah suara dingin memotong perkataan Kong Xianglong sebelum ia sempat menyelesaikannya. Suara itu berasal dari tangga yang mengarah ke Lantai 9.
Saat suara itu bergema, rupa dingin sang penguasa istana muncul begitu ia mencapai puncak tangga dan berjalan mendekati kelompok itu.
Para penjaga penjara langsung menangkupkan tangan dan membungkuk formal.
"Salam, Penguasa Istana."
Xu Qing melakukan hal yang sama, sementara Kong Xianglong bergidik ngeri, buru-buru menangkupkan tangan, dan membungkuk.
Tiba-tiba, Xu Qing menyadari bahwa Kong Xianglong tampak ketakutan. Ia bahkan sampai berkeringat.
Tekanan yang terpancar dari penguasa istana itu sangat luar biasa, memenuhi seluruh Lantai 9. Keheningan mutlak langsung tercipta saat ia menyapu pandang ke sekeliling pada semua orang. Ia menatap kriminal Dualface yang tergeletak di lantai, lalu beralih menatap Kong Xianglong.
"Mengingat basis kultivasimu," ucapnya dingin, "kau seharusnya bisa menangkap kultivator ini hanya dengan satu serangan pedang. Kenapa kau malah menggunakan dua serangan? Orang-orang banyak mengoceh tentang dirimu sebagai pilihan teratas dari generasi ini. Apakah itu sebabnya kau selalu bersikap begitu pongah? Kau mungkin belum menguasai hal lain, tapi kau sudah ahli dalam hal bersikap arogan." Ia beralih menatap Xu Qing. "Dan untukmu," lanjutnya, dengan nada yang sama dinginnya seperti tadi, "bukankah seharusnya kau sudah kembali ke rumah dan fokus berlatih kultivasi? Situasimu di D-132 sudah beres, begitu? Nah, kalau kau sehebat itu, mungkin aku harus mempromosikanmu ke Unit C!"
Mata Xu Qing menyipit penuh pemikiran. Ia tahu betul bahwa penguasa istana itu memiliki tempramen yang buruk. Setelah mengenal beberapa penjaga penjara lain, ia sempat mendengar beberapa cerita tentang betapa tegasnya pria itu. Ditambah dengan cara penguasa istana tersebut menegurnya pada pertemuan pertama mereka, ia tahu bahwa membantah tidak akan menghasilkan apa-apa.
Sementara itu, Kong Xianglong hanya menunduk dan tidak mengatakan apa-apa. Sang penguasa istana mengalihkan pandangannya dari Xu Qing kembali kepada Kong Xianglong. "Cepat bicara! Aku sedang bertanya padamu!"
Kong Xianglong ragu sejenak lalu berkata, "Kultivator Dualface ini memiliki segelintir selir berdarah campuran, kasihan sekali mereka. Sayangnya, aku tidak bisa mengendalikan serangannya dengan baik sehingga melukai mereka yang tidak bersalah. Makanya ia berakhir seperti ini...."
Darah campuran adalah anak-anak yang lahir dari manusia dan non-manusia. Seringkali, nasib mereka jauh lebih buruk karena status tersebut.
Penguasa istana mencerna informasi itu lalu berkata, "Meskipun begitu, kau hanya melawan seorang kultivator tujuh istana, namun kau malah berakhir terluka. Apa lagi yang terjadi? Apakah kau menggunakan wewenang resmi untuk menangani urusan pribadi?"
Kong Xianglong berkeringat dingin, namun mengingat penguasa istana bertanya langsung kepadanya, ia tidak punya pilihan selain menjawab. "Kriminal itu memiliki beberapa teman. Mereka kabur, dan meskipun mereka tidak masuk dalam daftar buronan, mereka telah melakukan perbuatan yang sangat kejam di luar batas kemanusiaan. Aku tidak bisa menahan diri, jadi aku mengejar mereka dan menghabisi nyawa mereka. Belakangan, lawan tangguh lainnya muncul, dan aku membunuhnya juga, itulah sebabnya aku terluka."
Penguasa istana menatap Kong Xianglong dengan dingin, lalu berbalik dan berjalan kembali ke arah tangga. Saat ia berjalan, suara dinginnya kembali bergema. "Itu masih bisa dimaklumi. Namun, kau tidak mengikuti protokol misi, dan akibatnya masalah-masalah sampingan terus bermunculan. Sebagai hukumanmu, kau akan dikurung di sini selama tujuh hari. Bawa dia pergi!"
Begitu selesai berkata, penguasa istana pun menghilang.
Xu Qing menatap Kong Xianglong dengan penuh simpati. Menurut pandangan Xu Qing, penguasa istana itu bersikap sedikit tidak masuk akal.
Namun, Kong Xianglong hanya menghela napas dan tersenyum pahit kepada Xu Qing. "Jika aku tahu ini akan terjadi, aku seharusnya hanya mengantar tawarannya lalu langsung pergi. Sial sekali nasibku!"
Dua penjaga penjara mendekat, mengikat tahanan Dualface tersebut, lalu menghampiri Kong Xianglong.
Kong Xianglong pasrah pada nasibnya dan mengulurkan kedua tangannya. Mereka memakaikan belenggu di pergelangan tangannya, lalu membawanya turun ke dalam penjara. Tepat sebelum menghilang di balik tangga, ia berbalik dan melambaikan tangan kepada Xu Qing.
Xu Qing memperhatikan kepergiannya, lalu berjalan menuju paviliun pedangnya. Duduk bersila, ia menatap ke arah malam yang gulita dan merenungkan tentang Kong Xianglong yang ditegur dan dijebloskan ke dalam tahanan. Kejadian itu semakin menegaskan betapa sang penguasa istana sangat menjunjung tinggi kepatuhan terhadap aturan. Ia telah menegur Xu Qing dan melakukan hal yang sama kepada Kong Xianglong, seorang kultivator pilihan yang terkenal.
Jadi begitulah rupa Istana Swordsage ini….
Semakin ia memikirkannya, semakin ia menyukai tempat itu. Aturannya sederhana, dan meskipun kekuatan itu penting, faktanya jasa besar dan kepatuhan pada aturan juga sama pentingnya.
Dulu ketika Kakak Besar Chen menyebutkan bahwa Kakek Sekte Zhang Siyun adalah salah satu dari empat pengawal kehormatan, ia secara khusus mengatakan bahwa pria itu tidak mempraktikkan pilih kasih dan kronisme. Dengan penguasa istana seperti ini, mustahil ada orang yang diizinkan untuk berbuat curang seperti itu.
Setelah semua hal yang dialami Xu Qing sejauh ini di Istana Swordsage, termasuk semua urusan yang tampak sepele, ia merasa mulai benar-benar memahami tempat itu.
Ia juga tidak melupakan perkataan Tuan Tinta.
Ada klon dewa yang dikurung di kedalaman penjara??
Xu Qing menggelengkan kepalanya. Baginya, mengetahui informasi itu tidak akan memberikan banyak perubahan. Bukan berarti ia bisa menyelidikinya dan memastikan kebenarannya. Oleh karena itu, ia menyimpan rapat-rapat informasi tersebut, memejamkan mata, dan memfokuskan pikirannya pada istana surgawinya yang kelima.
Istana surgawi itu sudah berada di ambang pembentukan, dan berdasarkan perkiraannya, ia hanya membutuhkan waktu lima atau enam hari lagi untuk merampungkan materialisasinya.
Semakin banyak kemajuan yang kucapai, semakin lama pula proses materialisasi ini memakan waktu.
Belakangan ini ia sangat memikirkan apakah ia benar-benar harus memasukkan naga hijau-birunya ke dalam istana surgawi...
Pertama-tama, ia merasa keempat istana surgawinya saat ini sudah sangat luar biasa, sementara naga hijau-biru itu hanya berada di tingkat rata-rata. Saat membentuk inti emas untuk istana surgawi, seseorang bisa menambahkan benda luar atau suatu teknik. Karena alasan itulah, Xu Qing telah merenungkan untuk menggunakan teknik tingkat kekaisaran. Secara teoritis, hal itu mungkin dilakukan, tetapi Xu Qing kekurangan informasi terperinci mengenai cara melakukannya. Setelah berpikir sejenak, ia akhirnya memantapkan hati, mengeluarkan giok transmisi, dan mengirimkan pesan suara kepada Petapa Agung Plumdark.
"Senior, apakah Anda ada di sana?"
"Tidak."
Balasannya datang hampir seketika. Xu Qing duduk terdiam sejenak, namun tidak ada pesan lanjutan yang datang. Ada sesuatu dari nada bicara Petapa Agung Plumdark yang terasa aneh, tetapi ia sama sekali tidak mengerti apa artinya. Apakah tanpa sengaja ia telah melakukan sesuatu yang menyinggung wanita itu? Selanjutnya, ia mengirim pesan kepada Tuan Kelima menanyakan tentang penggunaan teknik tingkat kekaisaran bersama dengan istana surgawi.
"Apa? Petapa Agung Plumdark tidak menjelaskan hal itu kepadamu? Sebelum kita datang ke ibu kota wilayah ini, Tuanmu secara khusus memintanya untuk menjelaskan bagaimana teknik tingkat kekaisaran milikmu bisa digunakan untuk membuat inti emas.
"Beberapa hari lalu, aku bahkan melihat Petapa Agung Plumdark mengobrol dengan beberapa temannya mengenai subjek persis itu. Lagipula, teknik tingkat kekaisaran itu semuanya berbeda, jadi kau harus memberikan penekanan besar pada metode spesifik yang kau gunakan. Petapa Agung Plumdark mengunjungi tiga sekte besar, bahkan mengeluarkan banyak uang untuk menelusuri Aula Kitab suci dan Ilmu Sihir mereka demi mencari detailnya.
"Jika kau melakukannya secara sembarangan, kau mungkin tidak akan terluka, tetapi di saat yang sama kau juga tidak akan berhasil."
Setelah merenung lebih lama lagi, Xu Qing tetap tidak bisa menebak mengapa Petapa Agung Plumdark mau berbuat banyak untuknya. Merasa bingung sekaligus gugup, ia mengirimkan satu pesan suara lagi kepada wanita itu.
"Senior...?"
"Huh? Kau siapa?" balas wanita itu lewat giok transmisi.
"Ini aku, Xu Qing."
"Oh. Maksudmu orang yang selalu bersembunyi dariku di paviliun pedangnya dan bahkan tidak pernah datang menemuiku sekali pun?"
Xu Qing tidak tahu harus merespons apa. Akhirnya, dengan pelan ia berkata, "Tuan Kelima sudah menjelaskan semuanya. Jadi... aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, Senior!"
Balasan yang datang berupa dehaman dingin. Kemudian wanita itu berkata, "Istana surgawimu yang kelima hampir selesai, kan? Pada hari kau menyelesaikannya, datanglah menemuiku. Ngomong-ngomong, aku sangat menyukai kue osmanthus dari bagian selatan kota." [1]
"Baik." Merasa sedikit lega, Xu Qing menyimpan batu giok transmisi itu dan memastikan untuk mengingat 'kue osmanthus' di dalam kepalanya.
Aku harus mencari kesempatan untuk membalas budinya. Xu Qing tidak begitu pandai mengungkapkan perasaannya, jadi ia mengeluarkan bilah bambunya, membalik ke halaman para dermawan, dan mengukir nama 'Plumdark' di sana.
Sekarang, aku masih harus mencari cara untuk mendapatkan banyak kredit militer. Memikirkan kredit militer membuatnya mengerutkan kening. Setelah menjadi penjaga penjara, ia memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang bagaimana kredit militer diperoleh. Pertama-tama, penjaga penjara mendapatkan jumlah tertentu per bulan. Jumlah itu tidak banyak, dan sama sekali tidak cukup untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya. Jika ingin mendapatkan lebih banyak, ia harus pergi menjalankan misi. Kecuali, misi yang tersedia tidak banyak. Dan misi-misi dengan imbalan bagus biasanya dirancang untuk kelompok atau para kultivator Nascent Soul. Kendati demikian, selama ia terus menabung, ia pada akhirnya akan mencapai tujuannya. Oleh karena itu, ia memutuskan bahwa ia sebaiknya menerima beberapa misi di dekat ibu kota wilayah saja. Dengan keputusan bulat itu, ia memejamkan mata dan mulai bermeditasi.
Waktu berlalu. Ketika hari mulai terang di luar, ia membuka matanya.
Kenapa rasanya aku melupakan sesuatu...?
Ia mengerutkan kening sambil berpikir keras.
Apakah hari ini adalah hari di mana penguasa istana bertanya padaku apakah aku sudah membereskan urusan di D-132?
Ada sesuatu dari pemikiran itu yang terasa ganjil. Dan yang paling ganjil dari semuanya adalah ia merasa seolah-olah sedang mengalami masalah ingatan.
Ada apa ini? Selama ini ia selalu bisa mempercayai ingatannya sepenuhnya. Dan ia jarang sekali melupakan sesuatu.
Sejak kapan ingatannya mulai memburuk? Setelah mengingat kembali kejadian-kejadian baru-baru ini, pupil matanya mengerut. Aku terus melupakan hal-hal yang berkaitan dengan D-132, tapi tidak dengan hal lainnya. Itu artinya masalah ini pasti bermula saat aku ditugaskan ke sana!
Pikirannya berputar. Tiba-tiba, ia teringat pada apa yang dikatakan oleh Chen Boli kepadanya.
"Ketika kau merasa tahu segalanya, kau akan mendapati bahwa masih ada lebih banyak hal lagi yang harus dicari tahu."
Setelah berpikir lebih jauh lagi, matanya memancarkan kilau dingin.
"D-132 benar-benar memengaruhiku dalam suatu cara."
Hari sudah terang, namun cuacanya tidak cerah menyilaukan. Suasananya berkabut dan hujan. Musim hujan di ibu kota wilayah akan berlangsung selama berbulan-bulan. Xu Qing berdiri, tatapan matanya dingin saat ia mendorong membuka pintu paviliun pedang dan melangkah menerobos angin serta hujan menuju Divisi Koreksi.
Sesampainya di sana, ia memproyeksikan pesan kepada Patriark Prajurit Vajra Emas dan sang bayangan.
"Mulai sekarang, aku ingin kalian berdua merekam segala hal yang terjadi."
Sang patriark dan bayangan sama-sama terkejut, namun mereka langsung menyuarakan kepatuhan.
"Tuan, ada apa ini?" tanya sang patriark dengan hati-hati.
"Aku curiga ada kekuatan luar yang sedang mengotak-atik pikiranku. Mencampuri ingatanku."
Dengan tatapan mata yang semakin dingin, ia berjalan turun ke Lantai 57 dan kemudian... masuk ke dalam D-132!
Pada suatu titik, D-132 berhenti menjadi begitu gelap dan dingin. Kepala itu berhenti banyak bicara, troll awan tidak lagi memakan tentakelnya sendiri. Iblis Batu bergetar pelan saat ia berputar di tempatnya, dan Tuan Tinta mulai lebih sering menampakkan wajahnya. Mungkin beberapa di antaranya terjadi karena kerja keras sang bayangan dan sang patriark.
Begitu memasuki D-132 dan mengedarkan pandangan, Xu Qing memikirkan sebuah rencana.
Anak laki-laki itu muncul, berdiri tidak jauh darinya, tampak sedikit tidak nyaman. Xu Qing meliriknya sekilas, lalu mulai berjalan menyusuri jalan setapak seperti yang sering ia lakukan, memeriksa semua sel penjara.
Ketika ia mencapai Iblis Batu, ia melihat kepala yang gemar mengoceh itu. Alih-alih menggelinding di lantai seperti biasanya, kepala itu berada di atas batu gilingan, menatap Xu Qing dengan ekspresi aneh.
Kepala itu menatap Xu Qing. Xu Qing menatap balik.
Kepala itu tidak mengatakan apa-apa.
"Kenapa hari ini begitu pendiam?" ucap Xu Qing tenang.
"Aku tidak mau diinjak. Lagipula, apa kau pernah melihat orang hidup ngobrol sama orang mati?" Kepala itu menyeringai mengerikan.
"Pernah," jawab Xu Qing.
Kepala itu tampak jelas terkejut.
"Aku tidak cuma melihatnya, aku juga pernah membicarakannya," kata Xu Qing dengan nada sangat serius.
Kepala itu balas menatap dengan kebingungan, lalu bergidik ngeri dan berbalik membelakangi Xu Qing.
Xu Qing terus berjalan hingga ia berdiri di depan sel Paintedfolk. Sambil menatap Tuan Tinta, ia berkata, "Ulangi semua hal yang pernah kau katakan padaku. Selengkapnya. Kurang satu kata saja, akan kubunuh kau."
Pria tua itu ternganga.
Dengan wajah tanpa ekspresi, Xu Qing melambaikan tangannya, membuat bayangannya memanjang masuk ke dalam sel.
Tuan Tinta langsung mulai berbicara. Jelas sekali ia memiliki ingatan yang sangat tajam, karena ia berhasil mengulurkan setiap perkataan yang pernah ia ucapkan sejak Xu Qing ditugaskan ke D-132.
Mendengarnya, Xu Qing mengangguk, lalu kembali ke dekat pintu dan duduk untuk bermeditasi. Hari berlalu, dan tidak ada hal tidak biasa yang terjadi. Semuanya sama seperti hari-hari lainnya. Bahkan, ketika jam kerjanya usai, ia langsung berjalan keluar. Ia berjalan kembali ke paviliun pedangnya tanpa mampir ke mana pun di sepanjang jalan.
Begitu duduk bersila, ia berkata, "Kau duluan, Tuan Freespirit."
Tusukan sate besi hitam melesat keluar dan sang patriark menciptakan proyeksi dirinya. Dengan raut wajah yang sangat muram, ia melambaikan tangannya, hingga sebuah bayangan muncul.
Itu adalah Xu Qing.
Rekaman itu menunjukkan segala hal yang ia lakukan hari itu sejak ia melangkah masuk ke Divisi Koreksi hingga ia meninggalkan D-132. Semuanya terekam secara rinci tanpa ada yang terlewat. Rekaman itu juga memuat segala hal yang diucapkan oleh Tuan Tinta. Setelah menonton rekaman tersebut dan tidak menemukan sesuatu yang janggal, Xu Qing meminta sang bayangan untuk memperlihatkan rekamannya. Sama seperti rekaman pertama, tidak ada hal yang tampak di luar kebiasaan.
Saat Xu Qing memikirkannya, sebuah kemungkinan tiba-tiba terlintas di benaknya.
Apakah aku hanya terlalu berlebihan memikirkannya?
Pada akhirnya ia menepis pemikiran itu dan kembali memeriksa rekaman di dalam giok transmisi. Matanya berbinar tajam saat ia memfokuskan perhatian pada Tuan Tinta.
Dengan suara bergetar, Tuan Tinta berkata, "Penjaga Penjara Yang Mulia... apa kau tahu berapa banyak orang yang sebenarnya dikurung di D-132? Ketika kau mengingatnya kembali, bisakah kau memastikan... berapa banyak tahanan yang sebenarnya ada di sini?
"Yang Mulia, aku benar-benar tidak punya pilihan selain mengatakan semua itu. Bayangan tadi hampir memakanku! Aku terpaksa melakukannya untuk mengulur waktu! Kalau tidak, aku pasti sudah mati. Yang Mulia, kumohon ampuni aku! Ampuni aku. Cukup kali ini saja!"
Xu Qing mendengarkan bagian rekaman itu beberapa kali, lalu akhirnya melakukan gerakan mantera, membuat bagian di mana Tuan Tinta memohon ampun itu berputar berulang-ulang tanpa henti.
"Tuan Freespirit, Bayangan Kecil," ucapnya tenang. "Dengarkan apa yang dia katakan, dan katakan padaku, apakah Tuan Tinta... benar-benar sedang berbicara denganku?"
---
[1] Kue osmanthus adalah pastri Tiongkok di dunia nyata. Bahkan ada artikel Wikipedia lengkap dengan gambarnya.
Chapter 411 · 10m baca
Trees, Frost, and Water, Swaying in the Wind
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter