Beyond the Timescape - Chapter 1168 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1168 · 7m baca

The Majesty of the Young Lord

by Er Gen

Sir Star Ring mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, tetapi itu baru mengupas permukaan dari misteri tersebut. Kedatangan Peri Abadi Semangat Phoenix telah menyibakkan kabut cukup jauh hingga ia bisa melihat berbagai hal dengan jelas. Sayangnya, tidak semua kabut itu sirna, jadi bagaimanapun ia mempelajari situasinya, keadaannya tidak menjadi sepenuhnya dan sejelas-jelasnya terang. Rasanya bagaikan melihat bunga di dalam kabut.

Meskipun begitu, mengingat apa yang bisa ia lihat berkat kanon miliknya, ia sangat yakin bahwa dugaan nya benar. Bagaimanapun juga, sudah menjadi sifat manusia untuk mempercayai apa yang ingin mereka percayai. Dan Sir Star Ring adalah seorang manusia. Itulah alasan mengapa ia tampak linglung dan berbicara dengan suara serak.

Terlebih lagi, ia tahu bahwa jika keadaannya memang seperti yang ia curigai, maka… tidak ada peluang baginya untuk memenangi perang ini pada akhirnya. Dan mengingat peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, lawannya bahkan baru saja mulai bertarung!

Mungkin aku tidak bisa menang. Tapi ada kemungkinan… aku tidak akan kalah!

Mata Sir Star Ring berkilat saat niat membunuh bangkit di dalam dirinya. Mengabaikan Peri Abadi Semangat Phoenix dan sang gadis rubah, ia berbalik untuk pergi. Keduanya tidak penting baginya sekarang.

Saat ini, unsur yang paling krusial baginya adalah waktu. Oleh karena itu, ia tidak akan membuang waktu sedetik pun untuk orang-orang ini.

Starfire memandangnya dan berniat untuk menghalangi jalannya. Sayangnya, tekanan dari medali stempel dewa membuat dirinya hanya bisa menatap Peri Abadi Semangat Phoenix. "Dia sepertinya sedang terburu-buru, Junior. Bagaimana kalau kita memperlambat langkahnya?"

Mata Yuanshan Su berkilat, tetapi pada akhirnya… ia memilih untuk tidak menghalangi jalannya. Yang ia perintahkan kepadaku hanyalah melindungi sang gadis rubah.

Dengan mata menyipit, ia menyaksikan Raja Sejati Keempat berjalan keluar dari halaman dan menghilang ke dalam terpaan angin dan hujan.

Guntur bergemuruh.

KABOOM!

Saat Xu Qing muncul di luar kediaman Zhong Chi, ia mendengar suara sambaran petir. Ia melangkah masuk. Segala sesuatu tampak kabur. Ada formasi mantra dan mantra penangkal yang dirancang untuk mencegah orang masuk, tetapi hal itu sama sekali tidak mempan terhadap Xu Qing.

Dalam sekejap mata, ia sudah berdiri tepat di atas Li Mengtu, yang duduk bersila dan bermeditasi dengan menyamar sebagai Zhong Chi. Kilatan petir menerangi langit dan bumi di luar, dan cahaya itu menembus ke dalam ruangan. Li Mengtu membuka matanya dan tampak kebingungan.

"Tuan Muda?" Ia tidak menyangka Tuan Muda Aurora akan muncul. Ia dengan cepat bangkit dan bersiap untuk membungkuk, tetapi sebelum ia sempat melakukannya, sebuah kekuatan lembut memancar dari Xu Qing dan mencegahnya untuk membungkuk.

Xu Qing berjalan ke arah jendela dan menatap badai di luar. Angin bertiup kencang dan guntur menggelegar.

"Li Mengtu!" ucapnya dengan tenang.

Saat ia mengucapkan kata-kata itu, guntur menyambar di luar, dan suaranya menghantam hati Li Mengtu. Pikirannya berputar kencang, wajahnya pucat pasi. Ia sangat terkejut, dan meskipun ia membuka mulutnya untuk berbicara, suara Xu Qing-lah yang menggema di dalam ruangan itu.

"Aku tahu apa yang ingin kau lakukan. Kau menggunakan kanon milikmu untuk perlahan-lahan menginfeksi tubuh yang telah kau rasuki. Kau mencoba meracuninya hingga mati!

"Namun, kehadiran kesadaranmu sendiri yang dikombinasikan dengan sifat luar biasa dari tubuh itu membuatmu kesulitan untuk memenuhi syarat meracuninya hingga mati. Oleh karena itu, kau berharap bisa memanfaatkan momen penting dalam sejarah, dan gelombang dahsyat yang akan ditimbulkannya, agar kanon racunmu menjadi lebih efektif.

"Inangmu seharusnya tewas dalam bencana yang akan datang, tetapi kau berharap bisa membunuhnya dengan racun. Jika kau melakukan itu, maka racunmu akan memiliki bobot sejarah di belakangnya. Dan secara teknis, racun itu akan muncul dalam sejarah sebelum Guru-mu sendiri.

"Hasilnya, tidak akan menjadi masalah meskipun ini hanyalah sebuah pantulan sejarah. Racun itu tetap akan menjadi senjata yang ampuh untuk pertarungan tak terhindarkanmu dengan Guru-mu di masa depan. Jika sejarah ini menjadi nyata, maka kanon racunmu akan memiliki fondasi dalam kenyataan. Jika sejarah ini tetap berupa pantulan belaka, maka kau akan dapat memiliki fondasi sebuah ilusi.

"Bagaimanapun juga, hal itu akan menguntungkan kultivasimu di masa depan. Rencana yang sangat jenius!" Xu Qing menoleh untuk menatap Li Mengtu.

Kata-kata itu membuat jantung Li Mengtu berdegup kencang hingga hampir memekakkan telinga. Ia bernapas terengah-engah, dan tatapan hormat di matanya telah berubah menjadi sesuatu yang buas dan agresif. Namun di balik keagresifan itu, terselip rasa tidak percaya yang mendalam dan nyata.

Ia sedang memikirkan hal persis yang terlintas di benak Peri Abadi Semangat Phoenix, Li Sang Pilihan, dan Raja Sejati Keempat sebelumnya. Seseorang yang seharusnya mustahil untuk merasuki tubuh orang lain ternyata benar-benar telah merasukinya…. Hasilnya adalah kebingungan dan keheranan yang luar biasa.

Dalam sekejap, kanon racun di dalam dirinya bergejolak. Menatap Xu Qing, ia menekan rasa herannya dan dengan cepat kembali bersikap tenang.

Dengan ribuan pikiran berkecamuk di kepalanya, ia berkata, "Siapa kau?"

"Kau mungkin sudah bisa menebak siapa aku begitu aku menyebutkan namamu," ucap Xu Qing tenang.

Li Mengtu tidak berkata apa-apa. Ia memang mampu membuat tebakan yang berpendidikan, mengingat ia telah memberi tahu Patriark Diling tentang identitasnya, dan menginstruksikannya untuk menyampaikan informasi tersebut kepada Xu Qing. Namun kemudian ia mengingat kembali semua interaksinya dengan Tuan Muda Aurora, dan ia tidak sepenuhnya yakin. Terutama mengingat tidaklah terlalu sulit untuk mencari tahu siapa dirinya. Bagaimanapun juga, racun… adalah ciri khas utamanya di kehidupan nyata. Ia hendak menjelaskan semua ini ketika guntur menyambar di luar.

Xu Qing menyadarinya dan melirik ke luar. Ia punya banyak hal yang harus dilakukan malam ini, dan butuh waktu untuk menjelaskan semuanya kepada Li Mengtu.

"Aku punya cara yang lebih baik untuk mencapai tujuanmu!" Xu Qing mengeluarkan sebuah batu giok khusus dan bersiap untuk menanamkan informasi ke dalamnya. Sebelum melakukannya, ia berhenti dan menatap Li Mengtu. "Pilihlah nama yang paling mendasar dan mendefinisikan kanon racunmu!"

Mata Li Mengtu berbinar. Menggingat Zhong Chi adalah rekan belajar sang tuan muda, ia mengenali giok jenis apa itu. Itu adalah batu giok dekrit. Jantungnya sudah berdegup kencang saat ia menyadari apa yang hendak dilakukan oleh sang tuan muda. Itu adalah sesuatu yang telah ia impikan untuk dicapai, tetapi tidak pernah bisa ia wujudkan.

Meskipun ia masih belum yakin dengan siapa sebenarnya ia berurusan, ia tidak ragu untuk berkata, "Racun Mengtu!"

Xu Qing mengangguk, lalu menjepit batu giok itu sambil menanamkan kehendak ilahi ke dalamnya.

"Zhong Chi, murid istana abadi, akan menggunakan kanon Racun Mengtu untuk melindungi dan mengawal sang tuan muda! Oleh karena itu, Zhong Chi dengan ini diberi wewenang untuk mendirikan Departemen Racun di Balai Aurora Muda, guna mengembangkan studi tentang racunnya dan mengabadikannya secara permanen sebagai salah satu aspek dari istana abadi. Biarkan proklamasi ini didengar di seluruh dunia!"

Pikiran Li Mengtu berputar lebih liar daripada sebelumnya seumur hidupnya. Ia sangat tahu… bahwa ini adalah penganugerahan yang sah!

Identitasnya mendapatkan penganugerahan yang sah, begitu pula dengan fondasi kanon racunnya. Ini jelas merupakan cara yang jauh lebih langsung untuk mencapai tujuannya daripada meracuni dirinya sendiri, dan cara ini juga jauh lebih mengesankan! Faktanya, kedua metode yang berbeda itu bahkan tidak bisa dibandingkan satu sama lain.

Saat dekrit tersebut ditanamkan, gelombang ruang-waktu bergelombang hebat, bersaing dengan guntur di luar dalam hal intensitas.

Merasakan gelombang ruang-waktu tersebut, Xu Qing menjentikkan batu giok itu ke udara dan mengirimkannya terbang ke arah Li Mengtu. "Tunggulah sampai besok pagi. Setelah itu, datanglah ke Balai Aurora Muda untuk meresmikan pendirian Departemen Racun."

Li Mengtu menangkap batu giok itu. Ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi saat ini ia benar-benar kehabisan kata-kata.

"Terakhir," ucap Xu Qing, "ambil sedikit racunmu dan berikan padaku…. Racun itu harus kuat, kalau tidak, bagaimana bisa kau menggunakannya untuk melindungiku?"

Ia menatap Li Mengtu dengan tenang.

Li Mengtu tidak ragu sedetik pun. Mengangkat tangannya, ia dengan kejam mengiris dadanya sendiri, menyebabkan darah menyemburkan keluar. Warnanya hitam pekat. Selanjutnya, ia mengirimkan sebagian kehendaknya ke dalam darah tersebut untuk mengkatalisasi kanon racun ke tingkat yang tepat. Ia memasukkannya ke dalam sebuah botol, lalu menyerahkannya kepada Xu Qing.

Xu Qing mengambilnya dan memeriksanya. "Bagiku, pemahaman dan penguasaanmu terhadap tumbuh-tumbuhan dan vegetasi masih belum sempurna. Sejak saat aku mengembalikan kanon racun itu kepadamu hingga sekarang… kau tidak banyak meningkatkannya."

Sambil menggelengkan kepala, ia melangkah keluar dan menghilang ke dalam terpaan angin dan hujan.

Di dalam ruangan, Li Mengtu mengembuskan napas perlahan. Saat kata-kata yang baru saja diucapkan oleh sang tuan muda terngiang di telinganya, ia tersenyum masam.

Kau menyembunyikan dirimu dengan sangat baik, Xu Qing….

Badai semakin mengamuk di istana abadi. Hujan turun deras, dan kekacauan dalam jalannya hukum alam semakin nyata. Separuh langit tiba-tiba memerah seperti senja. Separuhnya lagi masih hitam pekat!

Di bagian yang gelap gulita itu, Sir Star Ring terbang dengan kecepatan penuh menuju kediaman Zhong Chi. Gelombang yang memancar dari sana laksana kobaran api di malam hari. Namun, bahkan saat ia melesat maju, sebuah kabut tiba-tiba muncul begitu saja di tengah kegelapan, menghalangi jalannya! Sir Star Ring menghentikan langkahnya.

Li Sang Pilihan perlahan berjalan keluar dari kabut, matanya memancarkan hasrat untuk bertarung. "Sepertinya kau sedang terburu-buru, Sir Star Ring. Mau ke mana kau?"

Pertarungan sengit terjadi di tengah kegelapan.

Sementara itu, Xu Qing bergerak menembus warna kemerahan senja. Ia dapat merasakan bahwa tindakannya telah memicu gelombang yang memenuhi ruang-waktu istana abadi. Awalnya, ketika ia mengubah arah Li Sang Pilihan, gelombang tersebut tidak begitu besar. Namun, gelombang itu mulai membesar ketika peristiwa-peristiwa terjadi di kediaman sang gadis rubah.

Lalu ia pergi menemui Li Mengtu dan mengeluarkan sebuah dekrit, dan gelombang itu tumbuh semakin kuat.

Berikutnya adalah lengan Li Sang Pilihan yang terpotong. Hal itu harus menjadi kenyataan. Setelah itu, isi dekrit tersebut akan berlaku, dan gelombang ruang-waktu akan benar-benar mengamuk. Sayangnya… semua itu masih belum cukup.

Xu Qing mengirimkan kehendak ilahinya ke dalam darah beracun yang ada di genggamannya. Selain Guru Li Mengtu, hanya ada satu orang yang mungkin bisa memahami kanon racunnya. Dan orang itu adalah Xu Qing. Saat ini, ia memusatkan kekuatan pemahamannya pada darah beracun tersebut, berharap dapat menggunakan tubuh inangnya untuk memperkuat dan… membuatnya menjadi lebih kuat.

Tidak lama kemudian, ia tiba di Istana Scourgebolt, tepatnya di kediaman Gongsun Qingmu.

Di dalam sana terdapat Tuan Vilespirit dalam wujud Gongsun Qingmu. Membuka matanya, ia menatap pintu masuk dengan terkejut. Ia bisa merasakan siapa yang ada di sana. Ia sudah bersiap jika seseorang datang mencarinya, dan sangat percaya diri bisa menghadapi siapa pun orangnya. Namun, bagaimana mungkin ia bisa menebak bahwa orang yang datang… adalah Tuan Muda Aurora?? Sama seperti yang lainnya, ia terguncang hingga ke lubuk hatinya.

Badai mengamuk, dan saat cahaya merah bersinar di mana-mana, guntur menggelegar.

Xu Qing sama sekali tidak menunjukkan rasa sungkan saat ia melangkah maju. Pintu itu meledak, dan seiring masuknya angin serta hujan, ia pun ikut masuk.

Menunduk menatap ke bawah, ia berkata, "Dao milikmu adalah pengkhianatan. Tapi itu tidak akan mempan padaku."

Gunakan ← → untuk pindah chapter