Beyond the Timescape - Chapter 1073 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1073 · 7m baca

Everyone’s Here

by Er Gen

Tangan itu berbentuk sempurna, dipenuhi pembuluh darah dan diselimuti oleh tentakel-tentakel yang membusuk. Tampak begitu kejam dan penuh kejahatan, tangan itu berdenyut dengan kekuatan yang mengerikan. Serta tampak mampu menopang surga dan merobek angkasa. Ukurannya yang luar biasa besar mampu mengguncang jiwa siapa pun hingga ke lubuk hati terdalam. Bahkan, tangan itu memancarkan aura bagaikan dewa yang mendistorsi segala sesuatu di sekitarnya dan mampu menginvasi seluruh makhluk hidup.

Begitu tangan itu muncul, waktu seolah berhenti, dan ruang tampak berada di ambang kehancuran, robek berkeping-keping. Segala hal seakan menjadi tidak berarti jika dibandingkan dengan tangan tersebut. Tangan itu adalah pusat dari segala perhatian. Di dalamnya terkandung sesuatu yang begitu beringas dan brutal. Kehendaknya mampu menghancurkan apa pun di sekitarnya, membuat semua Penguasa Kekaisaran bergetar hingga ke jiwa mereka dan terpaku di tempat.

Hal itu bahkan jauh lebih parah dialami oleh Xu Qing dan sang Kapten. Tangan berwarna darah itu menyebabkan darah merembes keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulut mereka. Dunia seolah jungkir balik, membuat indra mereka kacau balau. Mereka seperti perahu kecil di tengah lautan badai, terombang-ambing ke sana ke mari.

Pada saat yang krusial itu, ketika Xu Qing berjuang keras agar tubuhnya tidak meledak, ia mengeluarkan medali perintah yang diberikan oleh sang permaisuri dan menekannya kuat-kuat. Sebuah kekuatan lembut terpancar dari medali tersebut, menyelimuti dirinya serta Erniu dan meredam tekanan dahsyat dari tangan raksasa itu.

Sosok yang paling terkejut oleh semua ini adalah sosok berjubah hitam di udara. Begitu tangan itu muncul, pupil matanya mengerut, dan tanpa ragu ia langsung melesat mundur.

Pada saat bersamaan, tangannya bergerak cepat membentuk gestur mantra. Suara dentingan berdering saat sekelompok rantai hitam muncul di sekelilingnya, menyerupai sekumpulan ular hitam yang meluncur ke arah tangan raksasa tersebut. Rantai-rantai itu diselimuti oleh api yang mengerikan saat dengan cepat melingkari tangan itu. Rantai-rantai tersebut mengencang dalam upaya untuk membelenggu tangan tersebut.

Namun kemudian, sesuatu yang mengerikan terjadi. Rantai-rantai yang sebelumnya begitu efektif menahan mayat tadi kini jelas-jelas berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih perkasa. Meskipun berhasil melilit tangan itu, rantai-rantai tersebut sama sekali tidak mampu mengekangnya. Tangan itu ibarat bulan atau planet yang sedang mengorbit. Tangan itu tidak bisa ditahan. Bahkan, hampir seketika, rantai-rantai yang membelenggunya mulai putus satu per satu. Dalam sekejap mata, rantai-rantai itu hancur berkeping-keping dan tersapu.

Lalu, tangan berwarna merah darah itu menjadi jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Bergerak dengan kekuatan destruktif yang cukup untuk menghancurkan segala rintangan, tangan itu melesat ke arah sosok berjubah hitam.

Wajah pria berjubah hitam itu berubah drastis. Tanpa menahan diri lagi, ia mengerahkan ilmu sihir rahasia yang menyebabkan darah menyembur keluar dari mulutnya. Tujuannya adalah untuk menghindari tangan raksasa itu, namun sayang baginya, gerakannya kurang cepat.

Tangan itu meretakkan waktu dan menyegel segalanya. Mustahil untuk dielak, tak bisa dilawan, dan menghancurkan apa pun yang ada di hadapannya. Kemudian, tangan itu sudah berada tepat di depan pria berjubah hitam tersebut.

Tidak peduli trik mengerikan apa pun yang digunakan oleh pria berjubah hitam itu, semua itu sama sekali tidak mempan terhadap tangan berwarna merah darah tersebut. Pada akhirnya, di tengah wajah pria berjubah hitam yang memucat dan lolongan marahnya, tangan itu mencengkeramnya!

Semua orang yang menyaksikan tertegun. Mengingat segala hal yang telah terjadi sebelumnya, semua peristiwa yang telah berlalu—termasuk pengorbanan Leluhur Yun untuk membangkitkan mayat abadi dan menekan semua Penguasa Kekaisaran lainnya—ternyata hanyalah sebuah tipu muslihat yang rumit....

Sebuah trik untuk memancing keluar pria berjubah hitam itu dan merenggut jiwanya! Ini jelas merupakan perangkap yang sengaja dipasang dengan menjadikannya sebagai umpan. Dan sekarang, umpan itu telah disambar, dan mangsanya telah jatuh ke dalam perangkap. Itulah mengapa tangan tersebut muncul.

Ekspresi kejam tampak di wajah pria berjubah hitam itu saat api gelap menyembur keluar dari tubuhnya, disertai dengan sekumpulan tanda segel. Ia berusaha melawan. Namun, semuanya sia-sia.

Tangan berwarna merah darah itu menariknya kembali ke arah pusaran.

Namun, pada saat yang krusial itu... mata pria berjubah hitam itu berkilat dengan cahaya misterius, dan ia menggeram, "Terbelahlah!"

Tiba-tiba, ia tampak terbelah menjadi dua. Sebuah proyeksi bayangan muncul dari dalam tubuhnya. Sosok lain keluar dari dalam tubuh pria berjubah hitam tersebut.

Sosok ini tampak sangat berbeda. Ia memiliki wajah persegi, alis tebal, mata besar, dan tubuh yang kekar. Ekspresinya mengancam tanpa terlihat marah, dan ia memancarkan tekanan yang mengerikan.

Begitu Xu Qing melihatnya, pikirannya langsung terguncang. Orang ini... adalah orang yang sama yang telah mengantar mereka ke altar dao dan membukakan fasilitas meditasi tertutup. Orang itu kemudian duduk bersila di puncak altar dao untuk menunggu semua orang kembali. Dia adalah... Maha Kaisar Burung Iblis!

Jelas sekali, Burung Iblis yang berada di luar bukanlah wujud aslinya. Versi yang keluar saat ini adalah tubuh aslinya. Pria berjubah hitam itu rupanya hanyalah lapisan pertahanan luar bagi tubuh aslinya.

Berkat proyeksi ini, Burung Iblis berhasil melepaskan diri dari situasi sulit bagaikan cicak yang melepaskan kulitnya. Ia kini memisahkan diri dari pria berjubah hitam tersebut.

Begitu ia muncul, fluktuasi Maha Kaisar meledak keluar, dan tubuh aslinya mulai terbentuk. Harta karun Maha Kaisar muncul di sekelilingnya. Garis-garis dao bangkit dari tubuhnya, dan lingkaran konsentris kabut hitam tampak di punggungnya. Kekuatan seorang Maha Kaisar terasa begitu luar biasa kuat.

Saat ia menatap tangan itu, tatapannya sangat agresif, bagaikan kilat.

"Jadi, akhirnya kau menampakkan wajahmu juga!" ucap Maha Kaisar Burung Iblis.

Sementara itu, pria berjubah hitam itu melengking kesakitan saat ia diseret ke dalam pusaran oleh tangan berwarna merah darah tersebut. Sedetik kemudian, ia telah lenyap. Semua orang yang menonton tertegun.

Lalu Maha Kaisar Burung Iblis kembali berbicara. "Aku sudah tahu sejak awal bahwa kau belum mati, Netherflame. Kau hanya sekarat dan berjuang di ambang kematian. Dunia kenangan sebelumnya hanyalah untuk mengecoh siapa pun yang datang ke sini. Bahkan, seluruh ruang bawah tanah ini juga tidak lebih dari sekadar tabir asap."

"Kendati demikian, satu hal yang mengejutkanku, Netherflame, adalah betapa beraninya dirimu. Demi memancingku masuk ke sini, kau benar-benar menempatkan jiwa takdirmu di tempat ini. Kau ingin aku menyaksikan sendiri jiwa takdir yang hampir berasimilasi ini, semata-mata agar aku tidak punya pilihan selain ikut campur."

Maha Kaisar Burung Iblis menatap dingin ke arah pusaran berwarna merah darah itu, matanya menyala dengan niat membunuh.

Pusaran itu berputar, memancarkan suara gemuruh yang keras, namun tidak ada sepatah kata pun balasan.

"Tapi tentu saja, bagaimana mungkin aku datang tanpa persiapan?" Selanjutnya, Maha Kaisar Burung Iblis tidak menatap siapa pun yang hadir, melainkan beralih ke satu-satunya pintu batu terakhir yang belum dibuka. "Kau ada di sini, permaisuri umat manusia. Jadi, kenapa kau belum menampakkan diri juga?"

Setiap Penguasa Kekaisaran yang hadir tampak terkejut saat mereka menoleh ke arah yang sama dengan Maha Kaisar Burung Iblis. Bagaimanapun, hanya ada satu orang yang bisa disebut sebagai permaisuri umat manusia. Dan itu adalah Permaisuri Keberangkatan Musim Panas, yang telah mencapai kenaikan dewa!

Saat semua orang menoleh, sang permaisuri pun muncul. Awalnya, semua orang melihat Lu Lingzi berdiri di sana. Namun wujud itu memudar, menampakkan wujud asli sang permaisuri! Aura takdir berkecamuk liar di area tersebut, membentuk wujud tak terhitung banyaknya manusia. Pada saat yang sama, jubah kekaisaran dan mahkota muncul di tubuh sang permaisuri.

Sejak saat itu, seluruh tanah manusia di luar tanah suci Burung Iblis, ditambah kehendak seluruh manusia, bergolak, menyebabkan aura takdir melonjak deras untuk memperkuat sang permaisuri. Aura dan momentum yang mengerikan mulai terbangun pada diri sang permaisuri.

Hal itu membuat semua Penguasa Kekaisaran gemetar dan kesulitan bernapas. Terutama mereka yang sebelumnya berniat memicu masalah dengan Lu Lingzi.

Semua ini terasa mengejutkan sekaligus di luar dugaan. Hal-hal tak terduga sering kali terjadi dalam situasi seperti ini. Dan setelah Xu Qing dan Erniu muncul, kedatangan sang permaisuri menjadi sesuatu yang sudah bisa diduga. Bagaimanapun juga, para Penguasa Kekaisaran yang hadir menyikapi situasi ini dengan sangat serius.

Ekspresi sang permaisuri tetap sama seperti biasanya saat ia melangkah maju dan kemudian muncul tepat di hadapannya Xu Qing dan Erniu. Di sana, ia menghadang badai dan menepis tekanan tersebut.

Xu Qing menghela napas lega dalam hati, begitu pula dengan Erniu. Keduanya tanpa ragu sedikit pun langsung menangkupkan tangan memberi hormat.

Sang permaisuri tidak menoleh untuk melihat mereka. Sebaliknya, ia menatap Maha Kaisar Burung Iblis yang berada di udara. Jelas sekali, ia sudah menduga kalau dirinya akan dipanggil keluar oleh pria itu pada suatu titik.

"Tanah suci Burung Iblis akan meninggalkan langit manusia," ucapnya dingin. "Dan jiwa Netherflame akan diserahkan kepadaku."

Maha Kaisar Burung Iblis tersenyum. Ia tahu bahwa akan sulit untuk menyenangkan sang permaisuri mengingat ia telah mengungkap identitas aslinya. Terlebih lagi, ia tahu bahwa meskipun ia dan sang permaisuri sedang berseteru, ada sesuatu yang jauh lebih penting baginya secara pribadi daripada sekadar kemenangan.

Dan itu adalah hidup atau mati Netherflame. Ia ingin Netherflame mati agar ia bisa mendapatkan jiwa takdirnya. Tidak ada pertentangan antara dirinya dan sang permaisuri dalam hal tersebut.

Dulu ketika ia mencurigai bahwa Lu Lingzi bukan lah Lu Lingzi yang sebenarnya, ia tidak ikut campur. Ia membiarkan Lu Lingzi kembali, bahkan membukakan fasilitas meditasi tertutup. Pada analisis terakhir, ia sebenarnya berharap sang permaisuri akan mengujinya dan pada akhirnya memilih untuk bergabung dengannya ketika keadaan mencapai titik krusial. Terlebih lagi, tuntutan sang permaisuri sama sekali tidak mengejutkan baginya.

"Jiwa takdirku terbagi menjadi dua bagian. Aku sudah mengambil bagian pertama. Tapi bagian kedua masih ada di bawah sana." Mata Maha Kaisar Burung Iblis memancarkan tekad kuat. "Bergabunglah denganku. Kau bisa mengambil Netherflame, dan aku akan mengambil jiwa takdirku sendiri. Ketika kita berdua mendapatkan apa yang kita inginkan, tanah suci Burung Iblis akan meninggalkan langit manusia!"

"Deal!" jawab sang permaisuri.

Seketika itu pula, Burung Iblis bergerak menuju pusaran, berhenti, dan menoleh ke arah sang permaisuri.

Sang permaisuri mengedarkan pandangannya ke arah para Penguasa Kekaisaran, terutama lelaki tua yang mengendalikan energi kematian tersebut. Saat sang permaisuri menatapnya, lelaki tua itu bergidik ngeri lalu menundukkan kepala dengan hormat.

Mereka mungkin musuh, namun yang dihadapinya adalah Dewa Altar, dan bahkan pria itu tidak cukup bernyali untuk menatap mata seseorang seperti sang permaisuri. Terutama mengingat... ia bisa merasakan bahwa tatapan itu adalah sebuah peringatan.

Sang permaisuri mengalihkan pandangannya, lalu bergabung dengan Burung Iblis di dekat pusaran. Keduanya kemudian melangkah masuk dan lenyap.

Semua orang yang tersisa merasa ragu apakah harus mengikuti mereka. Sebelum sempat ada di antara mereka yang memutuskan, kehendak kemusnahan memenuhi ruang bawah tanah tersebut. Segala sesuatu mulai layu. Tempat itu lenyap.

Melihat hal itu, para Penguasa Kekaisaran menggertakkan gigi dan terbang menuju pusaran. Satu per satu, mereka masuk. Lelaki tua yang sempat berseteru dengan Xu Qing and Erniu tampaknya khawatir terjadi kesalahpahaman. Tidak berani menjadi orang terakhir yang masuk, ia berdesakan dengan Penguasa Kekaisaran kelima demi mendahuluinya masuk ke dalam pusaran. Tidak butuh waktu lama bagi semua Penguasa Kekaisaran untuk menghilang.

Xu Qing dan Erniu saling berpandangan. Mereka bisa melihat tekad membara di mata masing-masing. Keduanya menarik napas dalam-dalam lalu melesat bergerak. Mereka pun turut memasuki pusaran, dan suara gemuruh pun bergema saat mereka lenyap.

Ketika mereka muncul kembali, mereka berada di dunia yang berwarna merah darah. Di tempat ini, langit terbuat dari daging, dan tertutup oleh bulu-bulu halus yang tak terhitung jumlahnya. Tanah di bawah diselimuti oleh lautan transparan. Di atas lautan tersebut terdapat gumpalan daging yang tampak seperti tumor raksasa.

Di dalam tumor itu terdapat seorang kultivator paruh baya, duduk bersila. Ia memancarkan aura yang sangat kuno dan mengerikan saat perlahan-lahan membuka matanya dan menatap ke arah kelompok di atas.

"Semuanya sudah di sini. Selamat datang. Waktunya telah tiba bagi kalian semua untuk menyaksikan kebangkitanku."

Gunakan ← → untuk pindah chapter