Bab 14 – Kebenaran Pertama
Ruangan besar di dalam fasilitas kuno itu memancarkan cahaya biru lembut saat cincin-cincin mesin alien yang berputar mengelilingi bola energi yang melayang di tengahnya. Sosok hologram melayang tanpa suara di atas perangkat tersebut, bentuknya yang transparan berkedip pelan sementara aliran data bergerak melintasi mesin-mesin di sekitarnya.
Kai Ren berdiri diam, menatap sosok itu.
Di luar struktur bangunan, tanah kembali bergemetar.
Rift Titan telah mencapai fasilitas tersebut.
Setiap langkah makhluk besar itu mengirimkan getaran melalui lantai logam di bawah sepatu bot Kai. Raungan monster yang berada di kejauhan bergema samar menembus dinding-dinding bangunan itu.
Namun sosok hologram tersebut tidak bereaksi terhadap ancaman yang mendekat.
Mata bercahayanya tetap tertuju pada Kai.
"Kau adalah manusia pertama yang mencapai fasilitas ini," suara sintetis itu mengulang dengan tenang.
Mata Kai menyipit sesaat.
"Kau bilang eksperimen."
Entitas hologram itu berhenti sejenak, seolah menganalisis tanggapannya.
Kemudian ia berbicara lagi.
"Ya."
Antarmuka sistem berkedip.
Entitas AI Kuno TeridentifikasiDesignation: Rift Research Unit A-01
Kai mengamati sosok yang melayang itu dengan cermat.
Wujud makhluk itu mirip manusia, tetapi jelas bukan manusia. Anggota tubuhnya lebih panjang dan ramping, serta wajahnya tidak memiliki banyak fitur yang biasa dimiliki oleh spesies Bumi. Mata yang bercahaya itu memancarkan kecerdasan yang jauh melampaui mesin biasa.
Kai berbicara pelan.
"Eksperimen apa?"
AI itu langsung merespons.
"Evolusi genetik manusia."
Pikiran Kai membeku sesaat.
AI itu melanjutkan perkataannya.
"Lebih dari enam ribu siklus planet lalu, peradaban kami menemukan ketidakstabilan dimensional antar-dunia. Ketidakstabilan ini menciptakan retakan energi yang kini kalian kenal sebagai Gerbang Rift."
Gambar-gambar muncul di sekeliling ruangan saat mesin-mesin tersebut memproyeksikan rekaman hologram ke udara.
Kai menyaksikan adegan kota-kota alien kuno muncul di atas lantai. Struktur-struktur menjulang tinggi dengan teknologi yang mustahil terbentang di lanskap yang berpendar, sementara pesawat ruang angkasa canggih melayang melintasi langit ungu.
Suara AI itu tetap tenang.
"Spesies kami belajar memanfaatkan energi Rift sebagai sumber daya. Namun, paparan energi yang berkepanjangan menyebabkan mutasi genetik."
Hologram itu berubah.
Peradaban alien tersebut mulai mengalami perubahan.
Tubuh mereka berevolusi.
Beberapa menjadi lebih kuat.
Yang lain menjadi tidak stabil.
Seluruh populasi mengalami mutasi di luar kendali.
"Banyak dunia kami yang musnah."
Kai mengamati dalam diam.
Gambar-gambar itu menunjukkan planet-planet yang runtuh di bawah gelombang mutasi mengerikan.
AI itu melanjutkan.
"Kami berupaya menstabilkan evolusi melalui adaptasi gen yang terkendali."
Hologram itu bergeser lagi.
Kini gambar-gambar tersebut menunjukkan Bumi.
Ribuan tahun yang lalu.
Sebuah planet muda dengan peradaban manusia purba.
"Penelitian kami menyimpulkan bahwa struktur genetik manusia memiliki tingkat adaptasi mutasi tertinggi di antara spesies yang ditemukan."
Dada Kai sedikit terasa sesak.
"Kalian bereksperimen di Bumi."
AI itu mengangguk.
"Kami memasukkan sejumlah kecil energi Rift ke dunia kalian melalui retakan dimensional yang terkendali."
Mata Kai membelalak.
"Rift itu..."
"Ya," AI itu mengonfirmasi.
"Fenomena Rift sengaja diciptakan."
Kai merasakan beban dari kata-kata itu menghujam dirinya.
Segala sesuatu yang diyakini umat manusia tentang Rift ternyata salah.
Mereka bukanlah bencana alam.
Mereka adalah sebuah ujian.
AI itu terus menjelaskan.
"Subjek manusia yang terpapar energi Rift mulai mengembangkan ketahanan terhadap mutasi. Selama berabad-abad, spesies kalian berevolusi secara bertahap tanpa runtuh ke dalam ketidakstabilan."
Gambar-gambar hologram tersebut menunjukkan sejarah Bumi yang berubah perlahan seiring waktu.
AI itu berhenti sejenak.
"Namun baru-baru ini, sesuatu telah berubah."
Gambar-gambar itu kembali bergeser.
Era modern muncul.
Gerbang Rift terbuka di seluruh penjuru Bumi.
Kota-kota runtuh.
Makhluk bermutasi bermunculan dalam jumlah besar.
"Jaringan Rift menjadi tidak stabil," kata AI itu.
Kai mengerutkan kening.
"Kenapa?"
Mata AI yang bercahaya itu sedikit meredup.
"Karena peradaban kami sudah tidak ada lagi."
Ruangan itu jatuh dalam keheningan.
Kai menatap sosok hologram tersebut.
"Kau yang terakhir."
"Ya."
AI itu melayang di atas mesin inti.
"Spesies kami telah punah sejak lama. Fasilitas ini terus beroperasi secara otomatis."
Kai kembali melihat sekeliling ruangan besar itu.
Semua teknologi ini telah berjalan sendirian selama ribuan tahun.
Kemudian Kai mengajukan pertanyaan paling penting.
"Lalu, apa itu sistemnya?"
AI itu berbalik menghadapnya.
"Sistem Evolusi Gen Ultra."
Antarmuka sistem langsung berkedip.
Asal Usul Sistem Terkonfirmasi
AI itu melanjutkan.
"Sistem ini diciptakan untuk memandu evolusi manusia dengan aman. Sistem ini memantau mutasi genetik dan mencegah keruntuhan akibat ketidakstabilan."
Kai perlahan mengepalkan tinjunya.
Jadi sistem itu bukanlah sesuatu yang acak.
Itu dirancang.
Dibangun oleh peradaban kuno ini.
Namun sebuah pemikiran lain melintas di benaknya.
"Kenapa aku?"
AI itu menjawab tanpa ragu.
"Kau adalah manusia pertama yang berhasil disinkronkan dengan inti artefak."
Kai teringat momen di dalam ruangan bawah tanah ketika bola tersebut aktif.
AI itu melanjutkan.
"Artefak itu dirancang untuk menemukan inang yang kompatibel. Begitu tersinkronisasi, sistem akan mempercepat evolusi individu tersebut."
Kai menghembuskan napas perlahan.
Jadi dia telah dipilih.
Namun sebelum dia sempat mengajukan lebih banyak pertanyaan, seluruh fasilitas bergetar dengan hebat.
Rift Titan mengaum di luar.
Sistem kembali berkedip.
Ancaman Eksternal Terdeteksi
AI itu sedikit berputar menghadap ke pintu masuk ruangan.
"Kehadiranmu telah menarik salah satu predator dominan di wilayah ini."
Kai melirik ke arah koridor pintu masuk.
"Apa yang terjadi jika ia berhasil masuk?"
AI itu menjawab dengan tenang.
"Fasilitas ini akan hancur."
Kai tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Jika struktur bangunan itu runtuh, teknologi kuno tersebut—dan mungkin satu-satunya sumber jawaban tentang Rift—akan lenyap.
Kai berbalik menuju jalan keluar.
"Aku akan mengurusnya."
AI itu berbicara lagi.
"Kau tidak dapat mengalahkan makhluk itu dalam keadaanmu sekarang."
Kai berhenti.
Mata AI yang bercahaya itu kembali fokus padanya.
"Namun fasilitas ini dapat membantumu."
Mesin-mesin di sekitar ruangan tiba-tiba aktif.
Energi mengalir melalui cincin-cincin berputar yang mengelilingi bola inti.
Antarmuka sistem berkedip.
Integrasi Teknologi Kuno Tersedia
Kai menatap kembali ke arah AI.
"Bantuan seperti apa?"
Sosok hologram itu mengulurkan satu lengannya ke tengah ruangan.
Bola inti itu terbuka.
Di dalam perangkat tersebut melayang sebuah benda logam kecil berbentuk gelang.
"Perangkat ini dirancang untuk meningkatkan sinkronisasi gen."
Kai melangkah mendekat.
Sistem langsung menganalisisnya.
Artefak Terdeteksi: Penguat Gen (Gene Amplifier)
AI itu berbicara lagi.
"Dengan perangkat ini, sistemmu dapat mengakses fungsi evolusi tambahan."
Kai mengulurkan tangan dan meraih gelang tersebut.
Begitu benda itu menyentuh kulitnya, perangkat tersebut larut menjadi aliran cahaya dan melingkar di pergelangan tangannya.
Sistem meledak dengan pesan-pesan baru.
Peralatan Baru Terintegrasi
Penguat Gen Diaktifkan
Fungsi Baru Terbuka: Fusi Gen (Gene Fusion)
Mata Kai sedikit membelalak.
Fusi?
Sebelum dia sempat menganalisis kemampuan tersebut, seluruh fasilitas kembali bergetar.
Suara hancuran masif bergema melalui koridor-koridor.
Rift Titan telah menghantam dinding luar.
Suara AI kembali terdengar.
"Makhluk itu akan menerobos pintu masuk dalam waktu sembilan puluh detik."
Kai langsung berbalik menuju koridor.
Tubuhnya sudah terasa lebih kuat.
Penguat Gen sedang memperkuat sistemnya.
Namun Titan di luar sana masih jauh lebih kuat.
Kai berlari menuju koridor keluar.
Di belakangnya, AI itu berbicara untuk terakhir kalinya.
"Subjek manusia Kai Ren."
Kai berhenti sejenak.
AI itu melanjutkan.
"Kau sekarang adalah kandidat utama untuk kelanjutan eksperimen evolusi."
Kai menoleh sekali ke belakang.
Mata bercahaya sosok hologram itu memandangnya lekat-lekat.
"Jika kau gagal, umat manusia pada akhirnya akan runtuh di bawah mutasi yang tidak terkendali."
Kai mengangguk sekali.
Kemudian dia berlari menuju pintu masuk.
Koridor itu bermuara ke anjungan eksterior fasilitas.
Rift Titan berdiri di sana.
Tubuhnya yang besar menjulang di atas struktur bangunan, menghantam dinding-dinding dengan kepalan tangan raksasa. Urat-urat Rift yang berpendar berdenyut di seluruh tubuh berlapis bajanya saat ia mengaum ke langit.
Saat melihat Kai muncul dari pintu masuk, Titan itu berhenti.
Mata raksasanya terkunci pada sosok Kai.
Kai melangkah maju perlahan.
Sistem kembali berkedip.
Kemampuan Baru Tersedia
Fusi Gen Siap
Kai menarik napas perlahan.
Titan itu mengaum dan mengangkat tinjunya.
Kai mengaktifkan fungsi baru tersebut.
"Fusi."
Sistem merespons seketika.
Fusi Gen Diinisiasi
Tubuhnya memancarkan energi saat berbagai gen mulai bergabung menjadi satu.
Tinju Titan itu pun menghantam turun.
Dan evolusi Kai Ren memasuki tahap yang baru.
Chapter 14 · 5m baca
The First Truth
by Dennis_R_Fajardo
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter