Whoosh~
Zhuo Fan melesat tepat di depan wajah Wu Randong, matanya melirik ke segala arah sebelum menyeringai lebar begitu situasi dipastikan aman. "Membersihkan area sebelum pertarungan besar dimulai?"
"Aku adalah Tuan Muda Kedua dari Perdagangan Pantai Tenang. Siapa pun pasti akan kabur!"
Wu Randong meludah. "Sekarang hanya ada kita berdua. Kau tidak akan bisa menyergapku seperti sebelumnya!"
Zhuo Fan mengangkat alisnya sambil tersenyum. "Aku mengerti, kau tidak ingin orang-orang yang tidak bersalah terluka. Belas kasihanmu sungguh tak tertandingi. Tapi, apakah kau punya waktu untuk mengkhawatirkan orang lain sementara nasibmu sendiri di ujung tanduk? Kau tahu aku pernah mengalahkanmu sekali, tapi dari mana kau punya kepercayaan diri sedemikian rupa untuk menang kali ini?"
"Tutup mulutmu! Apa pun hasilnya, kau telah menjadikan Perdagangan Pantai Tenang sebagai musuhmu! Sekarang, rasakan akibatnya!" Dengan raungan penuh amarah, Wu Randong menghentakkan kakinya dan menerjang ke arah Zhuo Fan. Tangannya membuat gestur segel, dan aura dingin langsung menyebar dari tubuhnya.
Seni bela diri tingkat profound tinggi, Semburan Naga Es!
Mengetahui bahwa Zhuo Fan bukan lawan sembarangan, Wu Randong langsung mengerahkan kemampuan terbaiknya sejak serangan pertama.
Disertai desisan yang menggelegar, Wu Randong berubah menjadi pendar cahaya perak yang sangat dingin, menyebar luas hingga membentuk wujud sembilan naga yang melesat dahsyat ke depan.
Zhuo Fan menyipitkan mata.
[Teknik yang sama memiliki kekuatan berbeda tergantung pada tingkat kultivasi penggunanya.]
Teknik ini memang seni bela diri tingkat profound, tetapi Wu Randong adalah seorang ahli ranah Harmoni Jiwa dengan jiwa elemen Perennial Ice Soul. Jiwa dan teknik tersebut bergabung, membuatnya berubah menjadi naga es dan mendongkrak kekuatannya secara drastis.
[Itu juga sekaligus memperjelas kelemahannya.]
Seorang ahli yang bisa menahan jiwa elemennya dapat memanfaatkan terjangan membabi buta itu dan memberikan luka parah.
Sayangnya, Zhuo Fan adalah tipe orang yang tepat untuk itu.
Sambil menyunggingkan senyum sinis, Zhuo Fan terbang lurus menyongsong para naga tersebut.
Bum!
Tempat ia berdiri sebelumnya dihantam oleh ledakan naga es, hawa dinginnya menyebar dan membekukan segala sesuatu di sekitar kedai sebelum akhirnya hancurkan berkeping-keping.
Adapun para naga itu, mereka masih wujud meskipun jurus tersebut telah usai, berbalik di udara mengincar Zhuo Fan dan mengejarnya.
[Mata Dewa Hampa tahap 1, Bergeser!]
Zhuo Fan menyeringai ke arah sembilan naga tersebut saat mata kanannya memancarkan cahaya keemasan.
Bum!
Sembilan naga itu saling berbenturan di udara dan melepaskan kekuatan es mereka, mengubah area tersebut menjadi lautan es sebelum hancur menjadi serpihan es yang berkilauan.
Whoosh!
Zhuo Fan kemudian muncul di tempat lain, melemparkan senyum mengejek kepada sembilan naga itu. Wu Randong semakin dibuat murka, meraung dan kembali memerintahkan para naga untuk mengejar Zhuo Fan.
Zhuo Fan memiliki Mata Dewa Hampa sebagai kartu asnya, yang selalu melindunginya dari bahaya sementara para naga terus-menerus membombardir udara dengan es.
Wajah Wu Randong berkedut, kesal karena usahanya sia-sia, namun di sisi lain ia juga merasa gentar setelah menyadari betapa kuatnya Zhuo Fan sebenarnya.
Pria itu melintasi ledakan begitu saja tanpa rasa takut, membuktikan jurang pemisah kekuatan di antara mereka berdua. Perbedaan itu begitu besar hingga membuat lawannya bahkan tidak berniat untuk melawan balik.
Orang yang lebih lemah akan mengambil keputusan bijak dengan cara melarikan diri.
Namun Wu Randong tidak lagi memiliki pilihan itu, terutama setelah menatap Zhuo Fan dengan mata yang memerah penuh amarah. Saat ini ia bahkan tidak muluk-muluk ingin mengalahkan Zhuo Fan, setidaknya sebuah memar atau goresan saja sudah cukup.
Itu saja sudah cukup untuk menggagalkan kesepakatan mereka...
Wu Randong melolong sekali lagi, kesembilan naga es itu melepaskan ledakan hawa dingin yang bahkan membekukan ruang di sekitarnya, mengubah langit menjadi putih.
Langit cerah kini tertutup oleh awan gelap, menurunkan butiran salju lebat. Diiringi oleh raungan para naga, badai ganas tercipta di sekeliling Zhuo Fan, menutup segala arah jalan keluar.
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya. "Nah, ini baru kekuatan aslinya. Orang ini tipe yang akan terus mengganggu sampai dia benar-benar dihantam hingga ke tanah. Aku sudah bersikap baik kepadanya dengan menunjukkan kenyataan, tapi itu sama sekali tidak bisa menembus kepalanya. Yah, terserah lah, he-he-he..."
Zhuo Fan menyeringai, menaikkan lengan bajunya dengan ekspresi riang dan senyuman jahat.
"Itu Kakak!"
Di sisi lain kota, Wu Ranze sedang membicarakan urusan bisnis di sebuah kastil yang diterangi cahaya terang. Melihat keributan di luar serta badai salju yang terjadi, ia berteriak, "Sialan si bodoh itu! Dia membuat urusanku sulit lagi!"
Ayahnya mengerutkan kening dan mengutuk, "Apa yang sebenarnya dilakukan para pelayan itu? Apakah mereka membiarkannya berkeliaran bebas dan membuat kekacauan? Jika mereka merusak kesepakatan terbesarku, mereka sudah habis!"
Wu Randong tahu ayah dan kakaknya pasti sedang membicarakannya, atau lebih tepatnya mengutuknya, tapi ia tidak peduli dan tetap melanjutkan usahanya untuk mendaratkan serangan.
Disertai raungan naga lainnya, kekuatan sembilan naga itu mencapai puncaknya, menyebar di udara dan di atas tanah. Para naga itu kemudian mengibaskan ekor mereka, mengincar Zhuo Fan, hanya saja kali ini dengan kecepatan yang jauh melampaui sebelumnya.
Para naga itu juga tidak lagi menyerang seperti kawanan liar, melainkan datang dari segala arah untuk menyegel jalur pelarian Zhuo Fan.
Meskipun begitu, Zhuo Fan hanya berdiri di tempatnya, dengan tangan kanannya saja yang memancarkan cahaya merah, membuat udara di sekitarnya bergetar karena gelombang kekuatan murninya.
Mata Dewa Hampa tahap 4, Penghancur Ruang!
Bahkan saat kesembilan naga itu hampir mencapainya, Zhuo Fan tidak bergeming sedikit pun, menampilkan senyuman menyeramkan saat mata kanannya memancarkan empat lingkaran cahaya keemasan.
Hum~
Area seluas seribu meter di sekeliling Zhuo Fan bergetar hebat, meremukkan ruang itu sendiri hingga suara ledakan beruntun terdengar. Mengenai sembilan naga tersebut, delapan di antaranya melengking karena ternyata hanyalah bayangan palsu, hancur menjadi serpihan es yang berkilauan.
Namun, naga terakhir tetap bertahan, menggeram dan memaksakan diri menerjang maju meski tubuhnya bergetar hebat di bawah tekanan serangan tersebut. Pada akhirnya, naga itu mengibaskan ekornya dan terpaksa terpental mundur.
"Ha-ha-ha, itu jelas menunjukkan mana tubuh aslinya!"
Mata Zhuo Fan berkilat dan ia melesat mengejar naga es tersebut, menyusulnya dalam hitungan detik dan melayangkan pukulan telak, "Dari sembilan naga itu, delapan adalah wujud Yuan Qi, dan hanya yang terakhir yang terbentuk berkat harmoni jiwa, memungkinkanmu menahan runtuhnya ruang. Tuan Muda Kedua, seranganmu sama sekali tidak berdampak apa-apa padaku."
Bam!
Naga itu melengking kesakitan dan memuntahkan darah berkali-kali setelah menerima pukulan yang begitu berat, terhempas ke tanah dan meninggalkan kawah selebar seratus meter.
Begitu debu mereda, yang tersisa di sana adalah seorang pemuda berwajah pucat pasi dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.
Zhuo Fan melayang mendekat dan terkekeh, "Yah, masih mau lanjut?"
"Huh, kurasa kau menang untuk kali ini. Tapi jangan terlalu sombong, Perdagangan Pantai Tenang tidak akan tinggal diam atas masalah ini. Kau pasti mati!" geram Wu Randong lewat giginya yang terkatup rapat, lalu berbalik pergi.
Nada suara santai Zhuo Fan menyusul langkahnya, "Kau benar-benar tidak ingin perusahaanmu membuat kesepakatan besar denganku?"
Wu Randong sedikit tersentak, namun ia berhasil menutupinya dengan baik, lalu melemparkan senyuman mengejek ke arah Zhuo Fan, "Tidak akan ada kesepakatan! Kau telah melukaiku, jadi jangan berharap ayahku mau bekerja sama denganmu. Seharusnya kau khawatir apakah dirimu bisa keluar dari sini hidup-hidup, alih-alih memikirkan kesepakatan yang mustahil itu!"
"Begitukah? Justru kupikir kakakmu jauh lebih tertarik untuk berdagang daripada situasimu saat ini. Oh, tunggu, dia tidak pernah peduli padamu sama sekali, dia hanya peduli pada urusan bisnis." Zhuo Fan mengejek.
Wajah Wu Randong bergetar. "Kakakku adalah kakakku, dan ayah adalah ayah. Tetap saja ayah yang memiliki keputusan akhir!"
"Melihat sikap mereka, kau akan tahu bahwa aku benar. Hanya dari status kakakmu di perusahaan serta gaya bicaranya, aku bisa menebak watak ayahmu juga."
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya. "Jika ayahmu menyayangimu barang sedikit saja, kakakmu pasti akan menunjukkan suatu reaksi terhadapmu, entah itu kebencian ataupun kepedulian, tapi dia sama sekali tidak punya. Ini menunjukkan bahwa Tuan Muda Kedua pasti menjalani masa-masa sulit di dalam keluargamu sendiri..."
"Tutup mulutmu!"
Wu Randong berteriak sambil menunjuk Zhuo Fan. "Kira-kira siapa kau berani mencemarkan nama perusahaan kami? Asal kau tahu, kesepakatanmu batal! Jadi enyah sana, sekarang!"
Zhuo Fan terkekeh. "Sudah kubilang apa? Kau memang dengan sengaja berniat menggagalkan kesepakatan ini. Apakah akhirnya kau menunjukkan warna aslimu sekarang?"
Ugh!
Bibir Wu Randong bergetar, kehabisan kata-kata.
[Sebenarnya siapa orang ini? Kenapa dia selalu bisa membaca niat dan seranganku...]
Chapter 957 · 5m baca
Ice Dragon Blast
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter