Dua pita sutra biru melesat ke arah Zhuo Fan. Ia sempat berpikir untuk menghindar, namun ia segera mengurungkan niat tersebut.
Meskipun ia tidak mengembangkan sayapnya, kecepatannya sudah melampaui Tahap Pemurnian Tulang, sehingga ia bisa selangkah lebih unggul dari Lin Tianyu.
Hal ini tentu mengejutkan semua orang, meski bukan sesuatu yang sepenuhnya mustahil terjadi.
Seandainya kecepatannya mampu menandingi seorang ahli Alam Mendalam Langit, itu akan mencapnya sebagai sesosok monster. Di seluruh penjuru dunia yang luas ini, ia mungkin menjadi satu-satunya orang dengan tingkat penyempurnaan tubuh yang begitu menyimpang.
Itu sama saja dengan memberitahu semua orang siapa jati diri aslinya.
[Aku harus berjudi!]
Satu pita mengetatkan lilitannya di tubuhnya dan membuat segala gerakan menjadi tidak mungkin. Di sanalah ia mengingatkan dirinya sendiri.
[Aku hanya perlu menunjukkan seberapa kuat diriku, tapi dalam batas wajar. Tidak seperti si menyimpang terkenal itu, Zhuo Fan, yang bisa membunuh seorang ahli Alam Mendalam Langit.]
Pita yang satu lagi memeluk Xiao Dandan dalam dekapan pelindung.
Tak lama kemudian, sang pemilik pita tersebut pun tiba. Orang-orang menundukkan kepala mereka dengan penuh rasa hormat, begitu pula dengan Dong Tianba dan adiknya.
Zhuo Fan hanya meliriknya sekilas. Wanita itu berusia sekitar tiga puluhan, mengenakan kerudung tipis yang menutupi separuh wajahnya, namun itu tidak mampu menyembunyikan keanggunannya.
Terlebih lagi dengan tingkat kultivasinya yang tinggi, hal itu semakin menuai rasa hormat yang mendalam.
Saat ia melangkah ringan, pandangan matanya tertuju sepenuhnya pada Xiao Dandan. Ia mengulurkan sebuah jemari yang lentik dan mengetuk dahi Xiao Dandan.
Yuan Qi memasuki tubuh Xiao Dandan dan membuatnya bergidik, sekaligus melenyapkan rona kemerahan di pipinya.
"Eh, di mana aku?" Xiao Dandan melihat sekeliling dengan bingung, tetapi begitu ia melihat Zhuo Fan, semuanya kembali terlintas dalam ingatannya seperti kilasan kilat. Ia menjerit kaget dan wajahnya langsung memerah padam.
"B-bagaimana bisa aku melakukan hal itu?"
"Anak bodoh, kau bahkan tidak tahu kapan kau telah diperdaya?" Wanita berpakaian biru itu menggelengkan kepalanya, lalu pandangannya beralih tajam ke arah Zhuo Fan.
"Adik kecil, jika kau berniat mengejar gadis dari Gedung Bunga Melayang, kau bisa mengejar mereka dengan kemampuanmu. Tapi tidakkah kau rasa menggunakan Whispering Bewitchment itu tindakan yang merendahkan dan keji?"
Zhuo Fan memuji wanita itu dalam hatinya, [Dia wanita yang cukup jeli].
Whispering Bewitchment memengaruhi pikiran seseorang sehingga sang pengguna dapat memimpin korbannya untuk melakukan apa saja yang ia inginkan. Begitulah cara Zhuo Fan menguasai Xiao Dandan dengan begitu mudahnya.
Triks kecil ini bukanlah ilmu rahasia seorang kultivator iblis, namun tidak sembarang orang bisa menggunakannya. Pertama-tama, jiwa penggunanya haruslah kuat, yang membuat sebagian besar kultivator iblis di bawah Tahap Mendalam Langit tidak mampu menggunakannya.
Dan karena teknik ini memiliki kekuatan yang terbatas, kebanyakan kultivator iblis tidak melatih penggunaannya. Oleh karena itu, jumlah orang yang mengetahui Whispering Bewitchment sangatlah sedikit dan jarang ditemui.
Namun, di sinilah wanita itu, yang mengetahui efeknya.
Zhuo Fan tersenyum menyeringai, "Nona, aku sama sekali tidak berniat mengejar Nona Dandan. Ini semua kulakukan semata-mata demi memberinya sebuah pelajaran."
"Bibi Senior, jangan dengarkan si keparat ini. Dia berani mempermalukanku dan memandang rendah Gedung Bunga Melayang." Xiao Dandan mengamuk saat ia mengingat kembali skandal yang baru saja dialaminya. Bahkan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Namun, wanita berpakaian biru itu menatapnya dengan dingin dan membentak, "Diam, apa kau belum cukup mempermalukan dirimu sendiri?"
Kemudian ia beralih kepada Zhuo Fan, "Aku sudah lama akan menghabisimu jika aku tidak tahu bahwa kau punya alasan bagus untuk menggunakan teknik busuk itu demi memikat seorang wanita di Kota Bunga Melayang."
Wanita itu lalu mengalihkan perhatiannya kepada Dong Xiaowan dan berbicara dengan nada meminta maaf, "Nona, Dandan telah dimanja oleh gurunya. Aku akan memastikan untuk menghukumnya. Tolong jangan masukkan ini ke dalam hati."
"Ah, aku tidak akan pernah..." Dong Xiaowan terkejut.
Wanita berpakaian biru itu tersenyum saat ia melayang pergi, membawa serta Xiao Dandan dan Lin Tianyu yang tak sadarkan diri menggunakan dua helai pitanya. Namun Xiao Dandan tidak lupa menatap tajam ke arah Zhuo Fan dengan penuh rasa kebencian.
Zhuo Fan, bagaimanapun, sama sekali tidak peduli; ia justru memikirkan sekilas pandangan terakhir yang diberikan oleh wanita biru itu kepadanya tadi.
Berkat jiwa Zhuo Fan yang kuat, ia berhasil mendeteksi tatapan itu.
[Apakah kedokku baru saja terbongkar?] Zhuo Fan mengerutkan kening sambil memperhatikan kepergian wanita tersebut.
"Kakak!"
Dong Tianba datang bersama yang lainnya menghampiri Zhuo Fan untuk menyampaikan rasa terima kasih mereka, "Terima kasih banyak. Jika bukan karenamu, nama Klan Dong pasti sudah tercemar. Sialan, wilayah tujuh keluarga besar benar-benar tidak ada yang aman untuk disinggahi terlalu lama."
"Kakak Song, terima kasih..." Dong Xiaowan merapikan pakaian tipis di tubuhnya dan berbicara dengan malu-malu.
Tanpa memedulikan semua itu, Zhuo Fan berbicara dengan kening berkerut, "Saudara Dong, siapa sebenarnya wanita itu tadi?"
Nada suara Dong Tianba terdengar sangat serius, "Pengawas Pertama Gedung Bunga Melayang, Pengawas Gedung Iris, Qin Caiqing! Haaa... sungguh sebuah keberuntungan karena orang yang kita temui adalah Pengawas Iris. Dia adalah sosok yang terhormat dan baik hati. Dia dikenal tidak pernah menindas klan maupun murid lain. Tapi seandainya yang kita temui adalah Pengawas Peony, dengan kepribadiannya yang berubah-ubah, dia pasti sudah melampiaskan kemarahannya pada kita!"
"Begitu ya, dengan tingkat kultivasinya, pantas saja jika dia menjadi seorang Pengawas."
Zhuo Fan menarik napas dalam-dalam dan merobek pita yang tadi melilitnya hingga berkeping-keping.
"Saudara, bagaimana bisa kau begitu kuat? Itu adalah pita Pengawas Iris yang dijiwai dengan Yuan Qi-nya. Bagaimana kau bisa melepaskan diri darinya?"
Dong Tianba menatap Zhuo Fan seolah-olah ia sedang melihat sesosok monster, "Aku merasa seperti sudah tidak mengenalmu lagi."
Sambil tertawa, Zhuo Fan mengibaskan tangannya seolah itu bukan masalah besar dan mengeluarkan sebuah botol kecil, "Klan Song memang hanya klan tingkat tiga, tapi kami punya cara tersendiri. Lihat, ini adalah Pil Pemurni Tubuh buatan kami. Berkat pil inilah tubuhku menjadi begitu kuat."
"Yang benar saja! Pil Pemurni Tubuh hanyalah pil tingkat 4. Itu tidak cukup luar biasa untuk membuatmu lebih kuat dari seorang kultivator Pemurnian Tulang lapis ke-7 dan melepaskan diri dari kungkungan seorang ahli Alam Mendalam Langit!" Ekspresi Dong Tianba tetap tidak percaya.
Zhuo Fan tersenyum, "Bukan rahasia namanya jika metode Klan Song bisa dikuasai oleh siapa saja. Menurutmu, untuk apa aku ikut serta dalam Pertemuan Seratus Pil jika bukan karena ini?"
Dong Tianba mulai mempercayainya setelah mendengar Zhuo Fan terus memuji pil tersebut.
Namun yang tidak mereka ketahui adalah bahwa semua itu hanyalah kebohongan belaka yang dibuat-buat oleh Zhuo Fan.
Sementara itu, di dalam hatinya, Zhuo Fan merasa cemas. Ia tidak bisa memahami mengapa Qin Caiqing tidak membongkar identitasnya jika wanita itu memang mengenalinya? Apakah wanita itu pergi untuk mencari bantuan karena merasa tidak mampu mengalahkannya?
[Jika memang itu alasannya, maka tinggal di sini akan jauh lebih berbahaya. Bisa jadi dia sedang memanggil bala bantuan.]
Zhuo Fan berkata dengan panik, "Eh, Saudara Dong, aku memiliki beberapa urusan mendesak yang harus segera diurus. Mari kita lanjutkan bincang-bincang ini lain waktu."
"Huh, aku bahkan belum sempat menyampaikan rasa terima kasihku dengan layak, bagaimana bisa..." Namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, Zhuo Fan sudah melesat pergi beberapa meter jauhnya sambil melambaikan tangan.
Dong Tianba tertegun sejenak namun akhirnya hanya bisa menghela napas, "Saudara Song benar-benar sosok suami idaman. Wan'er, kau pasti menyesal karena telah menolaknya sekarang."
"Kakak..."
Dong Xiaowan memutar bola matanya, namun ia tetap mencuri pandang ke arah Zhuo Fan dengan mata yang jernih dan sarat akan emosi...
Sementara itu, di dalam Gedung Bunga Melayang, di ruang tamu utama.
Seorang wanita menawan dan memikat berbalut gaun merah sedang duduk di ruang tunggu. Ia mengenakan kerudung tipis yang menyembunyikan sebagian besar paras menawannya.
Namun kerudung itu tak mampu menyembunyikan kilatan api di matanya yang sanggup menggetarkan hati paling dingin sekalipun.
Dia adalah seorang wanita penggoda sejati!
Di sebelah kirinya duduk seorang pria paruh baya, dengan tangan yang bahkan lebih putih dari tangan sang wanita. Pria itu mengelus janggut tipisnya, namun pandangan matanya tak pernah lepas dari setiap lekuk tubuh wanita tersebut.
Wanita berpakaian merah itu memutar bola matanya dan tersenyum, "Tetua Lin, apakah ada sesuatu di wajahku?"
"Uhuk, Pengawas Peony pasti sedang bergurau."
Pria tua itu sengaja terbatuk dan menunjukkan senyum canggung, "Aku hanya merasa penasaran, mengapa Penguasa Gedung yang agung tidak hadir dan justru Pengawas Peony yang menyambutku di sini."
"He-he-he, apakah Tetua Lin tidak puas dengannya?" Wanita itu mengerjap-nerjap menggoda ke arahnya.
Gerakan itu hampir merenggut jiwa sang tetua, membuatnya kesulitan untuk menjawab, "Eh, Pengawas Peony adalah sosok yang sangat penuh perhatian dan baik hati, dan, ha-ha-ha..."
"Huh, aku datang ke sini untuk menghadiri Pertemuan Seratus Pil, bukan untuk melihat kalian berdua bermesraan."
Sebuah dengus kemarahan terdengar dari sisi kanan Pengawas Peony, seorang tetua berambut merah, "Karena pertemuannya belum dimulai, aku akan pergi saja. Aku punya urusan penting yang harus diurus."
"Tetua kelima Lembah Neraka, mengapa kau begitu kesal?" Pengawas Peony tersenyum, "Pertemuan ini akan dimulai atas perintah Penguasa Gedung. Keluarga-keluarga besar masih belum berkumpul lengkap, jadi adalah hal yang wajar jika acaranya diundur sedikit lebih lama."
"Pengawas Peony, jangan dengarkan ocehan kambing tua ini. Belakangan ini, Lembah Neraka telah kehilangan tiga tetuanya akibat ulah seorang bocah tengil. Kredibilitas mereka hancur lebur, jadi mana mungkin mereka punya kesabaran untuk berpartisipasi dalam Pertemuan Seratus Pil? Saat ini, tetua kelima pasti sedang memikirkan cara-cara baru yang licdik untuk menguliti si keparat itu hidup-hidup. Atau mungkin kecemasan karena nyawa tua mereka yang malang sedang terancam telah membuat mereka begitu tegang hingga mereka terus melompat dalam tidurnya! Itu pasti sangat menyiksa, ha-ha-ha!"
"Lin Zitian, enyah sana! Aku ingin tahu berapa banyak tetua yang akan hilang dari Hutan Riang jika mereka bertemu dengan bocah itu!" Tetua kelima menggebrak meja dan memelototi pria paruh baya tersebut.
Lin Zitian turut bangkit berdiri dan membalas tatapan itu tanpa rasa takut, "Mau cari ribut?!"
Kekuatan mereka terpancar dengan jelas dan percikan api bisa saja meletus kapan saja!
Namun sebuah tawa tiba-tiba memecah ketegangan adu tatap mereka, "Ha-ha-ha, meriah sekali! Jika kalian ingin bertarung, hitung aku sekalian!"
Chapter 95 · 6m baca
Bewitching Whispers
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter