The Steward Demonic Emperor - Chapter 923 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 923 · 5m baca

Renegotiations

by Night Owl

Ugh!

Hati Shangguan Qingyan terasa tenggelam, bingung memikirkan tanggapan yang bagus. Dia ingin memulainya dengan membuat Zhuo Fan terdengar baik di mata keluarganya dan mengubah kesan mereka terhadap pria itu. Dengan cara ini, permintaannya nanti tidak akan terdengar terlalu kasar.

Sekarang, ayahnya bahkan tidak membiarkannya menyampaikan niatnya. Keduanya bahkan bisa saja berujung adu jotos. Situasi ini bagaikan menyulut api di dekat tumpukan mesiu.

[Apa yang harus kulakukan?]

Shangguan Feixiong menyadari keraguannya. "Kau tidak tahu? Setelah mengantar kalian, dia pergi atau tidak?"

"Ayah, tolong tenangkan diri dulu. Ayah harusnya bisa berbicara baik-baik dengannya. Dia mungkin punya masalahnya sendiri."

Shangguan Qingyan tidak menjawab secara langsung, berusaha menengahi demi Zhuo Fan. Shangguan Feixiong langsung menangkap maksud dari ucapan itu. "Jadi dia ada di luar? Bersama siapa?"

"Kami tadi bertemu dengan dua anggota klan dan sedang mengawasi..."

"Sialan!"

Shangguan Feixiong mengepalkan tinjunya dan langsung bergegas keluar. Para sesepuh, ahli lainnya, termasuk para tetua kehormatan, ikut menyusul di belakangnya.

"Setiap kali anak muda berselisih, itu pasti berujung pada pertengkaran. Gu Yifan pasti sedang..."

Shangguan Feixiong mengerutkan kening dan Shangguan Qingyan merasa senang melihat reaksinya. "Ayah, apakah Ayah mengkhawatirkan Tuan Gu? Baguslah kalau begitu, berarti Ayah tidak membencinya. Tapi tenang saja, aku sudah memperingatkan mereka. Mereka tidak akan melakukan apa pun pada Tuan Gu dan akan menunggu Ayah datang."

"Mengkhawatirkannya? Ha!"

Shangguan Feixiong mendengus kesal. "Beberapa hari terakhir kita habiskan untuk menginterogasi si keparat Yulin itu. Sekarang kita tahu bahwa Gu Yifan menghancurkannya hanya dalam satu serangan. Kedua pengawal itu bahkan tidak akan bisa melukainya. Begitu mereka bertarung, mereka hanya akan berujung tewas. Klan Shangguan tidak akan pernah membiarkan siapapun menginjak-injak harga diri kita!"

Shangguan Qingyan tersentak kaget dan menjulurkan lidahnya. "Sudah kubilang aku sudah memperingatkan mereka. Tuan Gu datang menemui Ayah dengan baik-baik, jadi dia tidak akan membuat keributan..."

"Memperingatkan? Apakah kau benar-benar berpikir seorang pemuda yang berkepala panas akan mendengarkan hanya karena seorang gadis menyuruhnya?"

Shangguan Feixiong menghela napas. "Keberanian memang bagus untuk anak muda, tetapi terlalu banyak keberanian justru mengarah pada kecerobohan dan kesalahan fatal. Tetua Kedua, apakah kedua orang itu anak buahmu? Apa pun yang terjadi, kau harus tetap tenang. Kita akan mengurusnya setelah kita tahu apa alasannya datang ke sini."

Tetua yang dimaksud langsung mengangguk. "Kepala Klan, aku sudah berkultivasi begitu lama, pikiranku sudah sekeras batu. Kau masih belum mengenaliku?"

[Ha-ha-ha, justru karena aku sangat mengenalmulah makanya aku memperingatkanmu. Kau tidak pernah sekalipun meredam temperamen burukmu selama bertahun-tahun ini!]

Shangguan Feixiong menggelengkan kepalanya.

Para petinggi Klan Shangguan membuat pintu masuk—atau lebih tepatnya, jalan keluar—yang megah menuju ke luar. Mereka semua tampak tegang, seolah-olah sedang menghadapi faksi besar lainnya.

Shangguan Qingyan mendecakkan lidahnya.

[Ada apa dengan mereka? Ayah saja sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menemui Tuan Gu. Bu apa harus keluar dengan kekuatan penuh seperti ini?]

Pikirannya yang polos masih menganggap bahwa Zhuo Fan seumuran dengannya, yang datang untuk menerima hukuman seperti murid lainnya yang berbuat salah. Pria itu tidak berbeda dari Shangguan Yulin, yang juga seorang pengkhianat.

Namun, pemikiran Shangguan Feixiong sangat berbeda. Untuk rencana yang dia siapkan terhadap Manor Awan Terbang, Klan Shangguan menganggap Shangguan Yulin sebagai mata-mata, tetapi tidak dengan Zhuo Fan. Zhuo Fan justru bertindak sebagai dalang di balik bayang-bayang.

Pemuda itu adalah pihak ketiga dalam bentrokan antara manor dan Klan Shangguan. Belum lagi fakta bahwa dia berhasil mempermainkan orang terpandai di kekaisaran, Baili Jingwei.

Tidak ada jalan yang wajar dalam menilai Zhuo Fan. Terutama ketika dia melampaui batas-batas yang seharusnya dijalani oleh seorang pemuda normal. Dia adalah seorang pemimpin faksi dalam hakikatnya sendiri.

Pengerahan kekuatan besar-besaran untuk menemui Zhuo Fan sama sekali bukan untuk mencapnya sebagai pengkhianat, melainkan untuk bernegosiasi sebagai sesama pemimpin.

Hal itu terdengar konyol di telinga siapa pun.

[Ratusan ahli Alam Genesis kalian keluar hanya untuk menemui seorang anak muda yang paling tinggi berada di Alam Harmoni Jiwa? Dan untuk apa, bernegosiasi?]

Di situlah letak masalahnya. Dia bukan sekadar memiliki kekuatan Alam Harmoni Jiwa, melainkan seorang pemikir taktis selevel Baili Jingwei. Bukankah Perdana Menteri Baili saja layak untuk diajak berunding?

Hal itu justru semakin meningkatkan nilai tawar Zhuo Fan.

Satu hal lagi yang perlu disebutkan. Pedang Peninggi Langit ada di tangannya, dan hal itu membuat pilihan mereka semakin sedikit. Mereka menolak percaya bahwa seorang pemuda licik yang mampu berhadapan dengan Baili Jingwei akan membiarkan emosinya mendominasi dan menyerahkan pedang itu begitu saja hanya karena ratusan ahli menatapnya dengan tajam.

Oleh karena itu, perundingan adalah jalan keluar...

Hum~

Kelompok Shangguan Feixiong membuka penghalang dan keluar dengan kekuatan penuh. Namun, wajahnya langsung berkedut.

Skenario terburuk yang ia bayangkan benar-benar terjadi...

Zhuo Fan berdiri dengan santai di dekat sebuah semak-semak. Masalahnya langsung terlihat ketika orang melihat genangan darah di bawah kakinya. Dua pengawal muda Klan Shangguan terbaring babak belur dan berdarah di tanah, mengeluarkan rintihan terputus-putus yang menandakan mereka masih bernapas.

Seseorang pasti yakin bahwa bahkan kedua pengawal itu sendiri dibuat bingung bagaimana bisa seorang pemuda Alam Radians menghancurkan mereka begitu saja tanpa kesulitan.

Mata mereka dipenuhi dengan kesedihan dan rasa sakit, tetapi sebanyak apa pun rasa sakit itu, itu tidak akan mengubah kenyataan...

[Informasinya datang terlambat. Kami tidak sempat memberi tahu klan tentang kekuatannya. Sialan, sebenarnya dari mana asal ayah dan anak monyet ini? Yang satu lebih mengerikan daripada yang lain!]

Para sesepuh menghela napas. Tetua yang tadinya mendeklarasikan saraf sekuat batunya kepada Shangguan Feixiong kini mendidih karena amarah melihat penghinaan yang diterima oleh murid-muridnya. Aura perkasa miliknya sebagai seorang ahli Alam Genesis terpancar dengan jelas.

Zhuo Fan tidak melirik pria itu sama sekali, melainkan tertawa ramah. "Paman, tiga hari ini rasanya seperti bertahun-tahun. Apakah Paman merindukan-ku? Ha-ha-ha..."

"Hentikan omong kosong itu! Aku melihat dengan jelas siapa dirimu tiga hari yang lalu. Berhentilah bersandiwara, Gu Yifan!" Wajah Shangguan Feixiong menegang tajam. "Untuk apa kau ke sini? Apa tujuanmu sebenarnya?"

Zhuo Fan menghentikan langkahnya, menampilkan senyuman cerah.

Shangguan Qingyan menyela, berharap bisa meredakan ketegangan. "Ayah, Tuan Gu peduli dengan keselamatan dan mengantarkanku pulang..."

"Tidak, aku memintanya mengantarkanku ke sini untuk mengobrol dengan Kepala Klan Shangguan."

Zhuo Fan tidak membiarkannya mempermanis situasi dan memotong niat baik gadis itu. Seiring dengan kata-katanya, nada suaranya pun menjadi semakin dingin. "Kepala Klan Shangguan, aku punya tawaran untukmu. Tertarik?"

Shangguan Feixiong menatap wajah yang dingin dan tanpa ampun itu. "Katakan."

"Kalau begitu aku akan bicara terus terang."

Zhuo Fan memulai, "Demi putrimu yang berharga ini, anakku telah ditangkap oleh Shangguan Feiyun. Karena Klan Shangguan adalah klan yang menjunjung tinggi kebajikan, bukankah wajar bagimu untuk membalas budi dan membantuku menyelamatkan putraku?"

Shangguan Qingyan bergidik.

[Tuan Gu begitu mempertaruhkan segalanya demi putranya. Dia datang menemui Ayah demi hal ini...]

"Ya, demi aku, Sanzi kecil..."

"Ini bukan urusanmu. Pergi!"

Shangguan Feixiong memotong ucapannya, menatap tajam ke arah Zhuo Fan. "Ha-ha-ha, menyelamatkan putriku? Kalian berdua menggunakannya sebagai umpan untuk mengendalikan klan-ku. Kami telah mengikuti permainan kalian selama lebih dari setengah bulan dan mengorbankan nyawa begitu banyak orang dari klan-ku. Jika bisa, aku bahkan rela melepaskan putriku sebagai pertukaran atas nyawa mereka. Dan sekarang kau ingin kami mengambil risiko sebesar ini demi menyelamatkan putriku? Untuk apa?"

Shangguan Qingyan bergetar, tersentak mendengar kata-kata ayahnya. Hatinya terasa sakit, menundukkan kepala dan meneteskan air mata dalam kepedihan.

[Ayah lebih peduli pada orang lain daripada aku.]

Inilah ayahnya, sosok yang begitu mengabdi pada kebajikan.

[Jika aku bisa memberikan nyawaku untuk mereka, maka aku akan melakukannya...]

Hati Shangguan Qingyan hancur berkeping-keping, tetapi dia mengerti bahwa semua ini demi apa yang diyakini oleh klannya.

Shangguan Feixiong tidak mempedulikannya, masih menatap penuh kemarahan kepada Zhuo Fan.

Para sesepuh menyatakan, "Kami akan mengikuti Kepala Klan yang berbudi luhur ini sampai mati!"

Berbudi luhur?

Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya saat dia menatap tajam ke dalam mata Shangguan Feixiong. Dia sama sekali tidak mempercayainya.

[Membuang darah daging sendiri demi mendulang simpati murahan. Munafik!]

[Tidak lebih dari sekadar trik negosiasi. Apakah kau benar-benar berpikir aku akan termakan tipuan itu? Humph...]

Gunakan ← → untuk pindah chapter