The Steward Demonic Emperor - Chapter 91 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 91 · 6m baca

Chit-chat

by Night Owl

Zhuo Fan dan sang tuan muda sekarang tampak seperti sahabat karib, mengobrol tentang segala hal yang biasa dibicarakan oleh para pemuda pada masa itu. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Zhuo Fan untuk mencari tahu segala seluk-beluk mengenai masa lalu Song Yu.

Dong Tianba berasal dari sebuah klan terkemuka di kota berukuran sedang, yang dianggap sebagai klan kelas dua di kekaisaran, tetapi jauh lebih kuat daripada klan Song.

Belum lama berselang, ayah Dong Tianba mengutusnya untuk urusan bisnis ke Kota Malam Berhujan. Di sanalah sang tuan muda langsung akrab dengan Song Yu yang keparat itu. Begitu Song Yu tahu temannya berasal dari klan kelas dua, ia menanggapinya dengan santai, minum-minum dan pergi ke rumah bordil, tidak lupa bersikap angkuh seolah-olah ia berhak mendapatkan posisi barunya itu, dan semua itu dilakukannya bersama sang teman. Hubungan mereka bahkan sampai pada titik di mana Dong Tianba berencana untuk menikahkan saudara perempuannya, Dong Xiaowan, dengan Song Yu.

Song Yu hampir gila karena kegirangan karena itu adalah hadiah terhebat yang bisa diinginkan oleh siapa pun dari klan Song. Setelah semuanya beres, ia langsung melamar.

Sayangnya, Dong Xiaowan adalah satu-satunya anak perempuan di klan Dong, kesayangan kakeknya. Jadi, bagaimana mungkin kakeknya membiarkan Dong Tianba menentukan masa depannya? Akibatnya, ketika sang kakek mengetahui status sosial Song Yu serta perangai moralnya yang buruk, sang kakek mengusirnya dari rumah dan bahkan menegur cucunya sendiri.

Bagi Dong Xiaowan, ia tidak pernah memaafkan kakak tercintanya karena mengajukan lamaran seperti itu. [Aku adalah saudaramu dan kau ingin menyerahkanku kepada babi itu?]

[Dia adalah pemalas yang tamak!]

Sementara klan Dong melihat Song Yu apa adanya—seorang pria yang menyedihkan—Dong Tianba menganggapnya sebagai sahabat terbaik, pergi bermain bersamanya di setiap kesempatan yang ia dapatkan.

[Pemalas yang tamak apa? Dia jujur pada dirinya sendiri, tidak seperti para bangsawan munafik itu.] Dong Tianba mengenang pertemuan itu sambil tersenyum, merasa telah mengecewakan sahabat terkasihnya di Kota Malam Berhujan.

Berkat dialah pihak klan Song diberi tahu tentang Pertemuan Seratus Pil sehingga mereka mengutus Song Yu ke pertemuan tersebut. Ia berharap Song Yu akan menggunakan kesempatan ini untuk menaikkan statusnya dan menepis pandangan remeh dari klan Dong.

Dengan sedikit keberuntungan, klan Song akan berada di bawah naungan Edifice Bunga Berhanyut dan klan Dong tidak akan bisa berkata apa-apa lagi jika ia meminta tangan Dong Xiaowan sekali lagi.

Zhuo Fan tersenyum pahit di samping. [Kakak laki-laki macam apa ini! Si keparat Song Yu baru mengajak minum beberapa kali dan dia sudah siap menyerahkan saudara perempuannya ke pelukan pria itu. Kalau aku jadi kakek Dong, sudah kuhajar bokongnya sampai babak belur.]

[Lagi pula, kenapa kau malah menjodohkan saudara perempuanmu dengan orang lain sementara kau sendiri belum menikah?]

Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, merasa khawatir akan kebahagiaan klan Dong dan saudari Dong Tianba. Bahkan keempat tetua di belakang mereka tampak memerah karena malu memiliki tuan muda yang begitu aneh.

Mereka bahkan sesekali menengok ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang mendengarnya!

Zhuo Fan menghela napas, [Pucuk dicinta ulam tiba, periuk pecah tembikar tenggelam.]

"Bro Song!"

Dong Tianba memanggilnya dengan senyuman aneh, "Di mana saudaramu?"

Zhuo Fan menjawab, "Dia pergi setelah mengantarkanku ke sini. Aku memastikan untuk mengantarnya secara pribadi."

Ia tersenyum penuh arti saat mengucapkan kata ‘secara pribadi’. Namun, hal itu tidak dipahami oleh Dong Tianba yang sedang murung.

"Padahal aku sangat ingin melihat Nona Song sekali lagi. Aku sudah lama akan mengirim mahar jika saja orang tuaku tidak menolak untuk berurusan dengan klanmu."

"Ha-ha-ha, dunia ini menyimpan banyak sekali wanita cantik, Bro Dong tidak perlu terpaku pada satu orang saja." Zhuo Fan tersenyum, "Saudariku tidak pantas untukmu. Lihatlah sekeliling, ada banyak sekali gadis di Kota Bunga Berhanyut untuk memanjakan matamu."

"Huh, Bro Song, kau tidak akan mengerti. Kau tidak bisa menyentuh sembarang gadis di sini!"

Dong Tianba memastikan tidak ada orang di sekitar sebelum berbisik, "Tahukah kau bahwa Edifice Bunga Berhanyut itu unik di antara tujuh keluarga bangsawan karena hanya berisi para wanita? Selama seribu tahun, mereka menyuruh pria untuk menikah masuk ke dalam keluarga mereka. Ini adalah tempat di mana para wanita berkuasa."

"Artinya kau bahkan tidak bisa mendekati gadis-gadis?"

Dong Tianba menatap dengan pandangan dalam kali ini, "Bro, kenapa aku merasa semakin tidak mengenalmu? Bukankah kau tahu bahwa mendekati dan melecehkan itu memiliki arti yang berbeda?"

Zhuo Fan tertawa kecil kebingungan, "Ya, kau benar sekali. Bro Dong memang seorang jenius."

"Ha-ha-ha, kita berdua memang begitu. Bukankah kita dulu sering bertukar pikiran? Bagaimana bisa kau lupa? Pasti karena pukulan dari penolakan saudaraku dulu membuatmu tenggelam dalam keburukan."

Zhuo Fan mengangguk berulang kali. Dong Tianba memang seorang yang aneh, tetapi cukup tulus pada orang lain. Berbincang dengannya selama ini membuat Zhuo Fan merasa santai.

"Ngomong-ngomong, Saudara Dong, aturan apa lagi yang ada di sini? Seperti kedai ini..."

"Hampir lupa." Dong Tianba berbicara dengan nada serius, "Karena membludaknya orang-orang selama Pertemuan Seratus Pil, Edifice Bunga Berhanyut telah menetapkan beberapa aturan mengenai penginapan. Klan kelas tiga harus tinggal di distrik miskin, klan kelas dua di kedai-kedai, dan klan kelas satu disambut oleh 15 Penjaga Lantai. Tujuh Keluarga Bangsawan..."

"Ada orang dari Tujuh Keluarga Bangsawan di sini?" Zhuo Fan mengajukan pertanyaan.

Dong Tianba mengangguk, "Itu sudah wajar. Tujuh keluarga bangsawan itu mungkin saling merencanakan dan berkomplot di antara mereka sendiri, tetapi Edifice Bunga Berhanyut bersikap netral. Sangat wajar jika ada dua atau tiga keluarga yang berada di sini, yang disambut secara pribadi oleh Pemimpin Edifice. Paling tidak, Lembaka Neraka pasti ada di sini."

Zhuo Fan terkesiap.

Hal itu menjelaskan keberadaan para murid Lembaga Neraka di gerbang kota. Mereka tidak sengaja ditempatkan di setiap kota khusus untuk mencarinya, melainkan karena mereka mengikuti seseorang yang penting dari keluarga mereka untuk berpartisipasi dalam Pertemuan Seratus Pil.

Orang yang mewakili Lembaga Neraka pastilah seorang tetua, atau mungkin Pemimpin Lembaga mereka...

"Siapa yang datang dari Lembaga Neraka?" tanya Zhuo Fan panik.

Mengerutkan keningnya, Dong Tianba menggelengkan kepala. Namun tiba-tiba seseorang mendobrak pintu dengan napas terengah-engah, "Tuan muda, Nona Muda sedang dalam masalah!"

Dong Tianba melompat berdiri dan bergegas pergi bersama keempat tetua. Zhuo Fan tepat berada di belakang mereka!

Mereka tiba di sebuah pasar. Ada banyak orang berdiri di tepi jalan dalam keheningan.

Seorang wanita yang anggun dan menawan berdiri di depan sebuah gerai, memegang sebuah perhiasan yang indah. Mata indahnya melirik ke arah wanita yang sedang menangis di tanah.

Pipi Dong Xiaowan bengkak sementara air mata mengalir di wajahnya yang perih. Siapa pun di sana pasti menyadari bahwa ia telah ditampar, dan bukan hanya sekali atau dua kali.

Dong Tianba bergegas membantu adiknya seraya membentak, "Xiaowan, apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?"

"Kakak, ayo kita pergi saja!" Dong Xiaowan menahan isak tangisnya sambil melirik sekilas ke arah wanita angkuh berpakaian merah.

"Siapa bilang kau boleh pergi?" kata wanita itu dengan penuh kebencian. Mata tajamnya menusuk bagaikan pedang dan membuat Dong Xiaowan menggigil, "Sudah kukatakan agar kau menampar wajahmu sendiri seratus kali. Bukankah hitunganmu kurang dari tiga puluh?"

"Peduli apa siapa dirimu, aku bisa membuat seluruh klanmu musnah jika aku mau!"

Dengan hati hancur dan tubuh gemetar, Dong Xiaowan mulai menampar wajahnya sendiri dan wajahnya yang sudah bengkak mulai tampak semakin merah dan menggembung diiringi air mata penghinaan.

Dong Tianba meraih tangan adiknya dan membentak, "Xiaowan, hentikan! Kenapa kau melakukan ini?"

"Kakak, ini semua salahku." Dong Xiaowan menangis, "Aku ingin membeli barang itu, tetapi dia..."

Dong Tianba mendengarnya dengan jelas meskipun suara adiknya melemah. Ia mengalihkan pandangannya yang menyala-nyala karena amarah kepada wanita berpakaian merah itu, "Aku mengerti kau ingin mengambil perhiasan itu dari tangan saudaraku, tetapi kenapa kau harus bertindak sekejam ini?"

"Ha-ha-ha, aku memintanya dengan sopan, tetapi dia terus bersikap kasar padaku dan tidak tahu di untung," ejek wanita itu seraya melemparkan perhiasan itu ke tanah dengan sengaja, "Sekarang aku sudah kehilangan minat padanya. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak memberinya pelajaran tentang sopan santun?"

Penghinaan terang-terangan dari wanita itu membuat Dong Tianba melontarkan kata-kata dari balik giginya yang terkatup rapat, "Keparat, aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu, atau namaku bukan Dong Tianba."

Ia kemudian menerjang maju. Mengingat wanita itu baru berada di tingkat ke-9 Kondensasi Qi, kekuatan Dong Tianba sudah lebih dari cukup untuk menghadapinya.

Sayangnya, embusan angin kencang menghentikannya saat sesosok bayangan putih melesat di depannya.

Bruk!

Suara benturan bergema di sekitar saat Dong Tianba terpental ke udara dan di tempatnya berdiri sebelumnya kini mendarat seorang pemuda tampan berpakaian putih yang sedang mengipas-ngipas dirinya; berada di tingkat ke-7 Tahap Pemurnian Tulang.

Murid semacam itu dianggap sebagai bibit unggul di antara tujuh keluarga bangsawan.

Kelopak mata Zhuo Fan berkedut dan kakinya melangkah maju.

Dong Tianba dan keempat tetuanya sama sekali tidak sebanding untuk menghadapi pendatang baru ini. Jika ia tetap bergeming, sepasang kakak beradik ini akan mengalami penderitaan yang luar biasa hari ini.

Namun jika ia bertindak, ia akan mendatangkan masalah besar yang dapat mengacaukan rencana-rencananya.

Akan tetapi, wanita keparat ini terlalu kejam, ia benar-benar mencari hajatan. Bahkan dirinya, seorang Kaisar Iblis, tidak akan bisa menerima perlakuan ini begitu saja.

Pada akhirnya, ada beberapa hal yang tidak bisa ditahan lagi. Inilah jalur iblis miliknya...

Gunakan ← → untuk pindah chapter