The Steward Demonic Emperor - Chapter 906 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 906 · 5m baca

Plot Within Plot

by Night Owl

“Cepat sekali mereka menembus garis pertahanan kedua.”

Di sebuah ruangan kecil yang tenang, seorang lelaki tua mengelus jenggotnya sambil mendengarkan keributan di luar.

Seorang kultivator Alam Genesis memberi hormat, “Raja Pedang Pembelah Naga, para penyusup itu bergerak dengan cepat ke sini. Mereka akan mencapai garis pertahanan kita dalam lima menit.”

“Klan Shangguan…”

Mata Danqing Shen memancarkan kilat dingin saat ia berkata, “Aku tidak punya masalah dengan mereka, tetapi di sinilah aku, bentrok dengan mereka. Sungguh menyebalkan.”

Pengawal itu hanya mendengarkan.

Danqing Shen mengibaskannya pergi seraya bergumam, “Pergilah, masiha da waktu, biarkan aku menikmati menit-menit terakhir ini dalam keheningan.”

“Baik, Yang Mulia Raja Pedang!”

Pengawal itu pergi, memudar ke dalam kegelapan. Di sekitar ruangan ini, sama seperti kamar Baili Jingwei, ratusan ahli bersembunyi dalam penyergapan, siap untuk menyerang.

Di sisi lain manor, Shangguan Feiyun menyiapkan pasukannya untuk menyergap. Mendengar suara gaduh di kejauhan, ia memejamkan mata untuk fokus, mengenakan senyum tipis, “Ha-ha-ha, dari suaranya, itu pasti Seni Awan Melonjak Tiga Bakat milik ketiga orang itu. Tidak mungkin penghalang manor ini bisa menahan mereka. Ketiga kakek tua itu ingin segera mendapatkan kepalaku. Mimpi saja!”

Shangguan Feiyun mengejek, menjentikkan lengan jubahnya dan duduk di kursinya, “Aku akan menunggu tepat di sini. Kita semua adalah anggota klan Shangguan, jadi mari kita lihat Seni Pedang Membumbung siapa yang lebih baik. Malam ini kita akan lihat siapa yang terkuat, Tiga Pedang Awan Membumbung dari tanah timur atau yang terbaik di tanah timur?”

Shangguan Feiyun menyipitkan mata, dipenuhi dengan hasrat bertarung.

Namun, tidak ada seorang pun yang akan bergabung dengannya, baik para tetua kehormatan maupun Zhuo Fan.

Sejak Zhuo Fan menggunakan Shangguan Yulin untuk melancarkan sandiwara yang berbeda, semuanya demi memecah belah kedua Raja Pedang dan memberinya ruang gerak yang leluasa.

Dengan dua Raja Pedang yang bergabung, mereka akan membuat urusan menghadapi tiga tetua kehormatan dari tanah timur menjadi sangat mudah. Klan Shangguan hampir tidak bisa melawan dan akan runtuh seketika di tempat.

Bagaimana seharusnya Zhuo Fan bermain dalam kondisi seperti ini?

[Karena kau sudah beres dengan mereka, bukankah itu berarti giliranku selanjutnya?]

Hal inilah yang menjadikan tipu muslihat ini sebagai taktik mengulur waktu. Zhuo Fan ingin memperpanjangnya selama mungkin, dan dari segala penampakan, hal itu jelas berhasil.

Bum~

Seluruh manor bergetar hebat akibat serangan tersebut. Meja, kursi, dan lemari berjatuhan, menghancurkan barang-barang porselen yang dipamerkan di kamar Zhuo Fan.

Duduk dengan tenang di atas ranjang sambil bermeditasi, Zhuo Fan tiba-tiba menyunggingkan senyum saat matanya terbuka lebar, “Itu pasti aba-aba untukku, ha-ha-ha…”

Zhuo Fan turun dari ranjang dan membuka sedikit pintunya…

“Sial, kau dengar itu? Kira-kira apa yang bisa membuat keributan separah itu? Apakah ada penyusupan lagi?”

“Pasti begitu. Hal yang sama terjadi terakhir kali, dua bulan lalu. Hanya saja kali ini, suaranya terdengar lebih dahsyat.”

“Bagaimana dengan Raja Pedang Feiyun? Haruskah kita pergi menjaganya? Kau tahu sendiri bagaimana nasib saudara-saudara kita terakhir kali hanya karena terlambat sesaat.”

“Jangan khawatirkan itu. Yang Mulia Raja Pedang sudah mengendalikannya. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Bodoh, Raja Pedang sendiri yang mengatakannya dalam peringatan pagi tadi. Apa pun yang terjadi, kita tidak boleh meninggalkan pos kita. Kau bahkan bisa merasakan rencana matang dari nada bicaranya. Belum lagi manor ini dipenuhi oleh para elit di setiap bayangan. Mereka pasti punya tugas khusus.”

“Maksudmu Raja Pedang sudah tahu kalau kita akan diserang malam ini? Kenapa dia tidak memberitahu para pengawal, memperkuat penjagaan?”

“Pernah dengar soal umpan, bodoh?”

“Tapi saudara-saudara kita di gerbang…”

“Mati begitu saja, ya.”

Kedua pengawal itu mendiskusikan keributan yang terdengar oleh mereka dan mendesah memikirkan implikasinya.

“Bawahan rendahan seperti kita terlihat angkuh saat berpatroli sebagai pengawal manor, padahal sebenarnya kita hanyalah bidak catur junjungan kita yang bisa dibuang kapan saja. Anggap saja Raja Pedang benar-benar memberi kita perintah untuk mati, apa kau akan menolak? Huh, mati di bawah perintah Raja Pedang berarti gugur dengan kehormatan. Keluargamu akan diberi kompensasi, keselamatan mereka terjamin. Tapi jika kau terlalu mencintai nyawa, huh, kau lihat sendiri bagaimana nasib saudara-saudara kita dua bulan lalu, bagaimana keluarga mereka hancur berkeping-keping. Urusannya bukan sekadar kau mati. Nah, dari dua akhir itu, mana yang kau anggap lebih layak?”

Bergidik, pengawal satunya lagi memasang wajah suram dan menggelengkan kepalaku. Kini ada sedikit nada lega dalam suaranya, “Aku tiba-tiba merasa tugas rendahan mengawal seorang alkemis Alam Radiant ini lumayan juga. Setidaknya aku bisa menyelamatkan nyawanya, ha-ha-ha…”

Pengawal pertama mengangguk dan tersenyum, meski ada kesedihan yang tersembunyi di balik senyumnya.

[Cara itu mungkin berhasil sekarang, tapi bagaimana dengan lain kali?]

“Ehem, urusan para petinggi bukan urusan kita. Sekarang hentikan ocehan itu.”

Seorang pengawal ketiga menampakkan diri saat ia berjalan mendekat untuk menegur mereka, “Lidah yang longgar hanya akan mendatangkan masalah. Jika kalian berniat hidup selama bertahun-tahun ke depan, belajarlah menjaga mulut kalian tetap tertutup.”

Kedua pengawal itu bergidik dan mengangguk.

Pengawal ketiga balas mengangguk dan suasana pun mencair…

Kriek~

Pintu perlahan terbuka dan Zhuo Fan melangkah keluar dengan senyuman aneh.

Ketiga pengawal itu menatapnya dengan heran.

[Untuk apa Grandmaster Gu menampakkan diri sekarang di saat-saat seperti ini?]

Seorang pengawal menghalanginya, “Grandmaster Gu, ada apa gerangan sampai Anda harus keluar kamar?”

“Ha-ha-ha, tidak ada apa-apa, aku hanya mendengar keributan itu dan ingin melihatnya dari dekat.”

“Grandmaster Gu, di luar sangat berbahaya. Silakan kembali masuk. Kami akan menjaga Anda tetap aman!” Pengawal itu menolak.

Zhuo Fan tersenyum miring, “Bagaimana jika aku memaksa?”

Para pengawal itu dibuat bingung.

[Dia jelas sedang mempermainkan situasi, tapi untuk apa?]

Satu-satunya alasan mereka memperlakukan seorang kultivator Alam Radiant lapis kelima dengan rasa hormat sedemikian rupa adalah karena sikap ramah Baili Jingwei terhadapnya.

Jadi mereka mengabaikan sikap Zhuo Fan, menampilkan ekspresi mencemooh.

“Grandmaster Gu, mohon jangan mempersulit keadaan. Tugas kami adalah menjaga keselamatan Anda dan, jika situasi menuntutnya, menahan Anda. Ini semua demi kebaikan Anda sendiri. Di luar terlalu berbahaya jadi silakan kembali masuk. Jangan buat kami menggunakan kekerasan.” Jawab pengawal itu dengan hormat namun tegas.

Zhuo Fan terkekeh, dengan sedikit nada jahat di dalamnya yang membuat bulu kuduk mereka meremang.

[Ada apa dengan tawa itu?]

“Kalian bilang tadi, bahwa kematian yang paling mulia adalah kematian yang dilakukan demi manor ini?”

Ketiga orang itu tertegun.

[Ke arah mana dia berbicara?]

“Biarkan aku mewujudkan keinginan kalian. Aku sangat berharap keluarga kalian mendapat keberuntungan dari kepergian kalian.”

Zhuo Fan mengabaikan para pengawal yang kebingungan itu, lalu mendesah, “Meski aku menganggap kematian seperti itu sangat pengecut. Apakah itu yang harus dipilih oleh seorang kultivator yang menentang langit?”

Wus~

Sebuah bayangan memanjang dari kaki Zhuo Fan dan langsung menelan para pengawal itu dalam sekejap mata.

Kegelapan adalah satu-satunya hal yang hadir di dunia ini.

[Jiwa Domain?]

Salah satu pengawal berteriak, “Grandmaster Gu, cukup sudah permainan ini! Tarik kembali domainmu atau kami tidak punya pilihan selain bertindak serius. Bukankah Tuan Besar akan meminta pertanggungjawaban kami jika Anda terluka?”

“Pertanggungjawaban? Ha-ha-ha, kalian terlalu banyak berpikir. Tidak ada yang perlu kalian jelaskan, selamanya. Karena satu-satunya tempat kalian akan dimintai pertanggungjawaban adalah di sini, saat ini juga.”

Suara ejekan yang terdistorsi itu membuat bulu kuduk para pengawal meremang.

[Sialan, tahu batasan ya! Kami tidak ingin melukaimu. Untuk apa sandiwara sialan ini?]

[Tapi karena sudah menjadi begini…]

Seorang pengawal berteriak, “Grandmaster Gu, kau sendiri yang memintanya, jadi jangan salahkan aku kalau aku melukaimu.”

Ia mengepalkan tinjunya dan melayangkan pukulan ke arah jurang kegelapan, namun mendapati dirinya tidak mampu melanjutkan gerakannya, tubuhnya lumpuh.

Ketiga orang itu menjerit, “A-ada apa ini? Aku tidak bisa bergerak!”

“Ha-ha-ha, kurasa aku lupa memberitahu kalian bahwa domainku adalah domain kembar, tidak seperti kultivator Alam Ethereal mana pun. Keduanya saling beririsan dan memperkuat kekuatan mereka untuk menahan bahkan para ahli Alam Harmoni Jiwa seperti kalian agar tidak bisa melarikan diri.”

Suara menyeramkan Zhuo Fan kembali terdengar, “Meskipun membebaskan diri jauh lebih mudah…”

Kegelapan merayap naik ke tubuh mereka dan meresap ke dalam daging mereka, melahap kekuatan mereka.

Ketiga orang itu meratap ngeri, dikonsumsi hidup-hidup oleh kegelapan, mereka berubah menjadi patung-patung hitam.

Saat kegelapan memudar digantikan oleh cahaya bulan, Zhuo Fan adalah satu-satunya orang yang ada di sana.

Sekilas melihat ke langit dan telinga yang menangkap keriuhan yang semakin menjadi-jadi, Zhuo Fan menyeringai tajam saat ia melesat menuju Air Terjun Giok.

[Giliranku…]

Gunakan ← → untuk pindah chapter