Sebelum ayam jantan sempat mengumumkan datangnya fajar baru, sekelompok pria sudah berkemas dan bersiap di depan gerbang istana Flying Cloud. Semuanya mengenakan pakaian terbaik mereka, memancarkan aura kaum bangsawan. Hanya saja, tiga puluh orang di antara mereka begitu bersemangat hingga nyaris meledak dalam kebahagiaan dan kegirangan atas kesuksesan luar biasa yang mereka raih. Merekalah orang-orang terpilih dari Konvensi Raja Pil.
Baili Jingwei melirik mereka dengan tatapan jijik dan mencibir. Bakat-bakat seperti ini—dan itu pun sudah terlalu berlebihan jika disebut bakat—hanyalah alat pelengkap untuk rencananya. Setibanya di ibu kota kekaisaran nanti, dia hanya akan menyerahkan mereka kepada para alkemis sejati untuk dijadikan pesuruh.
[Alkemis keluarga kekaisaran? Ha!]
Pikiran Shangguan Feiyun serupa, memandang orang-orang delusional yang bodoh ini dengan rasa jijik yang sama.
Bruk~
Seorang pria dan wanita mendekati kelompok itu dengan langkah ringan.
Baili Jingwei menangkupkan kedua tangan di depan dada sambil menyunggingkan senyuman samar, "Grandmaster Gu, apakah urusan Anda sudah beres? Bolehkah kita berangkat?"
"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia Perdana Menteri. Semuanya sudah beres."
Zhuo Fan membalas gestur tersebut dengan sedikit membungkuk, lalu menoleh ke arah Shangguan Qingyan dengan memasang ekspresi penuh kerinduan, "Aku akan pergi untuk waktu yang lama di ibu kota kekaisaran, dan aku akan sangat berterima kasih jika Sepupu sudi menjaga Sanzi kecil."
Mata ekspresif Shangguan Qingyan dipenuhi oleh emosi yang rumit, namun dia hanya mengangguk, "Jangan khawatir, aku adalah bibi Sanzi kecil dan akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk merawatnya. Aku pasti akan membawanya sendiri menemuimu untuk mengobati kerinduan."
"Terima kasih."
Zhuo Fan menghela napas dan menangkupkan tangan ke arah Baili Jingwei, "Perdana Menteri, kita bisa berangkat."
"Semuanya juga sudah beres untuk Tuan."
Kemudian dia berseru, "Berangkat!"
"Baik, Tuan!"
Para pengawal, yang berjumlah lebih dari seratus orang dan terdiri dari para ahli Alam Pemaduan Jiwa dan Alam Genesis, mengawal rombongan tersebut dengan megah. Raja Pedang Pembelah Naga tampak berekspresi datar di samping, sementara Raja Pedang Feiyun menangkupkan tangannya untuk melepas kepergian mereka.
Shangguan Qingyan memerhatikan kepergian mereka, tatapan matanya yang cemas terus tertuju pada Zhuo Fan.
Shangguan Feiyun menyeringai dan menggoda, "Nona Gu, Grandmaster Gu sekarang akan menjadi bagian dari lingkaran dalam, mendapatkan pangkat bangsawan dan memiliki apa pun yang diinginkannya. Tidak ada alasan untuk khawatir, apalagi dengan adanya Danqing Shen dan Perdana Menteri yang mengawasi. Semuanya akan baik-baik saja, kecuali pengkhianatan. Kau seharusnya merasa senang untuknya, ha-ha-ha..."
Bibir Shangguan Qingyan melengkung kecewa. Dia menatap pria itu dengan senyum kaku yang lebih buruk dari tangisan, lalu hanya menghela napas dan berbalik pergi.
"Begitu Perdana Menteri Baili pergi, tutup gerbang kota dan berlakukan jam malam!"
Suara tegas itu bergema di belakangnya, "Para pencuri itu mungkin lolos dengan memanfaatkan kedatangan Perdana Menteri, namun aku lebih baik bersikap aman. Sisir kota dan basmi mereka sampai ke akar-akarnya! Aku tidak akan menoleransi klan Shangguan yang membuat kekacauan di Kota Flying Cloud milikku!"
Shangguan Qingyan tertegun, wajahnya mengeras saat dia mempercepat langkahnya menuju kediaman Gu.
Melihat betapa bersemangatnya wanita itu untuk melapor, mata Shangguan Feiyun berbinar, senyumannya tampak begitu licik.
[Sesuai rencana Perdana Menteri, kita harus membuat mereka tenang. Tidak, kita harus memancing keserakahan mereka, ha-ha-ha...]
Beberapa menit kemudian, Shangguan Qingyan bergegas masuk ke ruang tamu dan mendapati Shangguan Feixiong beserta para tetua sedang menantikan kabarnya.
"Ayah!"
Shangguan Qingyan memerah karena marah, "Shangguan Feiyun akan menutup kota dan menggeledahnya untuk mencari orang-orang kita begitu Baili Jingwei pergi. Dia bilang dia sengaja melonggarkan penjagaan dan memberi kita kesempatan melarikan diri hanya karena Baili Jingwei kebetulan datang berkunjung."
Shangguan Feixiong memandangi ketiga tetua dan para ahli di sana, lalu melihat mereka mengangguk setuju.
"Sama seperti dugaan kita. Baili Jingwei datang demi urusan Putra Mahkota, bukan untuk mengincar kita. Mengingat sifat arogan Shangguan Feiyun, dia tidak akan pernah mengakui bahwa kediamannya telah diserang dan menyembunyikannya dari Baili Jingwei. Dia baru akan melanjutkan pencariannya setelah pria itu pergi."
"Ya, itu memang gaya Shangguan Feiyun, mementingkan citra di atas segalanya. Itu berarti Baili Jingwei dan Danqing Shen tidak akan terlibat dalam rencana ini karena mereka tidak tahu apa-apa. Musuh kita hanya satu, yaitu Shangguan Feiyun!"
"Benar..."
"Baguslah, sekarang kita tidak perlu menghadapi dua Raja Pedang sekaligus..."
Semua orang menyetujuinya dengan gembira.
Sebuah seruan terdengar ketika seorang pria menerobos masuk dan membungkuk, "Kepala Klan, rombongan Baili Jingwei sudah berada lima puluh mil jauhnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Mereka hampir tak terlihat dan benar-benar pergi. Mereka juga tampak terburu-buru, tanpa ada atribut mencolok yang menandakan Perdana Menteri ada di antara mereka..."
"Itu menjelaskan mengapa Baili Jingwei datang ke Kota Flying Cloud tanpa pemberitahuan. Dia benar-benar mengkhawatirkan situasi Putra Mahkota."
Shangguan Feixiong mengangguk, "Sekarang semua keraguan telah sirna setelah kita tahu bahwa Baili Jingwei di sini hanya sebagai tamu dan tidak lebih. Karena mereka sudah pergi, kita tidak perlu memedulikan mereka lagi."
Mereka semua mengangguk. Mata seorang tetua berbinar tajam saat suaranya meninggi, "Klan Shangguan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan takdir ini kepada kita. Tiga hari lagi, kita serang!"
"Baik, Tuan!"
Mereka bersorak gembira, seolah kemenangan sudah berada di depan mata. Hanya Shangguan Yulin, di sudut gelapnya, yang menyunggingkan senyuman menyeramkan...
Sementara klan Shangguan bersiap-siap untuk penyerbuan besar, rombongan Baili Jingwei yang sudah menempuh perjalanan sehari tiba-tiba berhenti.
Zhuo Fan pura-pura tidak tahu dan bertanya, "Perdana Menteri, apakah Anda butuh istirahat?"
"Ha-ha-ha, aku mungkin bukan seorang ahli bela diri yang hebat, tapi aku adalah kultivator Alam Eter lapisan ke-8. Perjalanan sehari belumlah cukup untuk membuatku lelah."
Baili Jingwei menyeringai.
Zhuo Fan menatapnya lekat-lekat, "Kalau begitu..."
"Kembali!"
Baili Jingwei dengan santai menunjuk ke arah para ahli Alam Pemaduan Jiwa, "Kau, kau, dan kau, kawal ketiga puluh alkemis itu ke ibu kota kekaisaran. Sisanya, ikuti aku kembali ke Kota Flying Cloud!"
Zhuo Fan tertegun, lalu memasang senyuman cerah tanpa dosa, "Perdana Menteri, apa maksud Anda?"
"Ha-ha-ha, Grandmaster Gu, kau akan segera mengetahuinya."
Baili Jingwei tersenyum samar dan memberi isyarat kepada dua ahli Alam Pemaduan Jiwa untuk mengapit Zhuo Fan serta mencengkeram bahunya, lalu membawanya pergi.
Zhuo Fan terkejut, "Perdana Menteri Baili, apa yang sedang Anda lakukan?"
"Membawa Grandmaster Gu kembali ke kota."
"Tapi kita baru saja sehari meninggalkan Kota Flying Cloud dan menyuruh para alkemis lainnya dikawal ke ibu kota. Seharusnya aku ikut dengan mereka. Jika Anda memiliki urusan mendesak, Anda bisa kembali sendiri, kenapa harus menyeretku juga?"
Menjadi pucat dan tampak panik, Zhuo Fan memksa dirinya mengeluarkan keringat agar aktingnya semakin meyakinkan.
Baili Jingwei tersenyum mengejek, "Grandmaster Gu, aku membawamu ikut agar kau bisa menikmati pertunjukan."
"Pertunjukan?"
"Tepat sekali."
Mata Baili Jingwei bersinar, "Pertunjukan ini akan dikenal sebagai 'Kecohan Sempurna'!"
Zhuo Fan bergidik lebih hebat, tampak begitu terguncang.
Baili Jingwei memberi isyarat kepada para pengawal untuk memegang Zhuo Fan saat mereka terbang kembali ke Kota Flying Cloud. Para pengawal kuat Perdana Menteri itu lenyap dalam sekejap, kembali ke kota secara sembunyi-sembunyi.
Yang tersisa hanyalah tiga ahli Alam Pemaduan Jiwa dan sang alkemis dungu yang saling berpandangan seperti sapi yang melihat kandang baru.
[Apa yang baru saja terjadi?]
[Bukankah kalian akan membawa kami ke ibu kota kekaisaran untuk menikmati kekayaan dan menjalani kehidupan yang mulia? Kenapa hanya tersisa dua pengawal dan yang lainnya malah kabur? Apakah keberadaan kami tidak ada artinya?]
[Kami adalah calon alkemis kekaisaran di sini!]
"Cepat bergerak!"
Saat mereka berusaha memahami situasi namun gagal, para ahli Alam Pemaduan Jiwa membentak mereka.
Para alkemis yang angkuh itu merasa kesal. Seseorang bahkan memiliki gagasan cemerlang untuk menyuarakan ketidakpuasannya, "Apa sih terburu-buru begitu? Tidakkah kalian tahu aku akan menjadi alkemis kekaisaran? Siapa kalian berani memerintahku..."
Bam!
Ceramahannya terhenti seketika, menyisakan kabut darah dari wujudnya di dunia yang kejam ini.
Seorang pengawal menyeka tangannya, melirik yang lain dengan jijik, "Perdana Menteri memerintahkan kami untuk mengkalian ke ibu kota kekaisaran, dan membunuh siapa pun yang menolak!"
Itulah kenyataan yang kejam. Baili Jingwei sama sekali tidak peduli pada mereka. Satu-satunya hal yang dia pedulikan adalah memastikan mereka tidak melarikan diri untuk mencegah kebocoran informasi, meskipun itu hanya untuk tiga hari ke depan...
Para alkemis menatap tanah yang basah oleh darah dengan mata kosong, akal sehat mereka seolah terhenti.
[Bukankah kami alkemis kekaisaran? Bagaimana bisa pengawal rendahan memperlakukan kami seperti ternak?]
[Sebenarnya pekerjaan apa yang menanti kami di ibu kota kekaisaran?]
Mereka dihancurkan oleh rasa takut, keraguan, dan teror. Mereka cukup berakal untuk tidak berbicara lagi, harapan di mata mereka kini telah berubah menjadi keputusasaan...
Chapter 903 · 5m baca
Blindsided
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter