[Seratus?!]
Wajah Shangguan Yulin berkedut karena marah saat ia membentak, "Mimpi saja! Kau tahu siapa aku? Aku adalah jenius terbaik dari klan Shangguan, dengan kehormatan tertinggi! Buat apa aku sujud kepadamu?"
"Ha-ha-ha, anak ini punya nyali juga."
Zhuo Fan mengejek dari dalam kegelapan, "Aku tahu segalanya tentang dirimu, berapa jumlah kalian dan di mana kalian bersembunyi. Aku tidak takut pada Shangguan Feixiong, apalagi bocah sepertimu. Huh, menyuruhmu bersujud adalah caraku menghargaimu. Tapi karena kau tidak mau..."
Zhuo Fan berhenti sejenak untuk memberikan efek dramatis.
Brak!
Seekor ekor naga besar mencambuk pipinya, meninggalkan bekas merah dengan darah yang merembes keluar dari mulutnya.
Bahkan ada beberapa gigi yang tercampur dengan darahnya, berjatuhan ke tanah.
Rasa sakit menyerang indranya, membuat separuh wajahnya membengkak dua kali lipat dari sisi yang lain.
Shangguan Yulin bergidik, air matanya berlinang, mulutnya bergetar, "A-apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukulku?"
"Huh, kau masih punya keberanian untuk bertanya kenapa?"
Zhuo Fan mencibir, "Aku selalu angkuh, memandang rendah setiap anak muda yang ingin belajar dariku. Sekarang setelah aku menemukan bibit yang bagus, kau malah berani menolakku?"
Brak!
Sambetan ekor lainnya menghantam pipi yang satunya dan membuatnya kehilangan beberapa gigi lagi.
Bibirnya bergetar, hati Shangguan Yulin memberontak, "Aku, Shangguan Yulin, menghargai perhatianmu, tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku adalah bagian dari klan Shangguan, aku..."
Brak!
Zhuo Fan terus mencambuk wajahnya dengan riang, "Hentikan omong kosong itu. Aku menginginkanmu. Kau seharusnya merasa terhormat, tapi kau malah menolakku. Tentu saja aku akan memukulmu, ha-ha-ha..."
Bugh~
Belasan cambukan kemudian, Shangguan Yulin melihat kunang-kunang, air matanya mengalir deras seperti sungai.
[Apa salahku hingga harus mengalami ini? Yang kuinginkan hanyalah membawa si pria Gu ke sini dan melumpuhkannya.]
[Tapi aku bahkan belum sempat melakukannya karena aku malah tersandung pada iblis yang menginginkanku sebagai muridnya.]
Dia tahu dirinya hebat, mengingat semua para tetua juga ingin merekrutnya, namun dia lahir dari klan yang agung dan menjunjung tinggi kebenaran. Bagaimana bisa dia jatuh sedemikian rendah hingga menjadi murid seorang iblis?
[Aku bahkan tidak tahu apa kedudukannya di faksi miliknya. Bukankah aku akan rugi menukar kemuliaan demi menjadi murid seorang komandan antah berantah? Jika aku berubah dari penerus masa depan klan terbaik di dataran timur menjadi murid iblis bukan siapa-siapa, kepada siapa aku harus menyalahkan hal ini?]
Bukannya dia punya pilihan. Iblis itu telah menjebak dan mengendalikannya. Hidupnya tidak akan lama lagi jika dia terus bersikap seperti ini.
"Senior, sebutkan apa permintaannya dan aku akan menerjang neraka atau lautan api demi mewujudkannya. Tolong lepaskan—"
"Tidak, aku ingin kau menjadi muridku. Tolong atau aku akan langsung membunuhmu, ha-ha-ha..."
Shangguan Yulin menangis dengan penuh kepahitan di balik wajahnya yang bengkak, memohon untuk nyawanya. Zhuo Fan menertawakan penderitaannya, terus meneriaki dan menuntutnya.
Hati Shangguan Yulin dipenuhi keputusasaan.
[Kenapa aku begitu hebat hingga berhasil menarik perhatian iblis ini? Ketenaran ada harganya dan sekarang aku harus membayar atas kehebatannya.]
Saat wajah Shangguan Yulin terlempar ke kiri dan ke kanan, dia sempat-sempatnya berandai-andai, bahkan merasa bangga karenanya.
Pada akhirnya, Shangguan Yulin tidak tahan lagi dan menghela napas, memaksa dirinya untuk berkata, "Baiklah, karena senior begitu menghargaiku, aku akan mengalah."
Bugh~
Cambukan itu masih terus mendarat. Zhuo Fan sepertinya tidak mendengarnya di tengah suara tamparan yang keras.
"Hei, senior! Aku menyerah. Kenapa kau masih memukuliku?" Dengan wajah yang membengkak lebih besar dari buah melon yang terlalu matang, Shangguan Yulin merintoh saat pukulan-pukulan itu terus menghujani wajahnya yang sudah mati rasa.
Zhuo Fan akhirnya bereaksi, "Hmm, apa kau tadi mengatakan sesuatu. Pendengaranku sudah tidak setajam dulu..."
[Persetan denganmu!]
Shangguan Yulin memaki dalam hatinya.
[Kau jelas-jelas mendengarnya karena kau menjawab. Sialan, dia sengaja mempermainkanku!]
Namun sebagai seorang sandera, dia harus memainkan perannya dan menundukkan kepalanya.
Karena dia bilang pendengarannya sudah buruk, maka dia harus berbicara lebih keras, tentu saja, "Guru, murid memberi hormat kepada Anda. Tolong berhenti!"
"Apa, kau ingin aku menjadi gurumu? Ha-ha-ha, bagus sekali..."
Brak~
Tanpa ada niat sedikit pun untuk menghentikan cambukan ekor naga itu, dan justru semakin bertambah kuat, Zhuo Fan sendiri ikut ambil bagian dalam hukuman itu dengan lengan Qilin-nya, menghantamkan tinju berat ke perut Shangguan Yulin hingga darah menyembur dari mulutnya.
Wajahnya terus-menerus berkedut, Shangguan Yulin meratap, "Guru, aku ingin menjadi muridmu, jadi kenapa kau masih memukuliku?"
"Oh, gurumu adalah seorang kultivator iblis yang hebat dan sangat suka menghajar orang karena kegirangan."
Zhuo Fan mempermainkannya, "Dengan bakat luar biasa yang begitu bersemangat ingin belajar dariku, kegembiraan itu menguasai diriku. Karena tidak ada orang di sekitar sini, aku akan melampiaskannya kepadamu untuk menenangkan hatiku yang terlalu bersemangat."
Wajah Shangguan Yulin berkedut hebat seolah tidak ada hari esok.
[Orang tua, aku tahu kau ingin menghajarku, jadi kenapa harus membuat alasan yang payah seperti itu?]
Meski dia cukup tahu diri untuk tidak mengucapkannya lewat suara.
[Orang pikun ini sudah gila! Jika dia menghajar orang saat sedang bersemangat, bagaimana jika dia sedang marah? Apakah dia akan menguliti mereka hidup-hidup?]
Pokoknya, dia lebih baik tidak menguji teori itu, "Guru, jangan pukul aku. Kau bisa membunuhku saking terlalu bersemangatnya."
"Oh, hmmm."
Zhuo Fan mencibir dalam hati, "Oh, karena berada di wilayahku, kau tidak bisa merasakan bahwa pria yang kau hajar tadi sudah terbangun sejak tadi dan pergi. Yang tersisa sekarang hanya kau untuk dihajar."
[Apa?!]
Shangguan Yulin bergidik karena marah. Dia ingin menghancurkan Zhuo Fan, tetapi sialnya, keparat itu malah kabur sementara dia sendiri justru menderita di tangan si peloncat batas ini.
[Apa dosa yang telah kuperbuat hingga layak mendapatkan ini?]
Shangguan Yulin melolong, "Guru, bagaimana bisa kau melepaskannya begitu saja?"
"Dia terlalu lemah. Apa yang harus kulakukan dengannya? Tapi kau, kau akan mewarisi jubahku, ha-ha-ha..." Zhuo Fan tertawa dan melayangkan dua kali tamparan serta satu pukulan penuh semangat ke dada Shangguan Yulin, hingga dadanya ambles ke dalam. "Darahku selalu mendidih setiap kali memikirkannya. Aku harus memukul sesuatu!"
Ukh!
Darah dan cairan muncrat dari mulut Shangguan Yulin. Wajahnya memucat seperti kertas dan membengkak semakin parah, jika itu bahkan masih mungkin terjadi.
Wajah Shangguan Yulin berkedut lagi, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, saat dia meratap dan memohon, "Guru, apakah kau menginginkanku sebagai murid atau sebagai mainan? Kau akan membunuhku pada akhirnya..."
"Oh, ups, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri di tengah semua kegembiraan ini, he-he-he..."
Zhuo Fan terbatuk, "Aku yakin kau sudah tahu sekarang bahwa semua kultivator iblis memiliki hobi yang aneh. Aku sudah memiliki hobi ini terlalu lama, atau aku sudah mendapatkan murid sejak dulu."
[Dengan pukulan penuh kasih sayang seperti itu, semua muridmu pasti akan berakhir mati.]
Setelah siksaan itu akhirnya usai, Shangguan Yulin menghela napas, merosot lemas dengan penuh kebencian.
[Sialan, orang gila!]
Zhuo Fan melepaskannya karena melihatnya sudah begitu kelelahan, tetapi permainannya masih belum berakhir, "Itu baru menyisakan seratus sujud dan itu sudah cukup untuk upacara."
"Sujud... masih?"
Shangguan Yulin begitu kesal hingga dia hampir tidak bisa berkata-kata.
Zhuo Fan mengamuk, "Kau tidak mau? Apakah itu berarti kau tidak mau menjadi muridku? Kalau begitu..."
"Aku melakukannya, lihat nih..."
Shangguan Yulin melambaikan tangannya dengan panik.
Namun sebelum dia sempat memulai, dia bertanya, "Guru, orang-orang bilang tiga kali sujud untuk para tetua dan empat kali untuk mereka yang telah tiada. Bukankah seharusnya hanya tiga kali? Kenapa Anda meminta seratus kali?"
"Oh, pemikiran yang bagus."
Zhuo Fan menyeringai, "Yang tiga adalah untukku, tentu saja, sementara sisanya untuk para senior kalian yang telah tiada. Untuk mengawasimu agar kau tidak mengikuti jejak mereka. Satu untuk masing-masing dari mereka seharusnya bisa meredakan arwah mereka."
[Kau sudah membuat 97 murid mati?!]
Mata Shangguan Yulin mendelik ke atas, pingsan karena ketakutan.
Domain hitam itu perlahan memudar dan Zhuo Fan menampakkan senyum mengejeknya, seringainya berubah menjadi licik saat ia mengawasi bonekanya...
Chapter 866 · 5m baca
Play
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter