Semua orang menatap tercengang pada pasangan ayah-anak yang tidak tahu malu itu.
[Ada apa dengan mereka berdua? Mereka bahkan bukan berasal dari kalangan bangsawan lama dan memiliki kekuasaan, tetapi mereka bertindak lebih menyebalkan daripada klan dengan akar keturunan yang mendalam. Apa, sengaja menyebut-nyebut nama Klan Shangguan agar tidak ada yang merundung kalian? Aku yakin kalian justru merencanakan sebaliknya, menggunakan nama itu untuk merundung orang lain.]
[Kami berasal dari Klan Shangguan yang terkemuka di tanah timur, tetapi kami orang terpelajar dan menjunjung tinggi kehormatan. Kami pastinya tidak akan membiarkan orang-orang kurang ajar seperti kalian merusak nama baik kami.]
Semua orang menoleh ke arah Shangguan Feixiong.
[Kepala Klan, Anda yang memulainya, sekarang selesaikan!]
Shangguan Feixiong menggelengkan kepalanya, wajahnya berkedut-kedut. Mustahil ia akan begitu saja menerima seseorang sebagai keponakannya.
Ia tadinya hanya menggunakan status itu sebagai batu loncatan untuk berteman, tetapi bagaimana ia bisa tahu kalau ada orang sebodoh dan tidak tahu malu di dunia ini yang justru mencoba memanfaatkannya kembali.
[Dia benar-benar bajingan!]
[Aku tidak menyangka pemilik rumah ini ternyata seorang bajingan!]
Saat semua orang hanya merasakan jijik terhadap keduanya, Shangguan Qingyan justru tertawa. Bergaul dengan mereka beberapa hari terakhir membuat nona muda itu menjadi cukup akrab, atau mungkin ia adalah orang yang paling memahami mereka.
Melihat mereka mendeklarasikan hal itu dengan pasang muka tanpa dosa, ia justru menyukainya, "Hei, bagaimana kalau kau benar-benar menjadi sepupuku saja."
Zhuo Fan menoleh padanya dan menggelengkan kepala.
[Siapa juga yang mau? Masalahnya adalah aku tidak punya pilihan lain.]
Shangguan Feixiong pasti akan mengamuk jika ia bisa mendengar isi pikiran Zhuo Fan.
[Oh ayolah, bagiku untuk menerimamu sebagai bagian dari keluarga adalah keberuntungan terbesar seumur hidupmu. Ini adalah kesempatan melompat meraih kekuasaan, tapi kau malah menolaknya?]
[Kau benar-benar orang bodoh!]
Mana mungkin ia tahu harus mulai dari mana. Ia hanya merasa bahwa menerima pasangan ini ke dalam kelompoknya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Namun sebagai pemimpin, ucapannya adalah titah. Sekali terucap, ia tidak bisa begitu saja menariknya kembali. Ia mendesah, "Kalau begitu, kalian akan menjadi garda depan Klan Shangguan, untuk menangkis penyelidikan dari Manor Awan Terbang. Saat kita semua pergi ke tanah timur, kalian akan diberi imbalan atas usaha kalian!"
"Baik, Paman!"
Dengan senyum ramah, Zhuo Fan terang-terangan menunjukkan usahanya. Shangguan Feixiong justru merasakan sakit di dadanya. Ia memandang keponakan aslinya yang menunjukkan keberanian dan sikap tegas, lalu beralih ke keponakan barunya yang berwajah licik dan tampak menyedihkan.
Ia sebaiknya menyiapkan mental untuk menghadapi gelombang penghinaan begitu ia pulang nanti.
Sambil menghela napas, Shangguan Feixiong melambaikan tangannya, merasa lelah melebihi apa pun yang pernah ia rasakan, "Karena kita sudah mencapai kesepakatan, kalian boleh pergi."
Shangguan Feixiong berdiri dan berjalan menuju halaman belakang.
"Paman, biarkan aku mencarikan kamar yang bagus untukmu."
Zhuo Fan melompat ke sampingnya, bagaikan penjilat paling kentara yang pernah ada, sambil tersenyum lebar, "Ha-ha-ha, izinkan keponakanmu ini yang mengantarmu."
"Tidak perlu, kami sudah mendapatkan kamar kami. Kau jalankan saja peranmu." Shangguan Feixiong mengusirnya.
Zhuo Fan rupanya tidak tahu kapan harus berhenti, "Bagaimana bisa? Aku harus menjalankan kewajibanku pada keluarga!"
[Persetan dengan kewajibanmu! Itu tadi hanyalah kecerobohanku!]
Memutar bola matanya, Shangguan Feixiong berniat mendorong Zhuo Fan menjauh, tetapi Zhuo Fan terus menempelinya dengan sanjungan-sanjungan manis yang memuakkan. Hal itu hanya semakin membuat Kepala Klan tersebut kesal.
Bam!
Dengan suara hantaman yang tiba-tiba, Zhuo Fan mendadak terdorong mundur dengan keras. Saat mendongak, ia mendapati sang sepupu asli sudah berdiri di sana.
Shangguan Yulin menatapnya dengan pandangan dingin, lalu merangkul lengan Shangguan Feixiong dan pergi. Kali ini sang paman tidak menolak.
Anggota yang lain mengangkat bahu menyaksikan kejadian itu, mengejek Zhuo Fan saat mereka berlalu.
Tanpa diduga, beberapa ejekan itu sempat tertangkap oleh telinga pasangan tersebut.
"Huh, seorang penjilat sosial yang tidak tahu kapan harus berhenti."
"Klan Shangguan akan malu sekarang, karena memiliki para bajingan ini."
"Tepat sekali, tapi apa boleh buat? Mereka hanya beruntung bertemu dengan kita saat kita membutuhkan mereka, ha-ha-ha. Nama Klan Shangguan sudah lebih dari cukup bagi orang-orang bodoh ini untuk beberapa masa hidup..."
Gu Santong mengepalkan tinjunya, tetapi Zhuo Fan menariknya kembali.
"Sanzi Kecil, sekarang aku bibimu sungguh-sungguh, hi-hi-hi..."
Shangguan Qingyan berlari kecil menghampiri dengan gembira, memegang pipi Sanzi kecil sambil tersenyum.
Sanzi Kecil menatapnya dengan tatapan dingin dan menepis tangan itu, "Kau bukan bibiku!"
Gu Santong menunjukkan sikap acuh tak acuh saat ia beranjak pergi.
Zhuo Fan mendirih di dalam hati. Si Preman Tak terkalahkan itu belum pernah merasa begitu terhina seumur hidupnya.
[Semua ini demi misi...]
[Mungkin seharusnya aku membiarkan dia bersama Kunpeng saja. Dia masih terlalu kecil dan Kunpeng tidak akan menyentuhnya dulu. Setidaknya di sana dia adalah seorang raja...]
[Aku seharusnya tidak membuat pilihan untuk Sanzi kecil, entah itu benar atau salah...]
Shangguan Qingyan tampak terpana, "Ada apa dengan Sanzi Kecil? Apa aku salah ngomong?"
"Bukannya kau. Kau tahu sendiri anak-anak, emosinya labil. Jangan dipikirkan." Zhuo Fan menyusul Gu Santong, "Akan kulihat dia. Sampai jumpa."
Melihat kepergian mereka, Shangguan Qingyan tampak khawatir.
Seorang pria tinggi muncul dari belakang, yaitu Shangguan Yulin, yang tersenyum melihat ekspresi kebingungan wanita itu, "Sepupu, apa yang sedang kau perhatikan?"
"Aku hanya penasaran kenapa Sanzi Kecil tadi tampak begitu kesal."
"Kesal? Ha-ha-ha, bagi sepasang orang yang serakah, bisa masuk ke dalam Klan Shangguan seharusnya menjadi momen perayaan. Apa yang harus dikesalkan?" cibir Shangguan Yulin.
Shangguan Qingyan memelototinya, "Apa yang kau tahu? Mereka tidak seperti itu."
"Tidak? Mereka baru saja bertindak seperti orang-orang yang tidak tahu malu dan menyebalkan. Siapa pun bisa melihatnya. Kenapa hanya kau yang membela mereka?"
"Kau sama sekali tidak tahu apa-apa."
Shangguan Qingyan membuang muka dengan kesal, "Aku sudah bergaul dengan mereka beberapa hari ini dan mereka adalah orang-orang yang baik dan saling menyayangi, bukan tipe orang yang haus kekuasaan. Kalau mereka seperti itu, mereka sudah lama melaporkanku ke Manor Awan Terbang..."
"Itu karena mereka lemah, takut kalau kau akan membunuh mereka..."
"Tidak, mereka tidak pernah merasa takut atau tegang di hadapanku. Faktanya, mereka selalu melontarkan komentar-komentar pedas yang membuatku kesal!" Shangguan Qingyan berkata dengan tegas, "Mereka punya masalah sendiri. Ejekan dan nada bicara kasar itu hanyalah kedok. Jangan salah paham terhadap mereka."
"Sepupu, kenapa kau selalu membela orang lain?"
"Mereka bukan orang lain, apa kau tidak dengar Ayah memanggil Tuan Gu dengan sebutan keponakan?"
"Itu hanya ulah bajingan tak tahu malu yang mencoba menyusup masuk ke dalam klan. Paman adalah seorang pria yang menjunjung tinggi kebajikan, bukan tipe orang yang sudi dekat dengan preman seperti itu."
"Sudah kubilang, jangan menilai buku dari sampulnya!" Shangguan Qingyan melotot lalu pergi.
Mata Shangguan Yulin memancarkan kemarahan, tinjunya mengepal erat.
[Aku akan segera membereskan kalian, bajingan sialan. Tunggu saja pembalasanku...]
Zhuo Fan sudah kembali ke kamarnya dan melihat Gu Santong berada di atas ranjang dengan ekspresi sedih saat berbaring di bantal.
Zhuo Fan menepuk punggungnya dan terkekeh, "Ada apa, Nak, marah? Ha-ha-ha, pikirkanlah. Mereka meremehkan kita karena kelemahan kita. Justru kelemahan inilah yang akan melengahkan kewaspadaan mereka dan mendapatkan kepercayaan mereka. Saat itulah kita gunakan kesempatan itu untuk menghancurkan mereka dari dalam. Kita sedang memperdaya mereka, seharusnya kitalah yang menertawakan mereka. Orang-orang bodoh itu, ha-ha-ha..."
Gu Santong akhirnya berbicara setelah terdiam lama, "Kita sedang diawasi oleh lima ahli tingkat Pemahaman Jiwa yang jaraknya tidak sampai seratus meter dari sini."
"Aku tahu. Kita orang luar jadi wajar saja kalau mereka tidak mempercayai kita. Mereka takut kita akan membocorkan rahasia. Tapi mereka salah. Tidakkah kau merasa kalau hanya ada lima orang yang mengawasi kita itu terlalu sedikit?"
Zhuo Fan menunjukkan senyum licik, lalu mengedipkan sebelah mata pada Gu Santong.
Gu Santong akhirnya tersenyum, "Ya, aku bisa mengatasi lima orang itu dalam sekali pukul..."
Sementara itu, Shangguan Feixiong melangkah memasuki sebuah ruangan gelap.
Tiga orang tetua sudah berada di sana, duduk di atas ranjang dengan mata terpejam.
"Feixiong, ada apa?" salah seorang dari mereka bertanya.
Sembah hormat diberikan, nada bicara Shangguan Feixiong terdengar penuh takzim, "Para Venerable, pemilik rumah itu ternyata bukanlah siapa-siapa. Dia bahkan membawa seorang anak berumur delapan tahun. Kita bisa bernapas lega untuk saat ini dan fokus menghadapi Feiyun!"
"Bagus, kita akan menggunakan tempat pijakan ini untuk melancarkan penyergapan kedua!"
Seorang tetua berseru, "Kali ini, kita pasti akan merebut kembali senjata dewa ke tanah timur!"
Chapter 861 · 5m baca
Opportune Nephew
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter