The Steward Demonic Emperor - Chapter 857 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 857 · 5m baca

One Step Back Two Steps Forward

by Night Owl

Saat tawa itu mereda di kejauhan, aura para pengawal turut memudar. Ketiganya menyaksikan kepergian mereka dengan napas lega.

"Sekarang, tutup pintunya dan antarkan dia keluar."

Zhuo Fan bertepuk tangan dan berkata. Sanzi kecil terbangun dan menarik gadis yang menyamar sebagai ibunya itu ke luar.

Gu Santong tidak menggunakan kekerasan, hanya memainkan peran sebagai seorang anak kecil. Jika tidak, dia pasti sudah melempar gadis itu keluar.

Gadis itu tertegun, "Apa yang sedang kalian lakukan?"

"Apa, kau tanya? Huh..."

Zhuo Fan melotot kepadanya, "Apa kau tidak dengar kata senior tadi? Menemui orang gelandangan..."

"Pengembara..." Gu Santong menambahkan.

"Mencurigakan..."

"Menjijikkan..."

"Orang-orang dengan gerak-gerik bersalah..." Ayah dan anak itu menyelesaikan kalimat bersama-sama sambil menatap tajam ke arah gadis itu. "Siapa pun yang mencurigakan harus dilaporkan ke Manor Awan Terbang! Kau seharusnya bersyukur kami hanya mengusirmu!"

Keduanya melemparkan gadis itu keluar begitu saja lalu membanting pintu di belakangnya.

Gadis itu baru sadar dari linglungnya setelah berada di luar. Namun, melihat pintu yang tertutup rapat, kemarahan membakar tatapannya dan dia menendang pintu itu hingga terbuka.

Kedua orang itu menahan pintu dan pura-pura terguncang oleh benturan tersebut dengan terhuyung mundur. Mereka menatapnya dengan panik, "A-apa yang kau lakukan? Para pengawal baru saja lewat di tikungan!"

"Lalu kenapa? Waktu itu sudah lebih dari cukup untuk menghabisi nyawa kalian!" gadis itu memelototi mereka.

Zhuo Fan bergidik pura-pura ketakutan, lalu meratap, "Kakak besar, kita tidak saling kenal. Kami berdua telah mengembara selama bertahun-tahun sebelum akhirnya datang ke wilayah tengah, menghindari pengejaran dari wilayah barat, dan memulai hidup baru. Kami tidak ingin mencari masalah. Aku tidak tahu apakah kau ada hubungannya dengan pencarian para pengawal itu, tapi demi keselamatan kami, kumohon pergilah! Anggap saja ini sebagai balas budi karena telah menyelamatkan nyawamu. Tolong jangan seret kami ke dalam masalah ini."

Gadis itu menatap tajam keduanya sambil menggigit bibirnya.

Namun kemudian dia bertanya, "Hei, apa yang kalian katakan tadi itu benar?"

"Apa yang kukatakan?"

"Tentang kau dan Istrimu. Apakah sekte itu memisahkan kalian? Lalu di mana Istrimu?"

Terdiam sejenak, Zhuo Fan tidak menyangka gadis itu akan mempermasalahkan hal tersebut di situasi krisis seperti ini. Namun, hal itu juga menyentuh luka hati Zhuo Fan.

Zhuo Fan tiba-tiba mencemooh, "Mana mungkin! Supaya mereka mengabaikanmu, aku mengarangnya begitu saja. Lagipula aku sudah mencampakkan istriku demi kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah. Dia hanya sebuah beban, itu saja. Dia seharusnya sedang bersenang-senang sekarang..."

Plak!

Gadis itu memberinya tamparan keras karena marah.

"Keparat busuk, akan kubunuh kau demi membela Itrimu!"

Pedangnya kembali mengarah ke tenggorokan Zhuo Fan.

Zhuo Fan melambaikan tangan dengan panik, "Tunggu, tunggu, kalau menyerang sekarang para pengawal akan mendengarnya. Lagipula aku adalah penyelamatmu. Menyerangku sama saja dengan tidak tahu berterima kasih!"

"Huh, aku akan mengampunimu untuk saat ini, tapi berdoalah agar kita tidak pernah bertemu lagi!"

Pedang itu bergetar dan sang gadis meraung saat ia melesat pergi, "Aku tidak akan tinggal sedetik pun di tempat bajingan sepertimu, atau aku akan berakhir serendah dirimu!"

Melihatnya menghilang di langit malam, dengan kutukan yang semakin lama semakin sayup, pasangan ayah dan anak itu saling bertukar senyum licik.

"Ayah, apakah Ayah benar-benar akan membiarkannya pergi setelah semua repot-repot menyelamatkannya?"

"Pergi? Memangnya dia mau pergi ke mana?"

Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya, "Apa kau lupa mengapa para pengawal itu datang? Mereka sedang menyisir seluruh kota. Manor Awan Terbang ingin mengawasi setiap sudut kota, setiap warga. Kedai-kedai adalah tempat yang paling mencolok, tidak mungkin bisa bersembunyi di bawah pengawasan ketat seperti itu."

"Membiarkannya pergi? Ha-ha-ha, selama dia masih berada di Kota Awan Terbang, dia akan segera kembali ke sini. Dia tidak punya pilihan lain."

Gu Santong mengangguk tetapi masih ingin tahu lebih detail, "Tapi meskipun begitu, kenapa kita mengusirnya? Bukankah itu terlalu berlebihan?"

"Sama sekali tidak, ini adalah perang psikologis. Mundur satu langkah, maju dua langkah."

Mata Zhuo Fan bersinar, "Kita mengbirkannya bukan karena dia, melainkan orang-orang di belakangnya. Coba pikirkan. Karena kita telah menyelamatkannya, tetapi juga menyembunyikannya, maka kita akan dicurigai memiliki rencana tersembunyi. Mungkin orang-orangnya akan berpikir bahwa kita berada di pihak pengawal, memancing mereka untuk keluar. Itu akan membuat kita semakin sulit mendapatkan kepercayaan mereka."

"Namun sekarang, kita mengusirnya, seperti kultivator rata-rata yang ketakutan dan menghindari masalah, membuat penyelamatan kemarin tampak seperti sebuah kebetulan semata. Seiring berjalannya waktu, orang-orang itu akan terpojok oleh pengawasan para pengawal dan mau tidak mau akan berpikir untuk memanfaatkan kita. Padahal sebenarnya kitalah yang memanfaatkan mereka. Peran berbalik saat intrik terjalin dari setiap detail kecil, memberi kita kemenangan yang sempurna."

Gu Santong mengangguk dalam hati, "Aku mengerti sekarang. Ayah tahu dia tidak bisa pergi ke mana pun jadi lebih baik mengusirnya. Semua itu agar orang-orang di belakangnya mau datang, kan?"

"Ha-ha-ha, tepat sekali. Sekarang hanya masalah waktu." Zhuo Fan menutup pintu yang berat itu dan membawa Gu Santong ke bagian belakang rumah, "Sanzi kecil, ke mana saja kau tiga hari terakhir ini? Aku sama sekali tidak melihatmu."

"Berkeliling kota, tapi karena mereka menganggapku anak kecil, mereka tidak membiarkanku masuk ke banyak tempat. Ayah bilang aku tidak boleh memaksa masuk jadi..."

"Besok aku akan membawamu ke sana, bagaimana?"

"Benarkah?"

"Tentu saja, kita sedang menunggu kabar sekarang jadi kita bisa bersantai sejenak, ha-ha-ha..." Zhuo Fan tersenyum kepada anak itu.

Gu Santong sangat gembira.

Pada hari kedua, Zhuo Fan membawa Gu Santong ke setiap tempat terkenal di Kota Awan Terbang. Mereka bermain-main, bersenang-senang, tidak memikirkan apa pun, tidak mempedulikan siapa pun.

Pada hari ketiga, Zhuo Fan dan Gu Santong pergi menikmati kuliner lokal dan hidangan lezat, menikmati momen langka ayah dan anak ini. Mereka mengesampingkan rencana mereka sejenak.

Begitulah yang terjadi selama sepuluh hari, tanpa beban dan santai. Hanya saja pada malam itu, ketika Gu Santong sedang berjalan riang menuju rumah dengan Zhuo Fan tersenyum di belakangnya, pemandangan yang tiba-tiba membuat mereka terpaku.

Gadis yang sama dari sepuluh hari lalu kini kembali, hanya saja kali ini penampilannya terlihat jauh lebih suram.

Ia ragu-ragu begitu melihat mereka.

Wajah Zhuo Fan berkedut, berpura-pura terkejut, "Kakak besar, sedang apa kau di sini?"

"Jangan berteriak!"

Pedang gioknya sudah terhunus dan menunjuk ke arah Zhuo Fan, meskipun terlihat kikuk karena ia terpaksa berbisik penuh kebencian, "Dengar ya, aku akan tinggal di sini mulai sekarang. Kau tidak boleh mengusirku atau melaporkanku. Coba saja berbuat macam-macam dan akan kubunuh kau!"

[Gadis itu pasti terpaksa kembali di luar kehendaknya.]

Ayah dan anak itu mencemooh dalam hati.

[Di mana seorang kultivator Alam Ethereal bisa bersembunyi di kota yang dipatroli oleh Pasukan Harmoni Jiwa? Alih-alih bersikap ramah untuk mendapatkan tempat tinggal, kau justru bertindak seperti preman yang merebutnya.]

[Apakah kau akan bersikap begitu angkuh saat pergi hari itu jika kau tahu? Apakah kau akan tetap membakar jembatanmu, ha-ha?]

Zhuo Fan menghela napas, "Nona, aku mengerti kau kembali, tapi bisakah kau tidak membentak kami? Aku bukanlah tipe orang yang suka mencari masalah, tapi karena nyawa kami ada di tanganmu, aku tidak punya pilihan. Namun, kemana perginya Nona yang lembut dan baik hati dari sepuluh hari yang lalu? Bagaimana kau bisa menjadi perempuan bermulut tajam yang tega merampas rumah orang lain?"

Bergetar hebat, gadis itu tampak terluka mendengar kata-katanya, justru merasa sebagai korban.

"Beraninya kau bicara begitu setelah mengusirku?"

Gadis itu meradang, "Apa kau tahu apa yang kulakukan selama sepuluh hari ini? Mengendap-endap seperti tikus di jalanan, ketakutan setiap kali bertemu orang karena takut mereka akan memanggil pengawal. Aku tidak bisa pergi ke kedai, aku tidak bisa tinggal di tempat lain karena takut ketahuan. Kota Awan Terbang begitu luas namun tidak ada satu pun tempat yang mau menampungku. Yang kulakukan hanyalah berlari dan berlari, dalam ketakutan terus-menerus. Jika aku tidak kembali, mereka pasti sudah menemukanku. Tapi kau malah memanggilku perempuan bermulut tajam..."

Gadis itu jatuh pingsan dalam tangisan.

Zhuo Fan menghela napas dalam hati.

[Dia mengusir dirinya sendiri. Namun hanya dengan menghadapi keputusasaan di jalanan barulah dia mau kembali ke sini...]

Gunakan ← → untuk pindah chapter