The Steward Demonic Emperor - Chapter 834 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 834 · 5m baca

Investigation Team

by Night Owl

Denting~

Suara jernih terdengar dari kejauhan dan berbagai penjuru.

Bam!

Cahaya keemasan melintas dari dasar sungai, menampakkan ekspresi tegang Ye Lin. Seluruh tubuhnya diselimuti kobaran api emas yang perlahan-lahan ditarik kembali ke dalam dirinya.

Ye Lin menatap ke kejauhan, "Ada apa sampai Yang Mulia begitu cemas memanggil seluruh penghuni Manor Dua Naga untuk berkumpul? Jangan-jangan ada serangan musuh?"

Setelah berpikir sejenak, Ye Lin terbang menuju Paviliun Meraih Langit.

[He-he-he, ini pasti akan seru.]

Hu~

Di tempat lain, pendaran cahaya warna-warni memudar dan menampakkan tiga sosok ramping. Berkat kerja keras mereka sepanjang tahun ini, Chu Qingcheng, Shui Ruohua, dan Dan’er akhirnya berhasil memasuki Alam Ethereal.

"Qingcheng, Tubuh Roh Kosong ini benar-benar luar biasa. Kita baru saja menjadi kultivator Alam Ethereal, tetapi jika bersama-sama, kita bahkan bisa bertarung melawan kultivator tingkat 6."

Shui Ruohua menampilkan senyum lebar.

Mengatur napasnya, Chu Qingcheng menyeka keningnya. Tanpa bersantai sedikit pun, dia menggelengkan kepala, "Masih belum cukup. Ini jauh dari kata cukup untuk menghadapi para penjaga dari tiga sekte strata bawah, apalagi menghadapi satu sekte penuh."

"Qingcheng, kau masih memikirkan Sekte Skema Iblis..." Shui Ruohua menghela napas, "Kau harus sadar bahwa Yang Mulia tidak akan pernah mengizinkanmu melakukan itu. Manor Dua Naga sudah memberikan kelonggaran yang lebih dari cukup dengan membiarkan Xie Wuyue diturunkan dan mengistirahatkan arwah Zhuo Fan."

Dan’er mengangguk, "Wilayah barat memiliki aturan. Betapapun kuatnya susunan formasi kita, kita tetap tidak bisa menghancurkan intinya. Pada akhirnya kita hanya akan diburu."

"Aku tidak peduli. Siapa pun yang mencelakai Zhuo Fan tidak boleh lolos!" Mata Chu Qingcheng memancarkan kebencian, tinjunya mengepal erat. "Demi membalaskan dendam mendiang suamiku, apa pun sangat sepadan, bahkan jika harus menjadi musuh wilayah barat!"

Kedua gadis itu menghela napas, "Kalau begitu, kita harus meninggalkan wilayah barat bersama-sama..."

"Kakak senior..."

"Kau tidak perlu mengatakannya. Saudari yang kesulitan adalah saudari sejati. Kau ingin mengkhianati wilayah barat, dan kami akan berdiri di sisimu sampai akhir."

Shui Ruohua merangkul bahunya sambil terkikik, "Selain itu, Zhuo Fan memang meninggalkan kesan yang bagus. Jika bukan karena kalian berdua yang sudah bersama dan kita yang sudah seperti saudari, aku mungkin sudah mengambil langkah duluan. Membalaskan dendam suami seseorang sepertinya bukan hal yang buruk."

"Hi-hi-hi, Kakak Senior, akhirnya kau mengakuinya. Kau menyukai suami dari saudari mudamu ini!" Goda Dan’er.

Shui Ruohua mengangkat alisnya, lalu balas mencibir, "Kau ini bisa saja, selalu menempel erat pada suaminya. Jangan berpikir akting polosmu itu bisa mengecoh siapa pun..."

"Mana mungkin..."

"Kau masih menyangkalnya?"

Kedua gadis itu tertawa terbahak-bahak. Chu Qingcheng merasa terhibur dengan kehadiran mereka, satu-satunya dua saudari yang mau menemaninya...

Suara lonceng bergema di kejauhan, mengejutkan mereka. Mereka segera bergegas menuju Paviliun Meraih Langit.

Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar lonceng itu dibunyikan, mengetahui bahwa lonceng tersebut hanya berdering dalam situasi darurat...

Suara deringan lonceng itu juga mencapai sebuah kolam tertentu.

Begitu kobaran api mereda, wajah tegas Yan Mo terlihat. Empoi angin berhembus dan Wu Qingqiu pun muncul.

"Apakah sesuatu telah terjadi?"

"Kita akan tahu saat sampai di sana."

Mereka terbang mengikuti arah suara lonceng tersebut.

Orang-orang dari seluruh penjuru Manor Dua Naga telah mendengar panggilan itu dan menanggapinya dengan berkumpul di Paviliun Meraih Langit.

Para Yang Mulia duduk di kursi utama mereka, sementara para tetua duduk tepat di bawah mereka. Di belakang mereka berdiri Chu Qingcheng dan semua murid lain yang diasuh dan dibina oleh Manor Dua Naga. Suasana semakin lengkap dengan beberapa pekerja kasar yang membungkuk di ujung barisan paling belakang.

Para Yang Mulia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk memastikan semuanya telah hadir. Wajah mereka tampak suram, merasa kesulitan harus dari mana memulainya.

"Tuan-tuan, apa yang terjadi sampai harus mengadakan pertemuan darurat seperti ini?" Seorang tetua membungkuk memberi hormat.

Yang Mulia Hei Ran mengeluarkan slip giok, lalu menghela napas, "Kabar baru saja tiba bahwa hanya dalam waktu enam bulan, tiga sekte strata bawah wilayah barat, Sekte Penjinak Binatang, Sekte Skema Iblis, dan Sekte Surga Mistik, telah musnah dalam semalam. Tidak ada satu pun yang selamat."

[Apa?!]

Kepanikan menyebar di tengah kerumunan, para tetua saling berbisik dengan cemas. Ketertiban telah terjaga sejak sembilan sekte wilayah barat terbentuk, mencegah hal separah ini terjadi. Jadi, bagaimana bisa secara tiba-tiba...

Kelompok Chu Qingcheng sempat tertegun sejenak sebelum akhirnya tersenyum.

[Para pelaku di balik kematian Zhuo Fan telah disingkirkan bahkan sebelum kita sempat melakukannya. Apakah ini takdir?]

[Ha-ha, syukurlah!]

Sedangkan Ye Lin, bisa dibilang ia tampak sangat tidak nyaman.

[Ya ampun, jangan bilang Kakak Besar yang melakukan ini. Guru menyuruhnya berkeliling memasang formasi, tapi dia malah mendahulukan balas dendam.]

[Meskipun ini tidak ada hubungannya denganku. Tapi aku penasaran, apakah benar dia mampu membunuh setiap orang tanpa sisa?]

[Bukankah itu berarti Kakak Besar menjadi semakin kuat? Sebaiknya aku mengerahkan seluruh tenagaku sebelum dia meninggalkanku terlalu jauh.]

Tekad Ye Lin sudah bulat.

"Yang Mulia, apakah ini perbuatan pihak internal atau dari wilayah lain?" Wu Qingqiu berdiri.

Yang Mulia Bai Mei mengangguk, menghargai keberaniannya. Sementara yang lain merasa terlalu kewalahan, pemuda itu justru fokus mengurai masalah. "Terlalu dini untuk memastikannya, tapi aku menduga ini bukan perbuatan seseorang dari wilayah barat. Hanya ada sedikit sekali orang yang benar-benar mampu melakukannya. Penyelidikan sederhana pasti akan membongkar identitas mereka, lagipula mereka tidak akan bertindak sejauh itu. Kemungkinan besar pelakunya berasal dari wilayah lain."

Wu Qingqiu mengangguk, menyimpulkan hal yang sama. Inilah satu-satunya penjelasan yang logis.

"Aku bertaruh ini perbuatan hantu!"

Dengusan itu menarik perhatian semua orang ke arah Ye Lin yang tampak memasang ekspresi mengejek.

Mereka menatapnya dengan tatapan aneh, lalu Wu Qingqiu bertanya, "Adik Muda, kenapa kau berkata begitu?"

"Uh, bukan apa-apa. Hanya saja, aku merasa sekte-sekte ini sangat aneh."

Ye Lin melirik sekeliling sebelum berkata, "Coba pikirkan. Mengabaikan Sekte Penjinak Binatang, dua sekte strata bawah lainnya sama-sama terlibat dalam pembunuhan setahun yang lalu."

Para Yang Mulia langsung berseru, "Zhuo Fan!"

"Zhuo Fan?"

Chu Qingcheng sedikit goyah, tatapannya kosong saat menatap Ye Lin, "A-apa maksudmu?"

Ye Lin dan Zhuo Fan memiliki urusan yang belum selesai di Pertemuan Dua Naga, yang membuat Chu Qingcheng bersikap dingin padanya selama di Manor Dua Naga. Sungguh aneh rasanya mendengar pria yang biasanya pendiam ini berbicara atas kemauannya sendiri.

Ye Lin melirik sekilas. Zhuo Fan memang telah memperingatkannya agar tidak membicarakan tentang dirinya, tetapi pada akhirnya, wanita ini adalah istri sang kakak besar. Setidaknya, ia bisa menawarkan beberapa patah kata penghiburan untuk kakak iparnya itu.

Menatap mata Chu Qingcheng yang penuh harapan, Ye Lin berkata, "Maksudku adalah, ada kemungkinan seseorang telah membalaskan dendam untuk Zhuo Fan. Atau, arwahnya sendiri yang melakukannya. Bagaimana mungkin sebuah sekte penuh tidak menyisakan satu jiwa pun yang selamat? Ini terlalu aneh, terutama karena sekte-sekte itu dipenuhi oleh para ahli Alam Ethereal."

Para Yang Mulia tertegun.

[Kenapa kami tidak memikirkan hal itu?]

Ini mungkin adalah pembalasan dendam atas peristiwa kejam yang melibatkan Sekte Skema Iblis, Sekte Surga Mistik, Sekte Penjejak Surga, dan Sekte Kebenaran Universal.

[Apakah itu berarti Sekte Penjinak Binatang hanya dijadikan pengalihan?]

"Bukankah itu berarti target selanjutnya adalah..." Yang Mulia Hei Ran panik. Yang Mulia Bai Mei menenangkannya, "Jangan terlalu bersemangat. Sekte Penjejak Surga tidak sama dengan ketiga sekte lainnya. Itu adalah sekte strata menengah, dengan banyak ahli Harmoni Jiwa. Mereka akan baik-baik saja. Kendati demikian, kita tetap harus menyelidiki peristiwa ini secara menyeluruh. Ini akan berdampak besar pada tatanan wilayah barat."

Yang Mulia Bai Mei menatap ke bawah, "Aku akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki ketiga sekte ini. Tim tersebut akan dipimpin oleh seorang tetua, dan membawa serta para murid sebagai bentuk ujian."

"Aku akan pergi!"

Chu Qingcheng adalah orang pertama yang berbicara, matanya memancarkan secercah harapan. Kata-kata Ye Lin membuatnya ingin melihat siapa sebenarnya orang yang telah membalaskan dendam mendiang suaminya. Siapa yang sanggup berbuat separuh jalan hingga menghancurkan tiga sekte sekaligus?

Namun, apa yang sebenarnya ia harapkan adalah arwah penasaran yang dibicarakan Ye Lin...

Hati Chu Qingcheng berdegup kencang.

Ye Lin tersenyum lebar.

[Kakak Besar, aku tidak mengatakan apa-apa...]

Gunakan ← → untuk pindah chapter