The Steward Demonic Emperor - Chapter 820 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 820 · 6m baca

Perfect Harmony

by Night Owl

Wus~

Ujung pedang yang kelam itu melintas bagai kilat di hadapan mata mereka. Para tetua sama sekali tidak sempat bereaksi saat bilah itu menebas delapan dari mereka, menghamburkan darah dan isi perut ke udara.

Bahkan jiwa mereka pun tidak luput, hancur bersama raga akibat tebasan bilah hitam tersebut.

Sekte Penjinak Binastya (Beast Taming Sect) seketika dilanda syok berat, gelombang para tetua itu berdiri terpaku dalam kebingungan.

Hanya Zhuo Fan dan pedangnya yang terpantul di mata mereka.

"Ha-ha-ha, sudah kubilang, hanya dua ratus ahli Alam Ethereal. Sekte kelas tiga bawah hanya bisa mencapai kekuatan tertentu tanpa adanya seorang ahli Selaras Jiwa (Soul Harmony)."

Sambil terkekeh, Zhuo Fan memprovokasi sang Pemimpin Sekte, "Pemimpin Sekte Penjinak Binastya, katakan kalau aku salah."

Wajah Pemimpin Sekte berkedut saat menatap ekspresi pongah Zhuo Fan. Sikap tidak peduli yang terang-terangan itu begitu memuakkan hingga membuat darahnya mendidih.

Namun lebih dari itu, ia diliputi rasa terkejut yang luar biasa karena delapan ahli Alam Ethereal tewas begitu saja—sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh rata-rata ahli Alam Ethereal biasa.

[Apakah dia benar-benar seorang murid?]

Mereka tahu bahwa para murid sekte kelas tiga atas, terutama para murid inti, jauh lebih kuat daripada para venerable dan tetua sekte kelas tiga bawah.

Masalah dengan Zhuo Fan bukanlah sekadar kekuatan, melainkan ia berada di level yang sepenuhnya berbeda. Membunuh para ahli Alam Ethereal dengan begitu mudah bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sembarang orang.

[Tapi dia...]

Mata Pemimpin Sekte bergetar sementara keringat dingin mengucur di pelipisnya, "Monster!"

"Pemimpin Sekte, dia menempati peringkat pertama dalam Pertemuan Naga Ganda (Double Dragon Gathering). Dia bukan lawan yang mudah. Bukankah sebaiknya kita selesaikan saja secara damai?" Seorang tetua mencoba mendekati Pemimpin Sekte, "Kita tahu tujuannya dan itu tidak terlalu sulit untuk dipenuhi. Mari kita..."

"Omong kosong!"

Pemimpin Sekte membentak dengan murka, "Lalu bagaimana dengan nama Sekte Penjinak Binastya? Akan jadi apa kita begitu berita menyebar bahwa seorang murid pembelot dari Sekte Skema Iblis (Demon Scheming Sect) mengamuk di markas kita sendiri?"

"Tapi..."

"Cukup."

Pemimpin Sekte menepisnya, "Dia cuma seorang diri. Seberapa kuat juga dia sebenarnya? Semuanya, lepaskan jiwa kalian, kita akan mengulurnya sampai dia kelelahan!"

Mereka semua menangkupkan tangan dan membungkuk atas perintahnya, "Baik, Pemimpin Sekte."

Langit bergemuruh akibat berbagai macam raungan yang menyusul, manakala berbagai jenis jiwa binatang buas memenuhi angkasa, mengurung kelompok Zhuo Fan di tengah-tengah.

Lian'er merasa seolah ia berada di tengah gerombolan makhluk buas. Tekanan kekuatan yang dipancarkan oleh jiwa-jiwa tersebut meremukkan dadanya, mata mereka menyiratkan hasrat untuk menelan mereka hidup-hidup.

Hanya Zhuo Fan yang tampak santai.

"Seni kombinasi peringkat profok tingkat atas, Senandung Surga (Song of Paradise)!"

Dua tetua memimpin serangan, membuat gestur tangan saat mereka mengerahkan jiwa mereka untuk menyerang Zhuo Fan.

Kedua jiwa binatang buas raksasa itu berukuran seratus meter. Yang satu diselimuti api hijau, sementara yang lainnya berpendar dengan cahaya merah.

Kedua burung itu saling berputar mengitari satu sama lain hingga menjelma menjadi tornado api merah dan hijau.

Ini adalah serangan kombinasi, bukan jenis serangan acak sebelumnya yang bisa dibandingkan dengan jurus ini.

Bahkan Zhuo Fan pun mengerutkan keningnya, menggenggam pedangnya lebih erat.

"Seni gabungan Venerable Hu Yan dan Zha Huer?"

Seseorang berseru penuh harap, "Kedua venerable itu berada di lapis ke-6 dan mereka selalu sangat kompak, bagaikan satu orang. Serangan gabungan ini memiliki kekuatan yang setara dengan sepuluh ahli Alam Ethereal lapis ke-6. Sekuat apa pun dia, dia tidak mungkin bisa menangkis serangan sempurna seperti ini!"

Persetujuan pun terdengar dari kerumunan.

Pemimpin Sekte kini tersenyum lebar. Zhuo Fan hanya berhasil membunuh delapan orang pada serangan pertama karena anak buahnya menyerang tanpa koordinasi, jauh lebih lemah daripada apa yang sedang dilakukan oleh kedua venerable ini.

[Anak itu akan terluka parah, dan setelah itu, humph...]

Menyipitkan mata, Pemimpin Sekte menyeringai tepat saat tornado api itu meledak begitu bersentuhan dengan Zhuo Fan.

Langit mengambil rona kemerahan, membuat semua orang terkesiap melihat dahsyatnya gelombang kejut tersebut.

Lian'er berada di posisi paling dekat dan bisa merasakan panas yang membakar menyedot seluruh kelembapan di udara, membuat hatinya bergetar.

Bagaimana nasib Zhuo Fan menghadapi serangan separah itu?

Alis pangeran keenam bergetar, menatap tajam ke arah sisa-sisa ledakan sementara jantungnya berdegup kencang di dalam dada.

Bum~

Api yang berkobar membumbung tinggi ke angkasa. Terdapat dua wujud burung yang berputar-putar di dalam kobaran api, bertindak bagaikan sebuah tungku raksasa untuk memurnikan Zhuo Fan hidup-hidup.

Gestur tangan kedua venerable itu berubah, "Pemimpin Sekte, kita berhasil menjebak anak itu. Dia akan menjadi abu dalam beberapa menit. Sebaiknya Anda menyuruh para tetua kembali saja. Buang-buang waktu meladeni seorang murid, ha-ha-ha..."

"Para venerable memang luar biasa. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kalian lakukan hari ini," puji Pemimpin Sekte sambil tersenyum.

Keduanya tersenyum, "Bukan apa-apa, ini, eh!"

Keduanya bergidik lalu terkulai tewas.

"Para venerable, ada apa?" teriak Pemimpin Sekte ketakutan.

Sebuah gelombang kejut menjadi satu-satunya jawaban saat bola api itu terbelah menjadi dua bagian yang sempurna.

Kedua jiwa burung itu jatuh dari kobaran api, turut terpotong menjadi dua seperti apinya. Mereka perlahan memudar, kembali ke langit.

Zhuo Fan memegang pedangnya sembari melangkah keluar dengan senyuman, "Lumayan juga. Jiwanya bahkan cukup bagus. Sayang sekali tidak ada yang mempan saat menghadapiku, ha-ha-ha..."

Terperanjat, semua orang menoleh ke arah Zhuo Fan. Kedua venerable itu adalah di antara petarung terbaik yang dimiliki oleh Sekte Penjinak Binastya. Namun...

"Z-Zhuo Fan, kau sudah keterlaluan!"

Pemimpin Sekte berteriak sambil menudingnya, "Serang, gunakan taktik keroyok dan bunuh dia!"

Aum!

Orang-orang berteriak serempak saat mereka memutuskan untuk menyerang secara bersamaan.

Langit dipenuhi oleh jiwa-jiwa, merapat dan memperketat kepungan bagaikan jaring, semuanya demi menjatuhkan Zhuo Fan. Bahkan dirinya pun akan kesulitan menghadapi begitu banyak musuh sekaligus.

Sebuah celah mungkin akan terbentuk di pertahanannya yang bisa dimanfaatkan seseorang untuk melancarkan pukulan telak. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah yang banyak membawa kekuatan.

Zhuo Fan mungkin sempat tegang sebelumnya, namun tidak untuk kali ini.

Dengan sebuah gestur, raungan naga menggema dan Raja Naga Merah Mahakuasa (Almighty Scarlet Dragon King) yang tadinya diam kini bergerak. Nyala api keemasan menyala di seluruh tubuhnya dan mengubah jiwa naga langit itu menjadi varian terkuatnya, Raja Naga Langit Keemasan Pemusnah (Decimating Golden Heaven Dragon King).

Setelah menerima Api Emas Pemusnah (Decimating Golden Flame), Zhuo Fan kini tahu cara mengubah jiwa naga langit ke dalam bentuk kelimanya.

Bentuk ini meledakkan kekuatan yang luar biasa. Saat gerombolan jiwa itu semakin mendekat, sang naga emas mengaum dan melepaskan terjangan api keemasan dari rahangnya yang menganga.

Separuh langit mengambil rona keemasan dari pijaran api yang menyilaukan itu, seolah-olah ada sebuah tembok besar yang berdiri di sana.

Beberapa jiwa yang terlalu bernafsu tidak sempat menghentikan laju mereka dan langsung menerjang ke dalam api keemasan. Tubuh mereka bergetar dan melengking kesakitan sementara jiwa mereka yang lemah terbakar hingga tak bersisa.

Sisanya terperanjat dan memaksa jiwa mereka menghentikan serangan. Lebih dari seratus jiwa kini tertegun menatap kobaran api emas yang masif itu.

Di sisi lain, Zhuo Fan menyeringai dan menyerang dengan pedang iblisnya.

Dalam kilatan api keemasan, Zhuo Fan muncul di tengah-tengah jiwa-jiwa tersebut, menikmati pembantaian itu saat ia merenggut jiwa di setiap tebasan dan ayunannya.

Jiwa-jiwa itu berniat menyerang, namun beberapa saat kemudian, ia berhasil menerobos kepungan itu lagi. Ketika mereka berniat mengejar, sang naga emas menghalangi mereka dengan hembusan apinya.

Pria dan naga itu bekerja sama dengan keselarasan yang sempurna untuk memangkas barisan musuh.

Api Emas Pemusnah adalah api yang ganas dan brutal. Tubuh Zhuo Fan telah ditempa ulang oleh sang leluhur naga dan kecepatannya pun turut meningkat pesat. Yang bisa ditangkap oleh yang lain hanyalah bayangannya saat ia melesat ke sana kemari, telah memanen puluhan jiwa malang. Dan setiap kali ada yang mendekat untuk mengepungnya, naga emas itu akan menyemburkan api.

Zhuo Fan dan jiwa naga itu bekerja sama untuk menggerus jumlah mereka, satu demi satu jiwa, sementara mereka sama sekali tidak berdaya.

Lebih dari dua ratus ahli menyaksikan tanpa berdaya saat jumlah korban tewas di tangan Zhuo Fan mencapai angka lima puluh.

Mereka tercengang melihat bagaimana pria ini mampu bekerja sama dengan jiwanya begitu padu untuk mempermainkan dua ratus musuh.

Sementara dua venerable sebelumnya adalah ahli dalam seni kombinasi, Zhuo Fan dan sang naga mengandalkan taktik, memastikan setiap celah kelemahan tertutupi sembari menumbangkan musuh.

Dilihat dari sudut pandang lain, sia-siasya usaha dua ratus orang untuk menangkap satu orang yang justru berujung pada kekalahan telak ini membuat para murid Sekte Penjinak Binastya diliputi keputusasaan dan penyesalan. Bahkan sang Pemimpin Sekte pun tampak hendak menangis.

Ini pasti sudah menjadi takdir. Mengerahkan jumlah yang besar untuk melawan satu orang, hanya untuk menderita di ujungnya...

Gunakan ← → untuk pindah chapter