Menurunkan tangan kanannya yang perkasa, Zhuo Fan tampak seolah-olah baru saja melakukan hal sepele. Dia menepuk bahu pangeran keenam. "Sekarang, cepat antar aku ke hadapan putra mahkota. Kuharap aku bisa menemukan apa yang kucari di sana."
"Tentu saja."
Setelah tertegun sejenak, sang pangeran berteriak penuh semangat sambil berjalan di depan. Jin Buhuan dan ketiga bawahannya terperanjat, hanya bisa menatap keduanya pergi dengan tatapan kosong.
[Demi Tuhan! Dia benar-benar sekuat yang dikatakan pangeran keenam! Untuk sekali ini, dia tidak sedang membual! Dia jauh lebih kuat dari yang dia tunjukkan, bahkan membunuh seorang ahli Alam Ethereal hanya dengan satu pukulan.]
[Untung saja kita tidak melawannya tadi. Kita pasti sudah mati juga!]
Keempat orang itu bergidik ngeri saat mengingat pemandangan di restoran tadi.
Zhuo Fan dan sang pangeran sudah berjalan agak jauh ketika sebuah suara gemuruh terdengar dan bumi bergetar. Sesosok bayangan ular piton besar muncul dari dalam tanah sambil mendesis, "Keparat sialan, kau menghancurkan tubuhku lagi! Akan kuahabisi kau hidup-hidup!"
"Itu jiwa Tetua She!"
Jin Buhuan berteriak, "Di Alam Radiant, tubuh memang bisa kuat, tapi jiwanya tidak sebanding dengan tingkat kekuatan seorang ahli Alam Ethereal. Kita habislah sudah!"
Jin Buhuan panik, sementara Tetua She menyeringai, "Ya, bocah, kau menyergapku lagi dan menghancurkan tubuhku, tapi tidak mungkin seorang kultivator Alam Radiant sepertimu bisa menghadapi jiwaku..."
Wush!
Ucapannya belum usai ketika cakar naga berwarna merah darah melesat keluar dari tubuh Zhuo Fan dan mencengkeram ular kebun berukuran raksasa yang sedang meronta itu. Kata-katanya tercekat di tenggorokan, sementara mata tajamnya memantulkan rasa takut yang luar biasa.
[I-ini adalah wujud jiwa?]
[Bagaimana bisa? Dia kan baru berada di Alam Radiant...]
"Huh, inilah akibatnya jika kau bodoh. Kau seharusnya bisa melarikan diri begitu saja dalam wujud roh, tapi tidak, kau malah memilih untuk bunuh diri. Ha-ha-ha..."
Mata Zhuo Fan memancarkan kilat dan cakar naga merah itu pun meremas. Ular raksasa tersebut meratap untuk terakhir kalinya sebelum hancur menjadi serpihan energi spiritual yang berhamburan ke udara.
Cakar naga itu kembali menyatu dengan Zhuo Fan yang melanjutkan perjalanannya mengikuti pangeran keenam seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Wajah Jin Buhuan berkedut kaku dengan tatapan dungu.
Saat mereka menyaksikan Zhuo Fan berlalu, mereka semua memasang ekspresi terkejut dan pemikiran yang sama.
[Sejak kapan seorang kultivator Alam Radiant bisa membentuk wujud jiwanya sendiri?]
[Benar-benar monster yang tidak normal...]
Sementara itu, seorang pria dan wanita sedang duduk di sebuah paviliun di samping danau yang indah.
Pria itu mengenakan mahkota dan berpenampilan rapi, dihiasi berbagai perhiasan mewah. Sayangnya, keanggunannya itu rusak oleh senyumannya yang licik, terutama ketika diarahkan kepada wanita di sebelah kirinya.
Adapun sang wanita, dia adalah seorang gadis jelita dengan mata yang cerah dan alis yang terukir indah. Sayangnya, kecantikan itu sedikit tercoreng oleh kerutan yang terus menghiasi keningnya.
Di sekeliling mereka, para penari wanita sedang bernyanyi dan menari.
Namun, di tengah alunan musik cabul dan tarian menggoda dari para wanita berbusana tipis tersebut, Lian’er, putri dari panglima tertinggi Quanrong, menggigit bibirnya. Sang pria menyeringai, satu tangannya meraba-raba pinggang seorang wanita, membuka mulutnya dan membiarkan jemari lembut wanita itu menyuapinya buah. Terkadang, bukan hanya jemari mereka...
Pria itu sesekali mengeluarkan tawa yang memuakkan, penuh dengan nafsu berahi. Lian’er merasa jijik melihatnya, namun tak berdaya untuk melawan.
Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Lian’er bertanya, "Yang Mulia Putra Mahkota, apakah memungkinkan untuk membebaskan kakakku?"
"Dia?"
Pria itu mengangkat sebelah alisnya, "Di hadapan seluruh rakyat, dia telah memukulku! Bagaimana bisa aku melepaskannya begitu saja setelah dia secara terang-terangan tidak menghormati otoritas?"
Sambil mengepalkan tinjunya, Lian’er menggigit bibirnya lebih kuat lagi, "Kakakku memang salah karena telah berani memukul Yang Mulia, tapi dia melakukannya demi melindungiku. Semua ini adalah salahku. Kuharap Yang Mulia sudi mempertimbangkan pengabdian sepenuh hati keluarga Tuoba kepada Quanrong dan membebaskan kakakku sekarang juga. Lian’er tidak akan pernah melupakan kebaikan Yang Mulia."
"Oh, benarkah kau tidak akan melupakannya?"
Putra mahkota memandangi bentuk tubuhnya dari atas ke bawah dan tersenyum penuh nafsu, "Aku tidak butuh waktu selama itu, cukup dengan melayaniku seumur hidupmu saja sudah lebih dari cukup, he-he-he..."
"Yang Mulia!"
Lian’er berseru dan langsung menarik diri saat tatapan mesum pria itu tertuju padanya. Kemudian dia bergetar hebat saat berkata, "Tolong jaga sikap Anda, Yang Mulia!"
Melempar wanita yang ada di pelukannya begitu saja, sang putra mahkota merasa bosan dan berkata dengan dingin, "Tuoba Lian’er, jangan bersikap malu-malu kucing padaku. Berterima kasihlah karena aku masih meluangkan waktu untuk melayanimu. Keluarga Tuoba dulunya adalah keluarga yang hebat, tapi sejak kekalahan kalian delapan tahun lalu yang merugikan kekaisaran secara besar-besaran, kalian sekarang hanyalah para kriminal. Ayah Baginda tidak menghukum mati tetua Tuoba Tieshan dan hanya menurunkan pangkatnya menjadi kapten pengawal. Ini sudah merupakan bentuk kemurahan hati yang luar biasa atas semua pengabdiannya. Semua ini bisa terjadi karena aku yang memohonkan keringanan untuk kalian. Kira-kira apa yang akan terjadi jika aku tidak melakukannya? Kalian akan dilucuti dari segalanya dan digantung sampai mati!"
Lian’er menggigit bibirnya sambil menundukkan kepala.
"Lalu apa balasan kalian padaku? Huh..."
Putra mahkota melanjutkan omelannya, "Kalian benar-benar sekumpulan orang tak tahu diuntung, aku bahkan sudah melamar untuk menikahimu, tetapi kakek tua Tuoba itu justru menolak niat baikku! Aku tadinya berpikir pikirannya sudah terbuka ketika dia datang menemuiku secara langsung setelah itu, tapi ternyata dia hanya datang untuk meminta bantuan. Tetua She itu sudah mengincar sejak perang di Tianyu dulu. Jiwanya ditebus oleh sekte, sehingga si tua bangka itu sekarang ingin menggunakan namaku untuk meredam ambisi Tetua She. Sebagai selir masa depanku, jika seseorang dari sekte yang dibuang berani menyentuhmu, bahkan seorang ahli Alam Ethereal sekalipun, dia tetap harus membayar akibatnya."
Gemetar sekujur tubuhnya, Lian’er menundukkan kepala dalam keheningan.
Putra mahkota berjalan menghampirinya dengan ekspresi garang, "Aku bersedia menjadi perisaimu, asalkan kau sepenuhnya menjadi milikku. Kakek tua itu tidak akan pernah berani menyentuhmu lagi jika begitu. Tapi kau justru tidak tahu diuntungkan. Bilangnya mau bersamaku tapi malah mengulur-ngulur waktu pernikahan. Hal ini sudah berlangsung selama delapan tahun! Apa kau menganggapku bodoh yang bisa kauperalat untuk kepentinganmu sendiri?"
"Ampuni aku, Yang Mulia!" Sambil tersentak, Lian’er berbicara terbata-bata dengan mata berkaca-kaca.
Menatap wajah cantiknya dengan tatapan dingin, sang putra mahkota membelai pipinya yang lembut. Saat Lian’er bergidik ngeri, mata pria itu memancarkan hasrat membara seraya membentak, "Aku tidak butuh permintaan maafmu, aku menginginkan dirimu!"
Putra mahkota menerkamnya dan memeluk erat, berniat untuk merenggut kehormatannya secara paksa.
"Tidak, Yang Mulia!"
Lian’er meronta dan menjerit ketakutan. Pada akhirnya, ia terpaksa mengerahkan Yuan Qi-nya untuk mendorong pria itu hingga terpental. Sang putra mahkota menabrak empat pilar batu hingga hancur dan merintih kesakitan.
Putra mahkota, yang mengenakan pakaian mewah dan merupakan seorang kultivator puncak tingkat Profound Heaven yang mengandalkan pil, baru saja dilempar ke tanah oleh seorang gadis yang berada di tingkat kedelapan. Nafsu berahinya yang tak pernah padam telah menguras seluruh kekuatan yang seharusnya bisa memperkuat tingkat kultivasinya.
Dia adalah kebalikan total dari Zhuo Fan. Jika kekuatan Zhuo Fan jauh melampaui tingkat kultivasinya, maka kekuatan sang putra mahkota tidak lebih dari sekadar cangkang kosong, bahkan lebih buruk daripada anak orang kaya manja pada umumnya.
Berusaha menguasai tubuhnya yang sakit untuk berdiri tegak, sang putra mahkota menjadi murka, "K-kau!"
"Yang Mulia, i-ini tidak disengaja..." Lian’er menciut ketakutan, nyaris menangis.
Sambil megap-megap seperti binatang buas, sang putra mahkota mendesis geram, "Kau mendapat kehormatan untuk menjadi selirku, jauh lebih tinggi daripada wanita-wanita murahan itu. Tapi selama delapan tahun ini, meskipun kita belum menikah, aku bahkan tidak pernah menyentuhmu sekali pun. Setiap kali aku mencoba mendekat, kakakmu memukulku dan hari ini kau melakukan hal ini padaku?! Kau adalah selirku, tetapi aku justru terpaksa harus pergi mencari wanita lain?"
"Uhm, t-tidak, Yang Mulia. Tolong dengarkan dulu..."
"Cukup!"
Putra mahkota membentak penuh amarah, "Pengawal, bawa si Tuoba Liufeng itu ke sini!"
"Baik, Yang Mulia!"
Atas perintahnya, beberapa pengawal pergi untuk menjemputnya. Tak lama kemudian, mereka menyeret seorang pria yang sudah tidak asing lagi dengan kondisi terikat.
Penampilannya tampak babak belur jika dilihat dari wajahnya yang lebam, meskipun ciri-cirinya masih cukup jelas untuk dikenali bahwa dia adalah Tuoba Liufeng, satu-satunya putra Panglima Tuoba Tieshan.
Hanya saja, komandan muda itu kini terlihat sangat menyedihkan, telah kehilangan aura kepahlawanan yang dimilikinya bertahun-tahun lalu...
Chapter 808 · 5m baca
Outstanding Crown Prince
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter