“Beraninya kalian!”
Kedua orang itu sudah terbiasa bersikap seenaknya, sehingga mereka langsung membentak begitu mendengar keluhan Zhuo Fan. “Kira-kira siapa kau sampai berani mengganggu pangeran keenam…”
Bum!
Omelan mereka terpotong oleh suara ledakan. Tubuh mereka meledak menjadi kabur darah sementara Zhuo Fan menarik tinjunya, mengeluh dalam hati.
[Ke mana aku harus pergi dari sini? Sketsa ini hancur berantakan…]
Orang-orang di restoran itu memucat, bahkan ada yang merosot lemas ke lantai.
[Hanya satu pukulan dari seorang ahli Panggung Radiant lapisan ke-8 dan dua kultivator puncak Panggung Profound Heaven langsung tewas tanpa menyisakan jasad sedikit pun. Mereka mati bahkan sebelum menyadari apa yang sedang terjadi.]
[Pria ini sangat kejam, sama sekali tidak menahan diri. Padahal kedua orang itu adalah anak buah sang pangeran…]
Ketakutan di dalam diri setiap orang semakin menjadi-jadi saat mereka menatap Zhuo Fan, tubuh mereka gemetar di tempat masing-masing.
“Hua Laer, Hua Lasha, apa kalian sudah selesai? Pangeran sebentar lagi tiba.”
Sebuah suara tua terdengar dari seorang pria berjanggut putih. Melihat genangan darah di sekitar, dia berteriak, “Ada apa dengan semua darah ini? Bukankah sudah kubilang pada kalian para keparat untuk tidak membunuh? Bagaimana kalian bisa berpesta saat ada darah di sekitar? Membersihkannya sungguh menyusahkan…”
Orang-orang melirik lelaki tua itu tetapi tetap bungkam.
[Dia pasti mengira darah itu berasal dari kita. Seandainya saja dia tahu bahwa mereka berdua adalah anak buahnya sendiri…]
Lelaki tua itu melangkah masuk sambil berteriak, “Hua Laer, Hua Lasha, keluar kalian sekarang jug-, ugh…”
Lelaki tua itu memasang ekspresi aneh, “Kenapa ada begitu banyak orang di sini? Pangeran keenam sebentar lagi tiba!”
Yang lain menatapnya dengan pandangan penuh iba, lalu menunggu Zhuo Fan mengambil tindakan.
[Memangnya apa arti seorang pangeran di hadapan ahli Panggung Radiant lapisan ke-8?]
[Jika kita melangkah satu langkah saja tanpa izinnya, kita mungkin akan berakhir seperti kedua orang itu.]
Zhuo Fan sedang mengerutkan kening dan merenungkan apa yang harus dilakukan. Sketsanya kehilangan nilainya dan dia sekarang terjebak. Dia begitu tenggelam dalam pikirannya hingga tidak menyadari suasana mencekam di restoran itu.
“Uhm, Tuan…”
Lelaki tua itu tidak seceroboh dua orang yang sudah tewas tadi. Menyadari ke arah mana semua mata tertuju, tubuhnya menegang saat ia mengukur tinggi rendah kultivasi Zhuo Fan.
[Sialan, seorang ahli Panggung Radiant lapisan ke-8.]
Dia sendiri baru berada di lapisan ke-4 dan kediaman pangeran tidak memiliki ahli sekuat itu. Itulah alasan di balik sikap membungkuk dan cara panggilannya.
Zhuo Fan masih terlalu kesal dengan masalahnya untuk memedulikannya. Lelaki tua itu beralih kepada pelayan restoran, “Siapa Tuan ini?”
Pelayan itu menggelengkan kepala.
Lelaki tua itu melihat sekeliling dan mendapati jawaban serupa dari yang lain.
Sambil mendesah, lelaki tua itu bertanya, “Di mana dua pria tangguh yang masuk tadi?”
“Kau sedang menginjak mereka.” Pelayan itu menunjuk ke arah ceceran darah.
Lelaki tua itu bergidik dan melihat semua noda merah di lantai, lalu beralih menatap Zhuo Fan yang tampak kebingungan sebelum akhirnya mengerti.
[Sikap arogan kedua orang itu pasti telah menyulut kemarahan pria ini dan mereka pun berakhir seperti ini.]
Ini gawat. Berurusan dengan ahli yang begitu kuat sama sekali bukan hal yang baik.
[Aku harus menyelesaikannya sekarang. Tapi dia sama sekali tidak mengindahkanku, yang berada empat tingkat di bawahnya.]
[Karena tidak ada lagi yang bisa kulakukan, aku akan mencari bantuan!]
Lelaki tua itu berjinjit mundur dua langkah, lalu lari bagai kesurupan.
Orang-orang tercengang.
[Dan kau menyebut dirimu pelayan pangeran keenam? Hanya sekadar preman yang menakuti kaum lemah namun kabur begitu menghadapi yang kuat.]
Hanya Zhuo Fan yang masih tenggelam dalam pikirannya, sama sekali tidak memerhatikan kejadian itu…
Wus~
Empat gelombang energi yang kuat memasuki restoran beberapa saat kemudian dan memaksa para tamu mundur dengan terhuyung-huyung.
Empat tetua masuk, dan salah satu dari mereka adalah lelaki tua yang sama seperti sebelumnya. Namun pemimpin mereka adalah seorang pria berambut pirang dengan tatapan tajam dan jauh lebih kuat.
Orang-orang di restoran itu tahu saat itu juga bahwa pria ini adalah seorang ahli sejati.
Banyak orang yang beradu pandang dengan matanya merasa pusing dan syok.
[Dengan keempat orang yang begitu kuat ini, apakah mereka berencana menghadapi si ahli dari Tianyu itu? Itu berarti pertempuran sengit!]
[Bukankah itu akan membuat kita berakhir sebagai korban salah sasaran?]
Orang-orang menjadi gelisah, berdoa kepada siapa pun di luar sana agar tidak terseret ke dalam kekacauan ini.
Di luar dugaan mereka, tetua berambut pirang itu justru membungkuk di hadapan Zhuo Fan, “Aku Tetua Agung Jin Buhuan dari pihak pangeran keenam Kekaisaran Quanrong. Aku mohon agar Anda berkenan memaafkan sikap lancang anak buahku.”
“Enyah!”
Melihat Jin Buhuan yang terkuat di antara mereka ternyata hanya satu tingkat di bawahnya, Zhuo Fan sama sekali tidak peduli.
Terdiam sejenak, Jin Buhuan merasa canggung, lalu suasana hatinya memburuk. Dia mungkin sedikit lebih lemah, namun sama sekali tidak dihargai?
Dia juga punya lebih banyak anak buah. Jika pertarungan pecah, kemenangan bahkan mungkin berpihak pada mereka.
Lelaki tua berjanggut putih menyadari hal ini dan berseru, “Tuan, kami menghormati Anda sebagai sesama kultivator Panggung Radiant dan tidak berniat untuk bertarung. Kami bahkan bersedia mengabaikan kematian anak buah kami, namun bahkan dengan kultivasi Panggung Radiant lapisan ke-8 Anda, yang merupakan salah satu yang terbaik di Quanrong, itu tetap tidak akan cukup untuk melawan kekuatan jumlah. Mencari musuh dari keluarga kekaisaran bukanlah langkah yang bijak. Saya mendesak Anda untuk mempertimbangkan kembali dan mari kita selesaikan ini secara baik-baik sebagai kawan.”
Jin Buhuan tersenyum dan mengangguk menyetujui pendekatan itu.
[Tidak rendah diri namun juga tidak menantang, dengan kata-kata yang diucapkan secara hormat dan masuk akal. Seharusnya cara ini berhasil.]
Sayangnya, mereka tidak sedang menghadapi rata-rata ahli Panggung Radiant pada umumnya. Bahkan bajingan busuk pun akan mendengarkan, tetapi tidak dengan Zhuo Fan, si brengsek yang bersikap paling angkuh di antara yang terangkuh…
“Banyak omong tapi tidak punya nyali.”
Zhuo Fan mengejek, “Kalian para tetua bangka banyak mengomel karena gigi kalian pasti sudah tumpul, ha-ha-ha…”
Wajah Jin Buhuan berkedut dan memerah. Dia mengepalkan tinjunya karena murka.
[Sialan, kami jelas-jelas bersikap sopan tapi kau malah meludahi wajah kami?]
Zhuo Fan menyeringai ke arah mereka.
Dia merasa kesal karena sketsanya gagal total dan membutuhkan sebuah karung tinju yang empuk untuk memperbaiki suasana hatinya. Kebetulan sekali ada beberapa iblis malang yang datang tepat ke hadapannya.
Jin Buhuan mendelik tajam, “Tuan, aku tidak peduli siapa atau seberapa kuat diriku, tapi kau sudah keterlaluan. Aku tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja!”
Jin Buhuan memancarkan gelombang kekuatan dan niat membunuh yang pekat saat ia menerjang ke arah Zhuo Fan. Tiga tetua lainnya tepat berada di belakangnya.
Tekanan yang begitu menindas mengguncang seluruh restoran.
Orang-orang terdorong mundur akibat tekanan tersebut, sementara Zhuo Fan hanya tersenyum.
Dia sedang mengamati empat badut yang sedang melakonkan pertunjukan mereka.
Tatapan mengejek Zhuo Fan membuat Jin Buhuan semakin murka. Ia berteriak dan hendak melancarkan serangan. “Berhenti!”
Ugh!
Tiba-tiba menghentikan gerakannya, Jin Buhuan menoleh ke belakang lalu membungkuk hormat.
Zhuo Fan mengangkat alisnya dan melihat seorang pemuda berpenampilan modis berjalan mendekat.
[Dia pasti pemimpin mereka, pangeran keenam itu.]
Mengabaikan para tetua, sang pangeran menatap Zhuo Fan dengan penuh keterkejutan. Langkah kakinya goyah, bibirnya bergetar, “Kau…”
“Ya, akulah yang membunuh dua ekor anjingmu. Sekarang empat ekor anjing lagi datang untuk menggigitku, jadi seharusnya kau baru muncul setelah semua ini beres. Tidak perlu koar-koar juga, karena aku sudah sangat akrab dengan sandiwara seperti ini. Tunggu sampai aku menghabisi mereka. Jika kau masih ingin mati, aku tidak keberatan mengirimmu menyusul mereka juga.”
Zhuo Fan mengibaskan tangan mengusirnya seolah ia sedang menghadapi pengemis.
Para tetua sangat murka dan ingin mencabik-cabik Zhuo Fan menjadi berkeping-keping.
Namun pemuda itu justru melompat kegirangan, “K-kau Zhuo Fan! Bagaimana kau masih hidup? Aku penggemar beratmu!”
“Uhm, hah?” Zhuo Fan merasa bingung, setidaknya untuk saat ini…
Chapter 804 · 5m baca
Number One Fan
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter