Malam pengantin, sebuah waktu penuh kebahagiaan.
Setelah malam yang meriah, Zhuo Fan mengenakan jubah merah gemerlap dan sepatu bersol tinggi, melangkah masuk ke dalam kamar pengantin yang didekorasi secara mewah sebelum menutup pintunya.
Ia melihat di tepi ranjang pengantin, sesosok figur memukau, tengah menunggunya untuk membuka selubung merahnya.
Sambil menyeringai, Zhuo Fan diliputi rasa bahagia saat ia perlahan maju dan mengangkat selubung itu untuk melihat seorang wanita cantik yang luar biasa di dunia ini, dengan fitur wajah yang lembut dan bahkan lebih memikat dari sebelumnya.
Bahkan Zhuo Fan pun tertegun hingga tak bisa berkata-kata, lupa untuk melepas selubung itu sepenuhnya.
“Apa yang kau tatap?” Chu Qingcheng melirik sekilas ke arah ekspresinya yang terpesona. Ia merona malu dan memutar bola matanya ke arah Zhuo Fan.
Sadar dari ketertegunannya, Zhuo Fan tersenyum lebar, menyingkirkan selubung itu dan menggenggam tangannya saat ia terbuai oleh kecantikan sang istri. “Ha-ha-ha, aku hanya mengagumi keunikan istriku. Oh, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menandinginya. Aku pasti telah menyelamatkan dunia di kehidupan masa lalu pantas mendapatkanmu.”
“Tutup mulutmu, silonong boy mana yang menyelamatkan dunia? Menghancurkan kedamaiannya sepertinya lebih tepat,” goda Chu Qingcheng, terlepas dari kebahagiaan yang dirasakannya.
Sambil menggaruk kepalanya, Zhuo Fan mengangguk, “Benar juga, mana mungkin aku menyelamatkan dunia? Aku yakin karena aku pernah menghancurkan dunia di suatu masa, Surga memberiku dirimu untuk mengekangku agar tidak berbuat dosa lagi. Ha-ha-ha, bahkan Surga pun takut padaku, jadi mereka menjebakku dengan madu.”
“Jebakan madu apa? Kapan aku merayumu?”
“Kenapa, kau tidak ingin merayuku?” Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya dengan senyuman usil.
Chu Qingcheng melotot, lalu memalingkan wajahnya. Meskipun begitu, bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Zhuo Fan terkekeh pelan, “He-he-he, kalau kau tidak mau menggodaku, kalau begitu aku harus bermain kasar.”
Zhuo Fan menerjang ke arahnya, menindih Chu Qingcheng di atas ranjang. Dengan satu sentakan jarinya, ia memadamkan lilin-lilin tersebut, membuat kamar pengantin tenggelam dalam kegelapan.
“Ah, bagaimana bisa kau!” seru Chu Qingcheng.
Zhuo Fan menyeringai, “Kenapa tidak bisa? Lagipula kau tidak akan bisa mengalahkanku.”
“Kau… benar-benar pria kasar.”
“Itu aku, si pria kasar. Kurasa kau sudah tahu itu sejak hari pertama.” Zhuo Fan memasang senyuman jahil, “Tapi sekarang kau adalah istri si pria kasar ini, yang akan diperlakukan semaunya setiap hari. Sudah terlambat untuk menyesal sekarang, ha-ha-ha…”
Tiba-tiba Chu Qingcheng merintih pelan akibat luapan emosi yang begitu kuat. Zhuo Fan juga tidak berkata apa-apa lagi, hanya membiarkan suara hantaman dan benturan samar bergema di dalam ruangan.
Di luar kamar pengantin, Kui Lang melihat lampu-lampu telah padam dan menunjukkan senyuman puas, “He-he-he, Pelayan Zhuo benar-benar buas bahkan di malam pengantinya; panutanku!”
“Lebih mirip bajingan busuk!” Han Qianying melotot ke arahnya, lalu tersenyum.
Kui Lang menggaruk kepalanya dan menatap wanita itu, “Sayang, sudah bertahun-tahun berlalu. Haruskah kita…”
“Ayah!”
Kui Gang datang dan merusak suasana mereka, “Pesta sudah selesai, para tetua dan petinggi sudah pergi. Ugh, itu melelahkan sekali.”
“Kalau begitu tidurlah. Aku dan Ibumu akan pergi sekarang juga!” seru Kui Lang terburu-buru.
Namun Kui Gang membusungkan dadanya dan berkata, “Bagaimana bisa? Kita baru saja berkumpul kembali dan aku harus menjalankan kewajibanku sebagai anak yang berbakti. Bagaimanapun juga, aku ingin menghabiskan malam bersama ibu untuk menebus tahun-tahun yang aku lewatkan.”
“Anak yang baik.” Han Qianying mengelus kepalanya.
Kui Lang melotot dengan gigi gemeretak, “Enyah sana! Kau punya banyak waktu untuk menebusnya. Malam ini adalah milikku!”
“Eh, ayah juga sedang menjalankan kewajibannya?” Wajah Kui Gang berkedut.
Kui Lang tertegun.
[Bocah ini ternyata adalah seorang kultivator iblis. Kenapa lama sekali dia bisa dewasa? Apa dia tidak pernah dengar kalau perpisahan membuat rasa rindu semakin mendalam? Lagipula, aku sudah tidak melihat ibumu selama dua dekade.]
“Bocah sialan, sudah kubilang pergi! Jangan membantah atau aku akan—”
“Baiklah, baiklah, jalankan saja kewajiban kalian. Aku tidak akan mengganggu.” Kui Gang mundur seraya membungkuk hormat kepada Han Qianying, “Ibu, aku akan menyapa Ibu besok.”
Kui Gang kemudian pergi dengan kebingungan dan menggerutu di dalam hati.
[Bagaimana bisa seorang suami menjalankan kewajibannya kepada istri? Apa seorang pria tidak akan merasa lelah? Menjalankan kewajiban kepada ibuku lalu kepada istriku… Apakah aku memang ditakdirkan untuk hidup menderita?]
Kui Gang bergidik dan menghela napas.
Han Qianying tidak kuasa menahan tawa melihat ekspresi polos putranya itu, lalu melotot tajam ke arah Kui Lang, “Kenapa kau begitu kejam pada anak sendiri?”
“He-he-he, ini bukan salahku kalau anak itu tidak peka. Malam ini kau ikut aku saja.” Kui Lang tersenyum sambil menaik-turunkan alisnya.
Han Qianying merona malu dan pergi sambil menggandeng tangannya…
Sementara tempat itu dipenuhi oleh pasangan-pasangan bahagia, ada satu sudut yang tampak suram.
Shui Ruohua, Yun Shuang, Yongning, dan banyak gadis lainnya menyaksikan lampu-lampu padam di kamar pengantin dengan rasa sedih di dalam hati mereka.
“Shuang’er, apa menurutmu Zhuo Fan akan menginginkan kita sekarang setelah dia memiliki saudari Qingcheng?” tanya Yongning.
Merenung sejenak, Shuang’er menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Tapi apa bedanya? Lagipula, bukankah saudari Qingcheng sudah mengatakannya? Selama dia baik-baik saja, hal lainnya tidak ada artinya.”
“Ya, saudari Qingcheng begitu berdedikasi, dia akhirnya berhasil masuk ke dalam hati pria kejam ini. Mungkin kita seharusnya melakukan hal yang sama…” gumam Yongning.
Luo Yunhai menggelengkan kepala, “Putri Yongning, dengan hatimu yang penuh trik itu, kau tidak akan pernah bisa memenangkan hati Kakak Zhuo.”
“Trik apa? Luo Yunhai, jangan bicara sembarangan. Hatiku suci!”
“Iya, iya, sang putri berhati suci, tapi sama seperti kakakku, kau tetap memiliki hasrat untuk memilikinya.” Luo Yunhai menghela napas sambil menatap lama ke arah ruangan tersebut, “Namun saudari Qingcheng sama sekali tidak memiliki hasrat seperti itu pada Kakak Zhuo. Aku percaya inilah alasan mengapa dia akhirnya menerima wanita itu.”
Bergidik ngeri, para gadis itu saling berpandangan sebelum menundukkan kepala. Dibandingkan dengan Chu Qingcheng, mereka masing-masing memiliki sifat egois sampai batas tertentu, ingin memiliki Zhuo Fan untuk diri mereka sendiri.
Zhuo Fan adalah seorang pakar iblis, jadi ia licik dan peka terhadap hasrat orang lain. Ia bisa membaca mereka seperti sebuah buku terbuka dan karena inilah ia tidak menerima satupun dari mereka, meskipun ia tahu perasaan mereka kepadanya adalah tulus…
[Bagaimana reaksi kakakku nanti?]
Luo Yunhai menghela napas dan memegang kepalanya.
Pagi harinya, seberkas sinar matahari mengintip melalui jendela dan masuk ke dalam kamar pengantin yang mewah itu. Zhuo Fan membuka matanya yang masih mengantuk. Ia menggerakkan tangan kirinya namun mendapati sisi ranjangnya kosong.
Dengan terkejut, Zhuo Fan menoleh dan melihat sang peri sudah tidak ada di sana. Mengalihkan pandangannya ke depan, ia akhirnya mendapati Chu Qingcheng sedang mengenakan pakaian.
Tubuhnya yang putih mulus tampak sangat indah di mata Zhuo Fan yang masih setengah sadar.
Melihat Zhuo Fan sudah bangun, Chu Qingcheng tersenyum, “Pelayan Zhuo yang selalu berhati-hati ini ternyata tidur seperti orang mati. Apa kau tidak takut disergap?”
“Itulah yang dilakukan oleh malam bersama dirimu padaku.”
Zhuo Fan terkekeh dan berbaring kembali di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamar yang polos dan tersenyum, “Seorang wanita adalah kejatuhan seorang pahlawan. Itu adalah penggambaran yang sangat tepat. Qingcheng, saat memelukmu untuk tidur, aku seolah dibawa kembali ke rumah reyot di Kota Bunga Melayang, merasakan ketenangan yang begitu mendalam, dan aku mendadak tidak ingin kembali lagi ke dunia yang penuh gejolak dan kekacauan ini.”
Chu Qingcheng bergeming sejenak lalu tersenyum, “Waktu itu, kita hanya bermain-main, sedangkan sekarang, aku benar-benar adalah istrimu.”
“Pasti itulah sebabnya hatiku merasa damai.”
Bangkit dari ranjang, Zhuo Fan menghampiri punggung Chu Qingcheng dan memeluknya erat, “Qingcheng, apa kau tahu? Sejak beberapa hari di Kota Bunga Melayang itu, aku selalu merindukannya sekaligus takut akan hal itu. Karena aku menyadari bahwa bersamamu, ambisiku untuk terus maju perlahan-lahan mulai terkikis. Itulah sebabnya aku menolakmu. Tapi pada akhirnya, kau tetap berhasil menggenggamku dan tidak ada hal lain yang lebih ingin kulakukan selain tinggal bersamamu selamanya.”
Zhuo Fan membenamkan kepalanya di rambut indah Chu Qingcheng, membisikkan kata-kata manis. Chu Qingcheng merasa geli, namun hatinya berdebar gembira, “Aku tidak ingin menahanmu. Yang kuinginkan hanyalah membiarkanmu meraih mimpimu.”
“Tidak ada gunanya lagi sekarang. Yang kuinginkan hanyalah kita menua bersama. Hal lainnya sudah tidak penting lagi.”
Ia membenamkan wajahnya di rambut wanita itu dan, untuk pertama kalinya, melepaskan kebanggaannya, “Qingcheng, Tetua Yuan benar. Sangat sulit untuk menaklukkan cinta. Sepertinya aku telah terjebak dan ini semua adalah salahmu. Kau harus bertanggung jawab kepadaku…”
Chapter 769 · 5m baca
Bridal Room
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter