Wus!
Sesosok figur raksasa melesat menembus udara, meluncur lurus ke arah para murid Sekte Iblis Penipu.
Para murid melihat Zhuo Fan sedang menunggangi jiwa naganya ke arah mereka, dengan Ye Lin yang jauh lebih mengerikan tepat berada di buntutnya. Mereka langsung dilanda kepanikan saat melarikan diri sambil mengumpat.
[Masih ada begitu banyak arah lain yang lebih baik saat memilih untuk kabur. Kenapa harus datang ke arah kami? Kenapa kau harus menyeret maut langsung kepada kami? Kami tidak berbuat apa-apa padamu sampai harus mati di tangan orang lain!]
Mereka semua berusaha keluar dari area itu secepat mungkin.
Danqing Shen pun ikut mengumpat.
[Sebenarnya apa yang sedang direncanakan keparat ini? Kenapa dia memindahkan pertempuran ke sini? Apa dia tahu aku bersembunyi di sini dan ingin aku turun tangan? Sialan anak itu, itu akan membongkar keberadaanku!]
Tanpa pilihan lain dan terus meracau dalam benaknya mengenai tindakan gegabah Zhuo Fan, ia bersembunyi di suatu sudut di mana susunan formasi pengintai tidak bisa menemukannya.
Hanya pikirannya saja yang masih terus mengumpat.
[Bocah keparat, akan kuberi pelajaran kau habis ini...]
Dua Tetua Naga tampak kebingungan. Tetua Hei Ran berkata, "Hei, pak tua, apa sebenarnya yang sedang dia rencanakan kali ini? Dalam situasi khusus seperti ini, bahkan kita bisa melihat bahwa Ye Lin telah mengantisipasi segala kemungkinan. Trik apa pun yang dia mainkan, jika tidak menghadapi lawannya secara langsung, itu tidak akan membuahkan hasil."
"Ha-ha-ha, benar juga."
Tetua Bai Mei tersenyum. "Tapi, apakah anak ini pernah mengikuti akal sehat? Sama seperti beberapa saat yang lalu, berapa banyak orang di sini yang benar-benar mengira pertempuran jiwa itu akan mengalami perubahan haluan lagi?"
Tetua Hei Ran turut tersenyum. "Kau benar. Semua yang dilakukan anak ini selalu mengejutkan. Tapi sekarang, Ye Lin telah menyatukan jiwa dan ruraganya. Pertempuran ini sekarang telah berubah dari pertempuran jiwa menjadi pertarungan jarak dekat. Kau bahkan bisa bilang dia tidak memiliki celah. Rencana apa yang mungkin dimiliki anak itu? Tunggu!"
Tetua Bai Mei menatapnya lalu mengangguk.
Semua orang memikirkan hal yang sama, menatap Zhuo Fan dengan cemas. Ye Lin, yang kini telah menyatukan jiwa dan raganya, kecepatannya melesat luar biasa, menyusul Zhuo Fan dalam hitungan detik.
Menoleh ke belakang dengan cemberut, Zhuo Fan membuat gestur tangan dan memerintahkan tunggangan raksasanya untuk mempercepat laju.
"Ha-ha-ha, jangan buang-buang tenaga. Kau terlalu lambat!" Ye Lin terkekeh, matanya memerah. "Tidak sembarang siasat licik yang kau masak itu akan mempan, ini bukan tandingan wujud sempurnaku. Satu-satunya cara adalah menghancurkan tubuhku untuk mencapai jiwaku. Tapi kau sudah kalah dalam pertarungan jarak dekat denganku!"
"Yah, aku tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan."
Zhuo Fan menyipitkan mata, melirik ke belakang dan melihat Cincin Petir yang 'terlempar' sebelumnya sudah berada dekat. Ia tersenyum dan berteriak, "Qiao'er!"
Sriing~!
Jeritan melengking menggema di seluruh langit. Tepat saat tunggangan Zhuo Fan melewati cincin itu, dengan Ye Lin yang berada tepat di belakangnya, petir ungu berderak keluar darinya.
Seekor burung petir berukuran seratus meter yang diselimuti sambaran petir muncul dan menghantam Ye Lin saat pria itu sedang lengah.
[Apa?!]
Mata Ye Lin membelalak kaget. Ia sangat familiar dengan petir ungu tersebut. Dan tingkat kekuatan petir ungu ini jauh berada di atas apa yang digunakan Zhuo Fan.
Ini adalah Burung Phoenix Petir sejati!
"Cakar Petir Pemecah!"
Dengan teriakan tajam, Qiao'er mengepakkan sayapnya, melepaskan gemuruh hebat saat ia melesat ke arah Ye Lin.
Kemudian muncul dua cakar tajam, berkedip dengan petir ungu yang mematikan, mencakar dada yang tertutup api keemasan itu.
Bum!
Pertarungan itu adalah benturan antara petir di atas dan api di bawah. Dua kekuatan yang sangat destruktif itu berbenturan dan memicu ledakan kolosal. Cakar Qiao'er menghujam sisik keras Ye Lin, bagaikan tombak yang bergesekan dengan perisai tangguh.
Namun, karena serangan Qiao'er datang secara tiba-tiba, Ye Lin tidak sempat memasang pertahanan, sehingga dua sisik terkelupas dari tubuhnya.
Sebercak warna merah gelap terekspos di dadanya. Ye Lin dikuasai oleh rasa sakit yang hebat dan memuntahkan darah saat ia terpelanting ke udara.
Semua orang terpaku, menyaksikan burung petir itu dengan mulut ternganga. Ia memamerkan keagungannya saat mengepakkan sayap dengan penuh kebanggaan.
[Dari mana asal makhluk spiritual ini?]
Para tetua bangkit berdiri lagi dan berseru, "Sudah kuduga!"
"Pak tua, kau lihat itu?" kata Tetua Hei Ran penuh semangat. "Rencana anak itu sudah dipersiapkan sejak awal. Dia bahkan memperhitungkan langkah seperti ini!"
Tetua Bai Mei mengangguk. "Aku sudah meragukannya sejak awal. Bagaimana mungkin anak itu begitu mudah kehilangan cincinnya dalam pertarungan jarak dekat? Sekarang aku mengerti, semuanya sudah direncanakan. Dia melemparkannya agar bisa menyergap Ye Lin tepat saat pria itu paling tidak menduganya!"
"Yang berarti seseorang tidak boleh terlalu percaya diri, bahkan jika dia lebih kuat. Hari ini, Zhuo Fan telah memberi Ye Lin beberapa pelajaran keras tapi berharga. Entah berapa banyak yang akan diingatnya, ha-ha-ha..."
Tetua Hei Ran menoleh ke arah burung petir itu dengan cemberut. "Tapi dengan kekuatan Ye Lin, tidak ada makhluk spiritual biasa yang bisa menggoresnya. Sebenarnya makhluk apa ini?"
Tetua Bai Mei merenung sejenak sebelum berkata, "Itu hanya makhluk spiritual tingkat 6 tapi jauh lebih kuat dari itu. Bahkan makhluk spiritual tingkat 8 pun mungkin bukan tandingannya. Ini benar-benar aneh. Dan dari penampakannya, ia menyerupai Burung Skylark Petir, tetapi jauh lebih kuat."
"Ha-ha-ha, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Zhuo Fan sendiri adalah monster, jadi tentu saja dia memelihara hewan spiritual yang mengerikan! Dia benar-benar luar biasa!" Tetua Hei Ran tersenyum.
Tetua Bai Mei terkekeh, mengarahkan tatapan kagumnya pada Zhuo Fan.
Jika Ye Lin adalah bakat kultivasi yang tak terlihat, maka Zhuo Fan adalah bakat serba bisa yang sama mencengankannya.
Bagaimanapun, kekuatan hanya bisa membawa seseorang sejauh itu...
"Kakak Perguruan, lihat! Aku sudah bilang bocah itu punya trik tersembunyi!" Seorang murid dari Sekte Kejernihan Tertinggi menunjuk ke arah bercak merah di dada Ye Lin.
Wajah Wu Qingqiu berkedut saat ia memukul kepala murid tersebut, "Dan kau malah senang adik perguruan kita tertipu?"
"Bukannya begitu maksudku! Aku cuma mau bilang kalau aku bisa menebak triknya..."
"Kau sebut itu menebak? Itu cuma tebakan asal. Bocah itu menyiapkan begitu banyak trik, bahkan orang bodoh pun tahu adik perguruan, dalam wujud sempurnanya sekalipun, akan terjebak."
Menatap tajam ke arahnya, Wu Qingqiu menghela napas, "Namun, kenapa kalian para pengecut tak berotak ini malah benar? Bocah itu punya trik lain, dan itu berhasil. Dan dari mana asal makhluk spiritual aneh itu? Mustahil makhluk spiritual biasa bisa melukai adik perguruan!"
Yang lain mengerutkan kening menatap Qiao'er, turut terkejut dengan penampilan makhluk itu.
Sebagai sesama kakak perguruan Ye Lin, mereka tahu betapa mengerikannya pemuda itu. Mereka telah melihat banyak makhluk spiritual luar biasa yang bahkan tidak bisa menggores kulitnya.
Itulah sebabnya Ye Lin memilih untuk tidak memiliki hewan peliharaan, dan bertarung melawan makhluk apa pun tanpa rasa takut. Tapi siapa sangka hari ini akan tiba di mana ia harus menderita karenanya? Bukan sekadar jatuh ke dalam trik lain, melainkan juga terluka separah itu.
Ia terluka oleh seekor makhluk spiritual!
Danqing Shen menghela napas melihat kilatan cahaya ungu tersebut.
[Burung ini benar-benar di luar nalar, begitu pula dengan pawangnya yang licik.]
Ia akhirnya mengerti bahwa Zhuo Fan tidak sekadar mencari kesempatan bagus untuk menyingkirkan cincinnya. Ia bahkan sudah merencanakan untuk memberikan alasan yang masuk akal bagi Dua Tetua Naga, yaitu melakukan serangan mendadak terhadap Ye Lin.
[Lihat apa yang kulakukan? Aku menggunakan cincinku untuk memasang jebakan. Danqing Shen berlari ke tambang suci dan mencuri Pedang Atlas tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak bersalah!]
"Ha-ha-ha, isi kepala anak ini benar-benar menakutkan!"
Sambil menggelengkan kepala, Danqing Shen menghela napas. Ia bahkan yakin Zhuo Fan sudah memikirkan taktik ini sejak pertama kali ia menyebutkan tentang penggunaan cincin penyimpanan untuk menyusup ke sini.
Ia harus angkat topi untuk hal ini.
Di antara para penonton, Xie Tianshang dan Chu Qingcheng melihat ke arah Qiao'er dan merasa lega. Mereka pernah melihat Qiao'er saat Perdebatan Esoterik. Mereka merasa lebih akrab dengannya karena Zhuo Fan membawanya keluar lagi.
"Dia sudah tumbuh begitu pesat selama beberapa tahun ini..." Chu Qingcheng menatap dengan pandangan lembut.
Chapter 705 · 5m baca
I’ll Think About It Later
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter