The Steward Demonic Emperor - Chapter 637 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 637 · 7m baca

Fall of Integrity

by Night Owl

Hum~

Dengan desiran angin sebagai satu-satunya tanda, empat dinding mendadak menjulang di sekeliling panggung, memerangkap segala sesuatu di dalamnya.

“Penghalang telah terpasang. Ambil posisi kalian!”

Sang juri memberi isyarat, berbalik dari Sekte Demon Scheming ke Sekte Beast Taming untuk memulai pertarungan.

Menampakkan senyum dingin, Qi Changlong dengan tingkat kultivasinya yang tertinggi melangkah mantap ke tengah. Ia mengerahkan kekuatan penuh dari Tahap Ethereal lapisan ke-3, memamerkan kekuatan megahnya yang luar biasa.

Begitu berada di dalam penghalang, aura mengerikannya terhalang, dan para penonton akhirnya bisa bernapas lega. Meskipun hal yang sama tidak sepenuhnya berlaku untuk rasa terkejut mereka, yang masih terguncang akibat tekanan mematikan yang menimpa dada mereka.

Kubu Sekte Beast Taming ketakutan bukan kepalang, gemetar sampai ke tulang sumsum.

Terutama si pembawa token nomor satu.

Tangan pemuda itu bergetar hebat, dan melihat senyum dingin Qi Changlong di atas panggung membuatnya nyaris menangis.

Meskipun ia sama sekali tidak lemah karena berada di Tahap Radiant lapisan ke-7, orang tidak bisa mengatakan hal yang sama tentang keberuntungannya—atau lebih tepatnya, ketiadaan keberuntungan. Dihadapkan dengan kesulitan yang mustahil diatasi, ia merasa seperti anak domba yang digiring ke tempat pembantaian.

[Aku bakal mati bunuh diri nih!]

Dengan wajah panik dan memelas, ia menoleh kepada Tetua Lu, “Tetua, kekalahanku sudah pasti. Bolehkah aku mengundurkan diri saja?”

“Apa kau punya bayangan sedikit pun tentang aturan Pertemuan Naga Ganda?”

Tetua Lu mendengus, “Kemenangan dihitung dua poin, seri satu, dan kekalahan nol. Sementara mengundurkan diri, humph, minus dua. Kalau kau tidak naik ke sana, kau sedang menghancurkan kita semua.”

Wajah pemuda itu langsung pucat pasi, “Pertemuan Naga Ganda bahkan tidak mengizinkan kita untuk mundur? Mereka benar-benar ingin kita semua mati!”

“Mana tahu kau apa yang ada di dalam benak mereka?”

Tetua Lu mencibir, “Meskipun tahu risikonya, kalian tetap harus menghadapinya. Pertemuan Naga Ganda menetapkan sistem ini untuk melihat seberapa besar dedikasi para murid terhadap sekte mereka, apakah mereka rela menyerahkan nyawa mereka untuk itu. Jika sebuah sekte berakhir dengan skor negatif, itu tidak serta-merta menunjukkan kekuatannya, melainkan menunjukkan kekompakan mereka, yang ditakdirkan menjadi sekte terbawah dari tiga sekte kelas bawah. Jadi, demi sekte, kau harus naik ke sana meskipun yang kau hadapi adalah puncak Tahap Elder!”

[Gampang banget ngomong begitu. Bukan kau yang maju.]

Segala keluh kesah itu sama sekali tidak membantunya, memaksa kakinya yang berat melangkah ke sana. Tidak pergi berarti menghadapi nasib yang lebih buruk daripada kematian, sementara setidaknya ia akan mendapat kematian yang cepat di atas arena.

Hui Xiong memasang senyum mengejek seperti biasa, sangat menikmati momen ketika orang lain sedang menderita, “Bukankah kau selalu mencoba merebut posisiku sebagai yang terbaik di sekte kita? Ini kesempatanmu untuk menaikkan nama. Tidak sepertiku yang bertarung melawan orang lemah dan tidak mendatangkan kehormatan apa pun, ha-ha-ha…”

Rekan setimnya membalas dengan tatapan penuh kebencian.

[Keparat ini hobi banget mengejek dan menginjak orang!]

Ia kemudian melirik ke arah musuh, mendapati Zhuo Fan berdiri di seberang dengan rasa iri. [Cuma Tahap Radiant lapisan ke-3. Praktis jadi mangsa empuk bagi sebagian besar orang di Pertemuan Naga Ganda. Sialan benar keberuntungannya. Apa Hui Xiong ini menyelamatkan dunia di kehidupan sebelumnya atau bagaimana?]

Dipenuhi rasa cemburu yang membakar, pemuda itu berjalan masuk ke dalam arena. Dihadapkan dengan senyum dingin Qi Changlong, kenyataan pahit langsung menghantamnya telak.

[Selamat tinggal, nyawa kecilku yang malang.]

Berdiri di sana dengan sekujur tubuh bergetar, Qi Changlong hanya menyunggingkan senyum sinis di wajahnya.

“Mulai!” Sang juri memberi aba-aba.

Pemuda itu menundukkan kepalanya dan merangkapkan tangan. Dahinya berulang kali menyentuh lantai, berharap bisa memgiba sedikit belas kasihan.

Qi Changlong terbahak. Seluruh anggota tim Sekte Demon Scheming bahkan ikut tertawa.

[Sekecil apapun nyalimu, tidak kah punya keberanian untuk menghadapi musuhmu?]

Wajah Tetua Lu berkedut, sementara kubu Sekte Beast Taming merasa sangat malu.

[Senior, kau membuat kami terlihat seperti sekumpulan cacing. Tidak bisakah kau mati dengan sedikit martabat?]

Qi Changlong menyeringai lebih lebar, mengejek, “Penglihatanmu bagus karena bisa mengenali kehebatan. Mengingat keputusan luar biasamu yang tepat ini, aku akan melepaskanmu. Sekarang enyah sana!”

Whoosh~

Jentikan pergelangan tangannya mengirimkan embusan angin yang begitu kuat hingga pemuda itu terlempar keluar arena.

Butuh waktu satu menit penuh baginya untuk menenangkan diri dan meraba sekujur tubuhnya guna memeriksa luka, hanya untuk mendapati tidak ada satu pun yang sakit. Ia hidup dan baik-baik saja!

“Pertandingan pertama dimenangkan oleh Sekte Demon Scheming!” Pengumuman sang juri terdengar bosan melihat jurang perbedaan yang begitu besar di antara kedua sekte. Hal seperti ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah Pertemuan Naga Ganda. Keduanya adalah sekte dari tingkat yang sama, tetapi bagaikan bumi dan langit. Sekte Demon Scheming benar-benar sekumpulan orang aneh.

Pemuda itu mendongak menatap Qi Changlong di atas panggung dan tersenyum lebar tanpa beban, mengucapkan terima kasih seraya membungkuk berkali-kali, “Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak…”

Tanpa diragukan lagi, itu adalah pemandangan paling merendahkan martabat dan menjijikkan. Sikapnya yang menjilat mendatangkan rasa jijik dari setiap orang yang melihatnya, dan Tetua Lu hampir terbakar amarah.

[Dia berhasil keluar hidup-hidup, tapi tanpa menyisakan secuil pun harga diri!]

Lucunya, para murid Sekte Beast Taming justru berbinar-binar penuh harap. [Jadi begitu caranya agar nyawaku selamat. Patut dicoba. Karena kita memang tidak mungkin menang, lebih baik kita keluar dalam keadaan hidup.]

Mengabaikan murid yang menjilat itu, Qi Changlong kembali ke kelompoknya dengan senyum lebar. Itu semua adalah bagian dari rencana utama mereka untuk menjaga agar fisik mereka tetap prima dan sehat. Segala rintihan dan permohonan itu sama sekali tidak berpengaruh apa-apa. Namun, contoh ini justru menanamkan kesan keliru pada yang lain bahwa kelangsungan hidup mereka bergantung pada seberapa hebat mereka menjadi penjilat. Oleh karena itu…

“Pertandingan kedua, para petarung naik ke panggung!” Juri mengumumkan.

Yue Ling bangkit berdiri dan melangkah ke atas panggung. Lawan kedua dari Sekte Beast Taming tampak gemetar sekujur tubuh saat mengambil langkah maju yang terasa lambat dan menyiksa.

“Angkat kepalamu dan jangan berani-beraninya kau melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan si brengsek tadi! Jadilah seorang pria, dan matilah dengan bermartabat!” Hui Xiong melambaikan tinjunya dan meraung kencang ke arah rekan seperguruannya itu. Ia kemudian melirik murid pertama tadi dengan tatapan muak, “Dan kau! Kau adalah pecundang, sebuah kekecewaan besar! Kau baru saja merusak nama sekte kita. Tapi masih punya urat malu untuk kembali?”

Para murid lainnya membalas Hui Xiong dengan tatapan penuh amarah.

[Gampang sekali bicara besar padahal bertarung melawan orang lemah. Kau sama sekali tidak perlu pusing memikirkan risiko. Sementara kami harus menghadapi yang terkuat dari kubu mereka. Kalau kau memang sebegitu beraninya, kenapa tidak kau saja yang maju menghadapi mereka? Kita lihat nanti siapa yang akan memelas!]

Mengabaikan mereka, atau mungkin benar-benar tidak peduli pada tatapan penuh kebencian itu, senyum bengkok Hui Xiong sama sekali tidak memudar dan sikap sok sucinya tidak pernah surut. Ia berdiri sebagai lambang superioritas di atas landasan moralnya yang sesat. Ia adalah benteng pertahanan martabat Sekte Beast Taming, mengibarkan benderanya dengan rasa bangga dan kepahlawanan sementara para pengecut di sekelilingnya berupaya keras menjatuhkannya.

Rekan-rekan sesepeguruannya takut pada kekuatannya dan tidak bisa berbuat apa-apa selain memendam amarah…

Sementara itu, peserta kedua Sekte Beast Taming, yang berada di Tahap Radiant lapisan ke-6, melangkah naik ke atas panggung. Menghadapi Yue Ling yang berada di Tahap Ethereal, ia langsung bercucuran keringat dingin.

Tanpa aba-aba atau basa-basi lagi, pemuda itu langsung berlutut di hadapannya, menghujaninya dengan rintihan memohon, bahkan bertindak lebih menyedihkan dari pemuda sebelumnya.

Tawa pecah begitu ia berlutut, tertawa begitu keras hingga meneteskan air mata kebahagiaan. [Ini bukan lagi sebuah kompetisi, melainkan Sekte Beast Taming yang mendeklarasikan pemujaan mereka pada Sekte Demon Scheming!]

Sekte itu telah kehilangan seluruh martabatnya. Tetua Lu mendidih karena murka. Ini bukan lagi sekadar mempermalukan sekte, melainkan juga warisan dan seluruh pemimpin terhormat di dalamnya.

[Kita semua berasal dari tiga sekte bawah, tetapi kalian berani-beraninya menanggalkan nama sekte tanpa rasa penyesalan sedikit pun. Kalian sudah tidak layak lagi menjadi murid Sekte Beast Taming.]

Siapa peduli? Tentu saja bukan mereka, tidak ketika nyawa mereka sendiri sedang dipertaruhkan.

Semua murid Sekte Beast Taming menyaksikan pemandangan pemujaan yang tersaji di atas panggung itu dengan fokus penuh dan rasa tegang. Kakak seperguruan kesayangan mereka itu akan pulang ke rumah dalam keadaan hidup.

Kali ini, permohonan sang murid sedikit lebih baik tingkatannya. Jika cara itu berhasil, maka Sekte Demon Scheming pasti akan melepaskan mereka semua jika melakukan hal yang sama. Orang-orang yang paling peka terhadap situasi di sekitar mereka tidak lain adalah para murid ini. Mereka harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memohon ketika nyawa mereka menjadi taruhannya.

Menyempitkan matanya, Yue Ling mencibir, “Bagus, bagus sekali, aku paling suka melihat orang yang tahu di mana posisinya. Sekarang enyah sana!”

Dengan cara yang sama, Yue Ling menerbangkan pemuda itu lewat jentikan tangannya, tidak terlalu keras tentunya, karena ia membutuhkan sentuhan yang lebih lembut agar lawannya itu tidak terluka.

Pemuda itu bangkit kembali dari tanah di luar panggung dan bersorak gembira, merasa dirinya baru saja lolos dari cengkeraman maut.

Para murid Sekte Beast Taming langsung berseri-seri, sama bersemangatnya, ikut tertawa bersamanya. Jika ada orang luar yang melihat, mereka pasti mengira sekte itu baru saja memenangkan turnamen.

Pemandangan itu terasa terlalu aneh bagi para penonton untuk dicerna, meski hanya sesaat, sebelum akhirnya mereka turut tertawa terbahak-bahak sesudahnya.

[Target Sekte Beast Taming rendah sekali kali ini. Bisa keluar hidup-hidup saja sudah dianggap sebagai kemenangan besar.]

Mata Tetua Lu mendelik ke atas karena rasa amarah yang teramat sangat. [Bukan cuma Hui Xiong, setiap murid sialan di sini benar-benar tidak berguna.]

Dengan cara seperti ini, Sekte Demon Scheming dan Sekte Beast Taming ‘bertarung’ dalam pertempuran yang gemilang. Para murid Sekte Beast Taming membenturkan kepala mereka ke lantai tanpa terkecuali, sama sekali tidak menginginkan hal lain selain keluar dalam keadaan bernyawa.

Kubu Sekte Demon Scheming sangat menikmati diri mereka yang berada di pusat perhatian, berdiri dengan kepala tegak bagaikan orang-orang budiman yang membagikan sedekah kepada kaum fakir miskin—atau lebih tepatnya, sebuah jentikan jari. Jentikan yang menjanjikan kelangsungan hidup yang panjang, yang segera diikuti oleh ucapan terima kasih tiada henti dari mereka yang diselamatkan.

Perilaku memalukan yang terus-menerus dilakukan oleh para murid kesayangannya dengan penuh semangat itu kian membakar kemarahan Tetua Lu, terbukti dari matanya yang memerah. Pembuluh darahnya nyaris pecah, satu atau dua urat nadinya hampir putus.

Sementara itu, Tetua Yun mulai melihat tanda-tanda kejanggalan. Awalnya, ia ikut mengejek mereka seperti orang-orang lain, tetapi saat ia mengamati Sekte Demon Scheming lebih dekat, ia berseru, “Ini adalah rencana Sekte Demon Scheming…”

Gunakan ← → untuk pindah chapter