Whoosh~
Kilatan cahaya keemasan merobek langit, masing-masing melesat mengarah ke Zhuo Fan. Jika dilihat lebih dekat, cahaya keemasan itu tak lain adalah anak panah berlapis emas.
Anak panah itu menembus awan, melesat dengan kekuatan yang tak terbendung, dan hebatnya lagi, jumlahnya mencapai ratusan.
Di luar nalar bagaimana bisa satu orang menembakkan begitu banyak anak panah sekaligus. Dan itu bukanlah anak panah biasa, melainkan senjata spiritual tingkat 5.
Setiap anak panah mengunci titik-titik vital Zhuo Fan. Bahkan sebelum panah-panah itu tiba, Zhuo Fan sudah merasakan sensasi tubuhnya akan berubah menjadi bantalan jarum.
"Itu adalah jurus pamungkas Serigala Pembelah Langit, Ninth Heaven Impaler?" Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya tipis-tipis lalu mengangguk. "Lumayan, dia memang punya keahlian seorang pemanah dewa hingga mampu melukai Dugu Zhantian."
Ekspresi Touba Lian’er berubah suram. "K-kau tahu Zhe Bie?"
"Tentu saja, aku dengar tentangnya dari Tuan Muda. Dan dia mendengarnya dari saudara-saudara angkatnya, Empat Harimau Tianyu!" Zhuo Fan tersenyum. "Nona Lian’er, jangan mengira hanya kalian saja yang rajin mencari informasi. Pihak kami juga suka bergosip. Tentu saja aku tahu tentang kemampuan luar biasa dari teman kita tercinta ini."
Zhuo Fan mengangkat lengan kanannya ke arah hujan panah yang datang. Lengan itu bersinar merah dan dia menyeringai, "Busur dan anak panahnya boleh sekuat apa pun yang dia mau, tapi mereka tetap tidak akan pernah bisa mengalahkan lengan keramatku!"
Touba Lian’er sadar bahwa pria itu tahu segalanya tentang mereka. Mengejutkannya sekarang adalah hal yang mustahil. Sungguh disayangkan Zhe Bie adalah satu-satunya pengecualian...
"Huh, sombong sekali. Orang-orang tidak hanya berdiam diri, mereka berkembang. Semua yang kau tahu tentang kami sudah kedaluwarsa!" Touba Lian’er mendengus mencemooh, lalu menarik Zha Lahan dan terbang menjauh.
Zhuo Fan tertegun melihat wanita itu menjaga jarak.
Dan saat itulah hal itu terjadi.
Hujan panah yang berkilauan itu terpencar ke segala arah. Mereka mengepung Zhuo Fan dan baru kemudian melesat menyerangnya dari berbagai sisi.
Kini Zhuo Fan tidak memiliki jalan untuk menghindar, karena dia berada di tengah-tengah bola panah yang meledak dari segala penjuru.
Kelemahan apa pun yang dimiliki Zhuo Fan pasti akan diserang secara telak. Kedua tinju buasnya sama sekali tidak akan mampu menangkis setiap inci dari tubuhnya.
Dia benar-benar berada di ambang kematian!
"Ha-ha-ha, lihat bajingan busuk itu, itu adalah jurus pamungkas terbaru Zhe Bie, Thousand Arrow Focal. Ini pertama kalinya dia menggunakannya di medan perang. Coba hadang itu kalau bisa!" Touba Lian’er merasa sangat senang atas malapetaka yang menimpa Zhuo Fan.
Para gadis di bawah sana merasa khawatir setengah mati.
Senyuman di wajah Zhe Bie semakin mengembang.
Dia tahu persis apa yang bisa dilakukan oleh jurus ini. Setiap anak panah adalah senjata spiritual tingkat 5, masing-masing ditembakkan dengan kekuatan penuh dan kini telah mengepung pria itu. Mustahil untuk menghindar atau menangkisnya dengan sempurna. Sekalipun Zhuo Fan selamat, dia akan menderita kesakitan luar biasa.
[Inilah yang dinamakan teknik memanah yang sempurna!]
Zhe Bie merasa takjub dengan apa yang telah berhasil dilakukannya. Menggunakan jurus pamungkas terbarunya pada seorang ahli super seperti Zhuo Fan adalah uji lapangan terbaik.
Zhuo Fan justru tidak terlihat begitu antusias. Dia menghela napas dan menurunkan tangannya. "Beredar kabar bahwa Ninth Heaven Impaler itu luar biasa. Aku tadinya berniat mencobanya untuk melihat seberapa tangguh lenganku ini. Tapi malah terjebak dengan jurus seribu panah antah berantah ini, sungguh membosankan."
Pff!
Zhe Bie hampir saja memuntahkan darah.
Kerja keras dan keringatnya dalam menciptakan jurus pamungkas ini malah mendapat penilaian yang sangat buruk dari Zhuo Fan. Jantungnya tidak sanggup menerimanya.
[Huh, orang bodoh yang sombong, kita lihat saja siapa nanti yang akan menangis!]
Touba Lian’er mendengus sambil menjulurkan kepalanya, menunjukkan reaksi yang sama. "Huh, hentikan sandiwara itu. Kau mungkin kuat, tapi jangankan kau, bahkan monster pun takkan bisa menangkis serangan ini. Kau sudah habislah!"
Anak-anak panah yang berkilauan itu sudah sangat dekat untuk menembus tubuh Zhuo Fan, meskipun pria itu sama sekali tidak peduli. "Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika bahkan ada satu saja anak panah yang menyentuhku, kepalaku adalah milikmu. Jika tidak, aku minta Nona berbaik hati untuk menjelaskan rencana kecilmu itu."
"Baiklah!"
Touba Lian’er tersulut emosi dan langsung menyetujuinya di tempat. Sementara Zha Lahan tampak panik, "Nona muda..."
Lian’er mengibaskannya untuk mengabaikannya. Anak-anak panah yang berkilauan itu kini hanya berjarak satu meter dari Zhuo Fan. Tidak mungkin pria itu bisa lolos, terutama ketika panah-panah itu telah menutup semua jalur pelarian.
Touba Lian’er berpikir taruhan ini sudah pasti dimenangkannya.
Zha Lahan juga mengangguk sambil tersenyum licik dalam hati.
[Anak itu kuat, tapi tidak mungkin bisa menghindari semua itu. Nona Muda akan menang telak!]
Namun, reaksi mereka berikutnya adalah, [Ya Tuhan, bagaimana dia bisa melakukan ini?!]
Zhuo Fan menyipitkan mata, riak jiwa melintas dan dia mendeteksi Zhe Bie yang sedang bersembunyi di balik sebuah pohon berjarak seribu meter.
Zhe Bie juga merasakannya dan tahu bahwa Zhuo Fan telah menemukannya. Meskipun dia tidak merasa takut.
Anak-anak panah itu sudah sangat dekat untuk mengubah Zhuo Fan menjadi bantalan jarum. Dia memiliki hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan daripada sang pemanah.
Di bawah tatapan terkejut dan tidak percaya, Zhuo Fan mengangkat lengan kanannya bagaikan seorang Raja dan menjentikkan jarinya tepat saat anak panah pertama mencapai dadanya, lalu berseru, "Pergi."
Whoosh~
Ratusan anak panah itu menghilang, dan tiba-tiba muncul seribu meter jauhnya, mengarah tepat ke tempat persembunyian Zhe Bie.
"Apa-apaan ini?!"
Zhe Bie sangat ketakutan hingga nyalinya ciut dan kehilangan seluruh wibawanya, kini dia justru dikelilingi oleh serangannya sendiri.
Disusul dengan rentetan ledakan, setiap anak panah menghantam titik-titik terlemah di tubuhnya.
Kilatan cahaya menyambar langit malam silih berganti, berpadu dengan lolongan kesakitan di antara ledakan tersebut. Bisa ditebak, sang pemanah dewa itu sama sekali tidak tahu menahu bagaimana hal sial ini bisa terjadi.
Kelinci percobaan pertama untuk jurus pamungkas terbarunya adalah dirinya sendiri?
Sesuatu yang hangus dan mengepulkan asap jatuh menubruk tanah, berkedut-kedut sesekali, dengan darah yang menyembur dari entah di mana. Semua itu adalah hal kesekian, yang terpenting adalah rintihan tidak jelas yang keluar dari mulutnya, dengan kepanikan yang terpancar jelas di matanya.
Kurang lebih isinya berupa sumpah serapah dan ratapan kesakitan.
Aura keemasan di mata kanan Zhuo Fan mereda dan dia tertawa, "Ha-ha-ha, benar-benar Serigala Pembelah Langit dengan bidikan yang sempurna. Setiap ratusan anak panah itu tepat sasaran. Aku tunduk di hadapan sang master!"
Touba Lian’er dan Zha Lahan ternganga lebar. Pikiran mereka memuntahkan kutukan, umpatan, dan kata-kata kotor jauh lebih cepat daripada lesatan panah pemanah dewa itu.
[Apa... baru saja terjadi? Apa yang dia lakukan? Ya ampun!]
Kepercayaan diri dan kebanggaan di wajah mereka kini telah lenyap. Yang bisa mereka tunjukkan hanyalah rasa takut dan syok.
[Dari mana asal monster ini? Anak-anak panah itu berbalik menyerang pembuatnya sendiri tanpa peringatan sedikit pun. Bagaimana mungkin hal seperti itu bisa terjadi?]
Zhuo Fan tersenyum dengan menyeringai mengerikan. "Nona Lian’er, sepertinya ada pemenang dalam taruhan kecil kita ini. Aku sangat berharap kau menepati janjinya."
Sambil menelan ludah, keduanya mundur menjauhi Zhuo Fan. Menatapnya seolah-olah dia adalah iblis yang dimuntahkan langsung dari neraka.
Zhuo Fan bukan hanya memiliki kekuatan fisik belaka, tapi juga dipersenjatai dengan trik-trik licik.
Kini mereka menyadari betapa benar peringatan Zhuge Changfeng. Pria itu mampu merobek tujuh keluarga bangsawan sendirian sejauh ini pastilah karena alasan yang sangat kuat!
[Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, siapa juga di bumi ini yang berani macam-macam dengan orang aneh ini?]
Mereka bahkan memuji keberanian Regent Estate yang benar-benar bertarung melawan orang ini begitu lama...
"Nona Lian’er, ada dua jenis orang yang paling aku benci. Orang yang terlalu percaya diri, dan para pengecut. Kau sudah memenuhi kategori pertama. Sekarang aku berharap, demi kebaikanmu sendiri, kau tidak membuat kesalahan dengan memenuhi kategori kedua. Jika itu terjadi, aku mungkin benar-benar harus bersikap serius." Zhuo Fan menatap tajam ke arah mereka.
Hati Touba Lian’er terasa ngilu. Zhuo Fan telah merampas seluruh Shaping Spring miliknya di Gunung Raja Buas beserta seluruh bahan-bahan berharga di atasnya, meninggalkannya dalam kesusahan dan tanpa hasil apa pun.
Dan sekarang pria itu masih punya muka untuk mengguruinya soal orang yang mengingkari janji. Pria ini benar-benar bajingan yang menjijikkan.
Zha Lahan berubah wajah menjadi kemerahan, sangat ingin membenamkan kepalanya ke dalam tanah, ke mana saja asal tidak di situ.
Dia adalah prajurit terhebat Quanrong dalam hal kekuatan, membersihkan medan perang bagaikan malaikat maut di hari liburnya. Namun, pejuang yang tak terkalahkan dan penuh kebanggaan ini baru saja maju sesaat untuk membungkam bajingan ranah Mendalam Surga, tapi lihatlah sekarang, Serigala Liar yang sangat dikagumi itu justru diberi pelajaran tentang kerendahan hati. Hatinya yang penuh kebanggaan merasa sangat terpukul hingga sulit berdenyut.
Tapi apa daya, mau bagaimana lagi? Dunia ini berputar berdasarkan kekuatan. Jika pria itu mengalahkanmu dan menyebutmu pecundang, maka itulah kenyataannya. Kau boleh saja menyangkal sepuasmu, tapi sebaiknya kau duduk manis dan terima saja nasibmu!
Jika kau tahu apa yang terbaik untuk dirimu. Atau kau bisa saja mendebatnya. Tapi apakah kepalan tanganmu lebih tangguh? Sepertinya tidak.
Dibandingkan dengan Tianyu yang menjunjung tinggi kebajikan, orang-orang Quanrong sangat memuja kekuatan. Di hadapan kekuatan Zhuo Fan, keduanya bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Setidaknya, anak muda manja pada umumnya akan mencari pelindung saat ini, seperti berteriak 'Ayahku adalah walikota!' atau semacamnya.
Tapi tunggu dulu, orang-orang Quanrong sangat membenci hal semacam itu. Kekalahan tetaplah kekalahan, bagaimanapun caranya. Sampai-sampai mereka bahkan tidak repot-repot meneriakkan fakta bahwa mereka adalah utusan delegasi yang memiliki kekebalan diplomatik.
"Bunuh aku!" Touba Lian’er mendongakkan lehernya, keras kepala bagaikan keledai.
Zhuo Fan menyeringai, jari-jarinya berderak. "Kau yakin ingin mengujiku? Kau mungkin adalah bagian dari delegasi Quanrong, yang menganggap remeh aturan. Tapi saat berhadapan dengan Pelayan Terbaik di Bawah Langit, aku memiliki hak untuk menghakimimu."
Tinju Zhuo Fan memancarkan cahaya merah, niat membunuhnya melonjak drastis ke udara.
Chapter 397 · 6m baca
The Tragic Case of the Divine Archer
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter