The Steward Demonic Emperor - Chapter 386 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 386 · 6m baca

Vile Dragon’s Omen

by Night Owl

Zhuo Fan tidak peduli sama sekali, mengangguk karena insting semata saat ia berjalan menjauh dari sang putri!

Tatapan hampa dan acuh tak acuh itu meredupkan antusiasme sang putri juga, nadanya berubah masam dan ketus, "Yunchang, apa begini caramu mengajari pelayanmu? Dia mirip burung merak yang sombong!"

"Ha-ha-ha, maafkan aku, Kak. Dia memang tidak tahu apa-apa. Abaikan saja dia!" Luo Yunchang menghiburnya, sementara hatinya bersorak gembira.

[Putri ini telah menjebak dirinya sendiri dalam kekecewaan. Zhuo Fan tidak pernah memedulikannya.] Ia sudah punya cukup banyak saingan dan tentu saja tidak butuh tambahan beban lagi...

Luo Yunhai melirik ke arah kedua gadis itu dan berkata dengan santai, "Jika Kak Zhuo bersikap seperti para pelayan keluarga Yu, apa kalian akan merayunya dan mengejarnya sepanjang hari?"

"Hei, siapa yang mengejar siapa di sini? Siapa yang merayu?" seru kedua gadis itu berbarengan.

Luo Yunhai hanya menggelengkan kepala, "Aku yang mengejar dan merayu, benar kan? Kak Zhuo pasti datang untukku, jadi aku pergi dulu."

Luo Yunhai terkekeh dan pergi. Meninggalkan dua gadis dengan wajah memerah, terperangkap dalam keheningan yang canggung.

Pada suatu detik mereka melirik ke arah pintu dengan rasa kagum pada Luo Yunhai.

Anak itu bisa menemui Zhuo Fan kapan saja, sementara mereka harus mencari-cari alasan demi menjaga reputasi mereka yang anggun dan terhormat...

Di taman kompleks, Luo Yunhai dengan sigap menghampiri Zhuo Fan yang sudah menunggu. Zhuo Fan menyeringai pada bocah itu, "Bagus, penglihatanmu semakin tajam. Kau tahu aku datang untukmu."

"Tentu saja. Lagi pula, aku sudah berada di sisi Kak Zhuo begitu lama sampai kita sudah seperti saudara. He-he-he..." Luo Yunhai menggaruk hidungnya.

Zhuo Fan mengangguk, memberi isyarat dengan jarinya, "Kalau begitu, mari kita lihat kemajuanmu."

Seolah ada api yang membakar punggungnya, Luo Yunhai langsung bergerak penuh tekad dan melayangkan pukulan ke arah Zhuo Fan.

Bugh~

Pukulan demi pukulan melesat ke segala arah, penuh tenaga dan kecepatan. Sambil membalas beberapa pukulan, Zhuo Fan juga memberikan petuah.

"Sebuah pertarungan bukan hanya soal kekuatan, tapi juga otak. Carilah celah.

"Jika ada celah, manfaatkan. Jika tidak ada, ciptakan!

"Manfaatkan kelemahan mereka, hindari kelebihan mereka, dan giring mereka ke dalam rasa aman palsu sebelum kau melancarkan perangkapmu untuk menghancurkan mereka..."

Zhuo Fan mengajari Luo Yunhai hingga jauh malam saat bulan telah tinggi dan bintang-bintang bersinar.

Bagi Zhuo Fan, itu hanyalah pemanasan ringan. Sementara Luo Yunhai, seorang kultivator tingkat Pemurnian Tulang, yang harus menghadapi monster seperti itu, kini terkapar di tanah sambil terengah-engah.

Ia kehabisan tenaga, bagaikan katak yang mendengkur di napas terakhirnya.

"Kak Zhuo, kau rupanya cukup senggang hari ini sampai bisa mengajariku selama ini," seru Luo Yunhai, basah kuyup oleh keringat.

Zhuo Fan menghela napas menatap langit berbintang, "Tiga tahun. Baru satu tahun berlalu dan jalan buntu sudah mulai bergejolak. Kau akan kesulitan mencari waktu tenang seperti ini setelahnya, ha-ha-ha..."

Zhuo Fan menggelengkan kepala, menepuk kepala Luo Yunhai sebelum berjalan menuju kamarnya. Memikirkan tentang kemungkinan harus pergi lagi dalam waktu dekat membuatnya merasa suram.

Luo Yunhai menatap punggung yang penuh kebanggaan itu. Ia merasakan sesuatu lalu bangkit untuk mencari Luo Yunchang...

Kriek~

Zhuo Fan membuka pintu kamarnya dan menghela napas.

Ia mengerutkan kening, mencium bau yang tidak beres di kamarnya. Sambil mengamati ruangan, pandangannya tertuju ke tempat tidur, tempat sesuatu sedang menggeliat di balik selimut.

"Siapa di sana?" ujar Zhuo Fan.

Benda yang menggeliat itu semakin bergerak aktif.

Zhuo Fan menyibakkan selimutnya, tetapi sosok yang menggeliat di bawahnya itu berhasil membuatnya tertegun tanpa kata.

Kulit mulus dari tubuh yang padat, hanya dibalut kain sutra merah tipis yang seolah bisa terbang tersapu angin sepoi-sepoi, terpampang begitu saja di hadapannya.

Pemilik karya seni yang memukau itu memejamkan mata rapat-rapat dan menggertakkan giginya sementara ia bergidik dan menangis dalam diam...

"Nona... Shuang'er?" Sambil berkedip, Zhuo Fan menelan ludah dengan susah payah, "Apa yang kau lakukan di tempat tidurku? Penampilanmu bahkan tidak karuan seperti ini..."

Suaranya melemah, matanya yang jelalatan terpaku menatap pemandangan indah di depannya.

Yun Shuang semakin tersipu malu dan berteriak, "Bukankah ini yang diinginkan oleh sesosok buas sepertimu? Aku hanya berharap kau akan menepati janjimu setelah kau melampiaskan keinginanmu pada tubuhku!"

"Eh... Shuang'er, kurasa kau sedikit salah paham. Kapan aku meminta hal seperti ini darimu?" Otak Zhuo Fan mendadak tumpul, meski matanya yang licik tidak pernah berhenti menikmati pemandangan itu.

Yun Shuang merasa sangat dipermalukan.

[Beginikah cara dia bersikap? Dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya dan sekarang berlagak menjadi pria Budiman?] Seolah-olah dialah yang salah karena mendatangi ranjang pria itu, sementara pria itu tampak begitu polos.

Yun Shuang membentak, "Zhuo Fan, apa kau sedang mempermainkanku? Kau jelas-jelas mengatakan ingin aku bersamamu dan sekarang kau mengingkarinya? Apa maksud dari semua ini?"

Zhuo Fan akhirnya paham dan melambaikan kedua tangannya, "Kesalahpahaman besar. Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin kau berada di pihakku, meneropong takdir, menjadi penasihatku dan tidak menceramahiku tentang pentingnya memiliki hati nurani atau menjadi orang suci. Hanya itu. Tapi kalau kau langsung mengambil kesimpulan bahwa aku ingin kau membuat pengorbanan semacam ini... Aku... aku... Tadi aku mau ngomong apa ya? Sampai mana tadi?"

Zhuo Fan menggaruk kepalanya.

Yun Shuang membuka matanya lebar-lebar, membenamkan wajahnya lebih dalam karena rasa malu yang luar biasa lalu menangis.

Pikirannya langsung menarik kesimpulan yang salah, membuatnya melakukan tindakan yang begitu memalukan.

Zhuo Fan menjadi panik. Sifat tenangnya yang biasa mendadak hilang, bingung harus berbuat apa menghadapi wanita yang sedang menangis. Ia pun mengambil pakaiannya dan menutupi sosok bertubuh ramping itu.

Sebuah dentuman keras tiba-tiba membuka pintu kamarnya dan segerombolan orang menyerbu masuk dengan Luo Yunhai di barisan depan, tertawa, "Kak Zhuo, aku dan Kakak tadi bicara pada Kapten Pang dan dengar hari ini hari ulang tahunmu. Ayo, mari kita pergi ke pesta..."

Mata Luo Yunhai mendarat di atas ranjang, ia terkekeh canggung dan menggaruk kepalanya, "Eh, kelihatannya kau sudah bersenang-senang sendiri ya. Kalau begitu kami tidak akan mengganggumu, he-he-he... Silakan dilanjut..."

"Apa maksudnya tidak mengganggu? Zhuo Fan, jelaskan!" Luo Yunchang berubah dari gembira menjadi marah dalam sekejap mata setelah melihat ke arah ranjang, menunjuk ke arah sosok yang menggeliat di balik pakaian Zhuo Fan, "Siapa dia? Dari mana dia berasal?"

Mencuri pandang pada kulit putih mulus dari kaki yang tersingkap, Luo Yunchang merasa sangat murka.

[Pria tidak peka ini setidaknya punya selera yang bagus. Gadis di bawah sana pasti mirip boneka!]

Zhuo Fan mengangkat bahu, tidak ada penjelasan yang terlintas di kepalanya, "Ehm, bisakah kalian keluar dulu sebentar?"

"Hi-hi-hi, mana bisa begitu? Ini tontonan berkualitas tinggi, membasah basah... maksudku, mendapati Pelayan Zhuo sedang beraksi. Kita harus membuatnya berkesan!" Iblis Licik selalu mencari kesempatan dalam kesusahan.

Iblis Kekerasan lantas menjitak kepalanya, "Omong kosong! Pelayan Zhuo adalah pria idaman yang sempurna, lajang pula. Dia tangkapan sempurna yang bakal membuat wanita mana pun pingsan karena terpesona."

Para iblis cebol lainnya mengangguk-angguk setuju.

Wajah Zhuo Fan menggelap, menatap tajam ke arah keempat orang itu, [Keparat-keparat ini malah memperburuk keadaan.]

Satu-satunya pembuat masalah sejati di sini sebenarnya adalah sang putri. Yang lain, entah bagaimana caranya, masih tahu cara menyelamatkan mukanya, hanya sekadar melontarkan komentar usil.

Sementara sang putri melangkah maju dua langkah dan menyambar baju penutup itu, "Mari kita lihat siapa kau dan apakah kau layak untuk pelayan agung kita, Zhuo Fan."

Yun Shuang meringkuk sambil menangis, tindakan itu membuatnya diliputi rasa malu yang luar biasa karena terlihat dalam kondisi seperti itu.

Mata kanan Zhuo Fan memancarkan kilau keemasan.

Mata Dewa Hampa tingkat 1, Berpindah!

Yun Shuang dan Zhuo Fan lenyap sedetik kemudian, meninggalkan para penonton yang kebingungan sambil menghela napas.

[Mereka kabur. Harus diakui, trik Zhuo Fan memang sangat berguna dalam situasi seperti ini.]

Luo Yunhai tidak bisa berhenti tertawa dalam hati. Ia sengaja mengumpulkan semua orang untuk meredakan kesepian Zhuo Fan. Kalau tidak, adegan klasik ini tidak akan pernah terjadi.

Namun satu hal yang pasti, mereka tidak pernah tahu siapa sebenarnya sosok yang berada di balik pakaian itu.

Di sebuah hutan yang gelap gulita, Zhuo Fan berdiri di sebuah tanah lapang sambil menatap langit malam yang luas. Suara gemerisik terdengar dan Yun Shuang yang telah berpakaian rapi keluar dari balik pepohonan.

Wajahnya masih merona merah, benar-benar panas membara setiap kali ia melirik ke arah pria itu.

Zhuo Fan hanya menatap langit malam, bersikap dingin padanya.

"Seperti yang kubilang, aku butuh dukungan mutlak darimu. Kita adalah satu tim, kau adalah salah satu orangku. Urusan kakekmu adalah urusanku. Atau kepindahan klan Yun ke Kota Windgaze akan jauh lebih sulit. Aku mengagumi integritas kakekmu. Sekarang lupakan urusan di ibu kota. Mereka sudah bukan lagi urusanmu," nada dingin Zhuo Fan terdengar.

Yun Shuang menatap sosok tinggi besar itu, tegap dan berwibawa, lalu mulai merasa tenang. Ia mendongak menatap langit dan berkata, "Naga Jahat akan datang!"

"Naga Jahat?"

Zhuo Fan merenung, [Aku ingat Yun Xuanji memberitahuku tentang hal ini... mereka adalah bangsa Quanrong. Apa bangsa Quanrong sedang menyerang?]

Zhuo Fan tertawa dalam hati dan mengangguk, "Bagus, kau sekarang resmi berada di pihakku!"

Yun Shuang tersenyum dan mengangguk.

Gunakan ← → untuk pindah chapter