The Steward Demonic Emperor - Chapter 374 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 374 · 6m baca

Fated Marriage

by Night Owl

Melihat si gemuk dan Yongning, Zhuo Fan tertawa, "Baiklah, kurasa aku bisa mengampuni anak itu demi kalian. Tapi camkan ini, kalian berdua masing-masing berhutang satu budi padaku. Dan cepat atau lambat, kalian harus membayarnya!"

"Eh, Saudara, kami hanya punya satu Kakak Kedua. Biarkan dia pergi dan tentu saja kami akan berhutang budi padamu, tapi untuk apa kau meminta budi dari kami berdua?" Wajah si gemuk menjadi gelap.

Alis Zhuo Fan terangkat sambil terkekeh, "Bukannya salahku karena kalian berdua memohon agar aku melepaskannya. Itu berarti dua hutang budi. Saat waktunya tiba dan aku membutuhkan kalian, sebaiknya kalian menepatinya!"

[Sialan, si lintah darat!]

Itulah pemikiran seragam di benak semua orang. Namun semakin mereka melihat pangeran kedua yang terancam nyawanya di cengkeraman Zhuo Fan, semakin mereka terpaksa mengangguk.

Zhuo Fan tertawa dan melepaskan tawanannya. Ia mendatangi Yun Shuang dan berkata kepada si gemuk, "Kita akhiri sampai di sini. Saat aku butuh sesuatu, aku pasti akan mampir. Sampai jumpa!"

Lalu ia pergi bersama Yun Shuang.

Putri Yongning bergegas menahan Yun Shuang, "Aku dan Shuang'er sudah seperti saudari sendiri dan ingin berkumpul setelah lama tidak bersiap. Maksudku, Shuang'er pasti masih gemetar karena ketakutan luar biasa itu dan sebagai saudarinya, sudah menjadi kewajibanku untuk menjaganya. Kakak Ketiga, jalanlah duluan tanpa aku."

"Yongning, aku tidak benar-benar..." Yun Shuang menjelaskan, namun Yongning memberinya sebuah tatapan.

Zhuo Fan mendengus, "Putri Yongning, Shuang'er adalah seorang ahli Alam Surga Mendalam, sementara kultivasimu jauh di bawahnya. Untuk apa dia membutuhkanmu?"

"Huh, kalau begitu bagaimana dengan ini? Ketika seorang gadis menderita trauma yang menghancurkan, itu tidak ada hubungannya dengan tingkat kultivasi seseorang. Apa yang kalian para pria tahu?" Alis Yongning terus bergerak-gerak saat ia mengejek Zhuo Fan.

Si gemuk mengerutkan kening, "Yongning, cukup. Kau pikir aku tidak tahu apa niatmu? Kau sedang berusaha keluar dari masa kurunganmu. Bahkan jika kau pergi bersama Nona Yun Shuang ke Parish, Ayah Kekaisaran akan menyuruh seseorang menyeretmu kembali."

"Oh, si gemuk, kau salah paham tentang sesuatu. Nona Yun Shuang datang ke Kediaman Kemakmuran untuk bergabung dengan Klan Luo dan tidak akan kembali ke Parish."

[Apa?!]

Keduanya tersentak kaget, lalu menatap Yun Shuang.

Dia adalah Gadis Suci Parish, pewaris berikutnya untuk posisi Kepala Klan. [Lalu mengapa Pemimpin Tetua mengirimnya pergi kepada orang lain?]

Mata Yun Shuang memerah dan ia mengangguk, "Kakek menjadikanku pelayan Pelayan Zhuo dan mengurus segala kebutuhannya..."

[Apa? Kebutuhan?!]

Mata si gemuk membara dengan amarah yang bahkan tidak bisa disulut oleh penderitaan sang pangeran kedua, "Zhuo Fan, kau beast yang menjijikan. Aku tadinya berpikir kau hanya bajingan sebesar 90%, tapi sekarang aku melihat kau sanggup berbuat serendah itu sampai-sampai memaksakan kehendakmu pada gadis-gadis yang tidak bersalah! Katakan, bagaimana caramu memeras Pemimpin Tetua hingga membuat keputusan yang begitu memalukan?!"

Putri Yongning memelototi Zhuo Fan dan berdiri di depan Yun Shuang, berbisik, "Shuang'er, jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan iblis keji ini menancapkan kuku-kukunya padamu."

Zhuo Fan melirik keduanya dan mengangkat bahu.

Yun Shuang melambaikan tangannya dengan panik, wajahnya memerah padam, "Kalian semua salah paham. Keadaannya tidak seperti itu sama sekali. Kakek menganggap Pelayan Zhuo terlalu jahat dan ingin aku membimbingnya. Itulah sebabnya..."

"Oh, begitu rupanya!"

Kedua anggota keluarga kekaisaran itu akhirnya melihat titik terang. Si gemuk hanya menatap Zhuo Fan lama sekali dan menghela napas, "Nona Yun Shuang, klanmu berjuang untuk kesejahteraan rakyat, yang sangat kuagumi, namun aku harus menekankan satu hal penting. Orang ini, atau apapun sebutanmu padanya, tidak hanya memiliki kecenderungan jahat, tapi ia adalah kejahatan murni yang tidak tercampur, sesosok iblis. Benih busuk, menjijikan, dan keji yang bahkan dimuntahkan oleh neraka..."

"Hei, hei, bukankah tadinya aku hanya 90% jahat? Bagaimana aku bisa menjadi kejahatan murni? Aku tidak pernah memaksa seorang wanita seumur hidupku, kan?" Zhuo Fan memutar bola matanya.

Si gemuk mengejek, "Memangnya itu ada artinya? Dengan reputasimu yang buruk, tindakan seperti itu sudah menjadi sifat kedua bagimu."

"Kau ada benarnya juga." Zhuo Fan mengangguk sambil merenung.

Pff!

Gadis-gadis itu terkikik di dekat Zhuo Fan. Saat Zhuo Fan tidak mengamuk, ia sebenarnya adalah manusia yang cukup menyenangkan. Ia tidak ambil pusing dengan hal-hal sepele, juga tidak kaku. Sangat menyegarkan dibandingkan dengan para bangsawan sok suci itu.

Orang bahkan bisa bilang bahwa dia berada jauh di atas para pejabat yang merasa paling benar sendiri.

Tentu saja, itu berlaku di luar saat ia sedang membunuh dan menebar kekacauan...

"Bagaimanapun juga, mengubahnya sama sulitnya dengan memindahkan gunung. Tidak ikut terkontaminasi di sepanjang jalan saja sudah merupakan sebuah keajaiban!" Si gemuk menghela napas, "Nona muda Klan Luo dulunya sangat baik dan sopan. Tapi sekarang kudengar dia telah terlatih, licik, dan cerdik!"

"Justru itu alasan yang lebih kuat bagiku untuk tetap bersama Shuang'er, agar dia tidak disesatkan!" Yongning menemukan alasan yang bagus untuk sekali ini.

Si gemuk menggelengkan kepalanya, "Terserah apa katamu. Tapi jangan harap aku yang akan disalahkan ketika Ayah Kekaisaran mendengar tentang ini."

Yongning terkikik dan memeluk erat Shuang'er. Bahkan menciumnya.

Zhuo Fan juga tidak membantah, pergi dengan membungkuk hormat kepada si gemuk. Adapun si gemuk, ia harus tinggal untuk membereskan semua kekacauan ini dan menenangkan sang pangeran kedua yang mengalami trauma.

Namun si gemuk tetap peduli pada adiknya, tidak lupa memberikan beberapa peringatan keras kepada Zhuo Fan.

Zhuo Fan tentu saja menyambutnya dengan tangan terbuka. [Siapa tahu, anak kesayangan kaisar ini mungkin masih ada gunanya nanti.]

Di setiap detik dan setiap jam, satu-satunya hal yang ada di pikiran Zhuo Fan adalah rencana besar secara keseluruhan. Bahkan saat menghancurkan pangeran kedua, ia tetap tahu kapan harus berhenti, agar belum memusuhi keluarga kekaisaran.

Namun membiarkannya lolos begitu saja juga bukan pilihan.

Setiap kata yang diucapkannya kepada pangeran kedua dirangkai dengan indah, menyiratkan makna yang jauh melampaui sekadar celaan. Pangeran kedua kini tahu bahwa dirinya tidak cocok untuk menduduki singgasana. Dan di saat keputusasaannya itu, Zhuo Fan memberinya dorongan yang kuat.

[Bunyikan yang lain dan kau akan menjadi pewaris sejati!]

Keluarga kekaisaran sedang mendidih di dalam dan yang harus ia lakukan hanyalah menjadi pemancing yang sabar. Dalam rencana tiga pihak itu, semua orang ingin keluar dari jalan buntu, tetapi tidak ada yang mau mengambil risiko.

[Itu hanya menyisakan satu cara, yaitu memaksa mereka untuk maju!]

Kaisar mengangkat klan Luo dengan tujuan yang sama di dalam pikirannya. Dan Zhuo Fan memprovokasi pangeran kedua untuk hal yang sama pula.

[Aku hanya penasaran apakah si gemuk menyadari semuanya karena dia menghentikanku memberikan 'nasihat' lebih lanjut kepada pangeran kedua. Meskipun itu tidak membuat banyak perbedaan. Benih perebutan kekuasaan telah bersemi di dalam hati pangeran kedua.]

Melirik ke arah pangeran kedua yang tertegun berbaring di atas pasir, Zhuo Fan menyunggingkan senyum lalu berjalan pergi bersama kedua gadis itu.

Si gemuk beralih menatap dari Zhuo Fan ke saudara kedua dan menghela napas...

Satu jam kemudian, Zhuo Fan tiba di Kediaman Penguasa Kemakmuran. Seluruh Klan Luo merasa kagum setelah penjelasan singkatnya mengenai fakta-fakta yang terjadi.

Zhuo Fan pergi berjalan-jalan ke Parish, namun kembali bukan hanya dengan Gadis Suci yang agung, melainkan seorang putri.

"Nona muda, tempatkan mereka dengan baik. Aku akan berada di dalam pengasingan selama tiga hari." Kata Zhuo Fan kepada Luo Yunchang lalu berjalan ke bagian belakang.

Luo Yunchang mengangguk dan mengantar para tamu ke kamar mereka. Di tengah jalan, ia menoleh dengan tatapan penuh harap kepada Yun Shuang, "Nona Shuang'er, apakah kau benar-benar bisa membaca takdir?"

"En." Yun Shuang mengangguk, merasa penasaran di dalam hatinya.

[Ke mana arah pembicaraan Nona muda ini? Apakah dia juga ingin tahu apakah Klan Luo layak memegang kekuasaan?]

Dugaannya meleset jauh. Luo Yunchang tersipu malu saat berkata, "Uhm, Nona Shuang'er, bisakah kau menerawang takdir pernikahanku?"

"Ah?"

Yun Shuang tertegun, lalu menghela napas. [Hati seorang gadis memang tidak sama dengan pria.] Ia tersenyum, "Tentu saja."

Luo Yunchang tertawa, "Tolong beritahu aku kapan pernikahanku akan tiba."

Yun Shuang mengangguk dan matanya berubah menjadi pusaran hitam yang menghisap. Begitu ia kembali dari penerawangannya, "Aneh, pernikahanmu seharusnya sudah lama berlalu. Bukan berarti buruk, tapi kutemukan bahwa pernikahan itu terputus di suatu titik waktu. Mungkin..."

Matanya bersinar sesaat, lalu ia menggelengkan kepalanya, "Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melihat pernikahanmu."

"Kenapa?" seru Luo Yunchang.

Yun Shuang menghela napas, "Karena Pelayan Zhuo. Pernikahanmu seharusnya terjadi delapan tahun lalu. Tapi Pelayan Zhuo, yang berada di luar takdir, telah mengubahnya, mengubah takdir pernikahanmu. Hal ini membuat takdirmu saat ini menjadi kacau dan aku tidak bisa lagi melihatnya."

"Maksudmu... dialah yang memutus takdir pernikahanku. Berarti dia harus bertanggung jawab, kan?" Mata Luo Yunchang bersinar gembira.

Yun Shuang terkejut, lalu mengangguk, "Bisa dibilang begitu... dia memang memiliki sedikit andil."

"Baguslah! Terima kasih, Nona Yun Shuang!" Luo Yunchang tidak pernah merasa sebahagia ini.

Yun Shuang merasa kebingungan. Yongning di sampingnya menggelengkan kepala dan berkata, "Shuang'er, bagaimana dengan takdirku?"

Sementara itu, di dalam sel yang gelap dan lembap, seorang lelaki tua berambut abu-abu dan berlumuran darah dipaku ke sebuah tiang. Tulang belikatnya telah tertusuk, kultivasinya telah dilenyapkan, dan ia berada di ambang napas terakhirnya.

Dia adalah Pemimpin Tetua Parish, Yun Xuanji.

Ia dikelilingi oleh kegelapan.

"Pemimpin Tetua, kau sudah melewati batas!"

Sebuah suara tua dan familier terdengar dari balik tirai. Pemimpin Tetua itu tertawa lemah, "Klan Yun selalu berjuang demi rakyat. Kami tidak pernah melewati batas, tidak sepertimu..."

"Apakah kau membicarakan hal itu kepada siapa pun, termasuk Zhuo Fan?" Suara itu berubah dingin.

Pemimpin Tetua menggelengkan kepala, "Masalah itu terlalu berbahaya dan tidak boleh disebarkan. Aku tidak akan pernah mencelakai rakyat jelasa!"

"Bagus sekali!"

Whoosh!

Sebuah rantai melesat dari balik tirai dan menembus jantung Pemimpin Tetua. Pemimpin Tetua itu bergetar dan kepalanya terkulai lemas.

"Ha-ha-ha, karena dia tidak membicarakannya, permainan ini masih berlanjut..."

Tawa dingin dan menyeramkan itu kembali terdengar...

Gunakan ← → untuk pindah chapter