Setelah enam jam, Qiu Yanhai dan Xue Qingjian membuka mata mereka, luka-luka mereka sebagian besar telah pulih. Xue Qingjian kembali ke wujud mudanya, disambut oleh Zhuo Fan dan Li Jingtian yang tersenyum lebar di sisi mereka.
Begitu pasangan itu bangkit, Zhuo Fan mendekati mereka dengan tawa ramah, "Kurasa aku harus mengucapkan selamat atas pemulihan kalian. Sekarang, mari kita semua kembali ke klan."
Bergidik ngeri, keduanya mundur terhuyung-huyung karena ketakutan.
"Eh, jangan menatapku seolah aku ini musuh kalian. Kita sekarang berada di pihak yang sama, bukan?" Zhuo Fan mengangkat bahu dan tersenyum pada Xue Qingjian, "Kakak, apakah kau sudah lupa betapa dekatnya kita sebagai 'saudara'?"
Menelan ludah dengan susah payah, Xue Qingjian berlari bersembunyi di belakang Qiu Yanhai, seperti tikus yang takut pada kucing. Namun, sorot matanya menyiratkan kebencian yang mendalam yang tertutup oleh rasa takut yang luar biasa.
Menatap tajam ke arahnya, Xue Qingjian mendesis, "Siapa kakakmu? Aku pasti sudah buta karena tidak menyadari kalau ada iblis di dalam dirimu!"
Benar juga, tadinya ia mengira Zhuo Fan hanyalah seorang anak polos yang baru mengenal dunia. Siapa sangka bocah ingusan ini ternyata adalah dalang di balik Mbah Sendok Gila yang terkenal itu.
Ia sama sekali tidak punya hati nurani dan memiliki rencana licik yang bahkan mampu membuat pasangan monster terkenal ini menggigil ketakutan! Yang benar saja, mana ada adik laki-laki seperti itu? Lebih mirip iblis dari neraka.
Xue Qingjian sangat menyesal karena sempat tertipu oleh senyuman manis dan omong kosong Zhuo Fan. Ia sangat ingin mencungkil mata pemuda itu dan menghancurkannya berkeping-keping!
Zhuo Fan mulai merasa jengkel. Qiu Yanhai melihat suasana hati pemuda itu memburuk dan buru-buru membujuk, "Steward Zhuo, mohon tenangkan diri Anda. Istri tua saya sedang mengoceh tidak jelas. Jangan dihiraukan!"
"Sudahlah, nyawa kalian toh ada di tanganku. Terserah kalian mau bersikap bagaimana padaku. Sekarang karena kalian sudah menjadi tetua Klan Luo, saatnya kita berangkat!"
Zhuo Fan mengabaikan mereka, lalu mengembangkan Sayap Petirnya dan membubung ke udara.
Melihat iblis itu terbang menjauh, pasangan tersebut bisa bernapas sedikit lebih lega, tetapi raut wajah mereka tampak seperti hendak menangis.
Mereka yang hidup bebas di pegunungan, mereka yang bahkan mampu menangkis ancaman dari Regent Estate, bagaimana bisa jatuh begitu rendah di tangan seorang bocah kemarin sore?
Mereka benar-benar tidak habis pikir...
Li Jingtian berjalan menghampiri mereka dan mengejek, "Bukankah kalian dulu menertawakanku karena tidak punya nyali, Orang Tua? Nah, ke mana nyali kalian sekarang?"
Sambil tersenyum lesu, Qiu Yanhai menggelengkan kepala dan menghela napas, "Aku yang salah sebelumnya. Aku tidak menyangka kau begitu kuat!"
"Ha-ha-ha, asal kau tahu saja!" kata Li Jingtian. "Tapi aku adalah pria dengan tekad baja, dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali Cacing Darah. Lagipula, orang-orang yang pernah kuikuti bukanlah orang sembarangan! Cobalah untuk melihat melampaui penampilan muda Steward Zhuo. Ia melakukan segalanya dengan tenang dan presisi. Taktik kejam adalah alat bagi orang yang kuat. Kalian tidak akan rugi jika mengikutinya!"
Keduanya mengangguk setelah terdiam cukup lama.
"Dan karena kita akan bekerja sama di masa depan, aku akan memberitahu kalian hal-hal dasar untuk bertahan hidup di Klan Luo!" Li Jingtian berbisik setelah memastikan Zhuo Fan sudah cukup jauh.
Pasangan itu memasang telinga baik-baik, "Tolong beri tahu kami, Saudara Li!"
"Kecuali Steward Zhuo, siapa pun di Klan Luo adalah orang baik untuk didekati, terutama Nona Muda kita. Kalian wajib merebut hatinya. Steward Zhuo mungkin terlihat arogan dan memandang rendah segalanya, tapi ia sangat setia pada Klan Luo. Seringkali ia akan mendengarkan perkataan Nona Muda. Jadi, jika kalian suatu saat membuat kesalahan dan membuatnya marah, larilah pada Nona Muda dan minta ia membela kalian. Itu akan membuat kalian lolos dari hukuman hampir sepenuhnya!" Li Jingtian menepuk bahu Qiu Yanhai sambil memberikan tatapan serius pada keduanya.
Keduanya merasa sangat berterima kasih lalu menangkupkan tangan, "Terima kasih, Saudara Li!"
"Bukan apa-apa. Kita semua berada di perahu yang sama, tidak perlu sungkan. Ha-ha-ha..." Li Jingtian melambaikan tangan.
Apakah ia benar-benar peduli? Tentu saja tidak. Pasangan itu tadinya tidak tahu apa-apa tentang urusan Klan Luo, tetapi toh mereka pasti akan mengetahuinya sendiri dalam tiga hari pertama.
Ia sengaja memberi tahu mereka lebih awal karena kebaikan ini tidak memerlukan modal dan ia tidak melihat alasan untuk melewatkan kesempatan agar mereka berutang budi padanya.
[Sejak kapan aku berubah menjadi pria licik seperti ini?]
Ia menghela napas dan tiba-tiba menggaruk kepalanya, [Kurasa lingkunganlah yang mengubah seseorang...]
Di gerbang ibu kota kekaisaran, Marsekal Dugu sedang menunggangi kuda besarnya dan memasuki kota bersama kelima anak angkatnya. Pasukan yang berjumlah satu juta prajurit itu berkemah sepuluh mil di luar kota.
Keluarnya titah kepulangan Dugu Zhantian, pilar kedua dari Empat Pilar Kekaisaran, langsung menjadi buah bibir di kalangan warga!
"Yang Mulia, Marsekal Dugu memohon audiensi!"
"Silakan masuk!"
Di istana emas ibu kota, sang kaisar sedang duduk di singgasana yang megah. Di sebelah kanannya adalah Tuan Sima, orang yang sering menemaninya bermain catur.
Dugu Zhantian melangkah masuk dengan mantap lalu membungkuk, "Dugu Zhantian menghadap Yang Mulia. Semoga Anda dikaruniai umur panjang dan kemakmuran!"
"Ha-ha-ha, Marsekal Dugu datang dari tempat yang jauh. Anda pasti lelah, silakan duduk!" Sambil terkekeh, kaisar berjalan menghampiri Dugu Zhantian dan menuntunnya ke sebuah kursi.
Siapa pun akan merasa sangat berterima kasih dan tersanjung. Namun, bagi Dugu Zhantian, itu adalah hal yang wajar. Bagaimanapun, ia adalah salah satu pilar kekaisaran. Bukankah pria sepertinya pantas menerima setidaknya sambutan seperti ini dari kaisar?
"Marsekal Dugu, bagaimana situasi di Kota Windgaze?" Dugu Zhantian baru saja duduk ketika kaisar langsung melontarkan pertanyaan.
Dugu Zhantian menghela napas, "Situasinya cukup memprihatinkan, Sayang sekali. Saya bergegas untuk memberikan bantuan sesuai titah kekaisaran, tetapi saya datang terlambat. Kota Windgaze telah menjadi medan pertempuran hebat, di mana Klan Luo kehilangan seratus ribu prajurit..."
Puk!
Mendengar Dugu Zhantian berbicara dengan nada begitu serius, hati sang kaisar mencelos. Namun, begitu ia mendengar tentang 'kehilangan' Klan Luo, kaisar langsung menyemburkan darah.
"Marsekal Dugu, bagaimana mungkin klan kelas tiga seperti Klan Luo memiliki seratus ribu prajurit?" seru kaisar, lalu mengumpat dalam hati, [Bahkan aku yang jarang keluar istana tahu betul hal itu. Bagaimana bisa kau sama sekali tidak punya akal sehat!], "Marsekal, apakah kau melihatnya sendiri?"
"Ehm, sebenarnya tidak. Tapi saat steward Klan Luo melaporkannya, saya juga merasa itu agak janggal..."
"Steward itu adalah Zhuo Fan!" Wajah kaisar berkedut. [Tentu saja itu ulah dia lagi. Bocah itu memang sumber masalah. Mengabaikan jumlah korban sebanyak itu seolah-olah itu hal sepele.]
Dugu Zhantian mengangguk, "Yang Mulia sangat bijaksana. Memang benar Steward Zhuo yang memberi tahu saya tentang korban jiwa di Klan Luo. Awalnya saya juga agak skeptis mempercayai ocehan sembrono pria itu. Bagaimana mungkin klan kecil memiliki begitu banyak orang? Bahkan ketujuh keluarga bangsawan pun tidak memiliki sebanyak itu. Tapi kerugian Klan Luo dalam pertempuran itu memang besar, bahkan Kepala Klan mereka gugur!"
Kaisar memegang kepalanya dan menghela napas, "Marsekal, Kepala Klan Luo sudah meninggal hampir tiga tahun yang lalu..."
"Apa?!" Dugu Zhantian terkejut, lalu wajahnya berubah merah padam. [Sialan, bocah-bocah keparat itu telah mempermainkanku! Tapi itu bukan masalah utamanya. Masalahnya adalah mereka telah membuatku menjadi bahan tertawaan di hadapan kaisar.]
[Zhuo Fan, Yunhai, aku pasti akan membalas perbuatan kalian!] Dugu Zhantian mengatupkan giginya erat-erat.
Kaisar menggelengkan kepalanya, menyadari bahwa jenderalnya itu telah ditipu. "Sudahlah. Tolong ceritakan apa saja yang kau ketahui tentang Klan Luo, Marsekal."
Dugu Zhantian tertegun, lalu menundukkan kepalanya karena malu.
Sejak ia menginjakkan kaki di Klan Luo, semua informasi yang didapatkannya hanya berasal dari mulut Zhuo Fan, sehingga ia sama sekali tidak sempat melakukan penyelidikan sendiri. Dan sekarang, setelah dilaporkan, perkataan Zhuo Fan sama sekali tidak terlihat benar. Ia menyadari bahwa dirinya hampir tidak tahu apa-apa tentang Klan Luo!
Melihat situasi pelik itu, kaisar tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. [Untuk apa sebenarnya kau pergi ke Kota Windgaze? Apakah kau juga selalu lalai dalam mengumpulkan informasi tentang musuhmu?]
"Sudahlah!" Kaisar menghela napas, "Apakah Luo Yunhai dan Luo Yunchang dari Klan Luo baik-baik saja?"
"Ehm, mereka baik-baik saja!" jawab Dugu Zhantian.
"Lalu bagaimana dengan Kapten Pang Yi, tetua mereka Lei Yuntian dan anak angkatnya Lei Yuting..."
Dugu Zhantian mulai menjawab semua pertanyaan kaisar mengenai para petinggi Klan Luo. Pada akhirnya kaisar mengangguk, "Karena mereka baik-baik saja, berarti Klan Luo tidak mengalami kerugian apa pun! Tapi klan ini benar-benar luar biasa, masih bisa berdiri tegak meskipun terus diawasi oleh Regent Estate dan Lembah Neraka!"
"Ehm, Yang Mulia, di luar Gunung Blackwind tempat Klan Luo bermarkas, terdapat empat susunan formasi tingkat 5 yang dipasang oleh Kepala Klan mereka. Orang kuat biasa akan kesulitan untuk menyusup masuk!" tambah Dugu Zhantian.
Kaisar mengangkat alisnya, lalu melirik Tuan Sima dengan tatapan terkejut, "Bocah bernama Zhuo Fan ini semakin lama semakin mengesankan. Kudengar ia bisa memasang formasi, tapi aku tidak pernah membayangkan ia mampu memasang empat formasi tingkat 5 sekaligus!"
"Apa, itu semua dibuat oleh Zhuo Fan?" seru Dugu Zhantian.
Sambil mendesah, kaisar hanya melirik pria tua itu. [Sebenarnya apa saja yang kau lakukan di Kota Windgaze? Aku menyuruhmu pergi ke sana untuk membawakan laporan, tapi kenapa malah aku yang harus menjelaskan semuanya padamu?]
Kaisar melanjutkan, "Klan Luo kehilangan segalanya, bahkan Kepala Klan mereka tiga tahun lalu, dan hanya menyisakan anak-anak, sang steward, serta Kapten Pang Yi. Klan Luo yang sekarang bisa bangkit berkat Zhuo Fan. Dan bocah inilah..."
Kaisar mulai menceritakan berbagai keonaran yang dibuat Zhuo Fan di seluruh penjuru kekaisaran. Setelah selesai menceritakan kekacauan yang ditinggalkannya di Gedung Bunga Hanyut, ia menambahkan, "Bocah ini adalah talenta yang langka, sayangnya ia terlalu sulit diatur. Ia membuatku kagum sekaligus jengkel di saat yang bersamaan. Masalah-masalah Klan Luo bersumber darinya. Tapi karena dia pula Klan Luo bisa berdiri tegak. Aku benar-benar tidak bisa menebak apakah steward aneh ini adalah berkah atau malah bencana bagi Klan Luo!"
Sambil berkedip, Dugu Zhantian tertegun bisu. Ia sama sekali tidak mengira Zhuo Fan adalah seorang master formasi! Mengenai berbagai aksi gila yang dilakukannya, Dugu Zhantian tidak terlalu peduli.
[Sial, prajurit mana yang tidak pernah berulah? Kemampuan adalah satu-satunya hal yang penting! Aku harus merekrutnya ke pasukanku.]
Tekad Dugu Zhantian sudah bulat!
"Ngomong-ngomong, Marsekal, apakah ada hal lain yang ingin kau laporkan?" Kaisar sebenarnya sudah tidak menaruh harapan apa pun, tapi ia tetap bertanya.
Dugu Zhantian buru-buru berkata, "Ya, ini menyangkut bukti-bukti penyerangan Lembah Neraka dan dua keluarga lainnya terhadap Klan Luo. Mohon buat keputusan, Yang Mulia. Ketiga keluarga ini sempat mencoba menyusup ke Kota Windgaze saat saya berada di sana!"
Dugu Zhantian mengeluarkan tiga buah giok catatan. Mata kaisar langsung berbinar dan ia tertawa, "Dengan bukti ini, akhirnya aku bisa menjatuhkan wibawa mereka! Apakah kau melihat Regent Estate di sana juga?"
Dugu Zhantian menggelengkan kepala, "Di antara kelompok para pemimpin tujuh keluarga yang saya lihat di Kota Windgaze, tidak ada satupun yang berasal dari Regent Estate!"
"Begitu ya. Sepupuku itu memang suka menyembunyikan jejaknya. Ia pasti sedang merencanakan sesuatu yang licik!" Sambil melempar ketiga giok catatan itu ke atas meja, kaisar mendengus, "Humph, aku akan menggunakan ketiga keluarga ini sebagai pembuktian kekuasaanku. Biar semua orang tahu siapa penguasa sebenarnya di negeri ini..."
Chapter 213 · 7m baca
Deterrence
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter