Kebenaran itu sungguh terlalu sulit untuk diterima.
Sesepuh kelima Lembah Neraka itu tadinya masih menyunggingkan senyum penuh percaya diri pada kekuatannya, sama seperti Huangpu Qingyun sebelumnya. Namun, menyaksikan akhir hidup Huangpu Qingyun yang mengenaskan membuat kesombongannya seketika runtuh saat ia terhuyung-huyung mundur ke belakang.
[Tidak, dia bukan manusia. Bahkan Pil Peledak pun tidak cukup untuk mengalahkannya. Aku harus kabur, sekarang!]
"Tuan muda kedua!"
Tiba-tiba, empat teriakan bergema dan empat sosok sudah berada di sisi Huangpu Qingyun sambil meratapi nasibnya. Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya ke arah keempat orang itu. Mereka adalah para pengawal Huangpu Qingyun, yang berada di tingkat 1 Alam Surga Mendalam.
Kendati demikian, jiwa Zhuo Fan kini berada di Alam Radiant, dan kali ini ia menatap keempat orang itu dengan cemberut serta mata penuh kecurigaan.
Orang-orang ini memang berkultivasi Alam Surga Mendalam, namun lemahnya minta ampun, bahkan jika dibandingkan dengan para ahli puncak Pemurnian Tulang. [Pantas saja Huangpu Qingyun menyuruh mereka untuk berdiri di samping. Tapi, mengapa mereka ada di sini?]
Di tengah lamunannya, pandangan Zhuo Fan mendadak berkunang-kunang dan tubuhnya berada di ambang kehancuran.
[Sialan, waktuku hampir habis.]
Mengatupkan giginya rapat-rapat, Zhuo Fan mengerahkan sisa tenaga untuk mempertahankan wibawanya lalu melarikan diri dari tempat ini. Tinggal di sini lebih lama dari yang diperlukan hanya akan memperburuk keadaan baginya, karena ia tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi dan akan jatuh pingsan. Jika itu terjadi, nyawanya tamat sudah.
Namun, ia tidak mendapat kesempatan itu karena keempat pengawal tersebut meraung dan menerjangnya, "Anjing buas! Beraninya kau membunuh tuan muda kedua dari Kediaman Wali, kami akan membunuhmu!"
"Hanya kalian berempat? Yang benar saja!"
Zhuo Fan mendengus, tetapi saat keempat orang itu mendekat, pikirannya berputar hebat dan kekuatannya merosot tajam. Efek Pil Peledak memudar semakin cepat.
Menggigit lidahnya sendiri agar tetap sadar, sayap Zhuo Fan menyambar ke depan dan memotong tiga pengawal menjadi dua bagian sementara satu orang lainnya menjerit di tanah dengan lengan yang terputus.
Mengabaikan si ‘beruntung’ itu, Zhuo Fan terbang pergi secepat yang dia bisa.
Dewa Racun tertegun sejenak sebelum berteriak, "Sesepuh kelima, hentikan dia sekarang! Pertarungannya dengan tuan muda kedua telah menguras Qi Yuan-nya dan dia tidak akan bisa bertahan lama. Kita harus menahannya di sini bagaimanapun caranya!"
Saat sesepuh kelima bersiap untuk menyelinap pergi, ia menoleh dengan cepat dan melihat tiga orang tewas serta satu orang berguling-guling di tanah. Matanya langsung berbinar lalu ia tertawa terbahak-bahak.
Serangan Iblis Zhuo Fan sangat kejam dan tepat sasaran. [Bagaimana mungkin dia hanya melukai dan tidak membunuh? Tubuhnya sudah tidak sanggup lagi dan tidak sempat menghabisi yang terakhir.]
Sesepuh kelima lantas meluncur lurus ke arah Zhuo Fan dan mengayunkan palu raksasanya.
Dengan pandangannya yang mulai kabur, Zhuo Fan terhuyung-huyung dalam penerbangannya. Ia memperhatikan palu yang meluncur ke arahnya dengan tatapan kosong.
Chu Qingcheng diliputi kecemasan luar biasa, tetapi sudah tidak ada waktu lagi untuk membantu.
Sesepuh kelima terkekeh, matanya memancarkan kebuasan, "Ha-ha-ha, iblis Zhuo Fan, saatnya membayar apa yang telah kau perbuat pada sesepuh ketujuh dan tuan muda kedua dengan nyawamu."
"Kau sama sekali tidak layak untuk merenggut nyawaku!"
Kekuatan tubuhnya telah terkuras habis, namun matanya tidak pernah kehilangan kebiadasannya. Menggigit lidahnya sekali lagi untuk mendapatkan sedikit kesadaran, Zhuo Fan meraung dan melibas dengan sayapnya bagaikan sepasang cambuk kilat.
Bugh!
Kedua tangan sesepuh kelima mati rasa karena kesakitan, sementara palu seberat setengah ton itu terlepas dari genggamannya, terlempar jauh oleh Zhuo Fan.
Namun, sesepuh kelima tidak bisa lebih bahagia lagi dari ini, "Ha-ha-ha, si cerdik. Kaukah yang justru terjebak kali ini. Kau tidak mungkin bisa menangkisku saat kau tidak memiliki sayap untuk melindungimu dan tubuhmu terlalu lemah untuk melawan!"
Tangan sesepuh kelima diselimuti api yang berkobar ganas dan mencakar dada Zhuo Fan, "Seni bela diri peringkat roh tinggi, Cakar Api Penembus Punggung!"
Karena Sayap Petir digunakan untuk menangkis palu tadi, sayap itu berada terlalu jauh untuk ditarik kembali tepat waktu. Dada Zhuo Fan terbuka lebar.
Dengan sesepuh kelima yang merupakan seorang kultivator fisik di tingkat 5 Alam Surga Mendalam dan menggunakan seni bela diri peringkat roh tinggi, serangan itu akan menembus langsung ke tubuhnya.
Bahkan Zhuo Fan tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya jika begitu.
Sesepuh kelima menyeringai sementara Chu Qingcheng menyaksikan dari bawah dengan diliputi kecemasan mendalam dan tak berdaya untuk membantu.
Mata Zhuo Fan memancarkan kilatan dingin dan berkata, "Sudah kubilang. Kau tidak layak untuk merenggut nyawaku!"
Zhuo Fan meraung, "Jurus kedua Gaya Hantu, Cakar Naga Gaib!"
Disusul dengan auman naga yang mengguncang surga, kedua cakar itu saling berbenturan.
Sesuatu yang luar biasa terjadi. Dalam sekejap mata, Zhuo Fan merobek seluruh lengan sesepuh kelima hingga putus.
Darah memuncrat namun butuh waktu lama bagi sesepuh kelima untuk merasakan sakitnya. Ia menoleh ke arah lengannya lalu jatuh dari langit sambil menjerit kesakitan.
Hanya Zhuo Fan, yang tak terkalahkan, berdiri di langit bagaikan seorang raja. Lengan terbakar yang tadinya ia genggam, kini telah bersimbah darah.
"Humph, tidak ada seorang pun yang layak merenggut nyawa Yang Mulia ini!"
Mendengus, Zhuo Fan sekali lagi memamerkan kekuatannya agar disaksikan semua orang. Ia mengepalkan tangannya dan tangan sesepuh kelima hancur berkeping-keping.
[Dia terlalu kuat!]
Anggapan itu sama sekali tidak meleset. Kekuatan Zhuo Fan terus merosot namun meski begitu, ia merobek lengan sesepuh kelima padahal pria itu berada di puncak kekuatannya dan telah menelan Pil Peledak.
Kekuatan semacam itu menghujam lubuk hati setiap orang.
Dewa Racun sudah lama tertegun berdiri di tempatnya dengan dungu. Kekuatan awal Zhuo Fan didasarkan pada lima Pil Peledak.
Namun sekarang setelah efek pil tersebut memudar, bagaimana mungkin ia masih tak terkalahkan?
Bahkan mata Long Jiu terbelalak lebar.
Siapa sesepuh kelima Lembah Neraka itu? Seorang ahli yang telah berbenturan dengan sesepuh ketiga Paviliun Naga Terselubung ribuan kali hingga berimbang. Sungguh mengejutkan melihat lengannya robek begitu saja bagaikan permainan anak kecil.
"Bagaimana aku akan menjelaskan hal ini pada Kakak Ketiga? Si bajingan kecil ini telah jauh melampauinya. Betapa terkejutnya dia nanti saat mengetahuinya?"
Long Jiu menggelengkan kepalanya, lalu menoleh ke arah Long Kui dan Long Jie, "Mungkin, kalian berdua yang harus menyampaikan kabar ini padanya."
Keduanya sudah lama berhenti mendengarkan. Mereka tidak pernah benar-benar menyaksikan pertarungan Zhuo Fan yang sesungguhnya, dan kini mereka menyaksikan dengan tercengang atas apa yang mampu dilakukan oleh rekan sebaya mereka itu.
Sambil terengah-engah, Zhuo Fan telah mengerahkan terlalu banyak energinya. Ia melemparkan tatapan dingin pada Dewa Racun yang kebingungan lalu terbang pergi.
Menggigit bibirnya, mata Dewa Racun melotot ke segala arah dan setelah ragu sejenak, ia berteriak, "Zhuo Fan, jangan lupa! Aku masih ada di sini!"
Seratus Kelelawar Darah Menggelegar terbang menyerang Zhuo Fan.
Penerbangan Zhuo Fan tersendat dan ia memelototi balik, "Orang tua bangka, jangan keras kepala. Aku membiarkanmu pergi sebagai bentuk penghormatan antar sesama grandmaster alkemis. Jangan datang dan membuang nyawamu secara cuma-cuma!"
"Humph, karena aku telah dipercaya, aku akan membalasnya dengan pengabdian yang sama! Tuan muda kedua telah tewas dan hanya kepalamu yang bisa membuatku tetap hidup! Terus terang saja, entah kau yang mati, atau aku yang mati!"
Dewa Racun meraung sembari tangannya membentuk gestur segel. Kesepuluh kelelawar itu membuka moncong mereka dan melepaskan Gelombang Kelelawar Menggelegar ke arah Zhuo Fan.
Sebuah gelombang kejut besar menghantam Zhuo Fan bagaikan gelombang pasang.
Chu Qingcheng diliputi rasa khawatir yang teramat sangat. Ini adalah serangan jiwa. Tubuh tangguh Zhuo Fan sama sekali tidak berguna melawannya dan ia hanya bisa menahannya dengan api biru.
Dan jika itu terjadi, ia akan terlalu kelelahan untuk pergi.
Namun Zhuo Fan sama sekali tidak gentar.
Ia melirik tajam ke arah Dewa Racun dan membentuk segel tangan, "Karena itu keinginanmu, akan kuwujudkan. Jurus ketiga Gaya Hantu, Jeritan Naga Necro!"
Zhuo Fan membuka rahangnya lebar-lebar dan mengaum!
Auman naga ini tidak seperti gelombang Kelelawar Darah Menggelegar, auman ini keluar langsung dari mulut Zhuo Fan dan berwujud seekor naga. Makhluk itu melesat di udara dan mengguncang seluruh dunia.
"I-itu adalah seni bela diri suara, dan sialnya itu adalah Tingkat Mendalam!" Xie Tianyang belum pernah begitu terkejut seumur hidupnya. Ia berkata kepada Long Jiu, "Bukankah dia bilang berasal dari klan rendahan? Sebenarnya dari mana asal usulnya ketika seni semacam itu bahkan tidak ada di seluruh Kekaisaran Tianyu, atau bahkan tujuh keluarga besar?"
Long Jiu menggelengkan kepalanya dengan pahit, "Bagaimana aku bisa tahu? Itu adalah satu rahasia yang hanya diketahui oleh bocah itu sendiri. Tapi ada satu kebenaran mutlak, dia tidak berasal dari klan rendahan itu."
Xie Tianyang mengangguk pelan.
Kemudian, kedua gelombang suara itu saling berbenturan.
Gelombang pasang dan sang naga saling bertarung sementara sisa kejutannya menyebar hingga ke kerumunan di bawah.
Gelombang kejut sebelumnya berasal dari Qi Yuan, sehingga orang-orang masih bisa menahannya. Namun kali ini, itu adalah serangan jiwa. Mereka akan jatuh ke tanah dan mati jika jiwa mereka bahkan sedikit saja kurang kuat.
Chu Qingcheng menggunakan jiwanya untuk menahan serangan itu dan Pengawas Peony melindungi Xiao Dandan di belakangnya. Namun bahkan mereka, para ahli Alam Surga Mendalam, dipaksa memuntahkan darah.
Rasa sakit itu diiringi rasa tak percaya, tak habis pikir bahwa seni bela diri suara benar-benar mustahil untuk ditangkis. Mereka bahkan bukanlah target asli dari serangan itu dan sudah menderita separah ini. Sungguh tak terbayangkan betapa mencengangkannya kekuatan serangan tersebut terhadap target yang sebenarnya.
Orang-orang mulai menatap Zhuo Fan dengan rasa ngeri. Dewa Racun mengandalkan seratus Kelelawar Darah Menggelegar sementara Zhuo Fan mampu melakukannya seorang diri.
Tangannya kembali membentuk segel saat Dewa Racun mengerahkan seluruh tenaganya untuk menahan gelombang kejut tersebut, dengan darah hitam mengalir dari sudut mulutnya. Tidak pernah terbayangkan olehnya bahwa Zhuo Fan mampu menggunakan seni bela diri suara. Anak itu benar-benar sesosok monster!
Sebelumnya ia masih bisa menahan Zhuo Fan, tapi sekarang...
Menyipitkan mata, Zhuo Fan melihat ketidakberdayaan si tetua keparat itu dan kembali mengaum.
Naga besar di atas mengibaskan ekornya dan gelombang suara pasang itu pun buyar. Naga itu kemudian melesat menembus seratus Kelelawar Darah Menggelegar, yang matanya langsung kosong sebelum berjatuhan ke tanah bagaikan hujan es.
Sungguh sebuah ironi yang kejam dan tanpa ampun. Kelelawar darah yang perkasa, yang sangat membanggakan gelombang suara mereka, justru tewas tertembak oleh serangan suara Zhuo Fan sendiri.
Namun naga besar itu tidak berhenti sampai di situ, ia juga melesat menembus Dewa Racun. Pikirannya mendadak kosong, bahkan tanpa secercah pikiran pun yang terlintas di benaknya.
Kemudian, tubuhnya terjungkal ke tanah dengan kaku. Yan Fu meratap, "Guru!"
Zhuo Fan menyeringai dan terbang pergi. Ketika sosoknya telah lenyap, sebuah tawa gila bergema, "Tujuh keluarga besar di bawah kekaisaran ternyata tidak mampu membunuh seorang pria bahkan dengan mengeroyoknya tujuh lawan satu. Nama mereka sama sekali tidak layak disandang, membawa malu bagi seluruh dunia, ha-ha-ha..."
Chapter 168 · 7m baca
Leaving By Suicide
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter