Bugh!
Seorang narapidana menendang pria bertubuh kekar hingga tersungkur ke tanah, lalu mengejek, "Ha-ha-ha, jadi begitulah akhir dari Raja Pedang yang perkasa, ha-ha-ha..."
"Berhenti! Kami sudah menyerah. Apa yang sebenarnya kalian coba lakukan?" Bali Yuyu melotot ke arah mereka sambil menggertakkan gigi.
Pemuda itu mencibir, menatapnya dengan pandangan yang sangat tidak senonoh, "Apa, kau tanya? Bukankah para Raja Pedang selalu bertingkah begitu angkuh dan sombong? Dengan tewasnya Pedang Tak terkalahkan, perlawanan macam apa pun tidak akan ada gunanya buat kalian. Menyerah adalah satu-satunya harapan kalian untuk tetap hidup, jadi ikuti saja permainannya, atau kalau tidak..."
"Atau kalau tidak apa?"
Sebuah cengkeraman sekuat baja telah memuntir pergelangan tangannya. Pria itu menoleh dengan wajah cemberut, namun langsung pucat pasi, "Marsekal Zhuo, kami sudah mengurus semua tahanan agar Anda bisa menanganinya."
Bali Yuyu bergetar, menatap pria yang telah ia bayangkan siang dan malam selama seabad terakhir ini, dan jantungnya berdegup kencang.
Zhuo Fan mencibir, "Kalian benar-benar tahu bahwa mereka adalah tahanan-tahananku? Orang lain yang tidak tahu mungkin akan mengira kaulah yang telah menangkap mereka. Kalian pasti hebat sekali bisa menjatuhkan para Raja Pedang dari wilayah tengah."
"Saya tidak bermaksud begitu, Marsekal Zhuo, Anda tetaplah Marsekal Besar dari keempat wilayah ini sama seperti seratus tahun yang lalu. Kami melakukan semua ini demi Anda!"
"Huh, alasan yang dibuat-buat. Kalian tidak pernah melakukan apa pun untukku seratus tahun lalu, dan sekarang setelah aku menguasai wilayah tengah, kalian ingin ikut campur?"
Zhuo Fan melemparkan pria itu ke udara, lalu menghilang ke kejauhan, "Tanpa kalian pun aku sudah baik-baik saja."
Sisanya pura-pura tidak peduli, menundukkan kepala dan membersihkan area tersebut.
Mengabaikan orang-orang oportunis itu, Zhuo Fan beralih menatap Bali Yuyu yang sedari tadi tidak pernah melepaskan pandangannya darinya. Ia menjentikkan jarinya dan ikatan di tubuh Bali Yuyu pun terlepas, "Aku melihat bagaimana kau tidak mendapat satu goresan pun saat bertarung melawan Qiao'er. Bagaimana bisa semut-semut itu menangkapmu?"
"Aku menyegel kultivasiku sendiri."
"Benarkah?"
"Ya, kalian menang dan kami kalah. Keparat-keparat itu menggunakan Saudara Lei untuk mengancamku, jadi apa yang bisa kulakukan? Atau kau mengharapkanku untuk tidak kenal takut seperti sang Leluhur dan membiarkanmu menebasku?" Bali Yuyu mendelik tajam.
Zhuo Fan menggelengkan kepala, "Pertarunganku dengannya telah dipersiapkan selama satu abad, sebuah duel terhormat yang tidak menyisakan kebencian dari pihak mana pun. Sepanjang jalan aku merebut kekaisaran untuk kepentinganku sendiri, tetap saja tidak ada urusan pribadi. Sekarang setelah kekaisaran ini menjadi milikku, aku tidak menginginkan apa pun lagi. Kau bebas pergi."
"Bebas?"
Bali Yuyu terperanjat, "Kau membiarkan kami pergi begitu saja? Bagaimana jika kami membalas dendam?"
Zhuo Fan terkekeh, "Apakah kalian benar-benar bisa melakukannya, dengan kekuatan sekecil itu? Jangan membuatku tertawa."
"Tidak sekarang, tapi siapa yang tahu nanti..."
"Tidak juga nanti."
Zhuo Fan memotong ucapannya, "Karena aku berhasil mengalahkan kalian semua, aku tidak memiliki rasa takut apa pun terhadap masa depan. Jika, karena suatu keajaiban, kalian benar-benar berhasil, itu membuktikan bahwa aku telah bermalas-malasan dan pantas mati. Seorang pria sejati tidak takut menghadapi tantangan apa pun. Lagipula, aku sendiri adalah seorang penantang, menantang diriku demi tujuanku sendiri adalah alasan terkuat mengapa aku tidak boleh membiarkan orang lain menyusulku. Kalau tidak, aku tidak akan membutuhkan dia untuk turun tangan dan aku pasti sudah mati di tangan kalian."
Mata Bali Yuyu menjadi berkaca-kaca, "Kau sama persis seperti Leluhur, tidak, bahkan lebih kuat. Leluhur selalu mendambakan puncak, namun takut terlampaui. Kau tidak memiliki ketakutan semacam itu, dan itulah sebabnya kau menang."
"Kau terlalu memujiku. Yang kutakutkan adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau capai."
Zhuo Fan melambaikan tangan, lalu berbalik pergi, "Bawa mereka dan pergilah. Kita pernah melalui masa-masa indah bersama, dan ini adalah ucapan terima kasihku untuk itu."
Bali Yuyu menatapnya lekat-lekat lalu menunjuk yang lain untuk melepaskan ikatan mereka. Sebuah raungan tiba-tiba mengguncang langit ketika seseorang melesat ke arah Zhuo Fan, "Zhuo Fan!"
"Ada apa lagi?"
Whoosh~
Zhuo Fan mencengkeram leher penyerang itu, Baili Jingtian.
"Balas dendam untuk Pedang Tak Terkalahkan, begitu? Sudah kukatakan bahwa kalian semua tidak memiliki kemampuan itu. Tapi karena kau sudah menantangku, aku akan membalasnya dengan cara yang sama."
Zhuo Fan mempererat cengkeramannya, membuat pria itu hampir kehabisan napas, "Aku adalah seorang pria yang memegang prinsip dan bisa mengabaikan kebencian membara yang kalian pelihara, tapi begitu kau mencoba melakukan sesuatu, kau harus siap menanggung akibat dari tindakanmu!"
"Tunggu!"
Baili Yulei berteriak dan bergegas mendekat, memohon, "Tuan Zhuo, mohon lepaskan Putra Mahkota. Jika Anda harus membunuhnya, bunuh saja aku sebagai gantinya!"
Zhuo Fan menyipitkan mata, "Baili Yulei, hubungan kita cukup baik seratus tahun yang lalu. Meskipun itu dilakukan untuk membantu orang lain dan karenanya kau membantuku, aku tetap menganggapnya sebagai sebuah kebaikan. Tapi apa urusannya dengan Putra Mahkota, sampai kau separah ini membelanya?"
"Ini tentang kejadian seratus tahun yang lalu juga. Dia tahu aku telah membiarkanmu pergi namun tidak pernah mengungkapkannya. Memegang janji itu selama seratus tahun, dia telah mendapatkan persahabatanku."
"Pernahkah kau berpikir bahwa mungkin dia memiliki alasannya sendiri?" Zhuo Fan mengangkat alisnya, "Yang Mulia, kau bukanlah seorang suci, aku tahu, kau tahu cara memanfaatkan rasa terima kasih untuk kepentinganmu sendiri."
Baili Jingtian berkata, "Sebagai Putra Mahkota, aku telah belajar cara memerintah. Rasa terima kasih tidak ada hubungannya dengan itu, ini murni urusan bisnis. Tapi ya, saat api hitammu mengenakanku, Raja Pedang Petir memang telah menyelamatkan hidupku. Dia bertindak benar dengan menebas lenganku. Aku sempat memikirkan hal yang sama tapi tidak bisa melakukannya karena itu berarti segalanya akan berakhir, takhtaku tidak akan lagi menjadi milikku. Pernahkah kau mendengar seorang cacat duduk di atas takhta sepanjang sejarah umat manusia? Jadi Raja Pedang Petir telah menyelamatkan krisis dan hidupku.
"Tapi kemudian, aku membantu mereka menyembunyikan hubungan mereka denganmu, tanpa benar-benar memikirkan implikasinya. Namun tanpa satu lengan, aku ditakdirkan untuk hidup seorang diri, jadi untuk apa lagi bersikeras menjadikan seorang Raja Pedang sebagai musuh? Semua itu kulakukan untuk melindungi diriku sendiri akibat apa yang terjadi, dan aku harus memendamnya seorang diri."
"Nah, dengar? Dia sudah memperhitungkan semuanya dan tidak melakukannya untukmu. Aku yakin kau menjaganya selama bertahun-tahun ini jadi kalian sudah <i>buntung</i>." Zhuo Fan tertawa kecil.
Alis Baili Yulei berkedut, namun suaranya tetap tegas, "Bagaimanapun juga, aku tetap merasakan persahabatan karena dia telah menjaga rahasia itu begitu lama dan aku meminta agar kau mengurungkan niat untuk membunuhnya."
"Baiklah, karena kau merasakan persahabatan dengannya, aku juga merasakan hal yang sama terhadapmu. Tapi hanya untuk kali ini saja. Setidaknya tunggulah sampai kau memiliki kekuatan sebelum datang menyerangku."
Zhuo Fan tersenyum miring lalu melepaskannya, kemudian berjalan pergi, "Sebulan lagi, aku akan meninggalkan dunia ini, menuju tempat yang didambakan oleh Leluhur kalian. Siapa pun boleh ikut karena aku kekurangan tenaga, ha-ha-ha..."
Baili Jingtian menyipitkan matanya, "Apa maksudnya ini? Mencoba merebut kita ke pihaknya setelah membunuh sang Leluhur? Yang benar saja!"
"Sulit ditebak."
Dengan tekad yang sudah bulat, Bali Yuyu bergumam, "Leluhur dan Zhuo Fan bertarung dalam duel terhormat dengan taruhan nyawa. Ketika Leluhur tewas, dia tidak menyimpan kebencian. Di antara para kultivator, dendam apa lagi yang ada di antara para penantang? Yang Mulia, kau tidak akan pernah tumbuh menjadi kuat tanpa ambisi sebesar ini. Lihatlah dirimu sendiri. Setelah seratus tahun, kau bahkan tidak mampu mengalahkan orang-orang seperti Ye Lin dan Ouyang Changqing, orang-orang yang dulu pernah kau kalahkan. Kehilangan satu lengan seharusnya tidak terlalu memengaruhi kekuatanmu separah ini. Renungkan kembali apa yang telah kau lakukan selama seabad terakhir ini."
Satu-satunya hal yang muncul di benak Baili Jingtian adalah kebencian.
Ia membenci Zhuo Fan karena telah merenggut lengannya, merusak statusnya, dan membenci semua orang yang menertawakan kecacatannya. Kebencian itu telah menguasai pikirannya sedemikian rupa hingga ia hampir membiarkan Seni Pedang Pemisah musnah sia-sia...
Baili Jingtian menghela napas panjang, lalu memejamkan matanya.
Langkah pertama untuk menjadi lebih kuat dan mengalahkan pria yang paling ia benci seumur hidupnya adalah dengan melepaskan kebencian itu dan mengarahkan pandangannya ke puncak.
Bali Yuyu melirik sekilas dan menunjukkan senyum licik.
[Mari kita semua pergi ke dunia orang-orang kuat yang ingin dilihat oleh Leluhur. Setidaknya, kita akan meringankan arwahnya, bukan? Ha-ha-ha...]
[Kau sebenarnya hanya ingin berada di sisi anak itu!]
Baili Yulei menatapnya tajam sambil menggelengkan kepala...
Di bagian lain, menyusul keributan tersebut, Baili Jingshi dan Baili Jingwei diseret dan dimaki-maki. Bu Xingyun dan para mata-mata lainnya dipukuli hingga babak belur.
Alis Luo Yunhai berkedut, "Mereka bagaimanapun juga adalah Perdana Menteri dan kaisar. Sekalipun mereka tahanan, kenapa harus dihina sedemikian rupa?"
"Pemenang mendapatkan segalanya, dan mereka kalah."
Zhuo Fan berjalan lewat, "Tapi bukankah seharusnya akulah pemenangnya di sini? Orang-orang dari keempat wilayah ini dulunya hanyalah tawanan dan sekarang mereka bertingkah seolah-olah merekalah bosnya?"
Luo Yunhai memohon, "Kakak Zhuo, Baili Jingwei memang keji, tapi dia tidak pernah menginjak-injak martabat kita. Aku berharap Anda membiarkan kami yang menanganinya."
"Ya, aku selalu membalas sesuatu dengan hal yang sama. Aku mungkin membunuhnya, tapi tidak pernah mempermalukannya."
Zhuo Fan mengangguk, "Kau adalah Kepala Klan, lakukanlah sesukamu!"
Luo Yunhai berseri-seri dan bergegas terjun ke tengah kerumunan. Zhuo Fan menggelengkan kepala, "Nah, ini adalah pelajaran terakhirku untukmu tentang kebaikan dan kejahatan, jalan benar dan jalur sesat. Sekarang, siapa di sini yang benar dan siapa yang salah? Nona Murong..."
Chapter 1174 · 6m baca
To the Winner the Spoils
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter