Sss~
Kekuatan itu melonjak tajam saat terpusat. Baili Yutian mengarahkan pedangnya, dengan seluruh petir ungu yang terkonsentrasi di ujungnya. Dalam sekejap mata, petir ungu dalam jumlah tak berhingga memusat pada dirinya, menghadirkan pameran kekuatan mentah yang mengerikan.
Disertai teriakan nyaring, kumpulan petir ungu itu berubah menjadi burung raksasa berukuran tiga ratus meter yang membawa Baili Yutian serta pedang dewa. Berkat begitu banyak kekuatan tak terbayangkan yang berjejal di dalamnya, burung raksasa itu memancarkan kilau menyilaukan, bak matahari.
Bam!
Bilah pedang Zhuo Fan dan Baili Yutian kembali beradu, hanya saja benturan kali ini tidak lagi mengandalkan kekuatan asal mereka semata, karena keduanya telah mendongkrak kekuatan masing-masing melalui cara yang berbeda ke tingkat yang baru.
Mata Dewa Kehampaan milik Zhuo Fan serta api guntur apokaliptik melipatgandakan kekuatannya tiga kali lipat. Sementara Baili Yutian menggunakan segala hal yang dimilikinya, termasuk kendalinya atas dunia, untuk memfokuskan petir tersebut menjadi seekor burung, menghasilkan peningkatan sepuluh kali lipat.
Zhuo Fan tadinya bisa mengatasi sepertiga kekuatan Pedang Tak Tertandingi saat tenaga itu tersebar. Namun sekarang, dengan seluruh kekuatan liar itu yang terkonsentrasi, Zhuo Fan sama sekali tidak memiliki peluang melawannya.
Whoosh~
Zhuo Fan terpental sejauh dua mil bersama naga hitam api gundurnya. Pedang Tak Tertandingi itu bergetar hebat dan terdorong mundur setengah mil.
Begitu mereka berhasil menghentikan laju masing-masing, mereka kembali menerjang dengan pedang mereka.
Langit bergemuruh hebat diiringi serangan-serangan mereka yang menggelegar, sementara naga hitam dan burung petir ungu terus berbenturan di berbagai penjuru. Hanya dalam beberapa saat saja, bilah pedang mereka beradu nyaring ratusan kali, membuat dunia di sekitar mereka bergetar.
Para penonton yang masih hidup semakin dibuat tercengang.
Keduanya memegang kekuatan literal di ujung jari mereka untuk membinasakan jutaan prajurit. Mereka adalah senjata pemusnah massal dalam diri mereka sendiri.
[Tidak seharusnya manusia memiliki kekuatan sebesar ini! Pantas saja dunia tidak bisa membiarkan mereka berdua hidup berdampingan!]
Keduanya mengerahkan upaya tanpa sisa demi meraih kemenangan.
Akhirnya, suara benturan mereka—yang begitu kuat hingga sanggup membangkitkan orang mati—berhenti seiring hantaman salah satu dari mereka ke tanah, meninggalkan kawah selebar puluhan mil.
Kelompok Danqing Shen dilanda kepanikan sementara kubu Baili Jingwei bersorak terang. Ternyata itu adalah Zhuo Fan.
Zhuo Fan bangkit dari reruntuhan dalam yang menguburnya seraya memuntahkan darah. Napasnya terengah-engah dan tubuhnya tampak letih.
Shriek~
Burung petir ungu melayang di atas kepalanya. Pedang Tak Tertandingi bertengger di kepala burung itu, menatap lawan terkuat sepanjang hidupnya dengan napas yang juga terengah-engah, namun matanya menyunggingkan senyuman, "Zhuo Fan, kau kalah! Tak peduli seberapa kuat Seni Pedang Membumbung milikmu, kau masih terjebak di Alam Kejadian, dibatasi oleh Yuan Qi dan tidak mampu menandingi Raja Spiritual sepertiku. Berusaha mengerahkan seluruh kemampuanmu melawanku berkali-kali adalah kesalahan besarmu!"
"Humph, bukankah kau juga sama?"
Zhuo Fan mendengus, "Alam Raja Spiritual memang bisa mengendalikan kekuatan ruang dan udara, tetapi tidak menikmati peningkatan kekuatan diri yang begitu besar. Orang tua, memfokuskan kendalimu ke dalam ruang terbatas justru menyedot cadangan Yuan Qi-mu lebih cepat, bahkan lebih cepat dariku. Belum lagi, berapa lama tubuh tua sepertimu bisa bertahan menanggung kekuatan sebesar itu? Aku yakin kau hampir tidak bisa bergerak."
Baili Yutian menyeringai, tubuhnya bergoyang diiringi suara letupan dari tulang-tulangnya, namun matanya tetap fokus pada pertarungan, "Untuk apa kau peduli? Aku masih berdiri sementara kau telah tumbang!"
Pedang Tak Tertandingi melirik ke arah tirai cahaya yang berasal dari langit di atas, bibirnya membentuk seulas senyum.
"Begitu aku menghabisimu, aku bisa pergi ke sana tanpa beban, ha-ha-ha..."
Baili Yutian tertawa, mengangkat pedang dewa yang kini terasa begitu berat, ia bersiap untuk menghabisi lawan terkuatnya.
Semua orang menyaksikan dengan tegang dan terpaku.
Zhuo Fan memperlihatkan senyuman aneh, "Masih terlalu cepat bagimu untuk pergi, ha-ha-ha..."
"Sarang Naga Api Guntur!"
Zhuo Fan menghujamkan pedang iblisnya ke bawah.
Lonjakan energi hitam meledak bagaikan gelombang pasang, mengubah bumi menjadi sehitam malam.
Auman demi auman menggema dari dalamnya saat energi itu bergolak bagaikan lautan. Naga-naga hitam terbang ke langit, ditenagai oleh api guntur, semuanya mengincar Baili Yutian beserta burung petirnya, menenggelamkannya ke dalam kegelapan pekat. Segalanya kini mengambil rona yang jauh lebih suram dan gelap.
Zhuo Fan terkekeh, "Pedang Tak Tertandingi, Seharusnya kau tidak memfokuskan seluruh kendali ruang itu pada dirimu sendiri. Asal kau tahu, aku memiliki domain jiwa, dan dengan melepaskan kendali, aku bisa menggunakannya untuk diriku sendiri. Sekarang kau berada di sarang nagaku. Mari kita lihat apakah kau bisa keluar sekarang, ha-ha-ha..."
Roar~!
Ribuan demi ribuan naga hitam menyemburkan api ke arah burung petir dan menggerogotinya sedikit demi sedikit.
Baili Yutian mempertahankan senyum dinginnya, "Apa yang bisa dilakukan oleh domain semata padaku?"
Baili Yutian berontak keras dan burung petir itu menjerit. Petir ungu berkobar hebat dan sarang naga itu mengalami ledakan hingga runtuh. Matahari yang cerah kembali menyinari medan perang yang malang ini beserta wajah tuanya yang renta.
Sss~
Namun Pedang Tak Tertandingi tidak sempat bereaksi saat sebuah bayangan melesat di hadapannya.
Ugh!
Pedang Tak Tertandingi membeku, menunduk untuk mendapati bahwa burung petirnya telah tertembus sebuah lubang tipis dan panjang, menembus lurus sampai ke tubuhnya dan merobeknya...
Pedang Tak Tertandingi menatap dengan wajah kaku ke arah api hitam di perut kakinya, sementara kedua kakinya telah dilalap oleh api tersebut, perlahan-lahan menggerogotinya.
"Pedang Tak Tertandingi!"
Sebuah suara dingin mencapai telinganya, "Sudah kubilang seni pedangku adalah untuk melahap. Sarang naga tadi bukan untuk melemahkamu perlahan, melainkan untuk menggelapkan indramu. Dengan seorang Raja Spiritual yang mampu mengendalikan ruang, aku harus selalu siaga penuh. Bahkan domainku pun tidak akan luput dari jangkauanmu. Sayang sekali kau memfokuskan semuanya pada dirimu sendiri dan kehilangan keunggulanmu. Jadi aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerangmu secara buta."
Alis Baili Yutian bergetar, menoleh ke belakang untuk mendapati wajah tenang Zhuo Fan yang sedang memegang pedang hitam berkilat api.
Pedang Tak Tertandingi mencengkeram pedangnya, menatap cahaya di atas, merasa tak bisa menerimanya. Namun kemudian ia mengatupkan giginya dan melemparkan Pedang Pembelah, meraung, "Zhuo Fan, kau menang. Kau berhak pergi ke Gunung Iblis. Ambil Pedang Pembelah dan capailah puncaknya. Jangan cemarkan nama pedang itu!"
Baili Yutian menghela napas dan memejamkan matanya, api membakarnya hingga menjadi abu.
Merasakan bilah pedang ungu di genggamannya bergetar, meratapi sang tuan, Zhuo Fan menghela napas.
[Pedang Tak Tertandingi, lawan yang layak.]
Pa!
Di Domain Suci, di dalam sebuah pondok kecil, seorang pemuda duduk di depan papan catur, hendak meletakkan bidak. Tangannya bergetar dan bidak itu berguling di antara bidak-bidak lainnya.
"Dia sudah tiada!"
Ia menarik napas dalam-dalam, "Raja Spiritual di alam fana telah tiada. Sayang sekali. Padahal dia hampir tiba di dunia yang selama ini mereka dambakan."
Bayangan di sisinya berdiri, "Raja Spiritual kali ini memang tidak biasa. Dia seharusnya sudah lama datang tetapi menahan diri untuk tinggal demi sesuatu. Mungkinkah hal itu terulang lagi?"
"Tidak, kali ini dia benar-benar pergi untuk selamanya sementara yang lalu auranya hanya melemah. Seseorang membunuhnya sebelum dia sempat datang."
"Alam fana memiliki dua Raja Spiritual?"
"Tidak, seseorang melompati alam kultivasi untuk melakukannya!"
Pria itu tertegun, "Melompati alam kultivasi? Raja Spiritual mana pun yang lahir di tempat terbuang seperti alam fana adalah bakat yang tak ternilai harganya! Namun salah satu dari mereka dibunuh oleh seseorang yang melompati alam? Ini tidak pernah terjadi sebelumnya!"
"Itu karena selama bertahun-tahun dia tidak pernah berpikir untuk kembali. Sekarang setelah dia ingin melakukannya, tidak ada yang bisa menghentikannya, ha-ha-ha..."
Pa!
Sebuah bidak dihempaskan ke atas papan dan sang pemuda melontarkan tawa menggila, yang terasa begitu membekukan tulang...
Chapter 1172 · 5m baca
Reaching the Summit
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter